• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2.3 Pengendalian Catatan Catatan pelaksanaan system manajemen

keamanan pangan perlu dipelihara untuk memberikan bukti kesesuaian terhadap persyaratan dan efektitasnya.

Catatan pelaksanaan system manajemen keamanan pangan belum ada karena memang systemnya sendiri belum berjalan. Catatan yang ada hanyalah catatan yang terkait dengan pelaksanaan GMP dan SSOP. Prosedur pengendalian catatan sudah ada dalam ISO 9001 dan dituangakan dalam Prosedur Mutu (PM) 4.2.3 : Prosedur Pengendalian Catatan Mutu..

Prosedur pengendalian catatan keamanan pangan bisa diintegrasikan dalam Prosedur Mutu (PM) 4.2.3 ini, sehingga menjadi Prosedur

Pengendalian Catatan Mutu dan Keamanan Pangan.

5 Tanggung Jawab Manajemen

5.1 Komitmen Manajemen Manajemen puncak harus memberikan bukti

komitmenya untuk mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen keamanan pangan dan meningkatkan efektivitasnya secara berkelanjutan

Komitmen manajemen dalam hal keamanan pangan sudah sangat jelas. Sebagai contoh fasilitas pabrik sudah dibuat memenuhi standard GMP, dan persiapan untuk penerapan sebuah sistem manajemen keamanan pangan sudah dimulai dilaksanakan.

Perlu segera dibentuk tim keamanan pangan untuk mengembangkan dan menerapkan sistem manajemen keamanan pangan di perusahaan

5.2 Kebijakan Keamanan

Pangan

Manajemen harus mendefinisikan, mendokumentasikan dan

mengkomunikasikan kebijakan keamanan pangan perusahaan

Kebijakan keamanan pangan memang belum dituangkan secara tertulis. Namun kebijakan ini sudah secara jelas dimiliki oleh

manajemen dalam hal pemenuhan produk ke pelanggan

Kebijakan Keamanan Pangan perlu ditetapkan

5.3 Perencanaan sistem

manajemen keamanan pangan

Manajemen harus manjamin bahwa perencanaan sistem manajemen keamanan pangan dilakukan sesuai persyaratan standard, integritasnya dipertahankan ketika dilakukan perubahan

Belum ditetapkan Sistem manajemen keamanan pangan

bisa diintegrasikan ke dalam sistem manajemen mutu ISO 9001 yang sudah diterapkan

5.4 Tanggung jawab dan

wewenang

Manajemen harus menjamin bahwa tanggung jawab dan wewenang didefinisikan dan dikomunikasikan dalam organisasi

Struktur organisasi dan job description telah dibuat secara jelas. Tanggung jawab dan wewenang masing-masing orang sudah dideskripsikan secara jelas dalam job description.

ISO 22000 : 2005 DESKRIPSI PT. INDESSO AROMA REKOMENDASI

5.5 Food safety team leader

Manajemen harus menunjuk seorang food safety team leader

Pemimpin tim keamanan pangan belum ditetapkan.

Pemimpin tim keamanan pangan perlu ditetapkan

5.6 Komunikasi

5.6.1 Komunikasi eskternal Perusahaan harus menetapkan, menerapkan

dan memelihara cara-cara yang efektif untuk komunikasi dengan para supplier, customer, regulasi dan organisasi lain yang terkait

Komunikasi eksternal sudah dilakukan dengan pelanggan dan dituangkan dalam prosedur mutu ISO 9001 (PM) 7.2.2 : Komunikasi Pelanggan. Komunikasi eksternal juga dilakukan melalui audit supplier. Namun demikian komunikasi eksternal yang telah dilakukan belum mencakup keamanan pangan namun baru yang terkait dengan mutu.

Kebijakan-kebijakan dan persyaratan- persyaratan yang ditetapkan oleh perusahaan dalam kaitan dengan

pelaksanaan sistem manajemen keamanan pangan perlu disosialisaikan kepada para pelanggan dan supplier perusahaan untuk memperlancar penerapannya.

5.6.2 Komunikasi internal Perusahaan harus menetapkan, menerapkan

dan memelihara cara-cara yang efektif untuk mengkomunikasikan hal-hal yang terkait dengan keamanan pangan ke seluruh organisasi

Komunikasi internal dilakukan melalui meeting-meeting rutin antar departemen dan juga penyebaran informasi yang efektif melalui e-mail, namun masih sebatas dalam hal mutu dan belum mencakup isu tentang keamanan pangan.

Sebelum implementasi sistem manajemen keamanan pangan, maka harus dilakukan komunikasi internal ke seluruh jajaran perusahaan mengenai kebijakan keamanan pangan perusahaan.

5.7 Kesiapan dan tanggap

darurat

Manajemen puncak harus menetapkan, menerapkan dan memelihara prosedur untuk mengelola situasi darurat yang potensial dan kejadian-kejadian yang bisa berdampak pada keamanan pangan dan yang relevan terhadap peran perusahaan dalam rantai pangan

Belum ada Perlu segera dibuat prosedur ini

5.8 Tinjauan Manajemen

5.8.1 Umum Manajemen puncak harus mereview sistem

manajemen keamanan pangan perusahaan pada iterval tertentu untuk menjamin kesesuaian, kecukupan dan efektivitasnya. Kajian harus mencakup kajian peluang untuk perbaikan dan perlunya perubahan terhadap sistem manajemen keamanan pangan

Tinjauan Manajemen sudah dilakukan minimal 1 x dalam setahun dan dituangkan dalam prosedur mutu ISO 9001 (PM) 5.6.1 : Tinjauan Manajemen. Namun demikian tinjauan manajemen ini masih membahas masalah mutu dan belum mencakup isu keamanan pangan.

