• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB VI PENGAWASAN

A. Internal

052 Pengadaan Alat Pengolah Data dan Komunikasi A Alat Pengolah Data Pendukung Kepaniteraan

532111 Belanja modal peralatan dan mesin 25.000.000 24.960.000

Total 25.000.000 24.960.000

-

DIPA (005.03) Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum / Pengadilan Negeri Kayu Agung (099227)

Tabel 4.6.

Pagu dan Realisasi Belanja Pengadilan Negeri Kayu Agung (099227) Jenis Belanja Pagu (Rp) Realisasi (Rp) Realisasi (%) Sisa (Rp)

Belanja Barang 273.063.000 264.630.600 96,91% 8.431.300

Total 273.063.000 264.630.600 96,91% 8.431.300

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa postur alokasi anggaran Pengadilan Negeri Kayu Agung (099227) hanya terdapat satu jenis belanja yaitu belanja barang. Dari total pagu sebesar Rp 273.063.000,- total realisasi belanja sebesar Rp264.630.600,- dengan persentase 96,91%.

Realisasi Anggaran Pengadilan Negeri Kayu Agung tahun 2020 pada DIPA (03) berdasarkan Nama Kegiatan adalah sebagai berikut :

Tabel 4.7.

Realisasi Anggaran Belanja DIPA (03) Berdasarkan Kegiatan

Kode | Kegiatan Pagu (Rp) Realisasi Sisa

Rp % Rp

1049 | Peningkatan Manajemen Peradilan Umum

273.063.000 264.630.600 96,91% 8.431.300

Total 273.063.000 264.630.600 96,91% 8.431.300

Realisasi Belanja Barang Pengadilan Negeri Kayu Agung Tahun 2020 pada DIPA (03) berdasarkan rincian belanja adalah sebagai berikut :

Tabel 4.8.

Realisasi Belanja Barang DIPA 03 Pengadilan Negeri Kayu Agung Tahun 2020

KodeAkun Uraian Pagu (Rp) Realisasi (Rp)

1049.003 Pelaksanaan Pos Pelayanan Hukum 051 Pos Bantuan Hukum

522131 Belanja jasa konsultan 21.600.000 21.600.000

1049.005 Perkara Peradilan Umum yang diselesaikan di Tingkat Pertama dan Banding tepat waktu 051 Pendaftaran Berkas Perkara

521211 Belanja bahan 1.147.000 0

521811 Belanja barang persediaan barang konsumsi 95.625.000 95.477.000 052 Penetapan Hari Sidang

524113 Belanja Perjalanan Transport Dalam Kota 14.400.000 14.400.000 053 Pemeriksaan Disidang Pengadilan

521211 Belanja bahan 13.990.000 11.780.000

524111 Belanja Perjalanan Biasa 5.000.000 5.000.000

524113 Belanja Perjalanan Transport Dalam Kota 1.500.000 1.500.000 054 Minutasi /Upaya Hukum

521211 Belanja bahan 53.550.000 53.519.000

055 Pengiriman Petikan/Salinan Putusan Kepada JPU dan Terdakwa

524113 Belanja Perjalanan Transport Dalam Kota 28.800.000 28.800.000 056 Pengiriman Surat Penahanan dan Perpanjangan

Penahanan

524113 Belanja Perjalanan Transport Dalam Kota 28.800.000 28.800.000 057 Penanganan Perkara Banding di Pengadilan

Tingkat Pertama

521114 Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat 2.700.000 2.046.100

524111 Belanja Perjalanan Biasa 2.000.000 154.000

524113 Belanja Perjalanan Transport Dalam Kota 700.000 0

058 Penanganan Perkara Kasasi dan Peninjauan Kembali di Pengadilan Tingkat Pertama

521114 Belanja Pengiriman Surat Dinas Pos Pusat 2.550.000 1.470.000 524113 Belanja Perjalanan Transport Dalam Kota 700.000 84.000

Total 273.062.000 264.630.600

B. PENGELOLAAN SARANA DAN PRASARANA

Daftar asset Barang Milik Negara yang dikelola oleh Pengadilan Negeri Kayu Agung:

1. Kendaraan Dinas

Tabel 4.9.

