BAB 4 HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Implementasi YSQ 6 Spreadsheet dengan Studi Kasus Proyek Jalan Tol
4.2.2 Aplikasi YSQ 6 Spreadsheet
4.2.2.8 Internal Rate of Return (IRR)
Pada lembar ini dilakukan perhitungan atau analisis untuk menentukan tingkat bunga saat net present value (NPV) sama dengan nol. Berikut adalah tampilan lembar IRR YSQ 6 Spreadsheet :
commit to user
Gambar 4.19 Internal Rate of Return (IRR) YSQ 6 Spreadsheet dalam Kalibrasi
commit to user Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Untuk sel E14 : ='PENDAPATAN TAHUNAN'!$B$18 2. Untuk sel E15 : ='TARIF MASUK MINIMAL'!S27 3. Untuk sel E16 : ='TARIF MASUK MINIMAL'!S28
4. Untuk sel E18 : ='BIAYA INVESTASI'!E45*(1+INPUT!$E$20)^INPUT!E14 5. Untuk sel E20 : =INPUT!E15
6. Untuk sel E21 : =INPUT!E18 7. Untuk sel E22 : =INPUT!E20
8. Untuk sel C30 : =$E$14*(PV(B70,$E$20,-1))-
($E$15*(PV(B70,$E$21,-1))+($E$16*(PV(B70,($E$20-$E$21),-1))/(1+B70)^$E$21))
Untuk memasukkan rumus pada sel C31 hingga sel C70, klik sel C31 kemudian didrag hingga sel C70.
9. Untuk sel E30 : =$E$18
Dengan cara yang sama pada point 8, akan muncul secara otomatis Biaya Investasi pada sel E31 hingga sel E70.
10. Untuk sel G30 : =C30-E30
Dengan cara yang sama pada point 8, akan muncul secara otomatis NPV pada sel G31 hingga sel G70.
11. Untuk sel E74 : =VLOOKUP(E71,G30:H70,2)
12. Untuk sel E75 : =IF(E74=E22,"Investasi Marginal",IF(E74>E22,
"Investasi Layak Dilakukan","Investasi Tidak Layak Dilakukan")) Artinya jika nilai IRR = MARR, maka akan muncul kalimat “Investasi proyek marginal" pada sel E75, sedangkan jika IRR > MARR maka akan muncul kalimat "Investasi layak dilakukan",dan jika nilai IRR < MARR maka akan muncul kalimat "Investasi tidak layak dilakukan”.
4.2.2.9 Output
Lembar ini menampilkan hasil perhitungan analisis kelayakan investasi secara keseluruhan. Semua data yang ada mengacu pada hasil analisis pada setiap lembar yang ada pada program YSQ 6 Spreadsheet.
commit to user
Gambar 4.20 Internal Rate of Return (IRR) YSQ 6 Spreadsheet dalam Kalibrasi Rumus yang digunakan adalah sebagai berikut :
1. Untuk sel D8 : =INPUT!$G$8
2. Untuk sel E14 : ='BIAYA INVESTASI'!E45
3. Untuk sel E17 : =('TARIF MASUK MINIMAL'!O26*
'TARIF MASUK MINIMAL'!E17)+'TARIF MASUK MINIMAL'!Q26 4. Untuk sel E18 : ='TARIF MASUK MINIMAL'!S28
5. Untuk sel E19 : =NPV!E31 6. Untuk sel E20 : =BCR!F31 7. Untuk sel E21 : =IRR!E74
8. Untuk sel E22 : ='TARIF MASUK MINIMAL'!B24 9. Untuk sel I14 : ='BIAYA INVESTASI'!H48
10. Untuk sel I15 : ='BIAYA INVESTASI'!H49 11. Untuk sel G19 : =NPV!E32
12. Untuk sel G20 : =BCR!F32 13. Untuk sel G21 : =IRR!E75
commit to user
4.3 Uji Keandalan dan Kelayakan Investasi Jalan Tol
Uji keandalan dilakukan dengan tujuan untuk memvalidasi hasil analisis pada spreadsheet dengan cara perhitungan secara manual.