Isu keamanan pangan perlu dicakup dalam agenda Tinjauan Manajemen

ISO 22000 : 2005 DESKRIPSI PT. INDESSO AROMA REKOMENDASI

5.8.2 Tinjauan Input Input dari tinjauan manajemen harus

mencakup, namun tidak terbatas pada, informasi atas tindak lanjut tinjauan manajemen sebelumnya, analisis hasil aktivitas verifikasi, perubahan lingkungan yang dapat mempengaruhi keamanan pangan, situasi darurat, kejadian-kejadian dan penarikan produk, tinjauan hasil aktivitas pembaharuan sistem, tinjauan aktivitas komunikasi termasuk umpan balik pelanggan dan audit eksternal

Input dari Tinjauan Manajemen sudah ditentukan dalam prosedur Mutu ISO 9001 (PM) 5.6.1, diantaranya berasal dari hasil audit baik internal maupun eksternal

5.8.3 Tinjauan Output Output dari tinjauan manajemen harus

mencakup keputusan-keputusan dan tindakan-tindakan terkait dengan jaminan keamanan pangan, perbaikan dari sistem manajemen keamanan pangan, sumberdaya yang diperlukan dan perubahan kebijakan dan sasaran keamanan pangan perusahaan

Output dari Tinjauan Manajemen berupa keputusan-keputusan yang diambil untuk perbaikan berkesinambungan. Pelaksanaan atas keputusan-keputusan dari Tinjauan Manajemen ini dimonitor dan dilaporkan pada Tinjauan Manajemen berikutnya.

6 Manajemen Sumberdaya

6.1 Penyediaan Sumberdaya Perusahaan harus menyediakan

sumberdaya yang cukup untuk pabrik, penerapan, pemeliharaan dan

pembaharuan sistem manajemen keamanan pangan

Perusahaan sudah menyediakan sumberdaya yang mencukupi untuk penerapan sistem manajemen keamanan pangan diantaranya dengan penyedian bangunan dan fasilitas pabrik yang menenuhi GMP

6.2 Sumberdaya Manusia Tim keamanan pangan dan personel lain

yang melakukan aktivitas yang

berpengaruh terhadap keamanan pangan harus kompeten dan memiliki

pendidikan, pelatihan, keahlian dan pengalaman yang sesuai

Seluruh supervisor produksi (3 orang) berasal dari food technologist, 2 orang staf R&D food technologist. Untuk bagian QC pengetahuan tentang aspek keamanan pangan perlu ditingkatkan karena belum ada personel yang mempunyai latar belakang food technologist.

Pengetahuan tentang aspek keamanan pangan khususnya untuk personel QC masih perlu ditingkatkan

ISO 22000 : 2005 DESKRIPSI PT. INDESSO AROMA REKOMENDASI

6.2.2 Kompetensi, awareness

dan pelatihan

Perusahaan harus mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan untuk setiap personel yang aktivitasnya memiliki pengaruh terhadap keamanan , memberikan pelatihan dan menjamin bahwa mereka aware terhadap relevansi dan pentingnya aktivitas mereka terhadap keamanan pangan

Kompetensi untuk personel produksi dan R&D sudah mencukupi dengan latar belakang food technologist. Untuk personel QC perlu lebih banyak pelatihan yang terkait dengan aspek keamanan pangan, khusunya tentang mikrobiologi pangan, logam berat dan arsen serta residu pestisida. Pelatihan tentang dasar mikrobilogi pangan telah dilakukan untuk seluruh personel QC.

Diperlukan pelatihan untuk personel QC terkait dengan aspek keamanan pangan, khusunya tentang mikrobiologi pangan, logam berat dan arsen serta residu pestisida. Jika perlu timnya diperkuat dengan personel yang mempunyai latar belakang food technologist

6.3 Infrastruktur Perusahaan harus menyediakan

sumberdaya untuk pabrik dan memelihara infrastruktur yang diperlukan untuk menerapkan persyaratan standard internasional ini

Infrastruktur yang ada memadai dan prosedur pemeliharaan infrastruktur dituangkan dalam prosedur mutu ISO 9001 (PM) 6.3.1 : Pemeliharaan Infrastruktur

6.4 Lingkungan Kerja Perusahaan harus menyediakan

sumberdaya untuk pabrik, manajemen dan memelihara lingkungan kerja yang diperlukan untuk menerapkan persyaratan standard internasional ini

Lingkungan kerja memenuhi GMP

7 Perencanaan dan realisasi produk yang aman

7.1 Umum Perusahaan harus merencanakan dan

mengembangkan proses-proses yang diperlukan untuk realisasi produk yang aman. Perusahaan harus menerapkan, mengoperasikan dan menjamin efektifitas dari aktivitas yang direncanakan dan setiap perubahan aktivitas tersebut. Hal ini

termasuk PRP, OPRP dan/atau HACCP

plan

Perencanaan dan realisasi produk yang aman sudah dibuat untuk ekstrak teh hijau sebagaimana dituangkan dalam HACCP plan. Namun HACCP plan ini belum dijalankan, baru sebatas dokumentasi. Yang sudah dijalankan adalah PRP dan OPRP. CCP yang dikelola dalam HACCP plan, yang berupa pemeriksaan CoA dari supplier belum dijalankan.

HACCP plan untuk produk-produk lain yang akan dicakup dalam sistem manajemen keamanan pangan perlu ditetapkan dan diimplementasikan. HACCP plan untuk ekstrak teh hijau yang sudah dibuat perlu segera

ISO 22000 : 2005 DESKRIPSI PT. INDESSO AROMA REKOMENDASI

Dokumen terkait