• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interaksi dosen – mahasiswa a. Proses pembelajaran

Interaksi dosen mahasiswa umumnya bisa dijumpai dalam proses pembelajaran dengan paradigma baru yaitu penerapan prinsip fokus belajar tidak lagi pada dosen melainkan beralih ke mahasiswa (student centered learning). Suasana akademik akan terbentuk apabila intensitas interaksi bisa berlangsung sesuai dengan standar yang jelas, baik secara kuantitatif maupun kualitatif. Selain proses pengajaran di kelas yang dilakukan 14 kali tatap muka untuk setiap semester, interaksi dosen mahasiswa juga dapat dilakukan melalui studi mandiri, tugas kelompok, studi kepustakaan maupun lapangan, eksperimen laboratoris, responsi/konsultasi, diskusi/seminar ilmiah, pelatihan dan lain-lain. Interaksi dosen dan mahasiswa D3 Kebidanan yang sudah dilakukan seperti cerdas cermat, Kegawat daruratan maternal neonatal, diseminasi hasil seminar.

b. Pembimbingan akademik

Mahasiswa melakukan bimbingan akademik dengan dosen wali sebanyak minimal 4 kali dalam satu semester. Dalam kegiatan ini terjadi interaksi antara dosen dengan mahasiswa, dimana mahasiswa dapat melakukan konsultasi mengenai masalah-masalah yang dihadapi baik akademik maupun non akademik, yang dilakukan pada awal pembelajaran, tengah semester, akhir semester dan sesuai dengan kebutuhan mahasiswa.

c. Praktikum laboratorium

Dosen melakukan bimbingan terhadap mahasiswa pada saat kegiatan praktikum di laboratorium, dalam bentuk bimbingan seperti demontrasi, role play serta praktek mandiri yang dipantau oleh dosen yang bersangkutan.

d. Praktek lapangan/klinik

Dosen melakukan bimbingan pada mahasiswa ketika mereka melakukan praktek klinik atau praktek di komunitas.Bimbingan dilakukan oleh Preseptor Institusi dan klinik secara terjadwal seminggu 1 kali, dimana Preseptor institusi dan klinik melihat bagaimana sikap, keterampilan mahasiswa di Rumah Sakit dan lapangan dengan cara bed side teaching, responsi dan seminar kasus.

e. Responsi

terhadap asuhan kebidanan yang telah dilakukan.

f. Penelitian

Interaksi dosen dan mahasiswa juga dapat diciptakan pada saat melakukan penelitian, dimana mahasiswa dapat membantu dosen dalam melakukan penelitian bersama. Jadi, dalam hal ini mahasiswa dapat menjadi anggota tim peneliti.

g. Pengabdian masyarakat

Seperti halnya penelitian, kegiatan pengabdian kepada masyarakat juga dapat dilakukan bersama antara mahasiswa dengan dosen. Misalnya, pada saat kegiatan PKL (Praktek Kerja Lapangan), dosen selain membimbing juga dapat melakukan kegiatan PkM bersamaan dengan kegiatan tersebut.

h. Kegiatan keagamaan

Seperti dosen sebagai pembimbing organisasi mahasiswa (IGI) dalam kegiatan peringatan hari besar keagamaan

i. Family Gathering

Interaksi dosen dengan mahasiswa juga sangat terjalin melalui kegiatan family gathering seperti wisata rally-G, tour ke Yogyakarta dan ke Bali.

Hasil dari interaksi Dosen – Mahasiswa

1. Dosen dapat memberikan materi perkuliahan sebagaimana diatur dalam pedoman akademik

2. Pembimbingan akademik

3. Dosen mengetahui karakteristik mahasiswa sehingga mampu memberikan metode pengajaran yang mudah, sistematis kepada mahasiswa

4. Dosen dapat memotivasi mahasiswa untuk berprestasi dan disiplin dalam perkuliahan

5. Mahasiswa dapat memperoleh ilmu yang diberikan oleh dosen yang dapat diterapkan di dalam kehidupan masyarakat

6. Mahasiswa dan dosen dapat melaksanakan penelitian, pengabdian masyarakat bersama – sama

b. Interaksi antar mahasiswa

1. Mahasiswa melaksanakan kegiatan diskusi yang berkaitan dengan pembelajaran, sistem akademik, keuangan dan kemahasiswaan dengan perwakilan mahasiswa tiap tingkat setiap 1 semester sekali.