Kondisi Kendaraan

No Uraian Tahun Baik Rusak

Ringan

Rusak Berat

Ket Jenis Kendaraan Roda 4

1. Kijang Inova 2006 ˅

2. Toyota Avanza 2007 ˅ Transfer

Masuk

3. Toyota Avanza 2007 ˅ Transfer

Masuk Jenis Kendaraan Roda 2

1. Honda Win (MCB) 1996 ˅

No Uraian Jumlah Baik Rusak

Ringan

2. Rumah Dinas Wakil Ketua 1 ˅

3. Rumah Dinas Hakim 7 ˅ (2 Unit) ˅ (5

4. Rumah Dinas Panitera 1 ˅

5. Rumah Dinas Sekretaris 1 ˅

3. Sarana dan Prasarana

Untuk daftar sarana dan prasarana yang ada di Gedung Pengadilan Negeri Kayu Agung dapat di lihat pada tabel di bawah ini :

Tabel 4.11.

Daftar Sarana dan Prasarana Pengadilan Negeri Kayu Agung

No Sarana/Prasarana Gedung Jumlah Keterangan

Ruangan

1. Ruangan Ketua 1

2. Ruangan Wakil Ketua 1

3. Ruangan Hakim 1

4. Ruangan Panitera 1

5. Ruangan Sekretaris 1

6. Ruangan Sidang 4

7. Ruangan Mediasi dan Diversi 1

8. Ruangan Tunggu Anak 1

9. Ruangan Kesehatan dan Laktasi 1

10. Ruangan Kepaniteraan Muda Perdata 1

11. Ruangan Kepaniteraan Muda Pidana 1

12. Ruangan Kepaniteraan Muda Hukum 1

13. Ruangan Subbagian Perencanaan, TI dan Pelaporan dan Ruang Server

1 14. Ruangan Subbagian Kepegawaian dan Organisasi Tata Laksana 1

15. Ruangan Subbagian Umum dan Keuangan 1

16. Ruangan Panitera Pengganti 1

17. Ruangan Jurusita dan JSP

-18. Ruangan Jaksa 1

19. Ruangan Pos Bantuan Hukum 1

20. Ruangan Advokat/Pengacara

-21. Ruangan Tahanan Pria 1

22. Ruangan Tahanan Wanita 1

23. Ruangan Barang Bukti

-24. Ruangan Perpustakaan 1

25. Ruangan Server

-26. Ruangan Rapat

-27. Ruangan Arsip 2

28. Ruangan Pantry

-29. Ruangan Panel

-30. Ruangan Toilet Pria 2

31. Ruangan Toilet Wanita 2

Sarana/Prasarana Fasilitas Kantor 1. Transportable Water Pump

Station Wagon

1

2. 3

Sepeda Motor

Uninterruptible Power Supply (UPS) Video Mixer

CPU (Peralatan Personal Komputer) Printer

Agar sarana dan prasarana terorganisir mulai dari pembelian, transfer masuk dan keluar, sampai penghapusan dan pemusnahan barang, dalam mengelola sarana dan prasarananya, Pengadilan Negeri Kayu Agung melakukan pendataan dan di catat ke dalam Sistem Manajemen dan Akuntabilitas Barang Milik Negara, selain itu Pengadilan Negeri Kayu Agung merencanakan alokasi anggaran khusus untuk pemeliharaan terhadap sarana dan prasarana di antaranya pemeliharaan gedung, kendaraan dinas, komputer, server, AC split, faksimile, CCTV dan alat rumah tangga serta barang inventaris lainnya.

4. Pelaksanaan Hibah

Pada tahun 2020 Pengadilan Negeri Kayu Agung menerima hibah dalam bentuk barang berupa tanah dan bangunan dari Pemerintah Daerah Kab. Ogan Komering Ilir.

