ANALISIS TEKS DAN KRITIK TERJEMAHAN
10. Ship in a Bottle
4.4 Analisis Faktor Intratekstual TSa
4.4.2 Isi Pesan
Isi pesan TSa sama dengan isi pesan TSu.
4.4.3 Praanggapan
Walaupun usia dan jenis kelamin target pembaca TSu dan TSa sama, mereka memiliki tingkat pengetahuan dan berasal dari budaya yang berbeda. Sehingga, hal yang dipraanggapkan oleh pembaca TSu belum tentu sama dengan pembaca TSa. Penerjemah perlu mengantisipasi hal ini dengan memilih strategi yang tepat dalam penerjemahan.
4.4.4 Komposisi Teks
Komposisi TSa sama dengan komposisi TSu.
4.4.5 Unsur Nonverbal
Sama seperti TSu, dalam TSa tidak ada unsur nonverbal yang berbentuk gambar, foto, grafik, dan simbol khusus untuk memperjelas teks.
4.4.6 Leksis
Sama seperti TSu, banyak istilah budaya yang digunakan dalam TSa. Istilah-istilah budaya yang digunakan berkaitan ekologi, budaya materi, praktik dan kebiasaan agama Kristen Katolik dan Protestan, idiom, dan metafora. Penerjemah perlu mempertimbangkan strategi yang tepat untuk menerjemahkan istilah budaya tersebut sehingga mudah dipahami pembaca TSa dan tidak memengaruhi alur cerita.
4.4.7 Struktur Kalimat
Sama seperti TSu, TSa juga memuat deskripsi detil mengenai suatu hal. Deskripsi itu disusun dalam kalimat panjang dan kompleks, bahkan ada beberapa paragraf yang hanya memuat satu kalimat.
4.4.8 Unsur Suprasegmental
Sama seperti TSu, di dalam TSa juga ada beberapa unsur leksikal, sintaksis, dan kalimat yang memiliki unsur suprasegmental yakni ditandai dengan cetak miring. Cetak miring tersebut digunakan penulis untuk menegaskan kata tertentu atau memberikan tanda bahwa kalimat tertentu merupakan suara hati tokoh di dalam novel. Dalam novel ini, penerjemah maupun editor tidak mempertahankan cetak miring di beberapa kalimat sehingga mengurangi pemahaman pembaca terhadap konteks cerita. Sebagai contoh:
TSu TSa
P. 70
Olive turns and gazes slowly around the room. Her son‟s bedroom. She built it, and there are familiar things in here, too, like the bureau, and the rug she braided a long time ago. But something stunned and fat and black moves through her.
He‟s had a hard time, you know.
Almost crouching, Olive creeps slowly back to the bed, where she sits down cautiously. What did he tell Suzanne?
A hard time.
Hal. 94
Olive berpaling dan memandang pelan-pelan ke sekeliling ruangan kamar. Kamar tidur putranya. Dia membangun rumah ini, di sini juga ada beberapa benda yang familiar, seperti lemari berlaci atau permadani yang dijalinnya beberapa tahun lalu. Namun sesuatu yang mengejutkan, besar, dan hitam melintas di depannya.
Dia mengalami masa yang sulit, kau tahu.
Hampir meringkuk, Olive merayap perlahan kembali ke tempat tidur lalau duduk dengan hati-hati. Apa yang dikatakan Christopher pada Suzanne? Satu masa yang sulit.
Contoh di atas menunjukkan penerjemah tidak mempertahankan unsur suprasegmental berupa cetak miring untuk kalimat „He‟s had a hard time, you
know‟ dan „A hard time‟. Penggunaan cetak miring itu dianggap penting karena
Tidak dipertahankannya cetak miring dalam TSa membuat penekanan yang dimaksudkan penulis TSu tidak terlihat dalam TSa.
