• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN

5.3. Interpretasi Hasil Pengujian Hipotesis

5.3.1. Analisis Pengaruh Corporate Governance dalam Hal Ini Kepemilikan Institusional (KI), Kepemilikan Manajerial (KM), Komposisi Dewan Komisaris Independen (KomI), Ukuran Dewan Komisaris (UDK), dan Komite Audit (KA) Secara Simultan dan Parsial terhadap Kinerja Keuangan (KK)

Untuk menguji hipotesis dengan menggunakan regresi linear berganda diperoleh hasil uji model (goodness of fit) dengan menggunakan data kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA), kinerja keuangan (KK) dan manajemen laba (ML) sebanyak 60 pengamatan seperti terlihat pada Tabel 5.5.

Tabel 5.5. Koefisien Korelasi antara Variabel KI, KM, KomI, UDK, KA terhadap KK

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .505(a) .255 .186 .1288762 1.198 a. Predictors: (Constant), KA, UDK, KomI, KM, KI

b. Dependent variabel: KK Sumber: Output Pengolahan SPSS

Dalam Tabel 5.5 dapat dilihat bahwa R (koefisien korelasi) berganda antara variabel kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA), dengan kinerja keuangan (KK) sebesar 0,505 tergolong signifikan. Sedangkan untuk menyatakan kontribusi bersama-sama (simultan) variabel dilihat dari nilai Adjusted R2 yaitu sebesar 0,186. Hal ini menunjukkan bahwa 18,6% kinerja keuangan (KK) dapat dijelaskan oleh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), dan komite audit (KA) sisanya 81,4% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam model penelitian ini.

Untuk menguji apakah parameter koefisien Adjusted R2 signifikan atau tidak maka dilakukan pengujian dengan alat uji statistik metode Fisher (uji F) dengan tingkat keyakinan (confidence level) sebesar 95%, dan hasilnya terlihat pada Tabel 5.6 berikut.

Tabel 5.6. Uji Fisher (Uji F) Model Sum of Square df Mean Square F Sig 1 Regression .307 5 .061 3.695 .006a Residual .897 54 .017 Total 1.204 59

a. Predictors: (Constant), KA, UDK, KomI, KM, KI b. Dependent variabel: KK

Sumber: Output Pengolahan SPSS

Dasar pengambilan keputusan dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. Jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak artinya koefisien regresi signifikan; dan jika F hitung < Ftabel maka H0 dapat diterima. Atau jika nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima artinya koefisien regresi tidak signifikan.

Hasil pengujian pada Tabel 5.6 diproleh nilai F hitung sebesar 3,695 dengan tingkat signifikansi 0,006. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% (á=0,05) adalah 2,38 dengan df=54 sebagai penyebut dan 5 sebagai pembilang. Oleh karena Fhitung > F tabel (4,153 > 2,38) dan nilai signifikan = 0,006 dengan tingkat signifikansi (á) =0,05 maka kesimpulan yang dapat diambil adalah menolak H0. Hal ini

menunjukkan bahwa kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), dan komite audit (KA) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

Secara parsial variabel yang berpengaruh terhadap kinerja keuangan (KK) dapat dilihat pada Tabel 5.7 berikut.

Tabel 5.7. Uji t Coefficient Unstandardized Coefficients Standardized Coefficient

Model B Std. Error Beta t Sig

1 (Constant) -.358 ,227 -1,577 ,121 KI .594 ,239 ,514 2,482 ,016 KM .421 ,405 ,191 1,039 ,304 KomI -.142 ,091 -,199 -1,558 ,125 UDK .029 ,011 ,397 2,531 ,014 KA -.025 ,015 -,252 -1,683 ,098 a. Dependent variabel: KK

Sumber: Output Pengolahan SPSS

Berdasarkan Tabel 5.7 pada kolom unstandardized coefficient (B) maka persamaan regresi berganda yang dapat dibentuk sebagai berikut:

KK= -0,358 + 0,594KI + 0,421KM - 0,142KomI + 0,029UDK - 0,025KA + å

Di mana: KK = Kinerja Keuangan

KI = Kepemilikan Institusional KM = Kepemilikan Manajerial

KomI = Komposisi Dewan Komisaris Independen UDK = Ukuran Dewan Komisaris

KA = Komite Audit

Hasil persamaan regresi berganda tersebut, nilai konstanta sebesar -0,358 menyatakan bahwa jika tidak ada perubahan pada variabel bebas maka nilai kinerja keuangan (KK) adalah sebesar -0,358. Dari persamaan regresi tersebut, pengaruh masing-masing variabel bebas terhadap kinerja keuangan (KK) dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

a. Kepemilikan institusional memiliki koefisien bertanda positif sebesar 0,594, hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu skor atau nilai variabel kepemilikan institusional akan menaikkan nilai kinerja keuangan sebesar 0,594 atau 59,4%.

b. Kepemilikan manajerial memiliki koefisien bertanda positif sebesar 0,421, hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu skor atau nilai variabel kepemilikan manajerial akan menaikkan nilai kinerja keuangan sebesar 0,421 atau 42,1%.

c. Komposisi dewan komisaris independen memiliki koefisien bertanda negatif sebesar 0,142, hal tersebut menyatakan bahwa setiap pengurangan satu skor atau nilai variabel komposisi dewan komisaris independen akan menurunkan nilai kinerja keuangan sebesar 0,142 atau 14,2%.

d. Ukuran dewan komisaris memiliki koefisien bertanda positif sebesar 0,029, hal tersebut menyatakan bahwa setiap penambahan satu skor atau nilai variabel ukuran dewan komisaris akan menaikkan nilai kinerja keuangan sebesar 0,029 atau 2.9%.

e. Komite audit memiliki koefisien bertanda negatif sebesar 0,025, hal tersebut menyatakan bahwa setiap pengurangan satu skor atau nilai variabel komite audit akan menurunkan nilai kinerja keuangan sebesar 0,025 atau 2,5%

Uji t statistik digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial antara variabel- variabel bebas terhadap variabel terikat dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan, dengan tingkat keyakinan 95%, kemudian membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel. Jika

nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak artinya koefisien regresi signifikan atau jika nilai

signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya koefisien regresi signifikan.

Hasil uji statistik pada Tabel 5.7 menunjukkan bahwa:

a. Nilai thitung untuk variabel kepemilikan institusional (KI) = 2,482 sedangkan nilai ttabel

sedangkan nilai signifikansi = 0,016 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi < 0,05

atau 0,016 < 0,05. Karena thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya

kepemilikan institusional (KI) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

b. Nilai thitung untuk variabel kepemilikan manajerial (KM) = 1,039 sedangkan nilai ttabel

pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung < ttabel atau 1,039 < 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,304 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi > 0,05

atau 0,304 > 0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka H0 ditetima, artinya

kepemilikan manajerial (KM) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

c. Nilai thitung untuk variabel komposisi dewan komisaris independen (KomI) = -1,558

sedangkan nilai ttabel pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung <

ttabel atau -1,558 < 2,005; sedangkan nilai signifikansi = 0,125 dengan (á) = 0,05 berarti

nilai signifikansi > 0,05 atau 0,125 > 0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05

maka H0 diterima, artinya komposisi dewan komisaris independen (KomI) tidak

berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

d. Nilai thitung untuk variabel ukuran dewan komisaris (UDK) = 2,531 sedangkan nilai ttabel

pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung > ttabel atau 2,531 > 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,014 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi < 0,05

atau 0,014 < 0,05. Karena thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya

ukuran dewan komisaris (UDK) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

e. Nilai thitung untuk variabel komite audit (KA) = -1.683 sedangkan nilai ttabel pada tingkat

nilai signifikansi = 0,098 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi > 0,05 atau 0,098 >

0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka H0 diterima, artinya komite audit

(KA) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

5.3.2. Analisis Melalui Manajemen Laba (ML) Mempengaruhi Hubungan Antara

Mekanisme Corporate Governance dalam Hal Ini Kepemilikan Institusional (KI), Kepemilikan Manajerial (KM), Komposisi Dewan Komisaris Independen (KomI), Ukuran Dewan Komisaris (UDK) dan Komite Audit (KA) terhadap Kinerja Keuangan (KK)

Untuk menguji hipotesis analisis jalur dengan menggunakan data kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA), kinerja keuangan (KK) dan manajemen laba (ML) melalui beberapa tahap.