Adapun hal-hal penting berkaitan dengan pelaksanaan hibah ini adalah sebagai berikut :

a. Pemberian hibah langsung dalam bentuk barang berupa tanah dan bangunan ini dalam rangka untuk mendukung kualitas pelayanan publik/masyarakat serta mendukung program peningkatan kelas Pengadilan Negeri Kayu Agung dari Pengadilan Negeri Kelas II menjadi Pengadilan Negeri Kelas I B ;

b. Pengajuan permohonan nomor register atas hibah langsung ke Kantor Wilayah Ditjen Perbendaharaan Prov. Sumatera Selatan telah dilaksanakan dengan nomor register yaitu2H2BZ1VA ;

c. Pengajuan permohonan pengesahan atas hibah langsung ke KPPN Palembang telah dilaksanakan dan telah mendapat persetujuan memo pencatatan hibah langsung pada tanggal 15 Desember 2020 ;

d. Hibah langsung dalam bentuk barang berupa tanah dan bangunan ini telah dicatat pada aplikasi SIMAK BMN Pengadilan Negeri Kayu Agung ;

e. Agar proses hibah ini dapat dimonitor oleh Tingkat Banding / Korwil DIPA 01 dan Mahkamah Agung RI maka dokumen yang berkaitan dengan hibah ini telah kami laporkan melalui aplikasihttp://komdanas.mahkamahagung.go.id/;

f. Kepemilikan tanah telah bersertifikat dan telah dilakukan balik nama semula atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Ogan Komering Ilir menjadi Pemerintah Republik Indonesia cq. Mahkamah Agung Republik Indonesia Berkedudukan di Jakarta ;

Berikut daftar tanah da bangunan yang diterima Pengadilan Negeri Kayu Agung dari Pemerintah Kab. Ogan Komering Ilir :

Tabel 4.12.

Daftar Tanah dan Bangunan yang diperoleh Pengadilan Negeri Kayu Agung bersumber dari hibah

No Jenis Barang/

Nama Barang Luas Nilai

1. Tanah Bangunan Rumah Negara

Golongan III 1043 M2 Rp190.000,000

Total 1043 M2 Rp190.000,000

No Jenis Barang/

Nama Barang Luas Nilai

1. Bangunan Gedung Kantor

Permanen 200 M2 Rp154.000,000

2. Bangunan Gedung Kantor

Permanen 60 M2 Rp46.200,000

3. Rumah Negara Gol. IIILain-Lain 24 M2 Rp49.864.000

Total Rp250.064.000

C. PENGELOLAAN TEKNOLOGI INFORMASI

-

Implementasi e-court di lingkungan Pengadilan Negeri Kayu Agung

Tuntutan perkembangan zaman mengharuskan adanya pelayanan administrasi perkara dan persidangan yang lebih efektif dan efesien. Pelayanan yang dimaksud yaitu dengan administrasi perkara dan persidangan secara elektronik. Administrasi perkara secara elektronik adalah serangkaian proses penerimaan gugatan/

permohonan/ keberatan/ bantahan/perlawanan/intervensi, penerimaan pembayaran, penyampaian panggilan/ pemberitahuan, jawaban, replik, duplik, kesimpulan, penerimaan upaya hukum, serta pengelolaan, penyampaian dan penyimpanan dokumen perkara perdata dengan menggunakan sistem elektronik sedangkan persidangan secara elektronik adalah serangkaian proses memeriksa dan mengadili perkara oleh pengadilan yang dilaksanakan dengan dukungan teknologi informasi dan komunikasi. Administrasi perkara dan persidangan secara elektronik lebih dikenal dengan e-court.

e-Court merupakan aplikasi yang dikembangkan oleh Mahkamah Agung yang berfungsi sebagai suatu aplikasi yang menyediakan layanan bagi Pengguna Terdaftar

dan Pengguna lainnya untuk melakukan pendaftaran perkara perdata secara online (e-filling), mendapatkan taksir biaya perkara secara online (e-payment), pemanggilan sidang secara elektronik (e-summons), dan persidangan secara elektronik (e-litigation).

Di Pengadilan Negeri Kayu Agung, implementasi e-Court secara penuh telah dimulai sejak tahun 2018 dengan diterbitkannya Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2018 jo Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2019 tentang Administrasi Perkara dan Persidangan secara Elektronik dan Keputusan Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor : 129/KMA/SK/VIII/2019 tentang Petunjuk Teknis Administrasi Perkara dan Persidangan di Pengadilan Secara Elektronik. Untuk mewujudkan implementasi aplikasi e-Court secara penuh di Kayu Agung dilakukan melalui adanya kebijakan Ketua Pengadilan Negeri Kayu Agung yang mewajibkan seluruh pendaftaran perkara perdata dilaksanakan melalui aplikasi e-Court. Serta untuk mendukung kebijakan tersebut juga telah dilaksanakan sosialisasi mengenai penggunaan aplikasi e-Court kepada masyarakat di wilayah hukum Pengadilan Negeri Kayu Agung.

