HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
C. Interpretasi Hasil Penelitian
Pada penelitian ini, peneliti menggunakan dua sekolah berbeda untuk mengetahui perbedaan santitasi sekolah terhadap suasana belajar. Sekolah pertama merupakan sekolah yang memiliki sanitasi yang sangat bagus, memiliki nilai 84%. Kemudian sekolah kedua merupakan sekolah yang sanitasinya cukup, memiliki nilai 60%. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa perbedaan Kondisi sanitasi sekolah terhadap susana belajar yang kondusif, yang diukur menggunakan lembar observasi dan angket, memiliki persentase nilai rata-rata dari setiap siswa sekolah A sebesar 65%. Sedangkan Sekolah B memiliki persentase rata-rata sebesar 56%. Hal tersebut menunjukkan adanya selisih skor antara sekolah A memiliki sanitasi sekolah yang bagus dengan sekolah B yang sanitasinya cukup.
Hasil tersebut sama dengan pendapat Arikunto (1998:57) dalam Edno, penafsiran kategori nilai persentase. Sangat Bagus : 81 -100%, Bagus: 61 - 80%, Cukup: 41- 60%, Kurang Bagus: 21 – 40%, Sangat Tidak Bagus : 0 – 20%. Hasil tersebut juga sesuai dengan tujuan dari
70
pemerintah dalam Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 57 tahun 2009 tentang pemberian bantuan pengembangan sekolah sehat, sekolah sehat adalah sekolah yang bersih, hijau, rindang, aman dan nyaman, peserta didiknya sehat, aktif dan bugar, serta berperilaku hidup bersih dan sehat. Sekolah yang sehat dapat menimbulkan kenyamanan dalam aktifitas belajar.
Penelitian yang dilakukan oleh Suwarti (2007) dalam Suranto, Konstribusi motivasi belajar, sarana prasarana dan iklim kelas terhadap prestasi belajar matematika siswa kelas IX MTsN Sragen. Penelitian tersebut menunjukkan bahwa (1) ada pengaruh yang positif antara motivasi belajar terhadap prestasi belajar (2) ada pengaruh yang positif antara sarana prasarana terhadap prestasi belajar (3) ada pengaruh yang positif antara iklim kelas terhadap prestasi belajar (4) ketiga variabel dependen ada pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar siswa.
Dalam penelitian Harjali (2016:13) adanya kesesuaian tentang lingkungan belajar dan suasana belajar yang dapat menimbulkan kenyamanan dan rasa aman serta santai, akan dapat mendorong siswa untuk dapat berkonsentrasi dan mampu belajar dengan mudah. Selain itu strategi pengorganisasian aktivitas belajar yang mendukung terciptanya lingkungan belajar yang kondusif. Kenyamanan dalam belajar dapat menciptakan melatih dan merangsang kepekaan dan kemampuan mengapresiasi serta mengekspresikan keindahan,
71
kehalusan, dan harmoni, perarturan pemerintah Nomor 17 tahun 2010 tentang penyelenggaraan Pendidikan.
aktivitas-aktivitas belajar yang dimaksudkan adalah aktivitas fisikal, psikologis, dan sosial yang dilakukan siswa selama pembelajaran di kelas. Ketiga bentuk aktivitas belajar ini berkaitan dengan pengembangan intelektual, kesadaran diri, dan kesadaran sosial siswa. Untuk menciptakan aktivitas-aktivitas belajar siswa yang asli dan mendasar dalam upaya mendorong pembentukan the child’s co-authoring knowledge (Kozulin, 1998) dalam Harjali (2016:16).
Dalam penelitian Suranto (2015:15) suasana lingkungan belajar menunjukkan bahwa semakin baik kondisi suasana lingkungan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa. Sehingga kondisi lingkungan dimana siswa ikut terlibat aktif di dalam kelas, adanya kebebasan siswa untuk mengekspresikan diri secara bebas dan terbuka, hubungan dan interaksi yang baik antara siswa dan guru, kekompakan, kepuasan, lingkungan yang nyaman, aman dan teratur akan dapat meningkatkan prestasi belajar siswa.
