BAB II TINJAUAN PUSTAKA
A. Antenatal Care
6. Intervensi Dalam Pelayanan Antenatal Care
Intervensi dalam pelayanan antenatal care adalah perlakuan yang diberikan kepada ibu hamil setelah dibuat diagnosa kehamilan. Adapun intervensi dalam pelayanan antenatal care adalah :1,6
a. Intervensi Dasar
1. Pemberian Tetanus Toxoid , tujuan pemberian TT adalah untuk melindungi janin dari tetanus neonatorum, pemberian TT baru menimbulkan efek
27
perlindungan bila diberikan sekurang-kurangnya 2 kali dengan interval minimal 4 minggu, kecuali bila sebelumnya ibu telah mendapatkan TT 2 kali pada kehamilan yang lalu atau pada masa calon pengantin, maka TT cukup diberikan satu kali (TT ulang). Untuk menjaga efektifitas vaksin perlu diperhatikan cara penyimpanan serta dosis pemberian yang tepat. Dosis dan pemberian 0,5 cc pada lengan atas.
Untuk jadwal pemberian (1) Bila ibu hamil belum pernah mendapat TT atau meragukan perlu diberikan suntikan TT sedini mungkin (sejak kunjungan yang pertama), sebanyak 2 kali dengan jarak minimal satu bulan. Pemberian TT kepada ibu hamil tidak membahayakan, walaupun diberikan pada kehamilan muda. (2) Bila ibu pernah mendapatkan suntikan ulang/booster 1 kali pada kunjungan antenatal yang pertama.
2. Pemberian tablet zat besi (Fe), tujuan pemberian tablet Fe adalah untuk memenuhi kebutuhan Fe pada ibu hamil dan nifas karena pada masa kehamilan dan nifas kebutuhan meningkat. Dimulai dengan pemberian satu tablet sehari dengan segera mungkin, setelah rasa mual hilang, tiap tablet mengandung Fe So4 320 mg (zat besi 60 mg) dan asam folat 500 mg, minimal masing-masing 90 tablet sebaiknya tidak diminum bersamasama teh/kopi karena akan mengganggu penyerapan.
3. Pemberian Tablet multivitamin yang mengandung mineral, tujuan pemberian tablet multivitamin yang mengandung mineral adalah untuk memenuhi kebutuhan akan berbagai vitamin dan mineral bagi ibu hamil dan janin/bayi selama hamil dan nifas. Cara pemberian 1 tablet/hari, selama masa kehamilan dan nifas.
28
4. Penyuluhan bagi ibu hamil, penyuluhan bagi ibu hamil sangat diperlukan, untuk memberikan pengetahuan mengenai kehamilan, pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, perawatan diri selama hamil serta tanda bahaya yang perlu diwaspadai. Isi penyuluhan meliputi:
1. Gizi tinggi protein dan tinggi kalori ibu, dianjurkan
untuk: Tidak membatasi jumlah dan jenis makanan ,Makan makanan yang bergizi, tinggi kalori dan tinggi protein , Minum lebih banyak dari biasanya (10 gelas) 2. Perawatan Payudara
Penyuluhan meliputi : Manfaat perawatan payudara sejak kehamilan 7 bulan dan cara perawatan payudara
3. Kebersihan diri
Selama hamil, ibu perlu lebih menjaga kebersihan diri, karena dengan adanya perubahan hormonal, maka rongga mulut dan jalan lahir peka terhadap infeksi, ibu perlu mandi dan sikat gigi secara teratur, minimal 2 kali sehari
4. Istirahat cukup dan mengurangi kerja fisik berat
5. Senam hamil yang baik sangat berguna dalam menghadapi
persalinan, manfaat senam hamil adalah: melatih pernapasan,melatih alat panggul dan vagina agar lentur/tidak kaku. melancarkan peredaran darah yang pada kehamilan relatif lamban
b. Intervensi Khusus
Intervensi khusus adalah melakukan khusus yang diberikan kepada ibu hamil sesuai dengan faktor resiko dan kelainan yang ditemukan, meliputi:
1. Faktor resiko, meliputi:
29
a. Umur : Terlalu muda, yaitu dibawah 20 tahun ,Terlalu tua, yaitu diatas 35 tahun
b. Paritas : Paritas golongan primipara adalah golongan ibu dengan 0-1 paritas, (2) Golongan multipara adalah golongan ibu dengan paritas 2-5 dan (3) Golongan grande multipara adalah golongan ibu dengan paritas > 5
c. Interval : Jarak persalinan terakhir dengan awal kehamilan sekurangkurangnya 2 tahun.
