TINJAUAN KASUS
J. INTERVENSI KEPERAWATAN No
Dx DATA
DIAGNOSA
(NANDA ) TUJUAN NOC NIC
1 Data Pendukung masalah Perilaku Kesehatan Cenderung Beresiko (00188)
1. Ny. S sudah menderita tekanan darah tinggi sejak berumur 30 tahun 2. Ny. S mengeluh kakinya kadang kesemutan dan lehernya sakit 3. Ny.S mengatakan kadang-kadang keluar keringat dingin 4. Ny. S sudah terbiasa dengan keadaannya (hipertensi) 5. Ny. S pergi ke fasilitas kesehatan bila sakitnya parah 6. Ny. S mengatakan belum begitu paham tentang hipertensi.
Dari data yang disajikan ada kemungkinan diagnosis keperawatan yaitu : Domain 1 : Promosi kesehatan Kelas 2: Menegemen kesehatan Perilaku Kesehatan Cenderung Beresiko (00188) Keluarga memiliki perilaku kesehatan yang lebih baik Setelah dilakukan tindakan keperawatan , keluarga mampu mengenal tentang : Perilaku kesehatan yang lebih baik 1. Keluarga mampu mengenal Domain IV : Pengetahuan kesehatan dan perilaku (Hasil yang menggambarkan sikap, pemahaman dan tindakan terhadap kesehatan dan penyakit)
Kelas S : Pengetahuan kesehatan
(Hasil yang menggambarkan pemahaman keluarga dalam pemanfaatan informasi untuk meningkatkan , mempertahankan dan perbaikan kesehatan) Tingkat 3 1821 Pengetahuan tentang penyakit : 1. Pngertian/proses penyakit
2. Tanda dan gejala penyakit
3. Pencegahan penyakit
1. Keluarga mampu mengenal
Domain III : Perilaku
(perawatan pendukung fungsi physicososial fasilitas merubah gaya hidup)
Kelas S: Pendidikan Pasien
(rencana untuk fasilitas pembelajaran) Rencana :
. 5602 Pengajaran : Proses Penyakit
- Kaji tingkat pengetahuan pasien terkait dengan prose penyakit.
- Jelaskan proses penyakit penyakit
- Review pengetahuan pasien mengenai kondisinya - Jelaskan tanda dan gejala yang umum dari penyakit - Jelasan kemungkinan penyebab
- Berikan informasi pada pasien mengenai kondisinya
- Berikan informasi kepada keluarga/ orang penting bagi klien mengenai perkembangan klien
- Diskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencehag komplikasi di masa yang akan datang dan utnuk mengontrol proses penyakit
- Diskusikan pilihan terapi/penanganan
- Jelaskan alasan dibalik manajemen/terapi yang direkomendasikan
- Edukasi pasien mengenai tanda dan gejala yang gejala yang harus dilaporkan kepada petugas kesehatan
K. IMPLEMENTASI No. Dx
Waktu Implementasi Respon Ttd
II Selasa, 30 Agustus 2016 10.00 10.05 10.10 10.15 10.20 10.30
a. Managemen nyeri (nafas dalam) b. Meminta klien agar tidak terlalu lelah c. Meminta klien agar meningkatkan istirahat
d. Meminta klien untuk mengurangi pikiran yang tidak penting
e. Melakukan pengkajian skala nyeri
f. Memonitor TTV
a. Klien kooperatif
b. Klien mengatakan bersedia untuk mengurangi aktivitas yang tidak penting
c. Klien mengatakan sudah tidur cukup
d. Klien mengatakan akan mengurangi pikiran yang tidak penting
e. P: Klien mengatakan pusing Q: cekot cekot R: di kepala S: skala 4 T: ± 10 menit f. TD: 150/100 mmHg N : 84 x/menit RR: 22 x/menit S : 370 C Punti II Kamis, 8 September 2016 10.00 10.05 10.10 10.15 10.20
a. Managemen nyeri (nafas dalam) b. Meminta klien agar tidak terlalu lelah c. Meminta klien agar meningkatkan istirahat
d. Meminta klien untuk mengurangi pikiran yang tidak penting
e. Melakukan pengkajian skala nyeri
a. Klien kooperatif
b. Klien mengatakan bersedia untuk mengurangi aktivitas yang tidak penting
c. Klien mengatakan sudah tidur cukup
d. Klien mengatakan akan mengurangi pikiran yang tidak penting
e. P: Klien mengatakan pusing berkurang Q: cekot cekot
R: di kepala S: skala 2
10.30 f. Memonitor TTV T: ± 10 menit f. TD: 150/100 mmHg N : 84 x/menit RR: 22 x/menit S : 370 C I Rabu, 14 September 2016 10.00 10.15 10.30
1. Mendiskusikan dan menjelaskan kepada keluarga Tn. H tentang
a. Pengertian hipertensi b. Tanda dan gejala hipertensi c. Penyebab hipertensi
d. Cara menghindari hipertensi
e. Cara pengobatan hipertensi secara tradisional f. Diit hipertensi
