• Tidak ada hasil yang ditemukan

Interpretasi Hasil Penelitian

Dalam dokumen 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN (Halaman 40-44)

Tabel 4.22. Analisis Path Coefficients Sesudah Dieliminasi

Variabel

Tabel 4.22. Analisis Path Coefficients Sesudah Dieliminasi (Lanjutan)

Hipotesis pertama berbunyi, “Diduga bahwa organisasi proyek (project organization) mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh pada keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”.

Dari hasil analisis menggunakan Visual PLS didapatkan hasil yang terlihat pada tabel 4.22 bahwa hubungan organisasi proyek (Project Organization) terhadap faktor motivasi yang berpengaruh pada keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan signifikan dan bernilai positif yang ditandai dengan nilai T-statistik sebesar 15,333 > 1,96 (Nilai T-statistik hitung > T-tabel) dan nilai estimasi sebesar 0,465. Hal ini berarti konstruk organisasi proyek mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan. Dikarenakan T-statistik hitung > T-tabel maka H0 ditolak dan H1

diterima, sehingga hipotesis pertama yang menyatakan “Diduga bahwa organisasi proyek (project organization) mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh pada keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”, didukung dan terbukti kebenarannya.

Dalam hal ini apabila terjadi kenaikan penerapan faktor organisasi proyek sebesar 0,465 maka motivasi terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan juga akan naik dengan nilai yang sama.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika penerapan kejelasan tujuan bersama,

kejelasan tanggung jawab, teknologi dan tugas dapat berjalan dengan baik, maka akan berpengaruh atau berbanding lurus dengan kenaikan nilai yang sama pada motivasi terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan.

4.7.2. Hipotesis Kedua (H2)

Hipotesis kedua berbunyi, “Diduga bahwa kepemimpinan (leadership) mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”.

Dari hasil analisis menggunakan Visual PLS didapatkan hasil yang terlihat pada tabel 4.22. bahwa hubungan kepemimpinan (leadership) terhadap faktor motivasi yang berpengaruh pada keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan signifikan dan bernilai positif yang ditandai dengan nilai T-statistik sebesar 14,630 > 1,96 (Nilai T-statistik hitung > T-tabel) dan nilai estimasi sebesar 0,374. Hal ini berarti konstruk kepemimpinan mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan.

Dikarenakan T-statistik hitung > T-tabel maka H0 ditolak dan H2 diterima, sehingga hipotesis kedua yang menyatakan “Diduga bahwa kepemimpinan (leadership) mempunyai hubungan signifikan terhadap motivasi yang berpengaruh pada keberhasilan keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”, didukung dan terbukti kebenarannya.

Dalam hal ini apabila terjadi kenaikan penerapan faktor kepemimpinan sebesar 0,374 maka motivasi terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan juga akan naik dengan nilai yang sama.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika penerapan kemampuan interpersonal, pengalaman dan kepercayaan dapat berjalan dengan baik, maka akan berpengaruh atau berbanding lurus dengan kenaikan nilai yang sama pada motivasi terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan.

4.7.3. Hipotesis Ketiga (H3)

Hipotesis ketiga berbunyi, “Diduga bahwa dukungan perusahaan (company support) mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”.

Dari hasil analisis menggunakan Visual PLS didapatkan hasil yang terlihat pada tabel 4.22 bahwa dukungan perusahaan (company support) terhadap faktor motivasi yang berpengaruh pada keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan signifikan dan bernilai positif yang ditandai dengan nilai T-statistik sebesar 10,933 > 1,96 (Nilai T-statistik hitung > T-tabel) dan nilai estimasi sebesar 0,339. Hal ini berarti konstruk dukungan perusahaan mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh terhadap keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan.

Dikarenakan T-statistik hitung > T-tabel maka H0 ditolak dan H3 diterima, sehingga hipotesis ketiga yang menyatakan “Diduga bahwa dukungan perusahaan (company support) mempunyai hubungan signifikan terhadap faktor motivasi yang berpengaruh pada keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”, didukung dan terbukti kebenarannya.

Dalam hal ini apabila terjadi kenaikan penerapan dukungan perusahaan sebesar 0,339 maka motivasi terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan juga akan naik dengan nilai yang sama.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika penerapan dukungan berupa peralatan, waktu, dan intensif, aturan komunikasi dan pemilihan tim dapat berjalan dengan baik, maka akan berpengaruh atau berbanding lurus dengan kenaikan nilai yang sama pada motivasi terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan.

4.7.4. Hipotesis Keempat (H4)

Hipotesis keempat berbunyi, “Diduga bahwa motivasi mempunyai hubungan signifikan terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”.

Dari hasil analisis menggunakan Visual PLS didapatkan hasil yang terlihat pada tabel 4.25. bahwa hubungan langsung antara faktor motivasi terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan signifikan pada 5% dan bernilai positif yang ditandai dengan nilai T-statistik sebesar 10,328 > 1,96 (Nilai T-statistik hitung > T-tabel) dan nilai estimasi sebesar 0,576. Hal ini berarti konstruk motivasi berpengaruh langsung terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan.

Dikarenakan T-statistik hitung > T-tabel maka H0 ditolak dan H4 diterima, sehingga hipotesis keempat yang menyatakan “Diduga bahwa faktor motivasi mempunyai hubungan signifikan terhadap keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan”, didukung dan terbukti kebenarannya.

Dalam hal ini, apabila terjadi kenaikan penerapan motivasi sebesar 0,576 maka keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan juga akan naik dengan nilai yang sama. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa jika penerapan motivasi (organisasi proyek, kepemimpinan dan dukungan perusahaan) dapat berjalan dengan baik, maka akan berpengaruh atau berbanding lurus dengan kenaikan nilai yang sama pada keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan. Jadi secara keseluruhan dapat disimpulkan semakin tinggi penerapan faktor motivasi yang meliputi organisasi proyek, kepemimpinan, dan dukungan perusahaan maka semakin tinggi tingkat keberhasilan keselamatan dan kesehatan pada konstruksi bangunan berkelanjutan.

Dalam dokumen 4. ANALISA DAN PEMBAHASAN (Halaman 40-44)

Dokumen terkait