Berdasarkan data tersebut dapat dikatakan bahwa terdapat perbedaan Sanitasi sekolah terhadap suasana belajar di sekolah A dan sekolah B dengan temuan berikut :
1. Sekolah dengan sanitasi yang baik maka akan menciptakan suasana belajar yang nyaman dan membuat siswa senang dalam proses belajar mengajar.
72
2. Sanitasi sekolah yang baik menciptakan lingkungan sekolah yang sehat dan menghindari dari berbgai macam penyakit menular. 3. Sanitasi sekolah yang baik dapat membuat siswa bersemangat
datang kesekolah dan bersemangat dengan kegiatan-kegitan yang ada disekolah.
4. Sanitasi sekolah yang baik dapat menciptakan siswa-siswa yang berprestasi karena daat fokus dalam belajar.
5. Sanitasi yang kurang baik dapat menciptakan berbagai macam masalah disekolah seperti, kesehatan, tidak bersemangatnya siswa untuk belajar, suasana belajar yang tidak kondusif, dan masih banyak lagi.
73
BAB V PENUTUP
A. Kesimpulan
Setelah dilakukan penelitian pada siswa SD kelas V, maka dapat ditarik kesimpulan secara umum bahwa terdapat perbedaan Kondisi sanitasi sekolah terhadap suasana belajar di SD Sinar Cendikia dan SD Muhammadiyah, tahun pelajaran 2017-2018. Setelah itu, dapat ditarik kesimpulan secara khusus yaitu sebagai berikut.
1. Terdapat perbedaan sanitasi sekolah terhadap suasana belajar di SD Sinar Cendikia dan SD Muhammadiyah 3. Berdasarkan analisis data diketahui bahwa perbedaan Kondisi sanitasi sekolah terhadap susana belajar yang kondusif, yang diukur menggunakan lembar observasi dan angket, memiliki persentase nilai rata-rata dari setiap siswa sekolah A sebesar 65%. Sedangkan Sekolah B memiliki persentase rata-rata sebesar 56%. Hal tersebut menunjukkan adanya selisih antara sekolah A memiliki sanitasi sekolah yang bagus dengan sekolah B yang sanitasinya cukup.
2. Perbedaan kondisi sanitasi sekolah terhadap susana belajar di sekolah A dan sekolah B menunjukan bahwa Pada sekolah A terdapat temuan sanitasi sekolah yang bagus berdasarkan keputusan Menteri kesehatan, 1429/Menkes/SK/XII/2006. Karena sanitasi sekolah yang bagus berdampak pada suasana belajar yang
74
kondusif disekolah A dalam kategori bagus, terlihat dari angket yang diisi siswa yang menunjukkan bahwa rata-rata mereka merasa nyaman disekolah. Berbeda dengan sekolah B yang memiliki kategori cukup, menunjukkan hasil rata-rata bahwa siswa masih kurang merasa nyaman disekolah.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian yang telah disimpulkan di atas, menunjukan adanya perbedaan kondisi sanitasi sekolah terhadap suasana belajar. Maka, berikut ini peneliti akan menyampaikan beberapa saran yang digunakan untuk meningkatkan sanitasi sekolah yang berdampak pada suasana belajar yang kondusif.
1. Siswa
Siswa hendaknya mampu menjaga kebersihan sekitar sekolah dan menjaga kenyamana, ketentraman, antar siswa.
2. Guru
Guru dapat menciptakan suasana belajar yang menyenangkan agar siswa merasa nyaman saat belajar, dan siswa dapat memahami apa yang dijelaskan guru.
3. Sekolah
Sekolah harus memenuhi standar sanitasi dengan standar dari pemerintah, agar dapat menciptakan kondisi sekolah dan kelas yang kondusif.
75
4. Peneliti Lain
Bagi penelitian lain skripsi ini dapat dijadikan pedoman untuk penelitian yang sejenis, dan memberikan hasil yang lebih baik dari sebelumnya.
76