Tahap pertama, analisis pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) terhadap manajemen laba (ML). Tahap kedua, analisis pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) dan manajemen laba (ML) terhadap kinerja keuangan (KK). Tahap ketiga menghitung pengaruh baik pengaruh langsung (direct effect), pengaruh tidak langsung (indirect effect) maupun pengaruh total (total effect).

5.3.2.1.Analisis pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) terhadap manajemen laba (ML)

Untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) terhadap manajemen laba (ML), diperoleh hasil

Tabel 5.8. Koefisien Korelasi antara Variabel KI, KM, KomI, UDK, KA terhadap ML

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .590(a) .348 .288 565,2777 1.900 a. Predictors: (Constant), KA, UDK, KomI, KM, KI

b. Dependent variabel: ML Sumber: Output Pengolahan SPSS

Dalam Tabel 5.8 dapat dilihat bahwa R (koefisien korelasi) berganda antara variabel kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA), dengan manajemen laba (ML) sebesar 0,590 tergolong signifikan. Sedangkan untuk menyatakan kontribusi bersama-sama (simultan) variabel dilihat dari nilai Adjusted R2 yaitu sebesar 0,288. Hal ini menunjukkan bahwa 28,8% manajemen laba (ML) dapat dijelaskan oleh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), dan komite audit (KA) sisanya 72,2% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam model penelitian ini.

Untuk menguji apakah parameter koefisien Adjusted R2 signifikan atau tidak maka dilakukan pengujian dengan alat uji statistik metode Fisher (uji F) dengan tingkat keyakinan (confidence level) sebesar 95%, dan hasilnya terlihat pada Tabel 5.9 berikut.

Tabel 5.9. Uji Fisher (Uji F) Model Sum of Square df Mean Square F Sig 1 Regression 9212232 5 1842446,411 5,766 .000a Residual 17255101 54 319538,910 Total 2646733 59

a. Predictors: (Constant), KA, UDK, KomI, KM, KI b. Dependent variabel: ML

Sumber: Output Pengolahan SPSS

Dasar pengambilan keputusan dengan membandingkan nilai F hitung dengan nilai F tabel. Jika F hitung > F tabel maka H0 ditolak artinya koefisien regresi signifikan; dan jika F hitung < Ftabel maka H0 dapat diterima. Atau jika nilai signifikansi > 0,05, maka H0 diterima artinya koefisien regresi tidak signifikan.

Hasil pengujian pada Tabel 5.9 diproleh nilai F hitung sebesar 5,766 dengan tingkat signifikansi 0,000. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% (á=0,05) adalah 2,38 dengan df=54 sebagai penyebut dan 5 sebagai pembilang. Oleh karena Fhitung > F tabel (5,766 > 2,38) dan nilai signifikan = 0,000 dengan tingkat signifikansi (á) =0,05 maka kesimpulan yang dapat diambil adalah menolak H0. Hal ini

menunjukkan bahwa kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), dan komite audit (KA) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap manajemen laba (ML).

Uji t statistik untuk menguji secara parsial antara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu manajemen laba (ML) dengan asumsi bahwa variabel lain dianggap konstan, dengan tingkat keyakinan 95%, kemudian membandingkan nilai thitung dengan nilai ttabel. Jika nilai thitung > nilai ttabel maka H0 ditolak artinya

koefisien regresi signifikan atau jika nilai signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya koefisien regresi signifikan.

Hasil uji t statistik terlihat pada Tabel 5.10 Tabel 5.10. Uji t Coefficient Unstandardized Coefficients Standardized Coefficient

Model B Std. Error Beta t Sig

1 (Constant) 1846,788 997,226 1,852 ,070 KI -2555,32 1049,77 -,472 -2,434 ,018 KM -3320,328 1776,592 -,321 -1,869 ,067 KomI 1031,46 398,596 ,310 2,588 ,012 UDK -153,31 49,46 -,454 -3,100 ,003 KA -50,083 65,667 -,107 -,763 ,449 a. Dependent variabel: ML Sumber: Output Pengolahan SPSS

Dari Tabel 5.10 diperoleh hasil sebagai berikut:

a. Nilai thitung untuk variabel kepemilikan institusional (KI) = 2,434 sedangkan nilai ttabel

pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung > ttabel atau 2,434 > 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,018 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi < 0,05

atau 0,018 < 0,05. Karena thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya

kepemilikan institusional(KI) berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba (ML).