4.3.1 Analisis Data
4.3.1.1 Perhitungan Biaya Investasi Proyek
Biaya investasi proyek. terdiri dari biaya langsung (direct cost) dan biaya tidak langsung (indirect cost). Analisis Investasi dilakukan dalam jangka waktu pengembalian kredit yaitu selama 15 tahun berdasarkan pembayaran dengan suku bunga 12% untuk tingkat bunga kredit pra proyek dan suku bunga 12% untuk tingkat suku bunga masa ekonomis proyek (bunga komersil).
P P F
Gambar 4.21 Aliran Biaya Modal Total Biaya Investasi
a. Biaya langsung (direct cost)
· Biaya tanah (land cost)
Biaya pengadaan lahan adalah = Rp 823.600.000.000,00
· Biaya konstruksi
Biaya Konstruksi = Rp 3.162.197.599.000,00 Total biaya langsung= biaya tanah + biaya konstruksi
= Rp 823.600.000.000,00 + Rp 3.162.197.599.000,00
= Rp 3.985.797.599.000,00 b. Biaya tidak langsung (indirect cost)
· Biaya Teknik
= 5% dari besarnya biaya langsung
= 5% x Rp 3.985.797.599.000,00 = Rp 199.289.880.000,00
n = 15 tahun; i = 12%
F A
Masa Konstruksi
commit to user
· Biaya tak terduga
= 5% dari besarnya biaya langsung
= 5% x Rp 3.985.797.599.000,00 = Rp 199.289.880.000,00
= Rp 398.579.759.000,00
· Bunga Modal
= [(Rp 3.985.797.599.000,00 + Rp 398.579.759.000,00)/2] x [(F/A,12%,2) – 2]
= Rp 2.192.188.679.000,00 x (2,12 - 2)
= Rp 2.192.188.679.000,00 x 0,12
= Rp 263.062.641.500,00
Total biaya tak langsung = biaya teknik + biaya tak terduga + bunga modal
= Rp 661.642.400.500,00 Total investasi = biaya langsung + biaya tak langsung
=Rp 3.985.797.599.000,00+ Rp 661.642.400.500,00
=Rp 4.647.440.000.000,00 Pembagian saham untuk:
- Modal sendiri = 30% x Rp 4.647.440.000.000,- = Rp 1.394.232.000.000,- - Modal pinjaman = 70% x Rp 4.647.440.000.000,- = Rp 3.253.208.000.000,- 4.3.2 Analisis Kelayakan Investasi pada Koefisien = 1
4.3.2.1 Pendapatan Proyek Tahunan
Pendapatan proyek diperoleh dari tarif masuk pintu tol tiap kendaraan.
Perhitungan pendapatan proyek adalah sebagai berikut:
Tarif masuk tol = Rp r /Kendaraan/tahun Total kendaraan/ Tahun = 13.544.785/ Tahun
R (pendapatan proyek dari tarif masuk tol) = Rp r x 13.544.785
= Rp 13.544.785 r/tahun 4.3.2.2 Pengeluaran Proyek Tahunan
Proyek menghabiskan biaya Rp 4.647.440.000.000,00. Biaya ini disuplai dari modal pinjaman 70% yakni sebesar Rp 3.253.208.000.000,00 dan modal sendiri 30% yakni sebesar Rp 1.394.232.000.000,00.
commit to user
Pengeluaran proyek terdiri dari biaya operasional dan pemeliharaan, biaya beban bunga modal (baik modal sendiri maupun modal pinjaman), biaya depresiasi, biaya amortalisasi/ pengembalian modal pokok (modal sendiri maupun pinjaman), biaya lain-lain (jika ada) dan pajak perseroan.
Gambar 4.22 Aliran Biaya Tahunan 1. Biaya operasional dan pemeliharaan
Besarnya operasional dan pemeliharaan untuk proyek jalan tol diambil sebesar 10% dari biaya kapital.
BOP = 10% x biaya kapital
= 10% x Rp 4.647.440.000.000,00
= Rp 464.744.000.000,00/ tahun
2. Biaya bunga
Tingkat suku bunga selama umur proyek berbeda dengan bunga selama waktu dari ide sampai pelaksanaan fisik selesai.
