KAPTEN AND
4.5. Interaksi dalam Keluarga
interaksi antara ayah, ibu dan anaknya sudah berlangsung sejak dalam kandungan, karena itulah hubungan antara ayah,ibu dan anak sangat dekat. Pola interaksi yang berlangsung antara ayah, ibu dan anak lebih banyak menggambarkan kedudukan dan peranan ayah, ibu dalam memberikan perintah-perintah kepada anaknya untuk mentaati aturan-aturan keluarga. Interaksi yang berlangsung antara ayah, ibu dan anaknya dapat dilihat dalam berbicara, berbahasa, bersikap, ketika hal ini dapat mencerminkan seperti apa dan bagaimana interaksi antara ayah, ibu dan anak dalam suatu keluarga. Keluarga merupakan lembaga pertama bagi seorang anak untuk belajar berinteraksi tentang bagaimana mereka bersikap terhadap orang tua mereka. Seperti kita ketahui interaksi sosial adalah hubungan timbale balik antara individu dalam pergaulan hidupnya. Hubungan timbal balik ini merupakan suatu hubungan yang sifatnya penting sekali karena sangat menentukan wujud pergaulan dalam pengembangan hidup kearah kemajuan.
Hubungan antara anggota keluarga harus dipupuk dan dipelihara dengan baik. Komunikasi terbentuk bila hubungan timbal balik selalu terjalin antara ayah, ibu, dan anak. Membina hubungan antara ayah, ibu dan anak membutuhkan waktu yang cukup, diwarnai suasana santai sebagai kesempatan saling mengungkapkan isi hati, atau kekesalan yang berkaitan dengan kegiatan masing-masing dan keakraban yang menyejukan.
Sosialisasi yang dilakukan oleh orang tua, umumnya berdasarkan sosialisasi yang pernah dilalui yang pernah dilalui ditambah pengalaman, dengan harapan menghasilkan sosialisasi yang lebih baik. Keluarga sebagai agen sosialisasi tetap karena keluarga dapat mengontrol akibat dari pengaruh buruk terhadap anak.Bagaimana interaksi yang terjadi pada keluarga militer yang berada di Asrama Kav Asam Kumbang:
• Pada keluarga Serda Mujianto
Keluarga bapak Mujianto merupakan salah satu keluarga yang harmonis dimana semua anggota keluarga yang terdiri dari bapak Mujianto dan sang istri dan ketiga anaknya. Interaksi yang terjadi pada keluarga pak Mujianto sangat baik dimana mereka saling bersahabat dan menghargai satu sama lain. Keluarga bapak Mujianto sering melakukan duduk bersama pada sore hari di teras rumah sambil bercanda tawa dengan sang istri dan ketiga anaknya.
Sesibuk apapun pak Mujianto dia tetap menyediakan waktunya sepulang bekerja untuk dapat berkomunikasi dengan keluarganya terlebih kepada ketiga anaknya, dan dengan komunikasi yang baik antara pak Mujianto dan ketiga anaknya dia dapat mengetahui dan mengerti apa yang sebenarnya diinginkan ketiga putra putrinya. Komunikasi yang baik antara anak dan orang tua akan menjadikan hubungan yang serasi dan harmonis, dan anak tidak akan merasa asing dengan kedua orang tuanya.
• keluarga Serda Sumarno
Interaksi antara orang tua dan anak sudah dapat dirasakan mulai dari kandungan sampai pada saat pertama sekali si anak terlahir kedunia yang mana interaksi yang pertama sekali itu adalah ketika bayi yang terlahir itu menangis dan tersenyum, tapi setelah kesibukan dan aktivitas yang padat datang maka interaksi yang terjadi dikeluarga pun terganggu begitulah yang dialami keluarga bapak Sumarno, dimana akibat kesibukannya yang ada pak Sumarno jarang melakukan komunikasi dengan keluarga terlebih pada kedua anaknya, karena disaat dia pulang bekerja kedua anaknya sedang tidur dan disaat dia berangkat kerja kedua anaknya masih tidur, jadi sebenarnya interaksi atau komunikasi yang berlangsung pada keluarga pak Sumarno sedikit kurang harmonis, tapi bukan berarti tidak baik, karena pak Sumarno tetap memberi kasih sayang yang penuh buat keluarga terlebih untuk kedua anaknya.