b. Nilai thitung untuk variabel kepemilikan manajerial (KM) = 1,869 sedangkan nilai ttabel

pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung < ttabel atau 1,869< 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,067 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi > 0,05

atau 0,067 > 0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka H0 diterima, artinya

kepemilikan manajerial (KM) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba (ML).

c. Nilai thitung untuk variabel komposisi dewan komisaris independen (KomI) = 2,588

sedangkan nilai ttabel pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung >

ttabel atau 2,588 > 2,005; sedangkan nilai signifikansi = 0,012 dengan (á) = 0,05 berarti

nilai signifikansi < 0,05 atau 0,012 < 0,05. Karena thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05

maka H0 ditolak , artinya komposisi dewan komisaris independen (KomI) berpengaruh

secara signifikan terhadap manajemen laba (ML).

d. Nilai thitung untuk variabel ukuran dewan komisaris (UDK) = 3,100 sedangkan nilai ttabel

pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung > ttabel atau 3,100 > 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,003 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi < 0,05

atau 0,008 < 0,05. Karena thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya

ukuran dewan komisaris (UDK) berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba (ML).

e. Nilai thitung untuk variabel komite audit (KA) = 0,763 sedangkan nilai ttabel pada tingkat

keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung < ttabel atau 0,763 < 2,005; sedangkan

nilai signifikansi = 0,449 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi > 0,05 atau 0,449 >

0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka H0 diterima, artinya komite audit

(KA) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap manajemen laba (ML).

5.3.2.2. Analisis pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) dan manajemen laba (ML) terhadap kinerja keuangan (KK) Untuk menganalisis pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) dan manajemen laba (ML) terhadap kinerja keuangan (KK), diperoleh hasil dari pengolahan data seperti terlihat pada Tabel 5.11 berikut:

Tabel 5.11. Koefisien Korelasi antara Variabel KI, KM, KomI, UDK, KA dan ML terhadap KK

Model R R Square Adjusted R

Square Std. Error of the Estimate Durbin- Watson 1 .507(a) .257 .173 .1299043 1.234 a. Predictors: (Constant),ML, KA, UDK, KomI, KM, KI

b. Dependent variabel: KK Sumber: Output Pengolahan SPSS

Dalam Tabel 5.11 dapat dilihat bahwa R (koefisien korelasi) berganda antara variabel kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA), manajemen laba (ML) dengan kinerja keuangan (KK) sebesar 0,507 tergolong signifikan. Sedangkan untuk menyatakan kontribusi bersama-sama (simultan) variabel dilihat dari nilai Adjusted R2 yaitu sebesar 0,173. Hal ini menunjukkan bahwa 17,3% kinerja keuangan (KK) dapat dijelaskan oleh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) dan manajemen laba (ML), sisanya 82,7% ditentukan oleh faktor lain yang tidak dibahas dalam model penelitian ini.

Untuk menguji apakah parameter koefisien Adjusted R2 signifikan atau tidak maka dilakukan pengujian dengan alat uji statistik metode Fisher (uji F) dengan tingkat keyakinan (confidence level) sebesar 95%, dan hasilnya terlihat pada Tabel 5.12 berikut.

Tabel 5.12. Uji Fisher (Uji F) Model Sum of Square df Mean Square F Sig 1 Regression .309 6 .052 3.056 .012a Residual .894 53 .017 Total 1.204 59

a. Predictors: (Constant), ML,KA, UDK, KomI, KM, KI b. Dependent variabel: KK

Sumber: Output Pengolahan SPSS

Hasil pengujian pada Tabel 5.12 diproleh nilai F hitung sebesar 3,056 dengan tingkat signifikansi 0,012. Sedangkan F tabel pada tingkat kepercayaan 95% (á=0,05) adalah 2,28 dengan df=53 sebagai penyebut dan 6 sebagai pembilang. Oleh karena Fhitung > F tabel (3,056 > 2,28) dan nilai signifikan = 0,012 dengan tingkat signifikansi (á) =0,05 maka kesimpulan yang dapat diambil adalah menolak H0. Hal ini

menunjukkan bahwa kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) dan manajemen laba (ML) secara bersama-sama atau simultan berpengaruh signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

