• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tanel 4.1 Luas Wilayah Menurut Kecamatan, Tanah Sawah dan Tanah Kering Kabupaten Klaten Tahun 2009 (Ha)

D. Karakteristik Responden

6. Interpretasi Ekonomi

a) Pengaruh Luas Lahan terhadap Jumlah Produksi Tebu

Niliai koefisien regresi variabel luas lahan 444,3964 menyatakan bahwa apabila variabel luas lahan mengalami peningkatan sebesar 1 Ha maka akan meningkatkan jumlah produksi tebu sebesar 444,3964 Kw dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap nol atau konstan.

Faktor luas lahan dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produksi tebu dengan nilai probabilitas sebesar 0,0000 signifikan pada taraf 5% dan arah hubungan kedua variabel tersebut bersifat positif. Hasil ini menjelaskan bahwa peningkatan luas lahan akan meningkatkan produksi tebu.

commit to user

Pengaruh yang signifnikan dari luas lahan terhadap jumlah produksi tebu diduga karena luas lahan merupakan salah satu faktor dari produksi yang sangat penting bagi produksi pertanian. Tanah menjadi tempat dari proses produksi pertanian. Penambahan pada luas lahan akan menambah hasil produksi.

Hal ini sesuai dengan teori yaitu lahan sebagai salah satu faktor produksi yang merupakan pabriknya hasil pertanian yang mempunyai kontribusi yang cukup besar terhadap usaha tani. Besar kecilnya produksi dari usaha tani antara lain dipengaruhi oleh luas sempitnya lahan yang digunakan (Mubyarto, 1989).

b) Pengaruh Tenaga Kerja terhadap Jumlah Produksi Tebu

Nilai koefisien regresi variabel tenaga kerja sebesar 3,897413 menyatakan bahwa apabila variabel tenaga kerja mengalami peningkatan sebesar 1 HOK maka akan meningkatkan jumlah produksi tebu sebesar 3,897413 Kw dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap nol atau konstan.

Faktor tenaga kerja dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produksi tebu dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 signifikan pada taraf 5% dan arah hubungan kedua variabel tersebut bersifat positif. Hasil ini menjelaskan bahwa peningkatan tenaga kerja akan meningkatkan produksi tebu.

Hubungan yang positif antara variabel tenaga kerja dan jumlah produksi diduga karena tenaga kerja merupakan faktor produksi yang

commit to user

penting selain modal. Penambahan tenaga kerja yang dilakukan diikuti dengan penambahan jumlah produksi.

c) Pengaruh Jumlah Pupuk terhadap Jumlah Produksi Tebu

Nilai koefisien regresi variabel jumlah pupuk sebesar 58,12942 menyatakan bahwa apabila variabel jumlah pupuk mengalami peningkatan sebesar 1 Kw maka akan meningkatkan jumlah produksi tebu sebesar 58,12942 Kw dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap nol atau konstan.

Faktor jumlah pupuk dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produksi tebu dengan nilai probabilitas sebesar 0,000 signifikan pada taraf 5% dan arah hubungan kedua variabel tersebut bersifat positif. Hasil ini menjelaskan bahwa peningkatan jumlah pupuk akan meningkatkan produksi tebu.

Hasil ini menjelaskan bahwa penggunaan pupuk juga merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas maupun kuantitas produksi tebu yang dapat diperoleh. Dengan menggunakan pupuk yang efektif dan efisien, maka kualitas tanah sebagai media tanam tebu akan memberikan zat-zat yang dibutuhkan oleh tanaman untuk menghasilkan produksi tebu yang lebih optimal.

d) Pengaruh Jumlah Bibit terhadap Jumlah Produksi Tebu

Nilai koefisien regresi variabel jumlah bibit sebesar 7,768333 menyatakan bahwa apabila variabel jumlah bibit mengalami peningkatan sebesar 1 Kw maka akan meningkatkan jumlah produksi

commit to user

tebu sebesar 7,768333 Kw dengan asumsi bahwa variabel lainnya dianggap nol atau konstan.