• Keluarga Lettu Kav Ramli Pasaribu
Interaksi yang berlangsung pada keluarga pak Ramli sangat baik, karena walaupun dia seorang militer dia tidak pernah bersikap otoriter dalam memimpin keluargnya. Pak Ramli mengganggap bahwa komunikasi yang baik akan menciptakan rumah tangga yang baik.
Pak Ramli selalu menekankan pada ketiga anaknya bahwa dalam melalukan interaksi atau sedang berkomunikasi dengan siapa pun selalu menggunakan sopan santun. Pak Ramli selalu berusaha agar tidak bertindak keras pada ketiga anaknya, pak Ramli memiliki seorang istri yang berprofesi sebagai seorang PNS yang bekerja dalam bidang kesehatan walaupun pak Ramli dan istrinya sibuk mereka tetap memberikan waktu untuk dapat berkomunikasi dengan ketiga anaknya, sambil tersenyum pak Ramli menuturkan:
“kalau saya dan keluarga berkumpul , saya selalu bilang sama anak-anak saya biar menggunakan bahasa batak, biar komunikasi yang terjadi lebih enak dan supaya ketiga anak saya dapat menggunakan bahasa batak”.
Pak Ramli berharap agar interaksi atau hubungan yang terjadi pada keluarganya dapat berlangsung baik sampai kapanpun dan pak Ramli selalu bersikap tegas dan bijaksana dalam mendidik ketiga anaknya. Interaksi yang baik menurut pak Ramli Pasaribu SH adalah jika ada saling pengertian dan membutuhkan satu sama lain.
• Keluarga Letda Kav Basri Lubis
Keluarga bapak Basri Lubis merupakan keluarga kecil, pak Basri hanya memiliki satu orang putra yang masih duduk di sekolah dasar. Walaupun pak Basri memiliki satu orang putra dia tetap bersyukur, dan dia selalu menghabiskan waktu senggang yang dia punya untuk dapat bermain bersama buah hatinya, dan berbagi cerita kepada sang istri.
Keluarga pak Basri memiliki hubungan komunikasi yang baik dan sejauh pak Basri membina rumah tangga dia dan sang istri tidak pernah bertengkar dan pak basri berharap semua dapat berlangsung terus. Walaupun pak Basri seorang militer dia tidak pernah melakukan sikap yang diktorat kepada keluarganya terlebih untuk buah hatinya. Pak Basri sering bermain sepak bola bersama buah hatinya dan pak Basri merasa hal ini salah satu cara untuk melakukan interaksi kepada anaknya. Pak Basri berharap anaknya dapat menjadi anak yang baik dan pemberani.
Interaksi yang dilakukan pak Basri dengan keluarga sering berlangsung ketika mereka sekeluarga sedang makan malam dan menonton televisi dan saat anaknya belajar atau mengerjakan pekerjaan rumah yang diberi dari sekolah, bentuk interaksi itu terjadi ketika pak Basri dan sang istri sedang mengajari buah hati mereka.
Jadi interaksi yang terjadi dikeluarga pak Basri lubis baik dan sambil memeluk buah hatinya pak basri menuturkan:
“Setelah nanti saya tua saya berharap anak saya dapat menjadi seperti saya, karena cucu saya nanti dapat merasakan hal yang sama seperti yang anak saya rasakan”.
• Keluarga Kopka Sakimin
Kopka Sakimin adalah seorang ayah dengan karakter sedikit keras tapi hati lembut. Komunikasi menurut Kopka Sakimin sangat perlu karena melalui komunikasilah kita dapat saling mengerti satu sama lainnya, jadi Kopka Sakimin selalu memberi waktu untuk dapat berinteraksi dengan anggota keluarganya terlebih kepada anak-anaknya.
