ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
IV. 2. Analisis Tabel Tunggal
IV.2.3. Interaksi Antar Atnis
19. Frekuensi kerjasama yang dilakukan oleh responden dengan orang-orang yang berbeda budaya.
Tabel: IV.19
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak Pernah 6 4.8 Jarang 29 23.2 Sering 65 52.0 Sangat Sering 25 20.0 Total 125 100.0 Sumber: P.16 / FC. 19
Tabel IV.19 diatas menunjukkan data tentang frekuensi kerjasama yang dilakukan oleh mahasiswa asing dengan orang-orang yang berbeda kebudayaan dengan mereka. Hanya 6 orang (4,8%) saja responden yang mengatakan tidak pernah menjalin kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya dengan
mereka, sebanyak 29 orang (23,2%) responden mengatakan jarang menjalin kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya, 65 orang (52,0%) responden mengatakan sering melakukan kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya dan sebanyak 25 orang (20,0%) responden yang mengatakan sangat sering melakukan kerjasama.
Jadi berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa mayoritas responden dari 125 orang responden, sebanyak 65 orang (52,0%) responden menjawab sering melakukan kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya. Kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dari masing-masing kedua belah pihak yang melakukan kerjasama tersebut.
20. Suasana kerjasama yang nyaman dan menyenangkan antara responden dengan orang-orang yang berbeda budaya
Tabel: IV.20
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak nyaman 5 4.0 Kurang Nyaman 27 21.6 Nyaman 78 62.4 Sangat nyaman 15 12.0 Total 125 100.0 Sumber: P.17 / FC. 20
Table IV.20 diatas menunjukkan suasana kerjasama yang nyaman dan menyenangkan antara responden dan orang-orang dari kebudayaan yang berbeda. Jumlah responden yang merasakan suasana yang tidak nyaman dan tidak menyenangkan ketika bekerja sama dengan orang yang berbeda budaya ada
sekitar 5 orang (4,0%) responden, sekitar 27 orang (21,6%) responden mejawab kurang nyaman ketika melakukan kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya, 78 orang (62,4%) responden menjawab nyaman ketika melakukan kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya. Dan ada 15 orang (12,0%) responden menjawab sangat nyaman.
Jadi berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 125 orang responden, mayoritas responden tersebut merasakan suasana yang nyaman denga frekuensi 78 orang (62,4%) ketika melakukan kerjasama dengan orang-orang yang berbeda budaya dengannya sehingga kedua belah pihak bisa mendapatkan hasil yang baik dari bentuk kerjasama tersebut.
21. Pertikaian yang terjadi antara responden dengan orang-orang yang berbeda budaya.
Tabel: IV.21
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak pernah 28 22.4 Jarang 76 60.8 Sering 18 14.4 Sangat Sering 3 2.4 Total 125 100.0 Sumber: P. 18 / FC. 21
Tabel IV.21 diatas menunjukkan frekuensi pertikaian yang terjadi antara orang-orang yang berbeda kebudayaan. Jumlah responden yang tidak pernah mengalami pertikaian dengan orang-orang yang berbeda budaya adalah sebesar 28 orang (22,4%), jumlah responden yang jarang mengalami pertikaian adalah sebanyak 76 orang (60,8%), jumlah resonden yang sering mengalami pertikaian
dengan orang yang berbeda budaya adalah sebesar 18 orang (14,4%) dan hanya 3 orang (2,4%) responden saja yang sangat sering mengalami pertikaian denga orang-orang yang berbeda budaya.
Jadi berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa dari 125 orang responden, mayoritas dari responden yakni 76 orang (60,8%) mengatakan jarang terjadi pertikaian dengan orang-orang yang berbeda budaya, dimana pertikaian tersebut sering memicu timbulnya konflik kebudayaan.
22. Pertkaian yang terjadi antara responden dengan orang-orang yang berbeda budaya yang disebabkan oleh perbedaan kebudayaan.
Tabel: IV.22
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak pernah 28 22.4 Jarang 76 60.8 Sering 18 14.4 Sangat Sering 3 2.4 Total 125 100.0 Sumber: P.19 / FC. 22
Tabel IV.22 diatas menunjukan besarnya frekuensi pertikaian yang terjadi yang diakibatkan oleh perbedaan kebudayaan. Sebanyak 28 orang responden (22,4%) menjawab tidak pernah, 76 orang resonden (60,8%) menjawab jarang, 18 orang responden (14,4%) menjawab sering, dan hanya 3 orang responden (2,4%) yang memberikan jawaban sangat sering.