Adapun pada tahun 2020 sebanyak 121 perkara perdata di Pengadilan Negeri Kayu Agung telah didaftarkan melalui aplikasi e-court , yang meliputi perkara perdata gugatan, gugatan sederhana, permohonan, dan bantahan. Berkenaan dengan pelaksanaan persidangan secara elektronik (e-litigation), sebagaimana ketentuan Pasal 20 ayat (1) Perma Nomor 1 Tahun 2019, terhadap implementasinya belum dapat dilaksanakan secara penuh karena persidangan secara elektronik (e-litigation) baru dapat dilaksanakan serta mendapat persetujuan para pihak yang berperkara terlebih dahulu.

. Kemudian untuk menunjang implementasi ecourt, Pengadilan Negeri Kayu Agung memiiki standar perangkat keras dan perangkat lunak yang telah ditetapkan Mahkmah Agung yaitu :

a) Perangkat Keras

Pengadilan Negeri Kayu Agung didukung dengan fasilitas perangkat keras berupa 2 server dengan kapasitas penyimpanan masing-masing sebesar 600 GB dan 1 TB, Jaringan Internet Dedicated 50 Mbps Global, Modem ADLS, router wireless,

jaringan kabel LAN, scanner, printer, rak server, UPS, mikrotik, faximili, komputer, laptop, hub (switch), PABX, telephone dan anjungan ecourt .

b) Perangkat Lunak

Dalam menjalankan ecourt Pengadilan Negeri Kayu Agung juga didukung dengan fasilitas perangkat lunak baik yang berbayar maupun yang free license atau juga aplikasi yang difasilitasi oleh instansi terkait dengan pengadilan seperti website, sistem operasi linux, sistem informasi penelusuran perkara pengadilan versi 3.3.0 -1, direktori putusan, antivirus dan sistem pelayanan terpadu satu pintu. Semua aplikasi di atas memiliki operator dan penanggung jawab masing-masing.

-

Implementasi SIPP di lingkungan Pengadilan Negeri Kayu Agung

Sistem Informasi Penelurusan Perkara merupakan aplikasi teknologi berbasis web dalam memberikan berbagai macam informasi perkara. SIPP juga dapat digunakan untuk memonitor kinerja aparatur pengadilan oleh Pimpinan di masing-masing satuan kerja maupun Pimpinan Pengadilan Tingkat Banding dan Pimpinan Mahkamah Agung.

SIPP dibangun sebagai media kerja yang baik dan efektif bagi internal pengadilan, tertib administrasi, efektif dan efesien, monitoring dan pengawasan dan yang terpenting adalah media yang memudahkan masyarakat pencari informasi perkara untuk mengupdate informasi perkaranya dengan mudah, cepat dan berbiaya murah.

Untuk menilai kinerja implementasi SIPP di peradilan umum, Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum Mahkamah Agung RI telah membuat sebuah sistem evaluasi SIPP atau biasa dikenal dengan sebutan EIS, sistem penilaian tersebut dapat diakses pada alamat url : http://evaluasi.badilum.mahkamahagung.go.id/ . Sistem evaluasi ini memiliki 4 kategori penilaian yaitu kinerja, kepatuhan, kelengkapan dan kesesuaian dimana masing-masing kategori memiliki beberapa unsur . Pada tahun 2020 Pengadilan Negeri Kayu Agung mendapat nilai sebesar 960.25. Angka ini merupakan angka yang dapat dibilang baik namun memang bukan yang terbaik. Adapun rincian penilaian implementasi SIPP Pengadilan Negeri Kayu Agung adalah sebagai berikut :

Tabel 4.13.