pembelajaran sedang berlangsung baik itu diskusi kelompok, praktikum maupun diluar pembelajaran seperti adanya tugas kelompok. Di luar kelas mahasiswa berinteraksi pada kegiatan kemahasiswaan, seminar ilmiah, pengabdian masyarakat, maupun organisasi baik itu di dalam maupun diluar seperti tergabung dalam anggota Ikatan Mahasiswa Kesehatan (ISMAKES) JABAR.

3. Kegiatan praktikum baik yang dilakukan di laboratorium maupun lahan praktik sangat menuntut kerjasama dan keterlibatan interaksi yang intensif diantara mahasiswa.

Hasil dari interaksi antar mahasiswa

1. Mahasiswa mengetahui kebijakan yang terkait dengan akademik, keuangan, kemahasiswaan yang ada di lingkungan D3 Kebidanan.

2. Mahasiswa saling memberikan informasi dan saling memotivasi cara belajar/perkuliahan yang efektif

3. Mahasiswa mengetahui penyaluran bakat minat mahasiswa yang disampaikan oleh HIMA

4. Mahasiswa mendapatkan pengalaman organisasi yang berkaitan dengan kesehatan.

5. Mahasiswa dapat meningkatan keterampilan dengan melakukan praktek mandiri di laboratorium, serta mengaplikasikan di RS dan Lapangan.

c. Interaksi antar dosen

1. Pertemuan rutin seluruh dosen yang tergabung dalam tim mata ajar pada awal semester dan akhir semester dengan tujuan untuk :

a. Sosialisasi program MA, strategi, tugas dan praktikum, ujian, evaluasi prestasi akademis, tugas akhir, evaluasi dosen, pembebanan tugas mengajar dosen, yudisium, kurikulum dan SAP, peraturan – peraturan akademik, koordinasi kerja yang menunjang proses akademik, berbagai permasalahan yang terjadi dll.

b. Pertemuan dosen dalam satu bidang keahlian (Asuhan kehamilan, Asuhan Persalinan, Asuhan Nifas, Asuhan Bayi Baru lahir, Kespro KB, Bidan Komunitas) yang membahas tentang materi – materi dan perkembangan ilmu yang dapat digunakan untuk perbaikan strategi dan proses pembelajaran serta evaluasi mutu soal.

2. Dosen mengetahui dan saling mengingatkan tugas utama sebagai Dosen dalam TRIDHARMA perguruan Tinggi

3. Dosen mengetahui pembuatan SAP dan silabus yang standar dan ditentukan oleh Ka. Prodi

4. Dosen dapat melakukan kebebasan akademik dengan pengembangan diri keilmuannya seperti kebebasan dalam melaksanakan penelitian dan pengabdian masyarakat

5. Dosen saling memberi informasi dan motivasi untuk mengembangkan jenjang karier dan pendidikan yang lebih tinggi

6. Dosen melakukan penelitian bersama rutin setiap tahunnya untuk melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi

5.8 Pembekalan Etika Profesi

Apakah lulusan program studi ini dibekali dengan etika profesi sebelum mereka lulus ?[Ya / Tidak]. Coret yang tidak sesuai.

Bila Ya, jelaskan bentuk pembekalan tersebut.

Program Studi Diploma III Kebidanan memberikan/membekali mahasiswa dengan etika profesi dan patient safety sebelum lulus yaitu dengan :

a. Pembekalan Etika Profesi

1. Disampaikan melalui mata kuliah Etika Kebidanan pada semester 2 dengan bobot 2 SKS 2. Disampaikan setelah yudisium oleh pengurus IBI Kota Bandung tentang etika profesi yang

tercantum dalam buku kode etik kebidanan yang diterima pada saat mahasiswa lulus dan pengikraran sumpah profesi pada saat wisuda.

3. Disampaikan melalui pembekalan praktek lapangan, mahasiswa dikumpulkan dalam satu forum dijelaskan oleh pembimbing praktek lapangan terkait dengan kode etik, etika profesi seorang bidan.