Interaksi yang berlangsung pada keluarga Kopka Sakimin yaitu ketika mereka menonton televisi dan makan malam bersama. Menurut Kopka Sakimin interaksi yang baik itu adalah bila orang tua menggerti apa yang diinginkan anaknya dan anak juga mengerti apa yang diinginkan orang tuanya, dengan sikap saling pengertian maka interaksi yang terjadi pasti sangat baik. Meskipun saya seorang militer saya selalu berusaha untuk tidak menggunakan sikap otoriter yang ada pada kepemimpina militer Kopka Sakimin ingin agar anak-anaknya tidak pernah merasa tertekan atau tidak
nyaman dengan apa yang dia lakukan dalam membimbing dan mendidik serta membesarkan anak-anaknya.
Kopka Sakimin ingin dia dan anaknya dapat menjadi mitra dan istrinya dapat menjadi assiten dan orang kepercayaannya, karena menurutnya sebuah interaksi tidak dapat berjalan baik kalau tidak ada rasa saling percaya dan menghargai serta menghormati satu sama lain. Kopka Sakimin juga berharap agar tidak pernah terjadi kekerasan dalam rumah tangganya terlebih kepada anak - anaknya.
• Keluarga Kopka Suherman
Interaksi yang berlangsung di keluarga bapak Suhermawan sangat baik, dimana Kopka Suhermawan dapat menjadi sahabat dan teman curhat buat ketiga putra putrinya.
Kopka Suhermawan dan ketiga anaknya sering menghabiskan waktu untuk bercanda tawa karena kebetulan Kopka Suhermawan sedikit memiliki karakter seorang pelawak. Ketika melakukan wawancara dengan keluarga pak Suhermawan dengan suara keras istri Kopka Suhermawan menuturkan:
“Anak-anak saya semau takut melihat saya padahal yang tentera kah bapaknya, tapi mereka tidak pernah
lembut, pokoknya jauh dari sikap militer dan suara bapak jarang kuat , kalau marah aja wajah senyum”.
Keluarga pak Suhermawan sering berkumpul dan melakukan interaksi di warung kecil yang berada dibelakang rumahnya, sambil duduk bersantai mereka saling bertukar cerita dan sambil tertawa mereka sering menyelesaikan pembicaran mereka.
Jika adalah salah satu anaknya yang tersinggung dengan percakapan yang berlangsung, maka pak suhermawan langsung membujuk dan membuat cerita lucu untuk menghibur ananknya. Pak Suhermawan dan istri tidak pernah bertindak keras dalam memdidik dan membesarkan ketiga buah hati mereka. Kopka Suhermawan dan istri berharap biarlah sikap otoriter yang ada pada militer hanya mereka yang merasakan jangan sampai ketiga anak mereka juga merasakan hal yang sama.
• Wiwik
Interaksi yang dirasakan wiwik dalam keluarganya adalah interaksi yang sangat baik karena wiwik dan orang tua serta anggota keluarga lainnya dapat berkomunikasi secara baik dan bekerja sama dengan baik. Walaupun ayah wiwik seorang anggota militer, wiwik tidak pernah merasakan sikap otoriter yang sangat mendalam ada pada sistem kepemimpinan pada militer, dia dapat berinteraksi dengan baik dengan ayahnya karena menurutnya ayahnya dapat menempatkan dirinya, dimana ketika bekerja ayah dapat
menjadi seorang militer yang pemberani dan tegas tapi ketika sampai di rumah ayahnya dapat bersikap lembut dan bersahabat, walaupun wiwik dekat dengan orang tuanya terlebih ayahnya dia tetap berlaku sopan dan segan serta hormat kepada kedua orang tuanya itu.
Wiwik dan keluarga sering berkumpul di sore hari ketika semua rutinitas keluarga sudah selesai, disaat seperti itulah wiwik sekeluarga saling bertukar cerita tentang apa yang dilakukan satu hari penuh, menurut Wiwik tidak semua keluarga militer itu penuh dengan ketegangan hal itu dapat terbukti pada keluarga Wiwik, dimana biar ayah militer keluargkan tidak jadi militer juga karena menurutnya jika seorang ayah yang berprofesi militer terlalu menerapkan unsur militer ditengah-tengah suatu keluarga otomatis semua kegiatan yang ada pada keluarga terasa menengangkan dan kaku karena yang ada hanya sikap otoriter dan mau menang sendiri.
