• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV DESKRIPSI DAN INTERPRETASI DATA PENELITIAN

4.4. Bentuk Interaksi Pada Masyarakat Multikultural di Kelurahan Polonia

4.4.4. Interaksi Antar Etnis yang Berbeda

Etnisitas sebagai bentuk dari status kelompok yang menyuguhkan

kepercayaan subjektif di dalam keturunan karena adanya tipe fisik yang mirip.

Status merupakan hal yang paling sering menjelaskan kelompok etnis yang

membuat orang-orang percaya bahwa mereka sama dari kultur dan bahasa.

Karakter setiap Etnis yang berbeda-beda akan mewarnai dinamika interaksi

sosial di Kelurahan Polinia, berikut adalah masing-masing karakter etnis

berdarsarkan kan hasil wawancara kepada Masyarakat Kelurahan Polonia dilihat

Tabel No. 12

karakteristik Etnis

Etnis Karakter

Batak

Bersuara dengan nada yang keras, namun

memiliki kepribadian yang baik, terkesan kasar

Jawa

Sopan santun, lemah lembut dan menjaga etika

berbicara

Minang Gigih dalam usaha

Melayu

Memiliki bahasa yang lembut dan baik, rata-rata

berkulit sawo matang dan hormat terhadap aturan

China Giat dalam bekerja

India Pandai dalam berbicara

Aceh Logat masih kental

Nias

Baik, sangat menjaga kebudayaannya, memiliki

logat bahasa yang kental

Dalam suatu kehidupan sosial tentunya ada kelompok-kelompok sosial

yang tinggal dalam satu wilayah seperti yang ada di Kelurahan Polonia terdapat

masyarakat dengan berbagai etnis tinggal di satu wilayah dan hidup

“…aku disini banyak kawanku yang etnisnya beda banyaklah, ada india, batak, jawa banyak lah kami baik-baik aja kok bekawan lagian gak enak juga kalo cuman bekawan sesama etnis, bosan lah kak..” (Hasil wawancara tanggal 11 september 2016)

Sama halnya yang dikatakan oleh bang Jamil, yaitu :

“…banyak juga kawanku yang beda etnis disini, kayaknya misalnya pas acara 17-an kemaren kami ngumpul tuh di lapangan dekat sini buat lihat keyboardtan, pas acara kek gitulah banyak ketemu sama kawan-kawan yang beda etnisnya dan kami berbaur lah gak ada sama sekali harus bekawan sama satu etnis karna etnis aku pun sedikit disini…” (Hasil wawancara tanggal 2 september 2016)

Dan juga yang dikatakan oleh kak dewi, yaitu :

“…kalo untuk berteman sih aku sama siapa aja bisa, mau yang etnisnya beda ataupun agamanya yang penting kan dia orangnya baik mau bekawan samaku jadi gampang kalo mau interaksi gitu..” (Hasil wawancara tanggal 9 september 2016)

Selain berinteraksi di sekitar rumah dan perkumpulan lainnya yang di dalamnya

terjadi interaksi terbatas antara anggota satu agama, tempat-tempat berkumpul dan

bertemu lainnya, seperti kedai kopi, kedai sampah (angkringan), pasar tradisional,

halaman atau teras rumah penduduk, dan sebagainya, dinilai cukup fungsional dalam

menjalin hubungan antar etnis di sana.

Seperti halnya yang dikatakan oleh pak rudi yaitu :

“…aku kan tukang becak jadi kebanyakan kegiatan aku duduk-duduk lah di warung kopi ini, rame juga kadang disini jadi banyaklah kawan cerita dan nambah kawan juga yaah kalo yang duduk disini itu etnisnya campur-campur lah jadi enak di ajak becakap juga kita bisa

tau kek mana orang china, orang jawa atau yang lainnya lah…” (Hasil wawancara tanggal 15 september 2016)

Sama halnya dengan nenek murni, yaitu :

“…di sini kami berinteraksi dengan baik lah, apalagi itu tetangga saya semuanya beda etnis sama saya ada batak, di depan ada orang nias, disana ada orang karo terus india banyaklah pokoknya kita biasanya tiap sore ngumpul duduk-duduk di rumah ntah siapa gitu cakap-cakap soal apa aja lah kalo kita sering ketemu ataupun berinteraksi dengan berbeda etnis gitu jadi yang namanya berantem-berantem gitu gak ada lagi kita juga tau bahasa mereka, budaya mereka, masakan mereka gitulah…” (Hasil wawancara tanggal 9 september 2016)

Interaksi sosial antar etnis juga menghasilkan sebuah akulturasi serta amalgamasi

dalam masyarakat Kelurahan Polonia, seperti yang dikatakan ibu reka, yaitu :

“…itu ada adek ipar saya nikah sama orang batak terus ada juga yang nikah sama orang jawa, kita sih gak melarang ya mereka mau nikah sama siapa lagian udah zamn sekarang mana mau di atur-atur soal begituan yang penting mereka senang, bahagia kan kita ikut senang juga…”(Hasil wawancara tanggal 9 september 2016)

Sama halnya yang dikatakan oleh nenek murni, yaitu :

“…saya kan orang jawa tapi anak saya tuh yang pertama nikahnya sama orang karo, saya sih setuju aja dia mau nikah sama siapa aja yang penting baik orangnya, sayang sama anak saya udah gitu aja…”(Hasil wawancara tanggal 9 september 2016)

Interaksi yang dilakukan oleh masyarakat Kelurahan Polonia dapat

mempengaruhi mereka dalam bersikap kepada etnis yang berbeda. Seperti yang

“…disini di klenteng biasanya kami kumpul-kumpul gitu sama teman-teman saya yang lain ada juga yang beda etnis sama saya tapi gak papa namanya kita hidup bertetangga hidup bermasyarakat yaa harus terima lah perbedaan-perbedaan setiap orang disini, ada tuh kepling disini karena sering kumpul sama kita orang china dia jadi taulah bahasa kita orang padahal dia orang jawa loh, terus ini ipar saya dia orang india tapi bisa juga bahasa kita orang jadikan kalo mereka tau bahasa kita terus gak ada tuh yang mengira kalo kita ngomongin orang…”(Hasil wawancara tanggal 10 september 2016)

Sama halnya yang dikatakan pak yom, yaitu :

“…kalo berinteraksi dengan beda etnis sih sangat sering sekali saya lakukan dan baik-baik aja apalagi kalo hari jumat ini pas solat jumat kita kan pasti banyak bertemu sama warga lain yang etnisnya beda, tetangga saya juga banyak yang beda etnis sama saya kayak etnis aceh itu banyak juga di tempat saya terus kegiatan lain kayak perwiritan gitu itukan kita kumpul warga sini buat wirit, agama memang sama tapikan etnisnya berbeda-berbeda..” (Hasil wawancara tanggal 2 september 2016)

Dari hasil wawancara memperlihatkan bahwa, masyarakat di Kelurahan Polonia

memperlihatkan kenyamanan mereka dalam berteman yang memiliki etnis yang

berbeda selain mendapatkan teman yang banyak dari proses interaksi tersebut juga

akan menghasilkan pengetahuan kita akan kebudayaan dari etnis lain, baik berupa

bahasa, adat istiadat dan lainnya sebab sebagai makhluk sosial kita tidak dapat untuk

hidup sendiri dan memerlukan bantuan orang lain serta interaksi dapat menghasilakn

hubungan-hubungan sosial yang dinamis dimana hubungan sosial yang dimaksud

adalah hubungan antar individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok

4.5. Kerjasama Antar Etnis Sebagai Bentuk Interaksi Masyarakat Polonia

Dokumen terkait