Bunga = 12% x biaya kapital
= 12% x Rp 4.647.440.000.000,00
= Rp 557.692.800.000,00
· Untuk biaya bunga modal sendiri = 轐 O.⨸ǁǑ.PǑǑ.ǑǑǑ.ǑǑǑ,ǑǑ
commit to user
· Untuk biaya bunga modal pinjaman
= 轐 ǁ. OP. ⨸Ǒ.ǑǑǑ.ǑǑǑ,ǑǑ
轐 ⨸.P⨸ .⨸⨸Ǒ.ǑǑǑ.ǑǑǑ,ǑǑ 557.692.000.000,00 = Rp 386.020.800.000,00
3. Pengembalian modal (Amortisasi) a. Pengembalian modal sendiri
= Modal sendiri (A/F,i,n)
= Rp 1.430.600.000.000,00 (A/F,12%,15)
= Rp 1.430.600.000.000,00 x 0,0268
= Rp 38.340.080.000,00 b. Pengembalian modal pinjaman
= Modal pinjaman (A/F,i,n)
= Rp 3.216.840.000.000,00 (A/F,12%,15)
= Rp 3.216.840.000.000,00 x 0,0268
= Rp 86.211.312.000,00
4. Depresiasi (penyusutan bangunan)
= Biaya konstruksi (A/F,i,n)
= Rp 3.162.197.599.000,00 (A/F,12%,35)
= Rp 3.162.197.599.000,00 x 0,0023
= Rp 7.273.054.478,00
5. Pajak Perseroan
Besarnya didapat dari prosentase laba kena pajak.
a. Selama pelunasan kredit (n = 1 s/d n = 15)
=15% x (pendapatan kotor tahunan - biaya operasional - depresiasi - amortisasi - biaya bunga modal pinjaman)
=15% x [Rp 13.544.785 r – Rp 464.744.000.000,00 - Rp 7.273.054.478,00 - (Rp 38.340.080.000,00+Rp 86.211.312.000,00) – Rp 386.020.800.000,00]
= Rp 2.031.717,75 r – Rp 146.297.428.800,00
commit to user b. Selama umur ekonomis (n = 16 s/d n = 35)
=15% x (pendapatan kotor tahunan – biaya operasional – depresiasi)
=15% x [Rp 13.544.785 r – Rp 464.744.000.000,00 – Rp 7.273.054.478,00]
= Rp 2.031.717,75 r – Rp 70.802.558.170,00 Total pengeluaran tahunan :
= biaya operasional dan pemeliharaan + biaya bunga modal + amortisasi + depresiasi + pajak perseroan
= Rp 464.744.000.000,00 + Rp 557.692.800.000,00 + (Rp 38.340.080.000,00 + Rp 86.211.312.000,00) + Rp 7.273.054.478,00 + (Rp 2031717,75 r -
Rp 146.297.428.800,00)
= Rp 2.031.717,75 r + Rp 1.007.963.818.000,00
4.3.2.3 Perhitungan Tarif Masuk Minimal
Tarif masuk minimal diperoleh jika pendapatan = pengeluaran.
Pendapatan (Y) = Pengeluaran (X)
Rp 13.544.785 r = Rp 2.031.717,75 r + Rp 1.007.963.818.000,00 Rp 11.513.067,25r = Rp 1.007.963.818.000,00
r = Rp 87.549,55/kend/tahun
Jadi tarif masuk minimal adalah sebesar Rp 87.549,55/kendaraan/tahun.