d. Tinggi badan kurang dari 145 cm
e. Lingkar lengan atas kurang dari 23,5 cm
2. Komplikasi Kehamilan
a. Komplikasi obstetri langsung : perdarahan, Pre eklamasi/eklamsia, kelainan letak lintang, sungsang primi gravid ,anak besar, hidramnion, kelainan kembar, ketuban pecah dini dalam kehamilan.
b. Komplikasi obstetri tidak langsung : Penyakit jantung, hepatitis, TBC (Tuberkolosis), Anemia, Malaria , Diabetes militus
c. Komplikasi yang berhubungan dengan obstetri, komplikasi akibat kecelakaan (kendaraan, keracunan, kebakaran).
Informasi-informasi yang harus diberikan kepada ibu hamil pada kunjungan kehamilannya adalah: 3,7
1. Trimester I
30
a. Menjalin hubungan saling percaya Ini merupakan langkah paling awal namun akan sangat menentukan kualitas asuhan di waktu-waktu berikutnya. Hubungan saling percaya antara ibu hamil dan petugas kesehatan mutlak harus dapat dipenuhi sehingga informasi dan penatalaksanaan yang diberikan oleh petugas kesehatan dapat selalu sesuai dengan data yang disampaikan oleh pasien secara jujur.
b. Deteksi Masalah Pada tahap awal pemberian asuhan, petugas kesehatan melakukan deteksi kemungkinan masalah atau komplikasi yang muncul dengan melakukan penapisan-penapisan. Beberapa diantaranya adalah penapisan kelainan bentuk panggul pada pasien dengan tinggi badan kurang dari 145 cm, pre-eklampsi, hipertensi dalam kehamilan, infeksi, dan sebagainya.
c. Mencegah masalah (TT dan anemia)
Pencegahan masalah anemia merupakan prioritas pertama yang harus dilakukan oleh petugas kesehatan karena anemia merupakan penyebab utama pendarahan postpartum. Selain anemia, petugas kesehatan juga harus melakukan pencegahan penyakit tetanus neonatorum karena penyakit ini memberikan peran yang cukup besar dalam menyebabkan kematian bayi.
d. Persiapan persalinan dan komplikasi
Meskipun proses persalinan masih cukup lama, namun petugas kesehatan tetap harus menyampaikan informasi ini sedini mungkin sehingga ibu hamil dan keluarga sudah mempunyai gambaran mengenai apa yang harus direncanakan.
Selain itu untuk memberdayakan ibu hamil dan keluarga, beberapa komplikasi yang mungkin terjadi dalam kehamilan juga perlu disampaikan sejak dini
31
sehingga ibu hamil dan keluarga dapat ikut aktif dalam pemantauan perjalanan kehamilannnya.
2. Trimester II
Setelah petugas kesehatan menyimpulkan bahwa ibu hamil sudah cukup paham dengan informasi yang harus diketahui pada Trimester I, maka pada Trimester II ini, petugas kesehatan memberikan informasi yang berkaitan dengan preeklampsi ringan (pantau tekanan darah dan evaluasi edema). Petugas kesehatan mengajak ibu hamil dan keluarga untuk aktif dalam memantau kemungkinan gejala-gejala preeklampsi ringan dalam kehamilannya sehingga timbul tanggung jawab bagi ibu hamil dan keluarga untuk mempertahankan kesehatannya secara mandiri.
