• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERKEMBANGAN DANA TRANSFER

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

VI. 3.1.21.1 Investasi Jangka Panjang Permanen

Sampai dengan tanggal 31 Desember 2019 Pemerintah Kota Pangkalpinang memiliki Investasi Jangka Panjang yang seluruhnya berbentuk Penyertaan Modal Pemerintah Daerah senilai Rp128.119.209.350,00 sebagai berikut:

Tabel VI.3.1.21.1 Investasi Jangka Panjang Permanen Per 31 Desember 2019 dan 2018

No Uraian 31 Desember 2019 (Rp) 31 Desember 2018 (Rp) 1. PDAM Tirta Pinang 70.089.450.567,34 70.582.692.712,89 2. Bank BPD Sumsel Babel 42.500.000.000,00 41.000.000.000,00 3. BPR Syariah Bangka Belitung 15.529.758.782,66 15.167.200.369,43 Jumlah 128.119.209.350,00 126.749.893.082,32

Rincian Investasi Jangka Panjang dapat dilihat pada Lampiran 17

Saldo akun ini merupakan akumulasi seluruh penyertaan modal yang dilakukan sejak tahun 1990 sampai dengan tahun 2018.

1. Jumlah Penyertaan Modal pada PDAM Tirta Pinang yang dahulunya bernama Tirta Darma dilakukan berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 06 Tahun 2007 tanggal 8 Desember 2007 yang mana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 15 Tahun 2011 tanggal 28 Desember 2011 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Pangkalpinang pada Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Pinang Kota Pangkalpinang senilai Rp86.895.304.482,71 yang terdiri dari saldo awal tahun 1978 senilai Rp349.601.284,00, BAST dari Departemen Pekerjaan Umum Tahun 1987 sebesar Rp4.089.720.237,71 ditambah penambahan investasi dari tahun 1997 sampai dengan tahun 2009 berdasarkan Peraturan Daerah sebesar Rp68.500.000.000,00 dan pada tahun 2016 terjadi penambahan Penyertaan modal PDAM senilai Rp1.200.000.000,00 berdasarkan Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 3 Tahun 2016 tanggal 3 Maret 2016 serta surat Kementerian Keuangan Republik Indonesia Nomor S-36/MK.7/2016 perihal pemberian Hibah Daerah dalam bentuk non Kas kepada Pemerintah Daerah dalam rangka penyelesaian piutang Negara pada PDAM senilai Rp12.755.982.961,00 yang dituangkan dalam Peraturan Daerah Nomor 16 Tahun 2016 tanggal 15 November 2016 atas nilai investasi tersebut Pemerintah Kota Pangkalpinang dengan kepemilikan 91,36% telah mencatat penambahan maupun pengurangan nilai investasi yang dihitung dengan menggunakan metode Ekuitas mulai tahun 2010 sampai dengan 2019. Pada tahun 2019 PDAM Tirta Pinang memperoleh Laba senilai Rp124.193.470,00 dikali dengan Persentase Kepemilikan sebesar 91,36% sehingga bagian laba Pemerintah Kota Pangkalpinang untuk tahun 2019 senilai Rp113.463.154,19 dan terdapat koreksi nilai ekuitas tahun lalu senilai Rp670.757.265,78. Namun karena PDAM Tirta Pinang juga mengalami perubahan

ekuitas di tahun 2017 untuk koreksi laba Tahun 2016 yang belum terkoreksi senilai Rp64.079.904,00 sehingga jika dihitung dengan metode ekuitas PDAM Tirta Pinang mengalami kenaikan Investasi senilai Rp113.463.154,19 dan Penurunan Senilai Rp606.705.299,74 sehingga saldo penyertaan modal investasi pada PDAM Tirta Pinang senilai Rp70.089.450.567,34. Rincian di lampiran 17.a.

2. Penyertaan Modal Pemerintah Kota Pangkalpinang pada Bank BPD Sumsel Babel tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Pangkalpinang pada Bank Sumsel Babel. Pada tahun 2019 Pemerintah Kota Pangkalpinang menambah penyertaan modal pada Bank Sumsel Babel dengan SP2D Nomor 05909/P2D-BANT/4.04.06.02/2019 senilai Rp1.500.000.000,00 sehingga saldo penyertaan modal sampai dengan 31 Desember 2019 senilai Rp42.500.000.000,00 dengan persentase kepemilikan di tahun 2018 yang lalu sebesar 2,97%, Dengan komposisi saham pada Bank Sumsel Babel sebagai berikut: a. Investasi dalam bentuk saham 29.645 lbr@1.000.000 Rp29.645.000.000,00