• Ari Lubis
Menurut Ari Lubis hubungannya dengan kedua orang tuanya sangat baik, karena ayah dan ibunya selalu memberi perhatian dan kasih sayang yang berlimpah. Ari dan ayahnya sering berinteraksi dengan cara cerita tentang apa yang dia alami di sekolah dan menurutnya ayahnya adalah seorang
sepak bola ayahnya, Ari tidak pernah merasakan apa yang dibilang unsur militer karena ayah tidak pernah kasar dan bersikap mau menang sendiri, ayahnya selalu bercerita dan tertawa bersamanya.
Diselah wawancara ibu Ari menuturkan:
“Ari, tidak pernah merasakan unsure militer yang berlebihan, kalau unsure militer itu tetap ada tapi tidak terlalu berlebihan, hanya pada hal tertentu, terkhusus kekerasan yang bersifat militer tidak pernah dirasakan oleh Ari anak kami”.
Sejauh ini interaksi yang berlangsung di keluarga Ari cukup baik dan harmonis, dan mereka sekeluarga selalu berusaha untuk menjaga keharmonisan keluarga anda.
• Febriana Pasaribu
Menurut Febriana interaksi yang berlangsung pada keluarga sangat baik karena setiap anggota keluarganya selalu memberi waktu untuk dapat berkomunikasi dan berbagi cerita diwaktu makan malam dan menonton televisi dan mereka selalu memberi perhatian dan dukungan antara anggota keluarga. Pergaulan atau hubungan antara dirinya dan kedua orang tuanya sangat dekat terlebih kepada ibunya, karena menurut Febriana figur ayah
biasa saja, tetapi tetap saja ada jarak (tidak sebebas seperti berbicara pada ibu). Menurut Febriana walaupun ayahnya berprofesi sebagai seorang militer dia tidak terlalu melihat adanya unsur militer yang berlebihan karena kondisi kehidupan dirumah mereka tidak pernah kaku kecuali kalau ayahnya sedang marah.
Baik dalam berbicara ayahnya tidak pernah otoriter atau merasa bahwa ayahnya yang paling benar, karena menurut Febriana walaupun ayahnya militer, ayahnya tetap dapat bersikap sebagai ayah yang baik ketika dia mendidik anak-anaknya.
• Wahyu
Menurut anak umur 14 tahun ini hubungan dirinya dengan kedua orang tuanya cukup baik, sejauh ini interaksi yang mereka lakukan dapat berjalan dengan baik dan tidak kaku. Meski ayahnya seorang militer yang memiliki pangkat KOPKA atau kopral kepala, Wahyu merasa tidak terlalu melihat adanya unsur militer dari pola asuh yang digunakan orang tuanya. Wahyu merasa sangat puas dengan didikkan dan perhatian yang dilakukan orang tuanya, dimana sesibuk apapun kedua orang tuanya, mereka tetap dapat melakukan interaksi, walaupun diselah-selah makan malam atau menonton televisi dan sarapan pagi. Wahyu sangat menggemari sosok ayahnya yang
kuat dan pemberani, dan Wahyu ingin setelah dewasa nanti dia dapat menjadi seperti ayahnya yang baik dan bijaksana serta sabar.
Wahyu sering berbagi cerita dengan ayahnya dan wahyu senang karena ayahnya dapat menjadi seorang militer yang tangguh disaat perang dan dapat menjadi ayah yang bijaksana dan sabar saat berada didalam kehidupan keluarga.