Setelah menganalisis TSu dan TSa secara menyeluruh, mencakup berbagai faktor ekstratekstual dan intratekstual, secara umum perbedaan dan persamaan di antara kedua teks digambarkan dalam tabel berikut:
Tabel 4.1 Perbandingan Faktor Ekstratekstual TSu dan TSa Faktor
Ekstratekstual
TSu TSa Catatan
1. Penulis Teks Elizabeth Strout Penerbit ANDI, Novieta Christina, Th. Arie Prabawati - 2. Maksud Mengekspresikan pikiran dan perasaannya melalui karya fiksi. Memperkenalkan karya Elizabeth Strout. Memperkenalkan karya sastra pemenang penghargaan Pulitzer. Mendapatkan keuntungan dari penjualan novel. -
3. Penerima Pembaca dewasa, laki-laki maupun perempuan, dan memiliki pengetahuan yang cukup. Pembaca dewasa, laki-laki maupun perempuan, dan memiliki pengetahuan yang cukup.
Target pembaca TSu dan TSa secara garis besar sama. Namun, ada perbedaan penting yang perlu dipertimbangkan yaitu pembaca TSu dan TSa memiliki latar belakang pengetahuan dan budaya yang berbeda. 4. Medium Novel terdiri dari
tiga belas cerpen, ditambah satu bab
Novel terdiri dari tiga belas cerpen, tanpa tambahan bab
Tidak diterjemahkan dan dicantumkannya bab tambahan itu
panduan untuk pembaca.
panduan untuk pembaca.
secara umum tidak memengaruhi alur cerita di dalam novel. 5. Waktu Komunikasi Novel diterbitkan tahun 2008. Novel diterbitkan tahun 2011. - 6. Tempat Komunikasi
Novel ditulis di AS, ditujukan untuk pembaca AS dan dunia. Novel diterjemahkan di Indonesia, ditujukan untuk pembaca Indonesia. Perbedaan latar belakang pengetahuan dan budaya pembaca menjadi masalah penerjemahan, terutama ketika berkaitan dengan konsep dan praanggapan yang tidak universal. 7. Motif Komunikasi Penulis ingin mengekspresikan pikiran dan perasaannya melalui karya fiksi. Memperkenalkan karya Elizabeth Strout. Memperkenalkan karya sastra pemenang penghargaan Pulitzer. Mendapatkan keuntungan dari penjualan novel. -
8. Fungsi Teks Teks bersifat ekspresif.
Terjemahan dokumenter.
-
Tabel 4.2 Perbandingan Faktor Intratekstual TSu dan TSa Faktor
Intratekstual
Tsu TSa Catatan
1. Bidang Bahasan Memuat kisah Olive Kitteridge,
keluarganya, dan teman-temannya yang tinggal di kota
kecil Crosby, Maine, AS.
2. Isi Pesan Memuat kisah Olive Kitteridge,
keluarganya, dan teman-temannya yang tinggal di kota kecil Crosby, Maine, AS.
Sama dengan TSu -
3. Praanggapan Pembaca dianggap telah memahami praanggapan yang dimaksudkan oleh penulis.
Sama dengan TSu Perbedaan latar belakang
pengetahuan dan budaya pembaca TSu & TSa menjadi masalah penerjemahan, terutama ketika berkaitan dengan konsep dan praanggapan yang tidak universal. 4. Komposisi Teks Novel terdiri dari
tiga belas cerpen yang saling berkaitan.
Sama dengan Tsu -
5. Unsur Nonverbal
Tidak ditemukan unsur nonverbal dalam novel ini.
Sama dengan TSu -
6. Leksis Banyak istilah budaya yang
digunakan berkaitan ekologi, budaya materi, praktik dan kebiasaan agama Kristen Katolik dan Protestan, idiom, dan sebagainya.
Sama dengan TSu Penerjemah perlu mempertimbangkan strategi yang tepat dalam
menerjemahkan istilah budaya sehingga mudah dipahami dan tidak memengaruhi alur cerita.
7. Struktur Kalimat Banyak kalimat panjang dan kompleks.
Sama dengan TSu Bagaimana
menyusun kalimat panjang dan
kompleks tersebut agar mudah dipahami oleh pembaca. 8. Unsur Suprasegmental Terdapat beberapa unsur leksikal, sintaksis, dan kalimat yang memiliki unsur suprasegmental yakni ditandai
dengan cetak miring.
Sama dengan TSu Penerjemah maupun editor tidak
mempertahankan cetak miring di beberapa bagian teks sehingga
mengurangi pemahaman pembaca terhadap konteks cerita.