Dengan demikian maka pendapatan kotor per tahun:
= 13.544.785 x Rp 87.549,55
= Rp 1.185.839.832.000,00/tahun
commit to user
Tabel 4.2 Rekapitulasi Pendapatan & Pengeluaran Tahunan dengan R = r
Rekapitulasi Pendapatan & Pengeluaran Tahunan Nilai Nilai dengan
R = Rp87.549,55 Pendapatan Kotor Tahunan
Pengeluaran Tahunan
1. Biaya Operasional & Pemeliharaan 2. Pengembalian Modal Sendiri 3. Biaya Bunga Modal Sendiri 4. Pengembalian Modal Pinjaman 5. Biaya Bunga Modal Pinjaman 6. Depresiasi
7. Pajak Perseroan th ke-1 s/d ke-15 8. Pajak Perseroan th ke-16 s/d ke-35
Rp 13.544.785 r Rp 7.273.054.478,00,00
Rp 2.031.717,75 r – Rp 146.297.428.800,00 Rp 2.031.717,75 r – Rp 70.802.558.170,00
Rp 1.185.839.832.000,00
4.3.2.4 Analisis Penilaian Kelayakan Investasi A. Analisis Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value)
Umur Ekonomis = 35 tahun
Pengembalian Kredit (n) = 15 tahun
Suku bunga (i) = 12%
· Pendapatan
Pendapatan Kotor Tahunan = Rp 1.185.839.832.000,00/tahun Nilai sekarang = Pendapatan Tahunan (P/A,i,n)
= Rp 1.185.839.832.000,00 (P/A,12%,35)
= Rp 1.185.839.832.000,00 (8,1755)
= Rp 9.694.833.546.516,00
· Pengeluaran
a. Pengeluaran Tahunan + Investasi (dari tahun ke-1 hingga ke-15)
= Rp 464.744.000.000,00 + Rp 38.340.080.000,00 + Rp 171.672.000.000,00 + Rp 86.211.312.000,00 + Rp 386.020.800.000,00 + Rp 7.273.054.478,00 +
commit to user Rp 31.578.545.940,00
= Rp 1.185.839.792.418,00
Nilai sekarang = Pengeluaran Tahunan (P/A,i,n)
= Rp 1.185.839.792.418,00 (P/A,12%,15)
= Rp 1.185.839.792.418,00 (6,8109)
= Rp 8.076.636.242.180,00
b. Pengeluaran Tahunan (dari tahun ke-16 hingga ke-35)
= Rp 464.744.000.000,00 + Rp 7.273.054.478,00 + Rp 107.073.416.600,00
= Rp 579.090.471.100,00/ tahun
Nilai sekarang = Rp 579.090.471.100,00 (P/A, 12%, 20)
= Rp 579.090.471.100,00 (7,4694)
= Rp 4.325.458.365.000,00
= Rp 4.325.458.365.000,00 (P/F, 12%, 15)
= Rp 4.325.458.365.000,00 (0,1827)
= Rp 790.261.243.200,00
Nilai NPV investasi adalah :
NPV = nilai sekarang pendapatan – nilai sekarang biaya (pengeluaran) NPV = PWB – PWC
= Rp 9.694.833.546.516,00 – (Rp 8.076.636.242.180,00 + Rp 790.261.243.200,00)
= Rp 9.694.833.546.516,00 – Rp 8.866.897.485.000,00
= Rp 827.936.061.000,00
Karena NPV = Rp 827.936.061.000,00 > 0, maka investasi tersebut layak.
commit to user
B. Analisis Perbandingan Pendapatan dan Pengeluaran (Benefit Cost Ratio) Nilai BCR berdasarkan sistem bunga tetap adalah :
BCR = PWB/PWC
= Rp 9.694.833.546.516,00/ Rp 8.866.897.485.000,00
= 1,0934 > 1
Karena nilai B/C >1 maka proyek layak dikerjakan karena nilai pendapatan lebih besar dari nilai biaya yang dikeluarkan.
C. Analisis Tingkat Kembali Internal (Internal Rate of Return) Pendapatan Tahunan = Rp 1.185.839.832.000,00/ tahun Pengeluaran Tahunan A (dari tahun ke-1 hingga ke-15)
= Rp 464.744.000.000,00 + Rp 7.273.054.478,00 + Rp 31.578.545.940,00
= Rp 503.595.600.400,00/ tahun Pengeluaran Tahunan B (dari tahun ke-16 hingga ke-35)
= Rp464.744.000.000 + Rp 7.273.054.478,00 + Rp 107.073.416.600,00
= Rp 579.090.471.100,00/ tahun
Nilai investasi = Rp4.647.440.000.000 Nilai investasi sekarang (I) = biaya modal (F/P,i,n)
= biaya modal (F/P,12%,2)
= Rp4.647.440.000.000 (1,2544)
= Rp5.829.748.736.000
Umur Ekonomis = 35 tahun
Pengembalian Kredit (n) = 15 tahun
MARR (i) = 12%
commit to user
IRR akan diperoleh saat NPV = 0, maka perlu dicari NPV dengan i yang berbeda untuk mendapatkan NPV mendekati nol.