Untuk melihat besarnya pengaruh antara variabel-variabel bebas terhadap variabel terikat yaitu kinerja keuangan (KK) secara parsial, digunakan Uji t, seperti terlihat dalam Tabel 5.13 berikut:

Tabel 5.13. Uji t Coefficient Unstandardized Coefficients Standardized Coefficient

Model B Std. Error Beta t Sig

1 (Constant) -.336 ,236 -1,422 ,161 KI .563 ,254 ,488 2,216 ,031 KM .381 ,421 ,173 ,904 ,370 KomI -.129 ,097 -,182 -1,330 ,189 UDK .029 ,012 ,371 2,164 ,035 KA -.026 ,015 -,258 -1,700 ,095 ML -1,2E-005 ,000 -,057 -,386 ,701 a. Dependent variabel: KK

Sumber: Output Pengolahan SPSS

Hasil uji statistik pada Tabel 5.13 menunjukkan bahwa:

a. Hubungan antara variabel kepemilikan institusional (KI) dan kinerja keuangan (KK) Nilai thitung untuk variabel kepemilikan institusional (KI) = 2,216 sedangkan nilai ttabel

pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung > ttabel atau 2,216 > 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,031 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi < 0,05

atau 0,031 < 0,05. Karena thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya

kepemilikan institusional (KI) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

b. Hubungan antara variabel kepemilikan manajerial (KM) dan kinerja keuangan (KK) Nilai thitung untuk variabel kepemilikan manajerial (KM) = ,904 sedangkan nilai ttabel pada

tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung < ttabel atau ,954 < 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,370 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi > 0,05

atau 0,370 > 0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka H0 diterima, artinya

kepemilikan manajerial (KM) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

c. Hubungan antara variabel komposisi dewan komisaris independen (KomI) dan kinerja keuangan (KK)

Nilai thitung untuk variabel komposisi dewan komisaris independen (KomI) = -1,330

sedangkan nilai ttabel pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung < ttabel

atau -1,330 < 2,005; sedangkan nilai signifikansi = 0,189 dengan (á) = 0,05 berarti nilai

sifnifikansi > 0,05 atau 0,189 > 0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka

H0 diterima, artinya komposisi dewan komisaris independen (KomI) tidak berpengaruh

secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

d. Hubungan antara variabel ukuran dewan komisaris (UDK) dan kinerja keuangan (KK) Nilai thitung untuk variabel ukuran dewan komisaris (UDK) = 2,164 sedangkan nilai ttabel

pada tingkat keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung > ttabel atau 2,164 > 2,005;

sedangkan nilai signifikansi = 0,035 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi < 0,05

atau 0,035 < 0,05. Karena thitung > ttabel dan signifikansi < 0,05 maka H0 ditolak, artinya

ukuran dewan komisaris (UDK) berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

e. Hubungan antara variabel ukuran komite audit (KA) dan kinerja keuangan (KK)

Nilai thitung untuk variabel komite audit (KA) = -1,700 sedangkan nilai ttabel pada tingkat

keyakinan 95% adalah sebesar 2,005 berarti thitung < ttabel atau -1,700 < 2,005; sedangkan

nilai signifikansi = 0,095 dengan (á) = 0,05 berarti nilai signifikansi > 0,05 atau 0,095 >

0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka H0 diterima, artinya komite audit

(KA) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK). f. Hubungan antara variabel manajemen laba (ML) dan kinerja keuangan (KK)

Nilai thitung untuk variabel manajemen laba (ML) = -0,386 sedangkan nilai ttabel pada

sedangkan nilai signifikansi = 0,701 dengan (á) = 0,05 berarti nilai sifnifikansi sangat

jauh > 0,05 atau 0,701 > 0,05. Karena thitung < ttabel dan signifikansi > 0,05 maka H0

diterima, artinya manajemen laba (ML) tidak berpengaruh secara signifikan terhadap kinerja keuangan (KK).

5.3.2.3. Tahap ketiga menghitung pengaruh baik pengaruh langsung (direct effect), pengaruh tidak langsung (indirect effect) maupun pengaruh total (total effect)

a. Penghitungan pengaruh langsung.