Faktor jumlah bibit dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh terhadap produksi tebu dengan nilai probabilitas sebesar 0,0000 signifikan pada taraf 5% dan arah hubungan kedua variabel tersebut bersifat positif. Hasil ini menjelaskan bahwa peningkatan jumlah bibit akan meningkatkan produksi tebu.

e) Pengaruh Jenis Bibit terhadap Jumlah Produksi Tebu

Hasil estimasi Ordinary Least Square (OLS) menunjukkan bahwa variabel jenis bibit tergantung variabel lain mempunyai pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap jumlah produksi tebu. Koefisien variabel jenis bibit yaitu sebesar 82,8810 dan tidak signifikan pada tingkat signifikansi 5% yang ditunjukkan dengan probabilitas sebesar 0,6908. Faktor jenis bibit dalam penelitian ini merupakan faktor yang tidak berpengaruh terhadap produksi tebu.

Pengaruh tidak signifikan antara jenis bibit dan jumlah produksi diduga karena jenis bibit pada usahatani tebu digunakan hanya pada saat tanam pertama, karena usahatani tebu menggunakan sistem keprasaan hingga 3 sampai 4 kali. Jenis bibit juga digunakan untuk mengganti bibit-bibit keprasaan yang mengalami kerusakan.

Tanaman tebu dikatakan varietas unggul tebu apabila potensi hasil tinggi, tipe kemasakan, mempunyai kesesuaian terhadap fisik lahan, tahan terhadap jasad pengganggu tertentu, serta mempunyai

commit to user

sifat-sifat agronomis lainnya. Dalam aplikasinya, peggunaan varietas tebu unggul harus dilakukan bersama-sama dengan penggunaan bibit tebu yang berkualitas. Perolehan teknologi ini menjadi dambaan para praktisi industri gula, karena biaya aplikasinya murah. Masa produktif suatu varietas unggul antara 5–6 tahun, sehingga diperlukan dinamisasi varietas tebu unggul dalam kurun waktu tertentu Berikut ini ditampilkan tabel dengan tipe kemasakan dari beberapa varietas tebu unggul :

Tabel. 4.32 Varietas bibit unggul Varietas Tipe kemasan

Awal Tengah Lambat PS.862 PS.851 PS.863 PS.864 PS.921 PS.951 * * * * * * * * * *

Berbagai upaya pemanfaatan varietas tebu unggul dan penataan kebun tebu pada satu wilayah tertentu diharapkan dapat meningkatkan produktifitas dan rendemen gula. Dan pada akhirnya, program percepatan swasembada gula pada tahun 2014 dapat tercapai.

7. Pendekatan Dummy

Pendekatan dummy ini digunakan untuk mengetahui apakah ada pengaruh penggunaan jenis bibit PS.862, PS.851 dan deverson (campuran berbagai jenis bibit) dengan tingkat produksi tebu yang nantinya akan mempengaruhi hasil produksi tebu. Uji pendekatan dummy dapat dihitung

commit to user

dengan menjumlahkan koefisien dari persamaan regresi sebagai berikut:

:P= + TK+ + +ei

Tabel 4.33 Hasil Estimasi Pendekatan Dummy Produksi Tebu variabel Coefficient t-statistic probabilitas C 293.5140 2.049607 0.0453 LH 1.130398 0.038804 0.9692 TK 4.706541 4.344207 0.0001 JP -11.09676 -0.675607 0.5022 JMLB -0.180079 -0.222312 0.8249 D1 -479.2545 -2.203014 0.0319 D2 82.88100 0.399946 0.6908 R-squared 0.961510 F-statistic 224.8252 Prob(F-statistic) 0.000000

Sumber : data diolah,E-views 3,2011

Berdasarkan hasil perhitungan persamaan regresi diperoleh nilai:

Y= (D1)+ (D2)

Y=293,5140-479,2545(D1)+82,88100(D2) Y=293,5140-479,2545 (1)+82,88100=-102,8595 Y=293,5140-479,2545 (0)+ 82,88100=376,395

Nilai signifikansi diatas menunjukkan perbedaan antara kategori yang ditampilkan dengan PS862 sebagai referensi. Terlihat bahwa ada perbedaan produksi tebu antara jenis bibit PS862 dan PS851 (p=0,0319) ;p<0,05) dan tidak ada perbedaan antara jenis bibit PS862 dan Deverson (p-=0,6908 ;p>0,05).

commit to user

Tabel 4.34 Hasil Estimasi Pendekatan Dummy Produksi Tebu

Sumber : data diolah,E-views 3,2011

Berdasarkan hasil perhitungan persamaan regresi diperoleh nilai

Y= (D1)+ (D2)

Y=-185,7405+479,2545 (0)+ 562,1355=376,1355

Nilai signifikansi diatas menunjukkan perbedaan antara kategori yang ditampilkan dengan PS.851 sebagai referensi. Terlihat bahwa ada perbedaan produksi tebu antara jenis bibit PS.851 dan Deverson (p=0,0149) ;p<0,05).