NPV(0) = PWR – PWC – I
= Pendapatan Tahunan (P/A,i %,35) – Pengeluaran Tahunan A (P/A,i %,15) – Pengeluaran Tahunan B (P/A,i %,20) (P/F,i %,15) – I
Jika i = 11%
NPV :
= Rp 1.185.839.832.000,00 (P/A,11%,35) - Rp 503.595.600.400,00 (P/A,11%,15) - Rp 579.090.471.100,00 (P/A,11%,20) (P/F,11%,15) - Rp5.829.748.736.000,00
= Rp 1.185.839.832.000,00 (8,855) - Rp 503.595.600.400,00 (7,191) - Rp 579.090.471.100,00 (7,963) (0,209) - Rp5.829.748.736.000,00
= Rp 85.745.852.817,00
Jika i = 12%
NPV :
= Rp 1.185.839.832.000,00 (P/A,12%,35) - Rp 503.595.600.400,00 (P/A,12%,15) - Rp 579.090.471.100,00 (P/A,12%,20) (P/F,12%,15) - Rp5.829.748.736.000,00
= Rp 1.185.839.832.000,00 (8,176) - Rp 503.595.600.400,00 (6,811) - Rp 579.090.471.100,00 (7,469) (0,1827) - Rp5.829.748.736.000,00
= -Rp 354.530.827.216,00
NPV = 0 berada antara i = 11% dengan i = 12%, selanjutnya dengan metode interpolasi akan diperoleh nilai IRR, yaitu :
commit to user
4.3.3 Analisis Kelayakan Investasi pada Koefisien R = 1,1r 4.3.3.1 Pendapatan Proyek Tahunan
Pendapatan proyek diperoleh dari tarif masuk pintu tol tiap kendaraan.
Tarif masuk tol = Rp r / Kendaraan/ tahun Total kendaraan/ Tahun = 13.544.785/ Tahun
R (pendapatan proyek dari tarif masuk tol) = Rp r x 13.544.785
= Rp 13.544.785 r/ tahun
4.3.3.2 Pengeluaran Proyek Tahunan
Besar pengeluaran pokok sama dengan analisis pada sub bab 4.3.2.2 yakni : Rp 2.031.717,75 r + Rp 1.007.963.818.000,00
4.3.3.3 Perhitungan Tarif Masuk Minimal
Tarif masuk minimal diperoleh jika pendapatan = pengeluaran.
Pendapatan (Y) = Pengeluaran (X)
Rp 13.544.785 r = Rp 2.031.717,75 r + Rp 1.007.963.818.000,00 Rp 11.513.067,25r = Rp 1.007.963.818.000,00
r = Rp 87.549,55/ kend/ tahun
commit to user
Setelah dilakukan analisis dengan nilai r = Rp 87.549,55/kend/tahun, hasilnya adalah kelayakan investasi proyek berada dalam batas tidak layak bila dilihat dari IRR-nya. Agar proyek menjadi layak, maka perlu dilakukan penyesuaian terhadap nilai R.