2. Mendiskusikan perubahan gaya hidup yang mungkin diperlukan untuk mencegah komplikasi dimasa yang akan datang dan untuk mengontrol proses penyakit
3. Mendiskusikan pilihan terapi komplementer (jus belimbing)
4. Menjelaskan alasan dibalik terapi komplementer (jus belimbing)
5.Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis
1. S : Klien menyatakan kesetujuannya diberikan pendidikan kesehatan utuk megetahui sejauh mana pentingnya kesehatan bagi dirinya
O : Klien terlihat banyak tanya
2. S : Keluarga megatakan paham dengan penyuluhan yang telah dijelaskan oleh mahasiswa O : Keluarga tampak kooperatif dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah di sampaikan
3. S : Klien mengatakan baru pertama kali menggunakan jus belimbing manis sebagai therapy komplementer
4. O : Klien terlihat meminum jus belimbing yang diberikan oleh mahasiswa
Punti
I Kamis, 15 September 2016 10.00
Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis sebanyak 1 gelas
S : klien mengatakan setelah meminum jus belimbing frekuensi BAK bertambah
O : Klien tampak meminum jus yang diberikan oleh mahasiswa
I Jum’at, 16 September 2016
10.00
Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis sebanyak 1 gelas
S : -
mahasiswa I Sabtu, 17 September 2016
10.00
Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis sebanyak 1 gelas
S : -
O : Klien tampak meminum jus yang diberikan oleh mahasiswa
I Minggu, 18 September 2016 10.00
Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis sebanyak 1 gelas
S : -
O : Klien tampak meminum jus yang diberikan oleh mahasiswa
I Senin, 19 September 2016 10.00
Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis 1 gelas
S : -
O : Klien tampak meminum jus yang diberikan oleh mahasiswa
I Selasa, 20 September 2016 10.00
Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis sebanyak 1 gelas
S : -
O : Klien tampak meminum jus yang diberikan oleh mahasiswa
I Rabu, 21 September 2016 10.00
- Memberikan therapy komplementer : jus belimbing manis sebanyak 1 gelas
- Mengevaluasi hasil pemberian jus belimbing manis : Mengukur tekanan darah klien
S : -
O : Klien tampak meminum jus yang diberikan oleh mahasiswa
S : klien tampak menanyakan tekanan darahnya O : TD :
L. EVALUASI
Hari / Tgl Diagnosa Evaluasi TTD
Rabu,
30 Agustus 2016
Nyeri akut b.d agen cidera fisik
S: P: Klien mengatakan kepalanya pusing Q: cekot cekot
R: di kepala S: skala 4 T: ± 10 menit
O: - Klien tampak tenang - TD: 150/100 mmHg
N : 84 x/menit RR: 22 x/menit S : 370 C
A: Masalah keperawatan nyeri akut teratasi sebagian P: Lanjutkan Intervensi
1. Monitor TTV
2. Lakukan pengkajian skala nyeri 3. Lakukan teknik nafas dalam 4. Tingkatkan istirahat
Punti
Kamis,
8 September 2016
Nyeri akut b.d agen cidera fisik
S: P: Klien mengatakan kepalanya pusing Q: cekot cekot
R: di kepala S: skala 4 T: ± 10 menit
O: - Klien tampak tenang - TD: 150/100 mmHg
N : 84 x/menit RR: 22 x/menit S : 370 C
A : Masalah keperawatan nyeri akut teratasi sebagian
P : Lanjutkan Intervensi 1. Monitor TTV
2. Lakukan pengkajian skala nyeri 3. Lakukan teknik nafas dalam 4. Tingkatkan istirahat Kamis, 14 September 2016 Perilaku kesehatan cenderung beresiko (00188) S :
Keluarga mengatakan paham dengan penyuluhan kesehatan yang telah di jelaskan oleh mahasiswa
O :
Keluarga tampak kooperatif dan mampu menjelaskan kembali materi yang telah di sampaikan
A :
Masalah teratasi P :
Pertahankan intervensi
- Pemberian terapi komplementer belimbing + seledri
Punti Rabu, 21 September 2016 Perilaku kesehatan cenderung beresiko (00188) S :
Klien mengatakan setelah meminum jus belimbing manis + seledri, frekuensi berkemih klien menjadi bertambah.
Klien mengatanan pusing berkurang dan lehernya sudah tidak kaku lagi. O :
Klien tampak berkeringat TD : 130/100 mmHg N : 86 x/menit RR : 23 x/menit A : Masalah teratasi Punti
P :
Pertahankan intervensi