Evaluasi Implementasi Kinerja SIPP

No Kategori Unsur Nilai

1. Kinerja Jumlah Rasio Penanganan Perkara

Rekapitulasi Rasio Penanganan Perkara (Nilai Maksimal 65.83

80.00)

2. Kinerja Rilis Versi SIPP

Versi SIPP yang terpasang di satuan kerja (Nilai Maksimal 37.50)

37.50

3. Kinerja Kesesuaian Kode Satker Nomor Perkara

Kesesuaian kode satker pada nomor perkara sesuai dengan SK KMA Nomor: 44/KMA/SK/III/2014 (Nilai Maksimal 37.50)

37.50

4. Kepatuhan Pendaftaran Perkara

Kepatuhan pendaftaran perkara dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

28.87

5. Kepatuhan Pencatatan Barang Bukti

Kepatuhan Pengguna dalam mengisi Barang Bukti suatu perkara (Nilai Maksimal 25.00)

25

6. Kepatuhan Penetapan Hakim

Kepatuhan penetapan Majelis/Hakim dalam waktu maksimal 3 (tiga) hari kerja (Nilai Maksimal 29.00)

29

7. Kepatuhan Penetapan PP

Kepatuhan penetapan Panitera Pengganti dalam waktu maksimal 3 (tiga) hari kerja (Nilai Maksimal 29.00

28.97

8. Kepatuhan Penetapan Jurusita

Kepatuhan penetapan Jurusita/Jurusita Pengganti dalam waktu maksimal 3 (tiga) hari kerja (Nilai Maksimal 29.00

29

9. Kepatuhan Penetapan Hari Sidang Pertama

Kepatuhan penetapan Hari Sidang dalam waktu maksimal 3 (tiga) hari kerja (Nilai Maksimal 29.00)

28.79

10. Kepatuhan Penginputan Tuntutan

Kepatuhan waktu dalam input Tuntutan dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

25.18

11. Kepatuhan Penginputan Putusan Akhir

Kepatuhan waktu dalam input Putusan dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

27.46

12. Kepatuhan Penginputan Minutasi

Kepatuhan waktu dalam input Minutasi dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

27.23

13. Kepatuhan Minutasi Perkara

Ketepatan waktu dalam melakukan minutasi dalam waktu 7 (tujuh) hari (Nilai Maksimal 29.00)

26.99

14. Kepatuhan Penginputan Permohonan Banding

Kepatuhan waktu dalam input Permohonan Banding dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 25.00)

25

15. Kepatuhan Penginputan Permohonan Kasasi

Kepatuhan waktu dalam input Permohonan Kasasi dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 14.00)

14

16. Kepatuhan Penginputan Permohonan PK

Kepatuhan waktu dalam input Permohonan Peninjauan Kembali dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 14.00)

9.13

17. Kepatuhan Pengiriman Berkas Banding

Kepatuhan waktu dalam pengiriman berkas banding ke Pengadilan Tinggi dalam waktu maksimal 30 hari (PERDATA) atau 14 hari (PIDANA) (Nilai Maksimal 25.00)

20.73

18. Kepatuhan Pengiriman Berkas Kasasi

Kepatuhan waktu dalam pengiriman berkas kasasi ke Mahkamah Agung dalam waktu maksimal 65 hari (Nilai Maksimal 14.00)

13.44

19. Kepatuhan Pengiriman Berkas PK

Kepatuhan waktu dalam pengiriman berkas peninjuan kembali ke Mahkamah Agung dalam waktu maksimal 30 hari setelah Pemeriksaan Persidangan (PIDANA) atau 30 hari setelah Jawaban/tanggapan atas alasan PK (PERDATA) (Nilai Maksimal 14.00)

14

20. Kepatuhan Pemberitahuan Putusan / Penentapan

Kepatuhan waktu dalam input tanggal pemberitahuan putusan dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 25.00)

25

21. Kepatuhan Penginputan Penetapan Hakim

Kepatuhan waktu dalam input penetapan Majelis

Hakim/Hakim dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

26.95

22. Kepatuhan Penginputan Penetapan PP

Kepatuhan waktu dalam input penunjukan Panitera Pengganti dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

28.85

23. Kepatuhan Penginputan Penetapan Sidang

Kepatuhan waktu dalam input penetapan hari sidang dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

28.59

24. Kepatuhan Penginputan Penetapan Jurusita

Kepatuhan waktu dalam input penunjukan Jurusita/Jurusita Pengganti dalam waktu 1x24 jam (Nilai Maksimal 29.00)