Dengan koefisien nilai R menjadi 1,1r maka tarif masuk tol menjadi : R = 1,1 x Rp 87.549,55/ kend/ tahun
= Rp 96.304,5/ kend/ tahun
Tabel 4.3 Rekapitulasi Pendapatan & Pengeluaran Tahunan dengan R = 1,1r
Rekapitulasi Pendapatan & Pengeluaran Tahunan Nilai Nilai dengan
R = Rp 96.304,5 Pendapatan Kotor Tahunan
Pengeluaran Tahunan
1.Biaya Operasional & Pemeliharaan 2.Pengembalian Modal Sendiri 3.Biaya Bunga Modal Sendiri 4.Pengembalian Modal Pinjaman 5.Biaya Bunga Modal Pinjaman 6.Depresiasi
7.Pajak Perseroan th ke-1 s/d ke-15 8.Pajak Perseroan th ke-16 s/d ke-35
Rp 13.544.785 r Rp 7.273.054.478,00,00
Rp 2.031.717,75 r – Rp 146.297.428.800,00 Rp 2.031.717,75 r – Rp 70.802.558.170,00
Rp 1.304.423.747.000,00
4.3.3.4 Analisis Penilaian Kelayakan Investasi A. Analisis Nilai Sekarang Bersih (Net Present Value)
Umur Ekonomis = 35 tahun
Pengembalian Kredit (n) = 15 tahun
Suku bunga (i) = 12%
· Pendapatan
Pendapatan Kotor Tahunan = Rp 1.304.423.747.000,00/ tahun Nilai sekarang = Pendapatan Tahunan (P/A,i,n)
commit to user
= Rp 1.304.423.747.000,00 (P/A,12%,35)
= Rp 1.304.423.747.000,00 (8,1755)
= Rp 10.664.316.343.599,00
· Pengeluaran
a. Pengeluaran Tahunan + Investasi (dari tahun ke-1 hingga ke-15)
= Rp 464.744.000.000,00 + Rp 38.340.080.000,00 + Rp 171.672.000.000,00 + Rp 86.211.312.000,00 + Rp 386.020.800.000,00 + Rp 7.273.054.478,00 +
Rp 49.366.133.260,00
= Rp 1.203.627.379.738,00
Nilai sekarang = Pengeluaran Tahunan (P/A,i,n)
= Rp 1.203.627.379.738,00 (P/A,12%,15)
= Rp 1.203.627.379.738,00 (6,8109)
= Rp 8.197.785.720.658,00
b. Pengeluaran Tahunan (dari tahun ke-16 hingga ke-35)
= Rp 464.744.000.000,00 + Rp 7.273.054.478,00 + Rp 124.861.003.900,00
= Rp 596.878.058.378,00/ tahun
Nilai sekarang = Rp 596.878.058.378,00 (P/A, 12%, 20)
= Rp 596.878.058.378,00 (7,4694)
= Rp 4.458.320.969.249,00
= Rp 4.458.320.969.249,00 (P/F, 12%, 15)
= Rp 4.458.320.969.249,00 (0,1827)
= Rp 814.535.241.082,00
commit to user Nilai NPV investasi adalah :
NPV = nilai sekarang pendapatan – nilai sekarang biaya (pengeluaran) NPV = PWB – PWC
= Rp 10.664.316.343.599,00 – (Rp 8.197.785.720.658,00 + Rp 814.535.241.082,00)
= Rp 10.664.316.343.599,00 – Rp 9.012.320.961.000,00
= Rp 1.651.995.379.000,00
Karena NPV = Rp 1.651.995.379.000,00 > 0, maka investasi tersebut layak.
B. Analisis Perbandingan Pendapatan dan Pengeluaran (Benefit Cost Ratio) Nilai BCR berdasarkan sistem bunga tetap adalah :
BCR = PWB/PWC
= Rp 10.664.316.343.599,00/ Rp 9.012.320.961.000,00
= 1,183 > 1
Karena nilai B/C >1 maka proyek layak dikerjakan karena nilai pendapatan lebih besar dari nilai biaya yang dikeluarkan.