Jadi berdasarkan tabel diatas, dapat dilihat bahwa perbedaan kebudayaan antara masing-masing individu yang berbeda jarang menimbulkan pertikaian. dari
125 orang responden, ada sekitar 76 orang (60,8%) responden yang memberikan jawaban jarang.
23. Pertikaian yang terjadi antara responden dengan orang-orang yang berbeda budaya yang disebabkan oleh perbedaan kepentingan.
Tabel. IV.23
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak pernah 19 15.2 Jarang 57 45.6 Sering 40 32.0 Sangat Sering 9 7.2 Total 125 100.0 Sumber: P.19 / FC.23
Tabel IV.23 diatas menunjukkan besarnya frekuensi pertikaian yang terjadi yang diakibatkan oleh perbedaan kepentingan. Sebanyak 19 orang responden (15,2%) menjawab tidak pernah terjadi pertikaian yang diakibatkan oleh perbedaan kepentingan, sebanyak 57 orang responden (45,6%) menjawab jarang, 40 orang (32,0%) responden yang menjawab sering terjadi pertikaian yang diakibatkan oleh perbedaan kepentingan, dan hanya 9 orang responden saja (7,2%) yang menjawab sangat sering terjadi pertikaian akibat perbedaan kepentingan tersebut.
Jadi berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa perbedaan kepentingan antara responden yang berbeda kebudayaan jarang menimbulkan pertikaian. Dari 125 orang responden, 57 orang (45,6%) mengatakan bahwa perbedaan kepentingan jarang menimbulkan pertikaian diantara mereka.
24. Pertikaian yang terjadi antara responden dengan orang-orang yang berbeda budaya yang disebabkan oleh perbedaan individu
Tabel: IV.24
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak pernah 13 10.4 Jarang 48 38.4 Sering 48 38.4 Sangat Sering 16 12.8 Total 125 100.0 Sumber: P.19 / FC.24
Tabel IV.24 diatas menunjukkan besarnya frekuensi pertikaian yang terjadi yang diakibatkan oleh perbedaan individu. Sebanyak 13 orang responden (10,4%) menjawab tidak pernah terjadi pertikaian yang diakibatkan oleh perbedaan individu, sebanyak 48 orang responden (38,4%) menjawab jarang, 48 orang (38,4%) responden yang menjawab sering terjadi pertikaian yang diakibatkan oleh perbedaan individu, dan hanya 16 orang responden saja (12,8%) yang menjawab sangat sering terjadi pertikaian akibat perbedaan individu tersebut.
Jadi dari tabel dapat dilihat bahwa dari 125 oang responden, 48 orang (38,4%) responden menjawab jarang terjadi pertikaian yang diakibatkan oleh perbedaan individu, dan sebanyak 48 orang (38,4%) juga responden menjawab sering terjadi pertikaian antara orang-orang yang berbeda kebudayaan.
25. Bentuk interaksi yang dilakukan responden dengan orang-orang yang berbeda budaya hanya untuk sekadar bertukar informasi
Tabel: IV.25
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak pernah 12 9.6 Jarang 31 24.8 Sering 67 53.6 Sangat sering 15 12.0 Total 125 100.0 Sumber: P.20 / FC. 25
Table IV.25 diatas menunjukkan frekuensi interaksi yang dilakukan dengan orang-orang yang berbeda budaya dengan tujuan hanya untuk bertukar informasi. Sebanyak 12 orang (9,6%) responden menjawab tidak pernah melakukan interaksi dengan tujuan bertukar informasi, 31 orang responden (24,8%) menjawab jarang melakukan interaksi, 67 orang resonden (53,6%) menjawab sering, dan hanya 15 orang responden (12,0%) menjawab sangat sering.
Jadi, dari tabel dapat didilihat bahwa responden sering melakukan interaksi dengan orang yang berbeda budaya dengan tujuan untuk bertukar informasi. Sebanyak 67 orang (53,6%) dari 125 orang responden mengatakan bahwa merka bisa mendapatkan informasi dari orang-orang yang berbeda budaya tersebut.
26. Bentuk interaksi yang dilakukan responden dengan orang-orang yang berbeda budaya hanya untuk pertemanan.
Tabel: IV.26
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak pernah 6 4.8 Jarang 21 16.8 Sering 62 49.6 Sangat Sering 36 28.8 Total 125 100.0 Sumber: P.20 / FC.26
Tabel IV.26 diatas menunjukkan frekuensi interaksi yang dilakukan dengan orang-orang yang berbeda budaya dengan tujuan hanya pertemanan. Sebanyak 6 orang (4,8%) responden menjawab tidak pernah melakukan interaksi dengan tujuan pertemanan, 21 orang responden (16,8%) menjawab jarang melakukan interaksi untukpertemanan, 62 orang resonden (49,6%) menjawab sering, dan 36 orang responden (28,8%) menjawab sangat sering.