3. Trimester III
a. Gemeli (28-36 minggu)
Pada usia kehamilan ini, informasi yang perlu disampaikan adalah hasil pemeriksaan kesejahteraan janin dalam kandungan, salah satunya adalah janin tunggal atau ganda. Informasi tersebut akan mengurangi beberapa kekhawatiran yang dirasakan oleh ibu hamil dan keluarga berkaitan dengan janin.
b. Letak janin (>36 minggu)
Gambaran persalinan yang akan dilalui merupakan salah satu hal yang dikhawatirkan oleh ibu hamil dan keluarga pada akhir masa kehamilan. Informasi mengenai kepastian letak dan posisi janin akan mengurangi kecemasan pasien. Ibu hamil akan lebih siap jika diberikan gambaran mengenai proses persalinan secara
32
lengkap.ada beberapa hal yang harus diperhatikan dan dijelaskan pada antenatal care, meliputi:
1. Makanan (diet)
Ibu hamil harus mendapat perhatian terutama mengenai jumlah kalori dan protein yang berguna untuk pertumbuhan janin dan kesehatan ibu.
Kekurangan nutrisi dapat menyebabkan anemia, abortus, partus, dan pendarahan paska persalinan. Jika makan makanan berlebihan karena beranggapan untuk porsi dua orang dapat menyebabkan komplikasi seperti kegemukan, preeklampsi, janin terlalu besar (makrosomia), dan sebagainya. Hal penting yang harus diperhatikan sebenarnya adalah cara mengatur menu dan pengolahan menu tersebut dengan berpedoman pada Pedoman Umum Gizi Seimbang. Petugas Kesehatan sebagai pengawas kecukupan gizinya dapat melakukan pemantauan terhadap kenaikan berat badan selama kehamilan. Pengaruh suplementasi multigizi mikro (MGM) dan Fe-folat terhadap status gizi makro ibu hamil dengan menggunakan penambahan berat badan hamil (PBBH) sebagai indikator, masih sangat sedikit.
Padahal, PBBH merupakan indikator utama yang menentukan hasil kehamilan, di samping berat badan prahamil (BBpH). Berat badan sebelum hamil, PBBH, dan indeks massa tubuh (IMT) masih merupakan indikator yang banyak dipakai untuk menentukan status gizi ibu. Untuk menghindari risiko tersebut, ibu hamil harus memperhatikan asupan gizi sebelum, ketika, dan setelah kehamilan, karena rerata PBBH yang dianjurkan di negara berkembang adalah 12,5 kilogram.
2. Merokok
33
Bayi dari ibu-ibu yang merokok mempunyai berat badan lebih kecil, sehingga ibu hamil sangat tidak diperbolehkan untuk merokok.
3.Obat-obatan Untuk ibu hamil
Pemakaian obat-obatan selama kehamilan terutama pada trimester I perlu dipertanyakan, mana yang lebih besar manfaatnya dibandingkan bahaya terhadap janin. Sebenarnya jika kondisi ibu hamil tidak dalam keadaan yang benar-benar berindikasi untuk diberikan obat-obatan, sebaiknya pemberian obat dihindari.
4. Senam Hamil
Dianjurkan bagi ibu hamil agar banyak jalan, terutama pada pagi hari dalam udara segar dan melakukan senam kehamilan, sehingga sirkulasi darah lancar, nafsu makan bertambah, pencernaan lebih baik, dan tidur menjadi lebih nyenyak.