• Sandi Putra
Pada umumnya seorang ayah lebih sering menghabiskan waktu diluar rumah, tapi tidak dengan ayahnya sandi , karena ayah sandi lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarga, sepulang dari bekerja ayah Sandi selalu meluangkan waktunya untuk berinteraksi dengan anggota keluarga. Ketika Sandi dan ayahnya berbicara tidak ada aturan-aturan yang ketat, karena Sandi memiliki ayah yang berjiwa sahabat, tapi tetap hormat dan merasa segan dan selalu berusaha untuk mematuhi peraturan dari ayah. Di dalam rumah ayah adalah sosok yang disegani dan digemari Sandi, karena ayahnya adalah orang tegas dan sabar serta dapat dijadikan teman saat curhat tentang masalah teman-temannya disekolah. Sosok ibu adalah sosok yang lembut dan baik buat Sandi tapi bukan berarti Sandi bertindak sesuka hati pada ibunya. Biar ayahnya seorang militer Sandi tidak pernah menjual nama ayahnya ketika dia bertengkar dengan teman sekelasnya, seperti teman-temannya yang lain yang selalu menjual nama ayahnya saat
Dari hasil penelitian yang dilakukan pada keluarga yang tinggal di Asrama Kavaleri Batalyon 6 Serbu Asam Kumbang, ternyata interaksi yang berlangsung pada keluarga militer yang ada di asrama Kavaleri Asam Kumbang cukup baik dan harmonis.
Hal itu dapat terjadi karena setiap anggota keluarga berusaha memberi waktunya untuk dapat berbagi cerita dan memberi tahu apa yang dialami mereka dalam melakukan aktivitas satu hari penuh. Interaksi sering berlangsung pada waktu makan pagi dan makan malam berlangsung dan ketika menontot televis bersama.
4.6. Displin Dalam Keluarga
Penanaman displin dalam keluarga mempunyai dampak terhadap sikap dan perilaku seseorang. Konsepsi displin berfungsi sebagai pengarah seseorang di dalam menentukan tingkah lakunya dalam kehidupan bermasyarakat. Jelas bahwa konsepsi displin itu pada umumnya pertama-tama diperkenalkan dan ditanamkan di lingkungan keluarga.
Pengertian disiplin dalam pendidikan anak pada dasarnya mencakup pengertian, pengajaran, bimbingan atau dorongan yang dilakukan oleh orang dewasa, yang dimaksudkan untuk menolong anak agar bias belajar hidup
yang optimal. Displin biasanya berwujud pada pengertian mengenai batas-batas kebebasan yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan.
Sikap dan tindakan yang otoriter dari orang tua dalam menjalankan displin memang akan tampak, namun itu untuk mengajarkan kepada anak agar dapat menyesuaikan diri dengan aturan yang berlaku dalam kehidupan, mampu mengurus diri pada proses kehidupan yang tertib.
Suatu kesalahan besar membiarkan anak memilih jalannya sendiri dan mencari kesenangan sendiri menuruti kecenderungan hatinya. Anak-anak akan berperilaku baik kalau mereka mendapat dukungan sosial dan moril langsung dari orang tua, dan dapat berperilaku buruk jika tidak mendapatkannya.
Dalam penanaman displin tersebut orang tua memberi asahan berupa patokan-patokan, norma-norma, atau aturan-aturan kepada anaknya, dengan tujuan supaya mereka dapat bertingkah laku yang sesuai dengan lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat. Sehubungan dengan hal itu, displin perlu dipatuhi oleh anak agar dapat hidup sesuai dengan lingkungannya.
Aturna-aturan yang diberikan orang tua merupakan pengendalian bagi anak untuk bertingkah laku benar atau salah. Untuk mendisiplinkan anak, banyak cara dilakukan orang tua, diantaranya dengan cara lunak, dengan memberikan hukuman bila melanggar aturan dan lain sebagainya. Pendidikan disiplin terhadap anak tidak sama pada tiap keluarga termasuk juga dalam pelaksanaannya.
memberi hukuman. Begitu juga dengan keluarga militer, yang mana militer sangat identik dengan yang namanya disiplin, yang mana militer diartikan sebagai pasukan angkatan bersenjata dari suatu negara.
Kata lain yang sangat erat dengan militer adalah militerisme yang artinya kurang lebih perilaku tegas, kaku, agresif dan otoriter "seperti militer" hal itu disebabkan Karena lingkungan tugas militer yang terutama di medan perang, militer memang dilatih dan dituntut untuk bersikap tegas dan disiplin, dan mereka dipaksa harus mampu bersikap tegar dan kuat, karena jika mereka lemah maka mereka dianggap buka seorang militer.