4. Disampaikan dalam buku panduan praktek lapangan, buku ini dibagikan kepada seluruh mahasiswa yang akan praktek mulai dari semester 2

5. Disampaikan dalam buku pedoman akademik, buku ini dibagikan kepada seluruh mahasiswa baru.

6. Pembinaan soft skill secara reguler untuk mahasiswa yang terjadwal dalam jadwal mata kuliah untuk mahasiswa semester 1 dan semester 2

5.9 Keselamatan Kerja

Upaya program studi untuk menumbuhkan budaya keselamatan kerja dalam kegiatan praktikum/praktek.

a. Apakah telah memilikipedoman sistem keselamatan kerja praktikum/praktek :[Ya/Tidak]. Coret yang tidak sesuai.

b. Apakah sistem keselamatan kerja telah dilaksanakan dengan semestinya berdasarkan pedoman keselamatan kerja yang dimaksud pada pertanyaan 5.8.a diatas:[Ya/Tidak]. Coret yang tidak sesuai.

c. Tuliskan daftar peralatan dan bahan-bahan yang dipergunakan dalam sistem keselamatan kerja dimaksud.

No. Nama Peralatan/ Bahan Fungsi

(1) (2) (3)

1. Alat Pelindung Mata dan Muka Fungsi kaca mata pengaman adalah untuk melindungi mata dari:

a. Percikan bahan bahan korosif.

b. Kemasukan debu atau partikel-partikel yang melayang di udara.

c. Lemparan benda-benda kecil.

d. Panas dan pancaran cahaya

e. Pancaran gas atau uap kimia yang dapat menyebabkan iritasi mata.

f. Radiasi gelombang elekromaknetik yang mengion maupun yang tidak mengion.

2. Alat Pelindung Pernafasan Alat pelindung pernafasan berfungsi memeberikan perlindungan organ pernafasan akibat pencemaran udara oleh faktor kimia seperti debu, uap, gas, fume, asap, mist, kabut, kekurangan oksigen, dan sebagainya.

3. Sarung tangan Untuk melindungi tangan dan

jari-jari tangan dari pajanan api, panas, dingin, radiasi elektomagnetik, listrik, bahan kimia, tergores, terinfeksi.

Alat pelindung tangan biasa disebut dengan sarung tangan.

4. Pakaian Pelindung Pakaian pelindung berfungsi untuk melindungi sebagian atau seluruh tubuh darikotoran, debu, bahaya percikan bahan kimia, radiasi, panas, bunga api maupun api.

5. Tabung Pemadam Kebakaran Untuk memadamkan api pada saat terjadi kebakaran.

6. Denah jalur evakuasi Untuk menghubungkan semua area ke area yang aman (titik kumpul)

7. MCB (Miniature Circuit Breaker) Untuk pengaman hubung singkat (konsleting) dan pengamanan beban lebih

8. Power suplay Untuk

memberikan/menyuplai arus listrik yang sebelumnya diubah dari bentuk arus listrik yang berlawanan/AC, menjadi arus listrik yang sejalan atau biasa dinamakan arus DC

Jalur evakuasi keadaan darurat dan bencana

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Dharma Husada Bandung memiliki 2 (dua) pintu akses keluar dan masuk yang berada: 1) Sebelah selatan, Jalan Terusan Jakarta No. 75, Antapani Bandung; 2)Sebelah Timur, Jalan Jakarta Utara Komp. Daichi Antapani.

Apabila dalam keadaan darurat beberapa hal yang harus dilakukan :

1. Keluar gedung mengikuti jalur evakuasi sesuai petunjuk arah 2. Tidak berlari dan tidak panik

3. Penanggung Jawab masing-masing ruangan, lantai memastikan semua penghuni sudah keluar gedung

4. Berkumpul di Assembly Point (titik kumpul)

Semua gedung (A,B,C,D,E, F) disetiap lantai sudah memiliki petunjuk arah evakuasi.

Assembly Point (titik kumpul) berada di lapangan/area terbuka di area pintu masuk dan keluar.

Dokumen terkait