C. Analisis Tingkat Kembali Internal (Internal Rate of Return) Pendapatan Tahunan = Rp 1.304.423.747.000,00/ tahun Pengeluaran Tahunan A (dari tahun ke-1 hingga ke-15)
= Rp 464.744.000.000,00 + Rp 7.273.054.478,00 + Rp 49.366.133.260,00
= Rp 521.383.187.738,00/ tahun Pengeluaran Tahunan B (dari tahun ke-16 hingga ke-35)
= Rp464.744.000.000 + Rp 7.273.054.478,00 + Rp 124.861.003.900,00
= Rp 596.878.058.378,00/ tahun
commit to user Nilai investasi = Rp4.647.440.000.000 Nilai investasi sekarang (I) = biaya modal (F/P,i,n)
= biaya modal (F/P,12%,2)
= Rp4.647.440.000.000 (1,2544)
= Rp5.829.748.736.000
Umur Ekonomis = 35 tahun
Pengembalian Kredit (n) = 15 tahun
MARR (i) = 12%
IRR akan diperoleh saat NPV = 0, maka perlu dicari NPV dengan i yang berbeda untuk mendapatkan NPV mendekati nol.
NPV(0) = PWR – PWC – I
= Pendapatan Tahunan (P/A,i %,35) – Pengeluaran Tahunan A (P/A,i %,15) – Pengeluaran Tahunan B (P/A,i %,20) (P/F,i %,15) – I
Jika i = 13%
NPV :
= Rp 1.304.423.747.000,00 (P/A,13%,35) - Rp 521.383.187.738,00 (P/A,13%,15) - Rp 596.878.058.378,00 (P/A,13%,20) (P/F,13%,15) - Rp5.829.748.736.000,00
= Rp 1.304.423.747.000,00 (7,586) - Rp 521.383.187.738,00 (6,462) - Rp 596.878.058.378,00 (7,025) (0,1599) - Rp5.829.748.736.000,00
= Rp 25.960.018.798,00
commit to user Jika i = 14%
NPV :
= Rp 1.304.423.747.000,00 (P/A,14%,35) - Rp 521.383.187.738,00 (P/A,14%,15) - Rp 596.878.058.378,00 (P/A,14%,20) (P/F,14%,15) - Rp5.829.748.736.000,00
= Rp 1.304.423.747.000,00 (7,070) - Rp 521.383.187.738,00 (6,142) - Rp 596.878.058.378,00 (6,623) (0,1401) - Rp5.829.748.736.000,00
= -Rp 363.640.969.424,00
NPV = 0 berada antara i = 13% dengan i = 14%, selanjutnya dengan metode interpolasi akan diperoleh nilai IRR, yaitu :
)
Karena IRR > MARR (13,067% > 12%), maka investasi proyek tersebut layak.
4.3.4 Tarif Masuk Minimal
Tarif masuk minimal tiap kendaraan adalah :
Banyak kendaaraan per tahun = 13.544.785 kendaraan
Banyak kendaraan per hari = 13.544.785/365 = 37.109/hari Tarif masuk minimal/kend/tahun = Rp 96.304,5
Tarif masuk minimal/kend = Rp 96.304,5/365 = Rp 263,85/kend
commit to user
4.3.5 Pembahasan Hasil Perhitungan YSQ 6 Spreadsheet
Setelah menjalankan program YSQ 6 Spreadsheet, diperoleh perbandingan hasil dengan perhitungan manual sebagai berikut :
Tabel 4.4 Rekapitulasi Hasil Perhitungan YSQ 6 Spreadsheet
Jenis Analisis
Hasil dengan Cara Perhitungan
Program YSQ 6 Kesimpulan Perhitungan Manual Kesimpulan
Biaya Investasi Rp 4.647.440.000.434,00 - Rp 4.647.440.000.000,00 -
AKI, R = r
NPV Rp 827.242.146.535,03
Layak
(*MARR yang berlaku sebesar 12%)
Tabel 4.4 menunjukkan bahwa hasil perhitungan YSQ 6 Spreadsheet valid.
Adanya perbedaan dengan perhitungan manual, dikarenakan perbedaan dalam pembulatan bilangan.
commit to user
Untuk menguji tingkat sensitivitas program dalam hubungan antara jumlah kendaraan yang lewat dengan tarif masuk tol minimal
input yang bervariasi pada kolom “Jumlah Kendaraan yang Lewat” seh diperoleh juga tarif masuk minimal yang bervariasi seperti yang ditunjukkan pada grafik berikut:
Grafik 4.1 Grafik Hubungan Tarif Masuk Tol Minimal Terhadap Jumlah
Grafik 4.1 menunjukkan kevaliditasan lembar kerja karena sesuai perhitungan manual dimana
tinggi tarif masuk tol minimal, sedangkan jika jumlah kendaraan yang lewat semakin banyak maka tarif masuk tol minimal semakin rendah.