Untuk menghitung pengaruh langsung (direct effect), digunakan formula sebagai berikut:

1) Pengaruh variabel kepemilikan institusional terhadap manajemen laba KI → ML = -0,472

2) Pengaruh variabel kepemilikan manajerial terhadap manajemen laba KM → ML = -0,321

3) Pengaruh variabel komposisi komisaris independen terhadap manajemen laba KomI → ML = 0,310

4) Pengaruh variabel ukuran dewan komisaris terhadap manajemen laba UDK →ML = -0,454

5) Pengaruh variabel komite audit terhadap manajemen laba KA → ML = -0,107

6) Pengaruh variabel manajemen laba terhadap kinerja keuangan ML → KK = -0,057

7) Pengaruh variabel kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan KI → KK = 0,488

8) Pengaruh variabel kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan KM → KK = 0,173

9) Pengaruh variabel komposisi dewan komisaris independen terhadap kinerja keuangan

KomI → KK = -0,182

10) Pengaruh variabel ukuran dewan komisaris terhadap kinerja keuangan UDK → KK = 0,371

11) Pengaruh variabel komite audit terhadap kinerja keuangan KA → KK = -0,258

b. Perhitungan pengaruh tidak langsung (indirect effect)

Untuk menghitung pengaruh tidak langsung (indirect effect), digunakan formula sebagai berikut:

1) Pengaruh variabel kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

KI ML → KK = (-0,472 x -0,057) = 0,026904

2) Pengaruh variabel kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

KM → ML → KK = (-0,321 x -0,057) = 0,018297

3) Pengaruh variabel komposisi dewan komisaris independen terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

KomI → ML → KK = (0,310 x -0,057) = -0,01767

4) Pengaruh variabel ukuran dewan komisaris terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

UDK ML → KK = (-0,454 x -0,057) = 0,025878

5) Pengaruh variabel komite audit terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

KA → ML → KK = (-0,107 x -0,057) = 0,006099 c. Perhitungan pengaruh total (total effect)

Untuk menghitung pengaruh total (total effect), digunakan formula sebagai berikut: 1) Pengaruh variabel kepemilikan institusional terhadap kinerja keuangan melalui

manajemen laba

KI ML → KK = 0,514 + (-0,472 x -0,057) = 0,540904

2) Pengaruh variabel kepemilikan manajerial terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

KM → ML → KK = 0,191 + (-0,321 x -0,057) = 0,209297

3) Pengaruh variabel komposisi dewan komisaris independen terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

KomI → ML → KK = -0,199 + (0,310 x -0,057) = - 0,21667

4) Pengaruh variabel ukuran dewan komisaris terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

UDK → ML → KK = 0,397 + (-0,454 x -0,057) = 0,422878

5) Pengaruh variabel komite audit terhadap kinerja keuangan melalui manajemen laba

Hasil perhitungan di atas dapat disimpulkan dalam Tabel 5.14 berikut:

Tabel 5.14. Pengaruh Langsung Maupun Total Pengaruh Variabel: Kepemilikan Institusional, Kepemilikan Manajerial, Komposisi Dewan Komisaris Independen, Ukuran Dewan Komisaris dan Komite Audit Melalui Manajemen Laba terhadap Kinerja Keuangan

Nama Variabel Pengaruh Langsung Pengaruh Tidak Langsung Pengaruh Total Kepemilikan Institusional 0,488 0.026904 0,5149 Kepemilikan Manajerial 0,173 0,018297 0,19129

Komposisi Dewan Komisaris Independen

-0,182 -0,01767 -0,19967

Ukuran Dewan Komisaris 0,371 0,025878 0,396878

Hasil diagram jalur dapat dilihat pada Gambar 5.3

Gambar 5.3. Hasil Diagram Jalur

5.4. Pembahasan Hasil penelitian

5.4.1. Pengaruh Corporate Governance dalam Hal Ini Kepemilikan Institusional (KI),

Kepemilikan manajerial (KM), Komposisi Dewan Komisaris Independen (KomI), Ukuran Dewan Komisaris (UDK), dan Komite Audit (KA) Secara Simultan dan Parsial terhadap Kinerja Keuangan (KK)

Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas pada sub bab sebelumnya, perhitungan regresi berganda diperoleh Adjusted R2 sebesar 0,186, signifikan pada tingkat kepercayaan 95%. Secara simultan variabel corporate governance dalam hal