b. Agio Saham Rp12.853.648.000,00

c. Non Saham Rp 1.352.000,00

Jumlah Rp42.500.000.000,00

3. Penyertaan Modal pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung tertuang dalam Peraturan Daerah Kota Pangkalpinang Nomor 13 Tahun 2012 tentang Penyertaan Modal Pemerintah Kota Pangkalpinang pada PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Bangka Belitung. Pada tahun 2019 terjadi penambahan nilai penyertaan modal dihitung dengan metode Ekuitas senilai Rp362.558.413,23 berdasarkan hasil Laporan Keuangan Audited Tahun 2018 terhadap PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung dari Kantor Akuntan Publik Drs. Henry dan Sugeng tanggal 24 April 2019. Berdasarkan setoran modal awal ditambah SP2D penyertaan modal sampai dengan tahun 2015 Penyertaan Modal Pemerintah Kota Pangkalpinang dalam bentuk saham senilai Rp13.255.000.000,00 (1.325.500 lembar x Rp10.000,00). Namun Pemerintah Kota Pangkalpinang mencatat penambahan nilai investasi akibat dari perhitungan metode ekuitas berdasarkan nilai kepemilikan yang lebih dari 25%. Sampai dengan tahun 2019 Pemerintah Kota Pangkalpinang sudah mencatat senilai Rp2.274.758.782,66 tambahan Investasi dari pengaruh Operasi. Sampai dengan laporan ini sampaikan ke Reviu Inspektorat, PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Bangka Belitung belum menyampaikan Laporan Keuangan dan hasil RUPS Tahun 2019, sehingga saldo akhir Penyertaan modal pada BPRS senilai Rp15.529.758.782,66. Rincian dapat dilihat pada Lampiran 17.b.

VI.3.1.22 Aset Tetap

Jumlah pada pos aset tetap senilai Rp3.545.596.485.386,85 merupakan nilai perolehan aset tetap yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Pangkalpinang sampai dengan 31 Desember 2019, dengan rincian kelompok aset tetap dan mutasi selama tahun anggaran 2019 dikurangi dengan akumulasi penyusutan sebagai berikut:

Tabel VI.3.1.22 Aset Tetap Per 31 Desember 2019 (dalam Rupiah)

No. Uraian Saldo Per1 Jan 2019

Belanja Modal 2019

Penambahan Pengurangan Saldo Per 31 Desember 2019 Register SP2D Belanja Modal Non SP2D Total Belanja Modal 1 Tanah 934.782.289.778,60 9.022.733.858,00 9.022.733.858,00 64.015.076.200,00 1.119.996.848,00 1.006.700.102.988,60 2 Peralatan danMesin 282.449.108.606,01 58.137.022.241,83 6.690.332.352,00 64.827.354.593,83 3.008.075.026,84 7.301.711.054,59 342.982.827.172,09 3 Gedung dan Bangunan 762.516.571.298,59 28.130.467.214,86 391.436.600,00 28.521.903.814,86 13.568.076.078,85 16.915.148.369,04 787.691.402.823,26 4 Jalan, Irigasi, dan Jaringan 1.174.028.573.286,21 133.812.881.438,34 28.276.200,00 133.841.157.638,34 7.521.147.953,19 30.339.144.522,23 1.285.051.734.355,51 5 Aset Tetap Lainnya 9.914.730.606,03 12.288.583.315,00 2.613.855.354,00 14.902.438.669,00 594.349.480,87 12.944.773.912,27 12.466.744.843,63 6 Konstruksi Dalam Pengerjaan 98.721.219.278,76 12.249.045.585,00 266.591.660,00 110.703.673.203,76 Total Aset Tetap 3.262.412.492.854,20 241.391.688.068,03 9.723.900.506,00 251.115.588.574,03 100.955.770.324,75 68.887.366.366,13 3.545.596.485.386,85 7 Akumulasi Penyusutan (701.841.843.332,39) 164.906.711.652,57 (866.748.554.984,96) JUMLAH 2.560.570.649.521,81 2.678.847.930.401,89

Rincian dapat dilihat di Lampiran 18

Mutasi aset tetap selama Tahun 2019 terdiri dari (1) penambahan yang merupakan perolehan aset tetap melalui pelaksanaan program dan kegiatan tahun 2019 dan perolehan lain yang sah seperti hibah, dan penerimaan fasilitas umum, (2) pengurangan yang merupakan nilai aset tetap yang dihapuskan, (3) karena perpindahan (reklasifikasi) antar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan antar jenis, dan (4) koreksi atas pencatatan aset tetap sebelumnya.