5. Kebersihan tubuh
Kebersihan tubuh ibu hamil perlu diperhatikan karena dengan perubahan metabolisme mengakibatkan peningkatan pengeluaran keringat. Keringat yang menempel di kulit meningkatkan kelembapan kulit dan memungkinkan menjadi tempat berkembangnya mikroorganisme. Jika tidak dibersihkan (dengan mandi), maka ibu hamil akan sangat mudah untuk terkena penyakit
6. Eliminasi
Keluhan yang sering muncul pada ibu hamil berkaitan dengan eliminasi adalah konstipasi dan sering buang air kecil. Konstipasi terjadi karena adanya pengaruh hormon progesteron yang mempunyai efek rileks tehadap otot polos, salah satunya otot usus. Selain itu, desakan usus oleh pembesaran janin juga
34
menyebabkan bertambahnya konstipasi. Tindakan pencegahan yang dapat dilakukan adalah dengan mengonsumsi makanan tinggi serat dan banyak minum air putih, terutama ketika lambung dalam keadaan kosong dapat merangsang gerakan peristaltik usus. Jika ibu sudah mengalami dorongan, maka segeralah untuk buang air besar agar tidak terjadi konstipasi. Sering buang air kecil merupakan kelainan yang umum dirasakan oleh ibu hamil, terutama pada trimester I dan III. Hal tersebut adalah kondisi fisiologis. Tindakan mengurangi asupan cairan untuk mengurangi keluhan ini sangat tidak dianjurkan karena akan menyebabkan dehidrasi.
7. Memantau kesejahteraan janin
Kesejahteraan janin dalam kandungan perlu dipantau secara terus menerus agar jika ada gangguan janin dalam kandungan akan dapat segera terdeteksi dan ditangani. Salah satu indikator kesejahteraan janin yang dapat dipantau sendiri oleh ibu adalah gerakannya dalam 24 jam. Gerakan janin dalam 24 jam minimal 10 kali.
B. Faktor – faktor yang Mempengaruhi Kunjungan Antenatal Care
Kunjungan antenatal care merupakan pemeriksaan kesehatan dimana terjadi interaksi anatara ibu hamil dengan petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan kehamilan.8 Berikut beberapa faktor yang mempengaruhi kunjungan antenatal care.
1.Pengetahuan
35
Pengetahuan merupakan kemampuan seseorang untuk mengingat fakta, simbol, prosedur, tehnik dan teori. Pada umumnya pengetahuan seseorang dipengaruhi oleh pendidikan yang pernah diterima, semakin tinggi tingkat pendidikan seseorang maka semakin baik pula tingkat pengetahuannya.
Pengetahuan adalah merupakan hasil tahu dan ini terjadi setelah orang melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu.Pengetahuan juga merupakan suatu kemampuan seseorang untuk mengingat pengertian, tujuan, manfaat pemeriksaan kehamilan.
Secara umum tingkat Pengetahuan yang dicakup dalam domain kognitif dalam memiliki 6 tingkatan yaitu: 9
a. Tahu (Know)
Diartikan sebagai mengingat sesuatu materi yang telah dipelajari sebelumnya. Termasuk dalam pengetahuan tingkat ini adalah mengingat kembali (recall) terhadap suatu yang spesifik dari seluruh bahan yang dipelajari atau rangsangan yang telah diterima. Oleh sebab itu, tahu ini merupakan tingkat pengetahuan yang paling rendah. Kata kerja untuk mengukur bahwa orang tahu tentang apa yang dipelajarinya antara lain menyebutkan, menguraikan, mendefinisikan, menyatakan, dan sebagainya.
b. Memahami (Comprehension)
Memahami diartikan sebagai suatu kemampuan untuk menjelaskan secara benar tentang objek yang diketahui dan dapat menginterpretasikan materi tersebut secara benar. Orang yang telah
36
paham terhadap objek atau materi harus dapat menjelaskan, menyebutkan.
Contoh: menyimpulkan, meramalkan dan sebagainyaterhadap objek yang dipelajari.
c. Aplikasi (Aplication)
Aplikasi diartikan sebagai kemampuan untuk menggunakan materi yang telah dipelajari pada situasi atau kondisi real (sebenarnya). Aplikasi disini dapat diartikan sebagai aplikasi atau penggunaan hukum-hukum rumus, metode, prinsip dan sebagainya dalam konteks
atau langsung.
d. Analisis (Analysis)
Analisis adalah suatu kemampuan untuk menjabarkan materi atau suatu objek kedalam komponen-komponen tetapi masih dalam suatu struktur organisasi tersebut dan masih ada kaitannya. Kemampuan analisis ini dapat dilihat dari penggunaan kata-kata kerja, dapat menggambarkan (membuat bagan), membedakan, memisahkan, mengelompokkan, dan sebagainya.
e. Sintesis (Synthesis)
Sintesis menunjukkan pada suatu kemampuan untuk meletakkan atau menghubungkan bagian-bagian dalam suatu bentuk keseluruhan yang baru.
