METODOLOGI PENELITIAN
TAMAN PENDIDIKAN AL- QUR’AN (TPQ) A - SA’ADAH
B. Pengaruh Bimbingan Orang Tua Terhadap Kemampuan Membaca al-
4. Interpretasi Data
Setelah diketahui, untuk mengetahui hubungan antara dua variabel yang diteliti, penulis mengacu pada tingkat koefisien korelasi sebagai berikut:
Tabel 4.33 Interpretasi Data
Besarnya “r” Poduct Moment (rxy) Interpretasi
0,00 – 0,20 Sangat rendah
0,20 – 0,40 Rendah
0,40 – 0,70 Sedang/Cukup
0,70 – 0,90 Tinggi
0,90 – 1,00 Sangat tinggi
Berdasarkan hasil data dari , maka penulis akan memberikan interpretasi data dengan menggunakan perhitungan di atas terhadap angka korelasi Product Moment melalui dua cara, yaitu:
a. Interpretasi dengan cara sederhana, interpretasi terhadap dari perhitungan di atas ternyata angka korelasi antara variabel X dan variabel Y tidak bertanda negatif, berarti di antara kedua variabel tersebut terdapat korelasi positif (korelasi yang berjalan searah). Dengan memperhatikan besarnya (yaitu 0,609), yang berkisar antara 0,40-0,70 berarti korelasi positif antara variabel X dan variabel Y termasuk korelasi positif dalam kategori sedang/cukup.
b. Interpretasi dengan menggunakan tabel nilai Product Moment
rumusan hipotesa kerja/alternatif (Ha) dan hipotesa nihil (Ho) yang penulis ajukan di awal adalah:
Ha : Terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua terhadap kemampuan membaca al-Qur’an anak di TPQ As-Sa’adah Ciputat
Ho : Tidak terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua terhadap kemampuan membaca al-Qur’an anak di TPQ As-Sa’adah Ciputat
Adapun kriteria pengajuannya adalah jika > , maka Ha diterima dan Ho ditolak.
Selanjutnya untuk mengetahui apakah ada hubungan positif yang signifikan atau tidak antara variabel X dan variabel Y, maka r hasil perhitungan dibandingkan dengan . Dan sebelum membandingkannya, maka terlebih dahulu dicari derajat kebebasannya atau df (degree of freedom) dengan menggunakan rumus:
df = N – nr = 60 – 2 = 58
Dengan df sebesar 58 diperoleh pada taraf signifikan 5% sebesar 0,254 sedangkan pada taraf signifikan 1% diperoleh sebesar 0,214. Ternyata (0,609) jumlahnya lebih besar dari pada yang besarnya 0,254 dan 0,214. Karena lebih besar dari , maka hipotesa alternatif (Ha) diterima dan Ho ditolak. Ini berarti untuk taraf signifikansi 5% dan 1% terdapat korelasi atau pengaruh positif yang signifikan antara 2 variabel yang diuji atau dengan kata lain bahwa kemampuan membaca al-Qur’an anak di TPQ As-Sa’adah Ciputat dipengaruhi oleh bimbingan orang tua mereka.
Untuk mengetahui seberapa besar kontribusi bimbingan orang tua terhadap kemampuan membaca al-Qur’an anak, maka digunakan rumus sebagai berikut:
KD = r² x 100% = 0,609² x 100% = 37,08%
Dari perhitungan diperoleh hasil KD sebesar 37,08% maka dapat diketahui bahwa bimbingan orang tua yang dilaksanakan di TPQ As-Sa’adah Ciputat dalam mempengaruhi kemampuan membaca al-Qur’an anak sebesar 37,08% dan ini berarti 62,92% dipengaruhi oleh faktor-faktor lain.
Berdasarkan perhitungan korelasi product moment antara variabel X dan variabel Y didapatkan angka sebesar 0,609, angka ini menunjukkan bahwa adanya korelasi antara bimbingan orang tua dan kemampuan membaca
al-Qur’an anak. Nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,609 > 0,254) ini
berarti hipotesis alternatif diterima, artinya ada hubungan yang positif antara bimbingan orang tua dan kemampuan membaca al-Qur’an anak.