Dimana sebagai seorang militer didalam kehidupan sebagai seorang militer memang dituntut adanya hirarki yang jelas dan para atasan harus mampu bertindak tegas dan berani karena yang dipimpin adalah pasukan bersenjata seperti itulah yang terjadi di asrama Kav Asam Kumbang. Berbicara militer tentu tidak lepas dari masalah senjata dan persenjataan. Militer tanpa senjata layaknya sebuah organisasi berseragam biasa tanpa fungsi apa-apa yang mana tentara Indonesia di organisasikan dalam wadah Tentara Nasional Indonesia disingkat TNI.
Pasukan tentara yang ada di Asrama Kav. Batalyon 6 Serbu Asam Kumbang juga dituntut untuk bersikap tegas, otoriter dalam masalah
jaga sampai bersikap lemah dan penakut, karena semua anggota militer yang ada di Asrama Asam Kumbang disiapkan untuk terjun pertama kali bila terjadi perang.
Seperti apakah penanaman displin yang dilakukan oleh keluarga militer yang ada di Asrama Asam Kumbang, dan seperti apa penanaman disiplin yang dirasakan oleh put ra-putri mereka. Apakah sikap kaku, tegas dan otoriter yang melakukan untuk menanamkan disiplin kepada anak-anak mereka, dalam hal apa disiplin itu paling diterapkan atau ditegas untuk dapat dijalankan. Anggota militer yang berada di Asam Kumbang di lambangkan dengan ular Naga, yang kuat. Ganas dan pemberani, apakah cara ini yang digunakan.
Penanaman disiplin pada keluarga militer di Asrama Kav Asam Kumbang , yang dilakukan orang tua terhadap anak, dan penanaman disiplin yang dirasakan oleh putra-putri mereka:
• Keluarga Serda Mujianto
Pada umunya cara menanamkan disiplin pada tiap keluarga jelas pasti berbeda, begitu juga dengan keluarga bapak Mujianto, dimana bapak Mujianto memang sangat menekankan disiplin pada ketiga anaknya. Mujianto memang seorang militer dan dia sangat mengharapkan anaknya disiplin dalam segala hal terutama dalam bidang
pendidikan. Cara bapak Mujianto menanamkan disiplin itu sangat jauh dari unsur militer karena bapak Mujianto tidak pernah bersikap otoriter.
Bapak Mujianto selalu bersikap lembut dan penuh kasih sayang dalam menyampaikan apapun kepada tiga anaknya termasuk dalam hak disiplin, menurut bapak Mujianto cara yang paling optimal untuk menanamkan disiplin pada anak adalah sebelum kita menanamkan disiplin kita harus terlebih dahulu disiplin, adapun bentuk disiplin yang ditanamkan bapak Mujianto kepada ketiga anaknya adalah:
Disiplin Makan dan Minum
Ketika makan tidak boleh bicara, dan begitu juga ketika minum, dan tidak boleh makan di depan Pintu dan tidak boleh ketika makan berpindah-pindah tempat.
Disiplin Tidur
Dimulai dari bangun pagi, bapak Mujianto menekankan agar semua anggota keluarga harus bangun pagi jam 5:00 WIB, dan ketika malam hari waktu tidur itu jam 24:00 WIB.
Jam 20:00 Wib ketiga anaknya harus belajar dan dibolehkan belajar sekalian nonton televisi.
Ketiga hal inilah yang sangat ditanamkan pak Mujianto kepada ketiga putra putrinya, dan jika ketiga hal itu dilanggar, bapak Mujianto tidak memberi hukuman, bapak ini hanya memberi nasehat buat ketiga anaknya.
• Keluarga Serda Sumarno
Cara yang digunakan pak Sumarno untuk menanamkan disiplin kepada kedua anaknya tidak seperti cara militer penekankan disiplin kepada pasukannya. Pak Sumarno selalu memberi contoh disiplin pada kedua anak dengan perbuat yang dia lakukan karena menurutnya sebelum dia menanamkan disiplin pada kedua anaknya, dia harus bias menanamkan disiplin pada dirinya sendiri, karena menurut bapak ini jika kita menginginkan anak kita disiplin ternyata kita belum biasa disiplin maka