Jadi dapat disimpulkan bahwa responden sering melakukan interaksi pertemanan dengan orang yang berada dilingkungannya yang berbeda budaya, ini bisa dilihat dari table diatas dari 125 orang responden, sebanyak 62 orang responden yang memberikan jawaban sering.
27. Perbedaan bahasa yang menjadi kendala bagi responden dalam berinteraksi.
Tabel: IV.27
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak Pernah 32 25.6 Jarang 50 40.0 Sering 31 24.8 Sangat Sering 12 9.6 Total 125 100.0 Sumber:P.21 / FC.27
Tabel IV.27diatas menunjukkan data responden tentang perbedaan bahasa yang menjadi kendala responden dalam berinteraksi. Sebanyak 32orang (25,6%) resonden menganggap bahwa bahwa perbedaan bahasa tidak pernah menjadi kendala mereka dalam melakukan interaksi, 50 orang (40,0%) responden mengatakan bahwa perbedaan bahasa jarang menjadi kendala dalam melakukan interaksi, sebanyak 31 orang (24,8%) responden menjawab bahwa bahasa sering mempengaruhi mereka dalam interaksi, dan 12 orang (9,6%) yang menganggap bahasa sangat sering berpengaruh dalam berinteraksi.
Jadi dari tabel dapat dilihat bahwa perbedaan bahasa jarang mempengaruhi responden dalam melakukan interaksi. Ini bisa lihat dari tabel diatas bahwa ada sekitar 50 orang responden yang mengatakan bahwa perbedaan bahasa jarang menjadi kendala bagi responden dalam berinteraksi dengan orang-orang yang berbeda budaya dengannya.
28. Perbedaan sikap yang mempengaruhi responden dalam berinteraksi dengan orang-orang ysang berbeda budaya.
Tabel: IV.28
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak berpengaruh 32 25.6 Kurang berpengaruh 35 28.0 Berpengaruh 46 36.8 Sangat berpengaruh 12 9.6 Total 125 100.0 Sumber: P.22 / FC.28
Tabel IV.29 diatas menunjukkan data responden tentang perbedaan sikap yang mempengaruhi dalam berinteraksi. Dari tabel tersebut dapat kita ketahui bahwa jumlah responden yang mengatakan bahwa perbedaan sikap tidak berpengaruh dalam berinteraksi berjumlah 32 orang (25,6%), jumlah responden yang mengatakan kurang berpengaruh berjumah 35 orang (28,0%), dan jumlah responden yang mengatakan perbedaan sikap tersebut berpengaruh terhadap interaksi berjumlah 46 orang (36,8%), dan hanya 12 orang responden (9,6) saja yang mengatakan perbedaan sikap sangat berpengaruh terhadap interaksi.
Jadi dari tabel dapat dilihat bahwa perbedaan sikap berpengaruh terhadap interaksi responden dengan orang dari kebudayaan yang berbeda. Dari 125 orang responden yang terdiri dari 25 orang mahasiswa kedokteran gigi dan 100 orang mahasiswa kedokteran, sebanyak 46 orang responden menjawab bahwa perbedaan sikap berpengaruh terhadap interaksi mereka.
29. Pandangan responden terhadap orang-orang yang berbeda kebudayaan sesuai dengan streotipe-streotipe yang berkembang di tengah masyarakat.
Tabel: IV.29
Jawaban Frekuensi Persentase (%)
Tidak pernah 62 49.6 Jarang 44 35.2 Sering 13 10.4 Sangat Sering 6 4.8 Total 125 100.0 Sumber: P.23 / FC.29
Tabel IV.29 diatas menunjukkan frekuensi penilaian responden terhadap orang-orang yang berbeda kebudayaan dengannya sesuai dengan stereotype-streotype yang berkembang. Sebanyak 62 orang responden (49,6), menjawab bahwa mereka tidak pernah menilai orang-orang yang berbeda budaya sesuai dengan streotipe yang berkembang, sebanyak 44 orang resonden (35,2%) menjawab bahwa mereka jarang menilai orang yang berbeda budaya sesuai dengan srteotipe yang berkembang, 13 orang responden (10,4%) responden menjawab sering menilai orang sesuai dengan streotipe yang berkembang, hanya 6 orang responden (4,8%) saja yang menjawab sangat sering.
Jadi dari tabel dapat dilihat bahwa responden tidak pernah menilai seseorang yang berbeda budaya dengannya dari streotipye yang berkembang. Hal ini bisa dilihat dari sebanyak 125 orang responden, sekitar 62 orang (49,6%) responden memberikan jawaban tidak pernah.