BAB 2 SURVEI PEMETAAN DAN SURVEI GPS
2.2. Survei GPS (Global Positioning System)
2.2.4. Istilah-istilah GPS (GPS Terminology)
Berikut ini merupakan penjelasan seputar istilah-istilah dalam GPS (Global Positioning System). Istilah-istilah GPS atau GPS terminology ini mudah-mudahan bisa memberikan pemahaman lebih lanjut mengenai receiver GPS dan seluruh sistem GPS yang ada.
1. Anywhere fix
Kemampuan receiver GPS untuk mulai menghitung suatu posisi tanpa harus diberikan perkiraan lokasi dan perkiraan waktu.
2. Bandwidth
Cakupan sinyal frekuensi. 3. C/A
Merupakan standar kode GPS (Course/Acquisiton). Terdapat bagian-bagian dari suatu system 1023 pseudorandom (sistem acak), biner, biphase modulasi dalam GPS carrier pada chip berfrekuensi 1.023 MHz. Dan ini dikenal dengan “civilian code/kode sipil”, atau untuk masyarakat umum.
4. Carrier
Merupakan sinyal yang dapat divariasikan dari suatu referensi melalui sistem modulasi. 5. Carrier-aided tracking
Merupakan strategi pemrosesan sinyal GPS, dimana menggunakan sinyal GPS carrier untuk mendapatkan sinyal yang tepat pada code pseudorandom (kode acak).
6. Carrier frequency
Merupakan frekuensi output fundamental yang belum termodulasi dari suatu radio transmitter/radio pemancar.
7. Carrier phase GPS
Pengukuran menggunakan alat GPS dimana menggunakan sinyal carrier L1 dan L2. 8. Channel
Saluran pada GPS receiver terdiri dari rangkaian sirkuit yang diperlukan untuk menerima sinyal dari satu satelit GPS.
9. Chip
Peralihan waktu untuk masing-masing bit dalam suatu urutan pseudorandom. Selalu terintegrasi dalam sebuah sirkuit.
10. Clock bias
Perbedaan waktu antara waktu atau jam yang ditunjukkan dengan waktu universal. 11. Code phase GPS
Pengukuran GPS berdasarkan pada code pseudorandom (C/A atau P) yang berbeda dengan kode carrier.
12. Control segment
Jaringan yang ada di dunia untuk monitoring GPS dan stasiun kontrol untuk memastikan keakuratan posisi satelit dan jam satelit.
13. Cycle slip
Terputusnya hasil ukuran phase beat carrier sebagai akibat dari kehilangan sesaat koneksi tracking carrier oleh receiver GPS.
14. Data message
Sebuah pesan yang tergabung dalam sinyal GPS yang melaporkan lokasi satelit GPS, koreksi waktu dan kesehatan satelit GPS. Termasuk di dalamnya informasi satelit lain yang berada dalam konstelasi satelit.
15. Differential positioning
Pengukuran akurat yang diukur secara relatif antara dua posisi receiver GPS yang sama- sama melakukan tracking terhadap sinyal satelit GPS yang sama pula.
16. Dilution of Precision
Gabungan faktor-faktor yang memodifikasi kisaran kesalahan. Hal ini dipengaruhi oleh geometri antara pengguna dan setting tangkapan satelit yang diatur oleh pengguna. Lebih dikenal dengan istilah DOP atau GDOP.
17. Dithering
Pengenal suara digital. Ini merupakan proses yang digunakan untuk mengurangi ketelitian sinyal GPS dimana diaktifkan fasilitas selective availability.
Strategi pemrosesan sinyal menggunakan ukuran doppler shift untuk membantu receiver mendapatkan sinyal satelit GPS lebih halus atau bagus sehingga memungkinkan mendapatkan kecepatan dan hasil pengukuran posisi yang teliti.
19. Doppler shift
Perubahan frekuensi sinyal yang jelas disebabkan oleh pergerakan relatif dari transmitter (pengirim sinyal) dan receiver GPS (penerima sinyal di bumi pada alat GPS).
20. Emphemeris
Perkiraan posisi satelit terakhir yang mengirimkan pesan data ke pengguna (pada receiver GPS). Terlihat dalam data message.
21. Fast switching channel
Saluran tunggal yang mana dengan cepat memperoleh range atau jangkauan penerimaan satelit GPS dalam jumlah banyak. “Fast” di sini artinya merubah settingan waktu menjadi cepat (2 sampai 5 milidetik) untuk mendapatkan kembali data message (pesan data). 22. Frequency band
Merupakan suatu rentang atau range frekuensi yang digunakan. 23. Frequency spectrum
Distribusi amplitudo sinyal sebagai fungsi suatu frekuensi. 24. Geometric Dilution of Precision (GDOP)
Sama dengan istilah Dilution of Precision. 25. Hardover word
Kata-kata yang ada dalam pesan GPS yang berisi sinkronisasi informasi untuk transfer tracking dari C/A ke code P.