29

25. Kelengkapan E-Document Dakwaan/Petitum

Kelengkapan Dokumen Elektronik dalam pendaftaran perkara (Data Umum) (Nilai Maksimal 25.00)

24.38

26. Kelengkapan Data Saksi

Kelengkapan pencatatan Data Saksi (Nilai Maksimal 14.00) 13.72 27. Kelengkapan E-Document Tuntutan

Kelengkapan Dokumen Elektronik Tuntutan (Nilai Maksimal 25.00)

25

28. Kelengkapan E-Document Putusan Akhir/Penetapan

Kelengkapan Dokumen Elektronik Putusan (Nilai Maksimal 29.00)

28.94

29. Kelengkapan Data Lapor Mediasi

Kesesuaian pencatatan Tanggal Lapor Mediasi (Nilai Maksimal 25.00)

23.68

30. Kelengkapan Data Diversi

Kelengkapan pencatatan Tanggal Lapor Diversi (Nilai Maksimal 14.00)

14

31. Kelengkapan Data Nilai Sengketa

Kelengkapan pencatatan Nilai Sengketa dalam Perkara Gugatan Sederhana (Nilai Maksimal 14.00)

14

32. Kesesuaian Agenda Sidang Terakhir

Kesesuaian Agenda Sidang Terakhir dengan status perkara putus (Nilai Maksimal 25.00)

24.98

33. Kesesuaian Tanggal Putusan dan Tanggal Sidang Terakhir

Kesesuaian Tanggal Sidang Terakhir dengan Tanggal Putusan (Nilai Maksimal 29.00)

29

34. Kesesuaian Publikasi Pihak

Kesesuaian Publikasi Perkara sesuai SK KMA Nomor 1-144/KMA/SK/I/2011 (Nilai Maksimal 29.00)

28.97

35. Kesesuaian Pengisian BHT

Ada Atau Tidaknya Pencatatan BHT pada suatu perkara (Nilai Maksimal 25.00)

24.74

Kesesuaian pencatatan penahanan habis sebelum perkara putus (Nilai Maksimal 29.00)

37. Kesesuaian Penahanan

Kesesuaian pencatatan penahanan habis sebelum perkara putus (Nilai Maksimal 29.00)

28.06

BAB V

PENINGKATAN PELAYANAN PUBLIK

A. Akreditasi Penjaminan Mutu

Akreditasi Penjaminan Mutu Pengadilan merupakan sebuah program yang digalangkan oleh Mahkamah Agung untuk mewujudkan Performa/Kinerja Peradilan Indonesia yang Unggul/Prima (Indonesia Court Performance Excellent – ICPE).

Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badan Peradilan di bawahnya senantiasa berupaya membangun citra positif peradilan melalui berbagai kebijakan pembaruan untuk mewujudkan pengadilan yang agung (Court of Excellence). Kebijakan ini sebagaimana tertuang dalam dokumen Perencanaan Jangka Panjang Badan Peradilan Indonesia, yang dinamakan Cetak Biru (Blue Print) Pembaruan Peradilan Indonesia 2010-2035. Cetak Biru ini merupakan penyempurnaan dari Cetak Biru yang diterbitkan tahun 2003, guna lebih mempertajam arah dan langkah dalam mencapai cita-cita pembaruan badan peradilan secara utuh. Penyusunan Cetak Biru ini dengan menggunakan pendekatan kerangka pengadilan yang unggul (The Framework of Courts Excellence). Kerangka ini terdiri dari 7 (tujuh) area “Peradilan yang Agung” yang dibagi ke dalam 3 (tiga) fungsi, yaitu: pengarah/pengendali (driver), sistem dan penggerak (system and enabler), dan hasil (result).