Dengan kata lain sintesis adalah suatu kemampuan untuk menyusun formulasi baru dari formulasi-formulasi yang ada. Misalnya dapat menyusun, dapat merencanakan, dapat meringkas, dapat menyesuaikan, dan sebagainya terhadap suatu teori atau rumusan-rumusan yang telah ada.
f. Evaluasi (Evaluation)
37
Evaluasi ini berkaitan dengan kemampuan untuk melakukan penilaian terhadap suatu materi atau objek penilaian berdasarkan suatu kriteria yang telah ada. Pengukuran pengetahuan dapat
dilakukan dengan wawancara atau angket yang menanyakan tentang isi meteri yang ingin diukur dari subjek penelitian, kedalam pengetahuan yang ingin kita ketahui. 10
Pengukuran pengetahuan,yaitu dengan cara orang yang bersangkutan mengungkapkan kata-kata yang diketahuinya dalam bentuk bukti jawaban baik lisan maupun tulisan. Bukti atau jawaban tersebut merupakan reaksi dari suatu rangsangan yang berupa pertanyaan baik lisan maupun tulisan. Pertanyaan yang dapat digunakan untuk mengukur pengetahuan secara umum dapat dikelompokkan menjadi dua jenis, antara lain:
a. Pertanyaan subjektif berupa jenis pertanyaan essai
Hal ini karena penilaian untuk pertanyaan ini melibatkan faktor subjektif dari penilaian, sehingga nilainya akan beda dari seorang penilai dibandingkan dengan yang lain dari suatu waktu ke waktu yang lain.
b. Pertanyaan objektif berupa pertanyaan pilihan berganda dan benar salah.
Hal ini karena pertanyaan-pertanyaan itu dapat dinilai secara pasti penilaiannya tanpa melibatkan faktor subjektivitas dari penilai. Dari kedua pertanyaan tersebut, penilaian objektif khususnya dengan pilihan berganda lebih disukai untuk dijadikan sebagai alat ukur pengetahuan karena lebih mudah disesuaikan dengan pengetahuan yang akan diukur dan lebih cepat dinilai.
38 2.Umur
Adalah umur individu terhitung mulai saat dilahirkan sampai saat berulang tahun. Semakin cukup umur, tingkat kematangan dan kekuatan seseorang akan lebih matang dalam berpikir dan bekerja . Dengan bertambahnya umur seseorang maka kematangan dalam berpikir semakin baik sehingga akan termotivasi dalam memeriksakan kehamilan, juga mengetahui akan pentingnya Antenatal Care.
Semakin muda umurnya semakin tidak mengerti tentang pentingnya pemeriksaan kehamilan.
3. Pendidikan
adalah suatu proses ilmiah yang terjadi pada manusia. Menurut Crow, pendidikan adalah suatu proses dimana pengalaman atau informasi diperoleh sebagai hasil dari proses belajar. Menurut Dictionary of Education, pendidikan dapat diartikan suatu proses dimana seseorang mengembangkan kemampuan sikap dan bentuk tingkah laku lainnya dalam masyarakat dan kebudayaan. Pada umumnya semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin baik pula tingkat pengetahuannya . 9
4. Pekerjaan Ibu
Adalah kesibukan yang harus dilakukan terutama untuk menunjang kehidupannya dan kehidupan keluarga. Pekerjaan bukanlah sumber kesenangan tetapi lebih banyak merupakan cara mencari nafkah yang membosankan, berulang dan banyak tantangan.