26. Ionosphere
Lapisan partikel yang berada pada ketinggian 80 – 120 mil di atas permukaan bumi. 27. Ionospheric refraction
Perubahan dalam kecepatan perambatan sinyal satelit GPS setelah melewati lapisan ionosphere.
28. L-band
Merupakan kelompok frekuensi radio yang kisarannya antara 390 MHz sampai dengan 1.550 MHz. Frekuensi sinyal carrier GPS (1.227,6 MHz dan 1.575,42 MHz) termasuk dalam frekuensi L-band.
29. Multipath error
Kesalahan yang terjadi sebagai akibat dari adanya interferensi atau gangguan sinyal satelit GPS pada saat akan mencapai antena receiver GPS. Hal ini disebabkan oleh dua atau lebih faktor multipath. Biasanya disebabkan oleh sinyal satelit GPS yang terpantul atau terbiaskan.
30. Multi-channel receiver
Receiver GPS yang dapat secara simultan atau sekaligus melakukan tracking atau melacak lebih dari satu sinyal satelit GPS.
31. Multiplexing
Saluran dari receiver GPS yang dapat merangkai atau menerima sejumlah sinyal satelit GPS.
32. P-code
Kode teliti. Rangkaian yang sangat panjang modulasi biner biphase pseudorandom dalam carrier GPS pada chip rate 10,23 MHz yang berulang setiap 267 hari sekali. Setiap segmen 1 minggu merupakan kode unik untuk satu satelit GPS dan itu akan selalu mereset atau berganti setiap minggunya.
33. Precise Positioning Service (PPS)
Merupakan GPS standar paling akurat untuk pengukuran posisi dinamis, didasarkan pada dua frekuensi yaitu P-code dan SA.
34. Pseudolite
Merupakan basis yang ada di bumi untuk receiver GPS yang mentransmisikan sinyal serupa dengan posisi satelit GPS saat ini, dan dapat digunakan untuk melakukan pengamatan.
35. Pseudorandom code
Suatu sinyal acak. Sangat kompleks dan rumit tapi berulang polanya yaitu pola 1’s dan O’s.
36. Pseudorange
Pengukuran jarak berdasarkan pada korelasi antara kode yang ditransmisikan oleh satelit GPS dan code referensi receiver lokal, yang mana belum mendapatkan koreksi kesalahan pada saat sinkronisasi data. Kesalahan ini terletak pada adanya perbedaan waktu yang ditunjukkan oleh transmitter dan waktu yang ditunjukkan oleh receiver GPS.
Merupakan susunan keberadaan dari satelit GPS yang berada di atas kita atau tertangkap oleh receiver GPS kita.
38. Selective Availability (SA)
Merupakan kebijakan yang diambil oleh Departemen Pertahanan Amerika dimaksudkan untuk menambahkan gangguan waktu pada sinyal satelit GPS, sehingga menurunkan tingkat akurasi GPS, ditujukan untuk pengguna GPS umum. Kebijakan ini telah dihentikan sejak 1 Mei 2000 dan sekarang SA sudah dalam kondisi off atau dimatikan.
39. Slow switching channel
Rangkaian channel receiver GPS yang memberikan pilihan untuk merubah ke channel “too slowly”, sehingga mengizinkan untuk melanjutkan recovery pesan data.
40. Space segment
Merupakan bagian dari sistem GPS, yaitu berada di ruang angkasa, sebagai contoh yaitu satelit GPS.
41. Spread spectrum
Sebuah sistem dimana sinyal yang dikirimkan tersebar dalam band frekuensi lebih lebar dari kepeluan minimum bandwith untuk mengirimkan informasi tersebut. Ini dilakukan oleh modulasi dengan code pseudorandom untuk GPS.
42. Standard Positioning Service (SPS)
Merupakan akurasi posisi normal untuk kalangan umum, diperoleh dengan menggunakan satu frekuensi yaitu C/A code.
43. Static Positioning
Penentuan lokasi ketika antena receiver GPS dalam posisi diam di tempat/di bumi. Hal ini memungkinkan variasi teknik averaging (perataan) yang akan meningkatkan keakuratan, dengan melakukan perataan lebih dari 1.000 kali.
44. User interface
Merupakan receiver dimana dapat menyampaikan informasi kepada yang menggunakannya. Digunakan untuk kontrol dan menampilkan hasil.