BAB II KAJIAN PUSTAKA
2.1.3. Media Internet
2.1.3.2. Internet Sebagai Media Komunikasi
Melakukan komunikasi menggunakan internet, beberapa literatur membedakannya menjadi dua jenis komunikasi yaitu, asynchronous dan
synchronous communication serta on line broadcast communications.
Asynchronous communication adalah komunikasi melalui media internet dengan pengirim dan penyampai pesan dalam berinteraksi tidak berada pada kedudukan tempat dan waktu yang sama, namun pesan tetap sampai pada tujuan/sasaran (penerima). Jenis komunikasi ini diwakili oleh fasilitas
electronic mail. Dalam melakukan komunikasi melalui e-mail antara
pengirim pesan dengan penerima pesan kemungkinan besar tidak berada pada tempat dan waktu yang bersamaan. Pesan yang dikirim harus melalui suatu rute transmisi sebelum sampai pada alamat penerima. Dengan demikian pesan tidak langsung sampai tapi mengalami jeda waktu yang relatif singkat dengan ukuran maksimal dalam ukuran jam. Sedangkan synchronous communication adalah komunikasi melalui internet dengan interaksi yang bersamaan waktunya. Jenis komunikasi bermedia internet ini diwakili oleh fasilitas Internet Relay Chat. Komunikasi ini menggunakan kata-kata sebagai pesan
yang disampaikan dan diterima seketika seolah-olah sebagai percakapan dan sama dengan komunikasi interpersonal.
Media internet sekarang digemari oleh masyarakat karena melalui media internet masyarakat bisa mencari informasi yang mereka butuhkan dan melalui internet juga kita juga bisa menjalin hubungan dengan teman atau kerabat yang jauh sehingga pada jaman sekarang manusia sangat membutuhkan media internet sebagai penyambung informasi yang mereka butuhkan. Aktivitas paling padat dalam dunia maya adalah gagasan membangun pemerintahan maya dengan menggunakan konsep office, e-confrence, e-maol, e-fax, e-file, dan sebagainya serta melakukan aktivitas komersial sebagai konsekuensi lain perkembangan market dalam masyarakat maya. Salah satu hal yang memacu gagasan membangun e-goverment adalah kemampuan teknologi Internet membangun jaringan – jaringan intra maupun antar server, baik dalam lokal-lokal sebuah perusahaan maupun server-server yang dikoneksikan antar perusahaan satu dengan perusahaan lainnya (Bungin, 2006: 174-175)
On line broadcast communication merupakan istilah komunikasi yang dilakukan melalui fasilitas web. Meskipun bentuknya berbeda dengan materi dan fisik media broadcast klasik lainnya, namun web memiliki syarat untuk menjadi media massa yaitu memiliki unsur universalitas dan periodisasi. Perbedaan komunikasi bermedia internet dengan tipe komunikasi lainnya adalah komunikasi on line bersifat tidak tetap dan sesaat serta fleksibel artinya secara mudah dapat berinterkasi dengan user lain pada waktu tertentu, kemudian pada lain waktu tidak pernah berhubungan lagi. Sedangkan tipe komunikasi selain on line adalah memerlukan pertemuan dan kehadiran
secara fisik, yang memungkinkan terjadinya perjumpaan secara kontinyu atau berkelanjutan. (http://edwi.dosen.upnyk.ac.id/Internet as media.pdf)
Dalam hal hubungan dengan luar negeri, dengan konsep e-goverment ini akan memudahkan para pimpinan dunia bertemu dalam waktu yang sangat cepat serta sangat efisien, karena kepala-kepala negara tersebut tidak perlu bertemu secara nyata, karena mereka dapat menggunakan fasilitas yang dapat membuat mereka bertemu dalam sebuah tempat (maya). Gagasan ini akan menghemat dana bermiliar-miliar dollar Amerika untuk kunjungan luar negeri yang selama ini dilakukan oleh pejabat-pejabat negara dan kepala pemerintahan di dunia, dana tersebut dapat digunakan untuk meningkatkan devisa negara-negara di dunia serta dapat meningkatkan efisiensi kerja yang sangat signifikan bagi kepala – kepala pemerintahan di dunia untuk mempercepat membangun masa depan kesejahteraan negaranya.