Sebagai fungsi pengarah adalah area:

1. Kepemimpinan dan Manajemen Pengadilan Fungsi sistem dan penggerak, berada dalam area:

2. Kebijakan-Kebijakan Pengadilan

3. Sumber Daya Manusia, Sarana-Prasarana dan Keuangan 4. Penyelenggaraan Persidangan

Sedangkan fungsi hasil dalam area:

5. Kebutuhan Dan Kepuasan Pengguna Pengadilan 6. Pelayanan Pengadilan Yang Terjangkau

7. Kepercayaan Dan Keyakinan Masyarakat Pada Pengadilan

Tujuh area ini dikembangkan berdasarkan kerangka pengadilan yang agung (court excellence framework) yang merupakan kerangka pikir dan kerja bagi pengadilan yang ingin meningkatkan kinerjanya. Kerangka ini telah dikembangkan dan digunakan secara internasional.

Cetak Biru itu dipetakan bahwa permasalahan yang dihadapi Badan Peradilan antara lain: visi dan misi yang kurang dipahami sepenuhnya oleh seluruh personil peradilan. Oleh karenanya, diperlukan perumusan visi dan misi yang baru beserta proses sosialisasi yang komprehensif dan terstruktur.

Dalam pelaksanaan fungsi teknis, Masalah yang dihadapi badan-badan peradilan yang harus mendapat perhatian khusus, adalah:

a. Kepastian hukum dan kualitas serta konsistensi putusan

b. Lamanya proses berperkara. Hal ini berkaitan dengan pengeluaran biaya yang diperlukan di pengadilan menjadi sulit untuk diprediksi.

c. Kurangnya pemahaman pencari keadilan dan pengguna pengadilan mengenai prosedur, dokumen dan persyaratan yang diperlukan.

d. Minimnya kepercayaan masyarakat terhadap lembaga peradilan.

Sedangkan permasalahan dalam fungsi pendukung antara lain:

 Dalam hal pengelolaan sumber daya manusia, distribusi hakim dan aparatur peradilan yang belum merata.

 Dalam hal pengelolaan sumber daya keuangan, antara lain adalah belum adanya Standar Pelayanan yang baku terkait dengan penerimaan dan belanja negara, dan adanya perangkapan jabatan antara jabatan struktural dengan jabatan pengelola keuangan.

 Dalam hal pengelolaan sarana dan prasarana, antara lain:

b. Lokasi pengadilan yang cukup sulit untuk diakses oleh masyarakat yang berasal dari daerah pinggir kota.

c. Gedung pengadilan yang masih perlu ditingkatkan kelayakannya dari sisi keamanan maupun kenyamanan.

d. Kemampuan untuk mengelola prasarana dan sarana pengadilan belum memadai sehingga berpengaruh terhadap prestasi kerja hakim dan

aparatur peradilan dan kepuasan masyarakat atas kualitas pelayanan pengadilan.

e. Akuntabilitas pengadaan barang dan jasa, serta manajemen aset negara, yang perlu terus diupayakan perbaikannya.

f. Penyimpanan dan pengelolaan informasi tentang aset negara yang belum dibuat secara baik.

 Dalam hal pengelolaan teknologi informasi,

a. Upaya untuk mengaplikasikan teknologi dalam pengelolaan informasi yang diperlukan internal organisasi maupun para pencari keadilan dan pengguna pengadilan, dimana perlunya satu kebijakan sistem pengelolaan TI yang komprehensif dan terintegrasi, untuk memudahkan dan mempercepat proses pelaksanaan tugas dan fungsi di setiap unit kerja. Dengan demikian dapat diharapkan tejadinya peningkatan kualitas pelayanan informasi kepada masyarakat.

b. Transparansi peradilan hingga kini masih menjadi permasalahan yang sangat perlu diperhatikan dan dibenahi. Masyarakat masih mengeluhkan sulitnya mengakses informasi dari pengadilan. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pemahaman pejabat peradilan mengenai pentingnya jaminan informasi bagi publik. Oleh karena itu, mekanisme penyediaan dan penyimpanan informasi juga perlu terus ditingkatkan sehingga pengadilan selalu siap dalam merespon permintaan informasi.

Fungsi lain yang perlu mendapat perhatian adalah monitoring dan evaluasi serta fungsi pengawasan merupakan salah satu faktor kunci untuk mengembalikan kepercayaan publik kepada pengadilan.

Pengadilan Negeri Kayu Agung juga tidak lepas dari adanya kritikan atas pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan, dan sebagai respon atas hal tersebut Pengadilan Negeri Kayu Agung telah melakukan upaya-upaya perbaikan di segala unit.