Kesimpulan yang didapatkan dari hasil regresi diatas adalah penggunaan jenis bibit PS.851 lebih baik daripada penggunaan jenis bibit PS.862 dilihat dari nilai koefisiennya yang mempunyai arah negatif. Penggunaan jenis bibit PS.862 lebih baik daripada penggunaan jenis bibit Deverson yang akan menigkatkan produksi sebesar 376,395 kw, kemudian perbandingan antara penggunaan jenis bibit PS.851 dengan Deverson mempunyai pengaruh yang lebih baik yang akan meningkatkan hasil produksi tebu sebesar 376,1355 kw. Penggunaan PS.851 lebih disarankan

variabel Coefficient t-statistic probabilitas C -185.7405 -0.966676 0.3380 LH 1.130398 0.038804 0.9692 TK 4.706541 4.344207 0.0001 JP -11.09676 -0.675607 0.5022 JMLB -0.180079 -0.222312 0.8249 D1 479.2545 2.203014 0.0319 D2 562.1355 2.514350 0.0149 R-squared 0.961510 F-statistic 224.8252 Prob(F-statistic) 0.000000

commit to user

untuk digunakan karena mempunyai pengaruh yang paling besar daripada jenis bibit PS.862 dan Deverson terhadap produksi tebu.

commit to user

BAB V PENUTUP

Bab ini akan menyajikan beberapa kesimpulan yang berkaitan dengan hasil penelitian yang telah dikemukakan pada bab sebelumnya. Berdasarkan kesimpulan yang ada, penulis berusaha memberikan saran sehubungan dengan permasalahan yang telah dikemukakan, sehingga hal ini dapat menjadi bahan masukan bagi pihak-pihak yang berkaitan.

A. Kesimpulan

1. Pengaruh Luas Lahan terhadap Jumlah Produksi Tebu

Faktor luas lahan dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tebu pada Pabrik Gula Gondang Baru di Kabupaten Klaten tahun 2010.

2. Pengaruh Tenaga Kerja terhadap Jumlah Produksi Tebu

Faktor tenaga kerja dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tebu pada Pabrik Gula Gondang Baru di Kabupaten Klaten tahun 2010.

3. Pengaruh Jumlah Pupuk terhadap Jumlah Produksi Tebu

Faktor jumlah pupuk dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tebu pada Pabrik Gula Gondang Baru di Kabupaten Klaten tahun 2010.

commit to user

4. Pengaruh Jumlah Bibit terhadap Jumlah Produksi Tebu

Faktor jumlah bibit dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh positif dan signifikan terhadap produksi tebu pada Pabrik Gula Gondang Baru di Kabupaten Klaten tahun 2010.

5. Pengaruh Jenis Bibit terhadap Jumlah Produksi Tebu

Faktor jenis bibit dalam penelitian ini merupakan faktor yang berpengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap produksi tebu pada Pabrik Gula Gondang Baru di Kabupaten Klaten tahun 2010.

B. Saran

Berdasarkan hasil penelitian mengenai faktor-faktor yang mempengaruhi jumlah produksi tebu PG.Gondang Baru Klaten, maka diajukan saran sebagai berikut :

1. Hasil produksi tebu di Pabrik Gula Gondang Baru di Kabupaten Klaten masih dapat ditingkatkan dengan menambah faktor-faktor produksi yang digunakan antara lain luas lahan, tenaga kerja, jumlah pupuk, jumlah bibit. Petani yang berhasil didaerah tersebut dapat dijadikan acuan dalam menentukan berapa besar panambahan faktor produksi tersebut.

2 Berdasarkan hasil empirik ditemukan bahwa faktor jenis bibit tidak berpengaruh pada produksi tebu. Ada kecenderungan para petani tidak mau mencoba hal yang baru atau menerapkan inovasi baru dari jenis tebu yang digunakan. Petani diharapkan untuk menggunakan jenis varietas tebu

commit to user

yang baru atau varietas tebu unggul sehingga dapat meningkatkan produksi tebu.

Dokumen terkait