Rp 0,00
Tarif Masuk Tol Minimal per Kendaraan
Untuk menguji tingkat sensitivitas program dalam hubungan antara jumlah kendaraan yang lewat dengan tarif masuk tol minimal, maka dilakukan pengisian input yang bervariasi pada kolom “Jumlah Kendaraan yang Lewat” seh diperoleh juga tarif masuk minimal yang bervariasi seperti yang ditunjukkan pada
Grafik Hubungan Tarif Masuk Tol Minimal Terhadap Jumlah Kendaraan yang Lewat
Grafik 4.1 menunjukkan kevaliditasan lembar kerja karena sesuai
l dimana semakin sedikit kendaraan yang lewat maka semakin tinggi tarif masuk tol minimal, sedangkan jika jumlah kendaraan yang lewat semakin banyak maka tarif masuk tol minimal semakin rendah.
200 300 400 500 600 700 800 900
Volume Kendaraan Lewat per Hari
Untuk menguji tingkat sensitivitas program dalam hubungan antara jumlah maka dilakukan pengisian input yang bervariasi pada kolom “Jumlah Kendaraan yang Lewat” sehingga diperoleh juga tarif masuk minimal yang bervariasi seperti yang ditunjukkan pada
Grafik Hubungan Tarif Masuk Tol Minimal Terhadap Jumlah
dengan semakin sedikit kendaraan yang lewat maka semakin tinggi tarif masuk tol minimal, sedangkan jika jumlah kendaraan yang lewat
1000
commit to user 67
BAB 5
KESIMPULAN DAN SARAN
5.1 Kesimpulan
Berdasarkan uraian pada bab sebelumnya, diperoleh kesimpulan :
1. YSQ 6 Spreadsheet berhasil dibuat pada MS. Excel 2007 dengan menggunakan formula yang tersedia pada program dan tidak merubah bahasa pemrograman yang ada. Program ini terdiri dari 9 lembar kerja yaitu lembar Menu, Input, Biaya Investasi, Nilai Sewa Minimal, Pendapatan Tahunan, NPV, BCR, IRR, dan Output. YSQ 6 Spreadsheet untuk menghitung kelayakan proyek diuji keandalannya dengan perhitungan secara manual.
2. Perhitungan YSQ 6 Spreadsheet lebih akurat dibandingkan dengan perhitungan manual karena pada perhitungan manual, untuk angka Faktor Bunga Majemuk (FBM), dibulatkan sampai 4 digit di belakang koma sedangkan pada YSQ 6 Spreadsheet tidak ada pembulatan angka FBM.
Kelemahan YSQ 6 Spreadsheet hanya mampu menganalisis kelayakan proyek jalan tol dengan koefisien pengali tarif masuk tol hingga maksimal 6,1 yang artinya jika menggunakan koefisien di atas 6,1 maka hasil analisis untuk IRR tidak terdefinisi.
commit to user
5.2 Saran
1. Penelitian selanjutnya dapat menambahkan fasilitas pendukung serta penentuan harga minimalnya untuk analisis kelayakan investasi proyek jalan tol.
2. Penelitian selanjutnya dapat membuat spreadsheet yang lebih terperinci dan akurat, baik dalam tampilan maupun hasilnya.
3. Penelitian selanjutnya dapat menggunakan rumus/ formula yang lebih kompleks untuk meningkatkan akurasi perhitungan, khususnya untuk angka di belakang koma dalam perhitungan interpolasi.
4. Penelitian selanjutnya dapat mengembangkan perhitungan kelayakan investasi menggunakan bahasa pemrograman seperti visual basic karena pada penelitian ini murni hanya menggunakan rumus yang disediakan dalam MS Excel tanpa merubah bahasa pemrogramannya.
5. Penelitian selanjutnya dapat membuat spreadsheet untuk analisis kelayakan investasi proyek lainnya.