Menyikapi tuntutan tersebut, Pengadilan Negeri Kayu Agung terus giat melakukan pembenahan perbaikan sistem kerja yang berdampak pada peningkatan efisiensi, efektivitas, serta produktivitas SDM Aparatur yang transparan dan akuntabel, serta

telah memiliki Standar Pelayanan yang sesuai kaidah manajemen modern yang dipraktekkan secara konsisten, hingga mempermudah dan memperlancar pelayanan prima. Namun demikian untuk melakukan perbaikan yang cepat dan menyeluruh diperlukan langkah pembaruan dengan metode yang taktis sistematis.

Perbaikan sistem kerja ini, atau sebut saja peningkatan kinerja Pengadilan Negeri Kayu Agung, dapat dikatakan sebagai bentuk strategi pelaksanaan Cetak Biru Pembaruan Mahkamah Agung RI di tingkat unit kerja peradilan tingkat pertama, dan sekaligus merupakan pelaksanaan reformasi birokrasi yang telah menjadi agenda nasional di tingkat Pengadilan Negeri Kayu Agung.

Pengadilan Negeri Kayu Agung dituntut untuk menyediakan pelayanan standar peradilan yang bermutu, yaitu pelayanan yang mampu memenuhi kebutuhan dan kepuasan pengguna pengadilan. Untuk itu pada tahun 2020 Pengadilan Negeri Kayu Agung berhasil mempertahankan predikat Akreditasi Penjaminan Mutu dengan Predikat “A (Excellent)”. Capaian ini didapat dari kerjasama, kerja keras dan kerja cerdas dari semua stakeholder dari Ketua, Wakil Ketua, Panitera, Sekretaris, Para Pejabat Struktural Kepaniteraan dan Kesekretariatan, Panitera Pengganti, Staf dan PPNPN yang dengan membawa semangat perubahan berusaha semaksimal mungkin untuk memperbaiki kinerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Semangat perubahan ditanamkan oleh pimpinan agar selalu melekat dan menjadi budaya pada setiap pegawai sehingga kinerja yang sudah dicapai dapat selalu dipertahankan bahkan untuk ditingkatkan.

B. Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP)

Dalam rangka meningkatkan pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan guna mewujudkan pelayanan yang cepat, mudah, transparan, terukur dan terjangkau, Pengadilan Negeri Kayu Agung telah menerapkan pelayanan terpadu satu pintu (PTSP).

Penerapan pelayanan terpadu satu pintu ini didasarkan Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 3239/DJU/SK/HM02.3/11/2019 tentang Peribahan Keputusan Direktur Jenderal Badan Peradilan Umum Nomor 77/DJU/SK/

HM02.3/2/2018 tentang Pedoman Standar Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) pada

Pengadilan Tinggi dan Pengadilan Negeri. Dalam menunjang proses bisnis yang berjalan, Pengadilan Negeri Kayu Agung telah memaksimalkan aplikasi PTSP+ versi 2.2.-2 (terbaru) yang diluncurkan oleh Direktorat Jenderal Badan Peradilan Umum MA RI. Adapun menu yang disediakan dari aplikasi PTSP+ ini adalah sebagai berikut :

a. Bagian Umum dan Keuangan - Register Surat Masuk - Register Surat Keluar b. Kepaniteraan Muda Pidana

- Register Penyitaan - Register Penggeledahan c. Kepaniteraan Muda Perdata

- Register Surat Masuk (Disposisi Surat) d. Kepaniteraan Muda Hukum

- Register Surat Keterangan e. Bagian Lainnya

- Register Surat Masuk (Disposisi Surat dari Ketua / Wakil Ketua sampai ke level staf)

Gambar 4.1. PTSP Pengadilan Negeri Kayu Agung

Saat ini juga PTSP Pengadilan Negeri Kayu Agung telah dilengkapi fasilitas pelayanan publik lainnya seperti pelayanan minum dan snack gratis, free charging, pojok baca, kaca mata baca dan sterilisasi sinar uv .

Gambar 4.2. Fasilitas PTSP Pengadilan Negeri Kayu Agung

Gambar 4.2. Fasilitas PTSP Pengadilan Negeri Kayu Agung

Dokumen terkait