39
Bekerja yang pada umumnya menyita waktu, ibu yang bekerja mempunyai kesibukan yang banyak sehingga tidak mempunyai waktu untuk memeriksakan kehamilan.10
5. Paritas
Paritas merupakan jumlah persalinan yang dialami oleh ibu. Paritas terdiri atas 3 kelompok yaitu: (1) Golongan primipara adalah golongan ibu dengan 0-1 paritas, (2) Golongan multipara adalah golongan ibu dengan paritas 2-5 dan (3) Golongan grande multipara adalah golongan ibu dengan paritas > 5. Kehamilan yang paling optimal adalah kehamilan kedua sampai keempat. Kehamilan pertama dan setelah kehamilan keempat mempunyai risiko yang tinggi. Jadi, persalinan yang paling aman adalah persalinan kedua dan ketiga.11
Kehamilan dan persalinan anak pertama, risiko meningkat terutama disebabkan karena ibu belum pernah menghadapi kehamilan dan persalinan, di samping itu jalan lahir baru pertama kali akan dicoba dilalui oleh janin.
Grande multipara adalah istilah yang digunakan untuk wanita dengan kehamilan lebih dari lima. Kehamilan pada kelompok ini sering disertai penyulit, seperti kelainan letak, perdarahan antepartum, perdarahan post partum, dan lain-lain. Kehamilan dan persalinan anak kelima atau lebih risiko meningkat karena kehamilan dan persalinan berulang-ulang akan mengakibatkan berkurangnya cadangan zat-zat tambahan, misalnya asam folat, Fe, iodium, vitamin A, vitamin B, dan vitamin D, kelelahan pada tubuh ibu dan alat kandungan.11
Selain itu, pada grande multipara terjadi kemunduran daya lentur (elastisitas) jaringan yang sudah berulang kali direnggangkan oleh kehamilan
40
membatasi kemampuan berkerut untuk menghentikan perdarahan sesudah persalinan dan nifas. Disamping itu banyak pula dijumpai tidak cukupnya tenaga untuk mengeluarkan janin yang disebut dengan merits uteri. Keadaan ini akan lebih buruk lagi pada kasus dengan jarak kehamilan yang singkat.
6. Umur Kehamilan
Umur kehamilan atau maturitas adalah kehamilan dihitung dari hari pertama periode menstruasi normal terakhir sampai dengan terjadinya proses kelahiran janin.
Berdasarkan umur kehamilan, persalinan dapat dibedakan atas:
1. Partus prematurus adalah persalinan dari hasil konsepsi pada kehamilan 22-36 minggu, janin dapat hidup tetapi prematur.
2. Normal (partus matures) adalah partus pada kehamilan 37-40 minggu (antara 259 hari dan 280 hari), janin matur, berat badan di atas 2.500 gram.
3. Partus postmaturus (serotinus) adalah persalinan yang terjadi 2 minggu atau lebih dari waktu partus normal atau pada kehamilan >
40 minggu.
Penelitan yang dilakukan di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta menemukan bahwa kematian perinatal yang tertinggi terjadi pada umur kehamila 32-36 minggu. Sedangkan penelitian di RS Dr. Kariadi Semarang mendapatkan bahwa jumlah kelahiran mati terbesar pada umur kehamilan 28-38 minggu.12
41 C. KERANGKA KONSEP
1. Dasar Pemikiran Variabel
Antenatal care masih menjadi masalah kesehatan masyarakat,karena ibu hamil belum menyadari manfaat dari pemeriksaan kehamilan yang dapat mencegah terjadinya kematian ibu dan janin.
Berdasarkan tinjauan pustaka dan maslah penelitian, maka penelitian ini kami khususkan pada pengaruh tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap kepatuhan melakukan pemeriksaan antenatal. Factor tingkat pengetahuan menjadi variable independen dan kepatuhan ANC menjadi variable dependen.
2. KERANGKA KONSEP
42 ; variabel dependen yang diteliti
; variabel independen tidak diteliti.
3. KERANGKA TEORI
Hipotesis : Korelasi tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap Frekuensi kunjungan ANC.
Hipotesis nol : tidak terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap frekuensi kunjungan ANC.
Hipotesis Alternatif : terdapat korelasi yang bermakna antara tingkat pengetahuan ibu hamil terhadap frekuensi kunjungan ANC.