Kepemilikan Institusional (KI) Kepemilikan Manajerial KM) Komposisi Dewan Koms. Independen Ukuran Dewan Komisaris (UDK) Manajemen Laba (ML) Kinerja Keuangan (KK) Komite Audit (KA) -0,47 -0,32 -0,11 -0,26 0,37 - - 0,31 0,17 0,49 0,0 6 0,65 0,74

ini: kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan (KK) pada perusahaan consumers goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hal ini mengindikasikan bahwa kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) dapat meningkatkan kinerja keuangan (KK) pada perusahaan consumers goods yang terdaftar di BEI. Adapun dampak corporate governance terhadap kinerja keuangan adalah sebesar 18,6%. Namun pengujian secara parsial dua variabel yang tidak berpengaruh signifikan dan negatif terhadap kinerja keuangan (KK) yaitu variabel komposisi dewan komisaris independen (KomI), komite audit (KA), satu variabel tidak berpengaruh signifikan positif yaitu kepemilikan manajerial(KM) dan dua variabel berpengaruh signifikan positif yaitu kepemilikan institusional (KI), ukuran dewan komisaris (UDK).

5.4.2. Melalui Manajemen Laba (ML) Mempengaruhi Hubungan Antara Mekanisme

Corporate Governance dalam Hal Ini Kepemilikan Institusional (KI), Kepemilikan Manajerial (KM), Komposisi Dewan Komisaris Independen (KomI), Ukuran Dewan Komisaris (UDK) dan Komite Audit (KA) terhadap Kinerja Keuangan (KK)

Sebagaimana hasil olahan data yang dibahas pada sub bab sebelumnya, untuk mengetahui apakah melalui manajemen laba mempengaruhi hubungan antara mekanisme corporate governance dalam hal ini kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK) dan komite audit (KA) terhadap kinerja keuangan (KK) menggunakan dua persamaan regresi yaitu: 1) untuk melihat pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial

(KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) terhadap manajemen laba (ML) dan 2) untuk melihat melalui manajemen laba mempengaruhi hubungan antara mekanisme corporate governance dalam hal ini kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK) dan komite audit (KA) terhadap kinerja keuangan (KK).

5.4.2.1.Pengaruh kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) terhadap manajemen laba (ML)

Berdasarkan hasil penelitian yang dibahas pada sub bab sebelumnya, perhitungan regresi berganda menunjukkan bahwa secara simultan variabel kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap manajemen laba (ML) pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun pengujian secara parsial menunjukkan bahwa ada dua variabel berpengaruh signifikan negatif yaitu kepemilikan institusional (KI) dan ukuran dewan komisaris (UDK), satu variabel berpengaruh signifikan positif yaitu komposisi dewan komisaris independen (KomI) serta dua variabel tidak berpengaruh signifikan negatif yaitu kepemilikan manajerial (KM) dan komite audit (KA).

5.4.2.2. Melalui manajemen laba (ML) mempengaruhi hubungan antara mekanisme corporate governance dalam hal ini kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK) dan komite audit (KA) terhadap kinerja keuangan (KK)

Perhitungan regresi berganda menunjukkan bahwa secara simultan variabel kepemilikan institusional (KI), kepemilikan manajerial (KM), komposisi dewan komisaris independen (KomI), ukuran dewan komisaris (UDK), komite audit (KA) dan manajemen laba (ML) berpengaruh secara signifikan dan positif terhadap kinerja keuangan (KK) pada perusahaan consumer goods yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI). Namun pengujian secara parsial menunjukkan bahwa ada dua variabel berpengaruh signifikan negatif yaitu kepemilikan institusional (KI) dan ukuran dewan komisaris (UDK), satu variabel tidak berpengaruh signifikan positif yaitu kepemilikan manajerial (KM) serta tiga variabel tidak berpengaruh signifikan negatif yaitu komposisi dewan komisaris independen (KomI), komite audit (KA) dan manajemen laba (ML).

Dari hasil penelitian yang telah dibahas sebelumnya, berikutnya akan dibahas hubungan antara mekanisme corporate governance, manajemen laba dan kinerja keuangan.

a. Kepemilikan institusional, manajemen laba dan kinerja keuangan

Dokumen terkait