Selain aplikasi tersebut, dalam internet berkembang berbagai program lain yang intinya menjadi aplikasi komunikasi antar sesama masyarakat maya. Terutama yang ada hubungan dengan hubungan-hubungan transaksional mereka satu sama lainnya.
1. E-commerce
E-commerce digunakan untuk mendukung kegiatan pembelian dan penjualan, pemasaran produk, jasa dan informasi melalui internet atau extranet. E-commerce umumnya dikelompokkan menjadi dua buah kategori yakni business to business (B2B) dan business to consumer (B2C). pada perkembangan terakhir juga muncul jenis hubungan yang disebut consumer to consumer (C2C) dan consumer to business (C2B).
Pada perkembangan terakhir juga muncul jenis hubungan yang disebut consumer to consumer (C2C) dan consumer to business (C2B).
2. E-intermediary
Sehubungan dengan penggunaan E-commerce untuk mendukung perdagangan melalui internet, muncul pula perantara yang berbasis internet dan dikenal dengan sebutan e-intermediary (Ebert dan Griffin dalam Kadir, 2003:384).
3. Teknologi Web
Internet dioperasikan antara lain melalui aplikasi web. Sehingga seseorang bisa memiliki sebuah ruang dalam dunia maya. Web ini diibaratkan seperti rumah seseorang yang dapat ditempati sendiri atau ditempati bersama-sama dengan orang lain. Dengan memiliki web berarti seseorang memiliki alamat di internet. Dari sisi teknologi yang digunakan untuk membentuk web, terdapat dua macam pengelompokkan yaitu teknologi pada sisi klien (client-side technology) dan teknologi pada sisi server (server side technology). Dalam aplikasinya, klien dan server berinteraksi dengan kewajiban mereka masing-masing.
Dalam banyak hal controlling, penjenjangan karier, pelaporan, pengarsipan dan aktivitas e-goverment telah dilakukan di berbagai kantor dan kegiatan pemerintahan lainnya, sedangkan di dalam dunia komersial, semua aktivitas dapat dilakukan dalam dunia maya. Seperti pasar, pembeli, pialang, nasabah dapat dilakukan dalam dunia maya dengan konsep – konsep tanpa batas. (Bungin, 2006: 176)
Dewasa ini internet telah menjadi media yang diperhitungkan untuk iklan dan promosi. Sebagian besar perusahaan saat ini telah memiliki situs
web atau website sebagai media promosi dan komunikasi dengan konsumen. Internet membantu perusahaan dalam membangun hubungan merek yang lebih kuat dengan konsumen, karyawan serta berbagai pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya melalui kekuatan komunikasi dua arah. Banyak perusahaan yang terdorong untuk memberikan perhatian lebih besar kepada internet seiring dengan semakin meningkatnya tuntutan konsumen untuk melakukan komunikasi dua arah. Tuntutan konsumen terkadang menimbulkan masalah bagi perusahaan yaitu bagaimana mengatasi dan mengelola komunikasi dua arah ini, salah satunya yang ada pada www.jawapos.co.id, sebuah situs dari media massa Jawa Pos yang berisi ringkasan dari media cetak tersebut, selain itu dalam situs www.jawapos.co.id memuat banyak berita tentang politik, sosial ataupun yang berkaitan dengan masalah sosial yang terjadi sekarang.
Perusahaan dapat menggunakan website untuk mendapatkan data pelanggan dengan cara menawarkan sampel produk gratis kepada mereka yang bersedia mengirimkan data dirinya seperti nama, alamat, e-mail, dan sebagainya kepada perusahaan. Untuk lebih menarik pengunjung, perusahaan dapat menyediakan artikel mengenai berbagai informasi atau tips yang terkait dengan produk yang ditawarkan.