5. Pembahasan
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor bimbingan orang tua yang dilaksanakan di masjid TPQ As-Sa’adah diperoleh sebesar 74,88 dan untuk skor kemampuan membaca al-Qur’an anak diperoleh rata-rata sebesar 70,53, ini menunjukkan bahwa skor bimbingan orang tua yang baik akan memberikan dampak yang positif terhadap kemampuan membaca al-Qur’an anak.
Dari perhitungan diperoleh sebesar 0,609, hasil lebih besar dari yaitu 0,254 artinya terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua dan kemampuan membaca al-Qur’an anak. Apabila hasil tersebut diinterpretasikan secara sederhana dengan mencocokkan hasil perhitungan dengan angka indeks korelasi r product moment, ternyata besarnya yang diperoleh terletak antara 0,40-0,70, ini menunjukkan antara variabel X dan variabel Y terdapat korelasi yang sedang/cukup. Hal ini berarti anak yang dibimbing secara efektif oleh tuanya dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an anak.
Kontribusi dari hasil korelasi yang didapatkan sebesar 37,08%. Artinya, salah satu faktor yang mempengaruhi kemampuan membaca
Berdasarkan jawaban hipotesis, maka dapat dinyatakan bahwa Ha (Hipotesis alternatif) diterima dan Ho (Hipotesis nihil) ditolak karena r hitung lebih besar dari r tabel (0,609 > 0,254), artinya terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua dan kemampuan membaca al-Qur’an anak.
Setelah dihitung besarnya koefisien determinasi maka didapatkan hasil sebesar 37,08%, artinya sebesar 37,08% tingkat kemampuan anak membaca
al-Qur’an didukung oleh bimbingan orang tua dan 62,92% didukung oleh
faktor-faktor yang lain. Jadi dapat diketahui bahwa bimbingan orang tua mempunyai hubungan positif yang signifikan terhadap kemampuan membaca
70
A. Kesimpulan
Berdasarkan penelitian yang dilakukan di Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) As-Sa’adah Ciputat mengenai pengaruh bimbingan orang tua terhadap kemampuan membaca al-Qur’an anak, dapat disimpulkan bahwa:
1. Bentuk pelaksanaan bimbingan yang diberikan orang tua dalam meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an anak sudah cukup baik, terbukti dari jumlah rata-rata penyebaran angket bimbingan orang tua sebesar 74,88 yang berada pada rentang nilai 61-90 yang dikategorikan baik.
2. Kemampuan membaca al-Qur’an anak di Taman Pendidikan al-Qur’an (TPQ) As-Sa’adah Ciputat memperoleh hasil 70,53 yang berada pada rentang nilai 61-90.
3. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara bimbingan orang tua dengan kemampuan membaca
al-Qur’an anak di TPQ As- Sa’adah Ciputat. Terbukti dengan hasil perolehan
korelasi sebesar 0,609. Nilai r hitung lebih besar dari r tabel (0,609> 0,254) maka Ha (hipotesis alternatif) diterima, ini berarti terdapat hubungan yang positif antara bimbingan orang tua dan kemampuan membaca al-Qur’an anak. Nilai r hitung berkisar antara 0,40-0,70 berarti korelasi positif antara variabel X (bimbingan orang tua) dan variabel Y (kemampuan membaca al-Qur’an anak) itu termasuk korelasi positif yang tingggi. Jadi antara bimbingan orang tua dan kemampuan membaca
al-Qur’an anak memiliki korelasi positif yang tinggi. Setelah menghitung
koefisien determinasi, diketahui bahwa bimbingan orang tua mempunyai kontribusi sebesar 37,08% dalam mempengaruhi kemampuan membaca
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian ini, maka penulis memberikan saran sebagai berikut:
1. Bagi orang tua, hendaknya dapat memberikan perhatian serta bantuan berupa bimbingan membaca al-Qur’an, agar anak memiliki motivasi dan percaya diri untuk dapat meningkatkan kemampuan membaca al-Qur’an. 2. Bagi anak diharapkan untuk lebih giat lagi dalam belajar membaca
al-Qur’an agar kemampuan membaca al-Qur’annya dapat lebih meningkat,
baik dalam kelancaran membacanya maupun dalam pelafalan makhroj hurufnya.
3. Para guru hendaknya dapat membantu mengembangkan kemampuan anak dalam membaca al-Qur’an, agar anak memiliki kemampuan melafalkan bacaan al-Qur’an yang baik sesuai dengan makhorijul hurufnya.
68