Dari tabel di atas dapat dijelaskan bahwa saldo awal aset tetap tahun 2019 adalah senilai Rp3.262.412.492.854,20 di tahun 2019 terdapat SP2D belanja modal senilai Rp241.391.688.068,03 ditambah dari belanja modal non SP2D senilai Rp9.723.900.506,00 dengan rincian di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan melalui belanja Dana BOS APBN senilai Rp7.618.912.207,00, di Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB melalui belanja Dana Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) senilai Rp1.307.095.300,00 serta belanja Dana BLUD RSUD Depati Hamzah senilai Rp797.892.999,00, sehingga total belanja modal adalah senilai Rp251.115.588.574.03. Pada tahun 2019 terdapat penambahan Aset senilai Rp100.955.770.324,75 dengan rincian dari Belanja Barang Jasa dan Belanja Pegawai senilai Rp1.372.849.068,00, dari reklasifikasi tambah senilai Rp23.625.121.591,04, hibah dari Pemerintah Pusat senilai Rp8.319.733.408,00, hibah dari BUMN senilai Rp436.971.175,00, hibah dari Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung senilai Rp81.000.000,00, hibah dari Komite pada Dinas Pendidikan dan Kebudayaan senilai Rp123.775.000,00 dan hibah dari perorangan senilai Rp294.000.000,00, penambahan dari koreksi pencatatan senilai Rp2.084.699.270,71, penambahan dari aset extrakomptabel tahun sebelumnya senilai Rp8.304.500,00, penambahan dari koreksi BPK tahun sebelumnya senilai Rp64.134.326.200,00 serta penambahan dari reklas dalam satu KIB senilai Rp474.990.112,00. Sedangkan untuk pengurangan Aset Tetap senilai Rp68.887.366.366,13 yaitu disebabkan adanya reklasifikasi kurang senilai Rp23.625.121.591,04, reklasifikasi ke beban barang senilai Rp348.544.347,39, pengurangan karena penghapusan aset tetap senilai Rp7.480.957.661,85, pengurangan ke aset lainnya senilai Rp101.172.249,85, pengurangan tersebut dikarenakan nilai di bawah kapitalisasi senilai Rp4.223.481.414,00, koreksi kurang kelebihan pencatatan nilai aset induk senilai

Rp1.570.857.000,00, pengurangan koreksi BPK senilai Rp29.938.108.050,00, pengurangan aset tetap dikarenakan adanya hibah keluar senilai Rp1.124.133.940,00 serta pengurangan dari reklas satu KIB senilai Rp474.990.112,00. Untuk nilai akumulasi penyusutan per 31 Desember 2019 senilai (Rp866.748.554.984,96), sehingga saldo akhir aset tetap tahun 2019 setelah dikurangi penyusutan tahun 2019 adalah senilai Rp2.678.847.930.401,89.

Dalam kebijakan akuntansi Pemerintah Kota Pangkalpinang mengatur tentang aset tetap ekstrakomptabel yaitu aset tetap di bawah nilai kapitalisasi yang diatur dalam Lampiran XI tentang Akuntansi Aset Tetap pada Peraturan Walikota Nomor 47 Tahun 2014 tentang Kebijakan Akuntansi, sebagaimana diubah beberapa kali terakhir dengan Peraturan Walikota Pangkalpinang Nomor 74 Tahun 2018, aset ekstrakomptabel Pemerintah Kota Pangkalpinang sampai dengan tahun 2019 adalah senilai Rp23.220.409.035,25.

VI.3.1.22.1 Tanah

Saldo awal tanah yaitu senilai Rp934.782.289.778,60, pada tahun 2019 terdapat penambahan senilai Rp73.037.810.058,00 dan pengurangan senilai Rp1.119.996.848,00 sehingga saldo akhir aset tanah tahun 2019 adalah senilai Rp1.006.700.102.988,60, dengan rincian sebagai berikut:

a. Penambahan

Penambahan dari belanja modal berdasarkan SP2D selama tahun 2019 senilai Rp9.022.733.858,00 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

b. Mutasi Tambah senilai Rp64.015.076.200,00 terdiri dari:

a. Adanya koreksi nilai tambah pada Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman senilai Rp9.647.003.460,00.

b. Adanya koreksi nilai tambah pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang senilai Rp54.368.072.740,00.

c. Koreksi Kurang

Adanya pengurangan aset tanah karena double catat senilai Rp243.750.000,00 pada Kecamatan Tamansari.

Adanya koreksi kurang aset tanah karena hibah ke Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Pangkalpinang berdasarkan SK Nomor 592/KEP/BAKEUDA/XII/2019 senilai Rp470.000.000,00 pada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang.

Adanya koreksi kurang aset tanah karena hibah ke Kantor Pertanahan Kota Pangkalpinang berdasarkan Berita Acara Serah Terima Nomor 02/BAST/DINKESPPKB/VI/2019 senilai Rp406.246.848,00 pada Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan KB.