FREKUENSI KUNJUNGAN ANC
TINGKAT PENGETAHUAN
43 BAB III KAJIAN ISLAM
A. EMBRIOLOGI DALAM AL-QUR’AN
Agama Islam memerintahkan kepada setiap ummatnya untuk mempelajari embriologi agar dapat meningkatkan keyakinan dan ketakwaan manusia kepada Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya:
“Katakanlah: "Berjalanlah di (muka) bumi, maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya,” (QS. Al-Ankabut [29]: 20)
“Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apakah dia diciptakan? Dia diciptakan dari air yang dipancarkan, yang keluar dari antara tulang sulbi laki-laki dan tulang dada perempuan,” (QS. Ath-Thariq [86]: 5-7).
Allah menggunakan terminologi awal penciptaan sebagai bukti bahwa Dia akan mengembalikan dan membangkitkan ciptaan-Nya. Oleh karena itu, Allah SWT. kemudian berfirman sebagai berikut:21
44
“Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata! Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata:
"Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?"
Katakanlah: "Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk,” (QS. Yasin [36]:
77-79).
Zat yang berkuasa untuk memulai suatu penciptaan, pasti bisa mengembalikan ciptaan-Nya seperti semula (ketika ciptaan itu rusak atau musnah). Bahkan, mengembalikan itu lebih mudah bagi-Nya. Segala sesuatu adalah mudah bagi Allah SWT. Ini terlihat pada firman Allah SWT. berikut ini:21
“Dan Dialah yang menciptakan (manusia) dari permulaan, kemudian mengembalikan (menghidupkan)nya kembali, dan menghidupkan kembali itu adalah lebih mudah bagi-Nya,” (QS. Ar-Rum [30]: 27).
Awal Penciptaan
45
Pada awal siklus menstruasi seorang wanita, sebagian ovum (sel telur) dalam ovarium mulai tumbuh berkembang. Pertumbuhan ini baru sempurna hanya sekali pada kira-kira hari ke empat belas dari siklus di atas.21
Ovum yang dilepaskan oleh ovarium disapu oleh mikrofilamen-mikrofilamen fimbria infundibulum tuba ke arah ostium tuba abdominalis, dan disalurkan terus ke arah medial. Di tengah-tengahnya terdapat nukleus dalam tahap metafase pada pembelahan pematangan kedua, terapung di dalam sitoplasma yang kekuning-kuningan yang dinamakan vitelus. Ovum dilingkari oleh zona pelusida dan sel-sel korona radiata yang lama-kelamaan ovum hanya dilingkari oleh zona pelusida pada perbatasan ampula dan ismus tuba, tempat umumnya terjadi pembuahan.8 Sekitar 100-200 juta spermatozoa ditumpahkan di forniks vagina dan di sekitar porsio pada waktu koitus (senggama). Sekitar 400 sperma dari jutaan sperma ini yang dapat sampai ke ampulla tuba dimana spermatozoa dapat memasuki ovum yang telah siap dibuahi. Namun, hanya satu spermatozoa yang berhasil menembus penghalang yang mengitari sel telur. Ia masuk ke dalam sitoplasma sel telur yang berjalan cepat dengan memisahkan enzim-enzim lainnya yang dapat menghalangi spermatozoa lainnya dalam menembus sel telur.
Oleh karena itu, ada tiga prinsip pokok yang dapat disimpulkan di sini, yaitu:13 Pertama, pada awal terciptanya makhluk merupakan hasil dari bersatunya dua unsur, yaitu pria dan wanita secara bersamaan. Allah SWT berfirman:
46
“Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat,” (QS. Al-Insan [76]:2).
Kedua, tidak semua sel telur (ovum) atau sperma pria yang keluar menuju rahim wanita dapat mendorong terjadinya janin. Rasulullah Saw. Bersabda, “Sesuatu
Kedua, tidak semua sel telur (ovum) atau sperma pria yang keluar menuju rahim wanita dapat mendorong terjadinya janin. Rasulullah Saw. Bersabda, “Sesuatu