• Tidak ada hasil yang ditemukan

Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan

BAB II : EVALUASI PELAKSANAAN RENJA SKPD TAHUN

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan

2.3. Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi SKPD

Tingkat kinerja pelayan SKPD dan hal kritis yang terkait dengan pelayanan SKPD termasuk di dalamnya permasalahan dan hambatan, yang dihadapi dalam menyelenggarakan tugas dan fungsi SKPD, tantangan dan peluang dalam meningkatkan pelayanan SKPD dan formulasi isu-isu penting untuk ditindaklanjuti dapat dilihat pada tabel berikut ini :

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 24

Tabel 2.3.

Identifikasi Permasalahan Berdasarkan Tugas dan Fungsi SKPD Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Magelang

Aspek Kajian Capaian/Kondisi Saat ini Standar yang Digunakan

Faktor yang Mempengaruhi

Permasalahan Pelayanan SKPD Internal (Kewenangan SKPD) Eksternal (Diluar Kewenangan SKPD) 1 2 3 4 5 6 1. Gambaran Pelayanan SKPD BPBD Kabupaten Magelang Belum semua SDM BPBD mendapatkan pelatihan tentang PB

Semua pejabat struktural maupun staf mendapatkan pengetahuan dan pelatihan tentang PB dan standar minimal personil BPBD 50 orang

SDM yang ada latar pendidikannya tidak mendukung dalam penanganan bencana, dann jumlah personil 31 orang belum memadai

Keterbatasan anggaran untuk keikutsertaan personil BPBD mengikutu diklat tentang PB dan terbatasnya perekrutan CPNS untuk tenaga teknis

Masih terbatasnya SDM yang faham dan mengerti tentang penanganan bencana dan jumlah personil yang belum memadai

Pelaporan belum satu pintu masih

dilaksanakan oleh masing-masing bidang

Mekanisme pelaporan dan pendataan kebencanaan ke Provinsi dan Pusat

menggunakan sistem informasi kebencanaan yang terprogram

Sistem yang belum berjalan dan keterbatasan SDM pengelola data dan pelaporan kebencanaan

Akses internet yang kurang memadai

Belum terintegrasi dan terstandarisasinya

mekanisme/sistem pelaporan data dan informasi

kebencanaan di Kabupaten Magelang

Dana Siap Pakai untuk kebencanaan belum ada di BPBD

Dalam penanggulangan bencana harus disediakan dana siap pakai khusus yang berada di BPBD

pengelolaan DSP di SKPD

Aturan permendagri tidak ada yang

mengatur DSP adanya DTT

Belum memadainya

dukungan anggaran BPBD Kabupaten Magelang

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 25

Gudang logistik dan peralatan masih menggunakan rumah dinas sekda dan sebagian peralatan berada di luar

Adanya gudang logistik dan peralatan yang dipisahkan antara yang logistik pangan dan non pangan.

Katerbatasan ruangan untuk gudang Keterbatasan anggaran untuk pembangunan gedung logistik

Belum terfasilitasinya gedung BPBD yang berfungsi untuk penyimpan logistik dan peralatan bencana, Peralatan penanganan bencana dan kendaraanoperasional PB masih terbatas Peralatan kebencanaan yang lengkap dan memadai serta tambahan

kendaraanoperasional PB untuk penanganan bencana

Keterbatasan tempat penyimpanan/gudang Keterbatasan anggaran untuk pengadaan peralatan bencana dan kendaraan operasional PB

Masih terbatasnya sarana peralatan dan mobilitas penanggulangan bencana

Logistik pangan dan non pangan saat ini untuk kebutuhan dasar masyarakat terdampak sangat terbatas

Standar kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus terpenuhi semuanya

Keterbatasan tempat penyimpanan/gudang

kejadian bencana tidak dapat di prediksi

Masih terbatasnya

ketersediaan logistik, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Magelang

Dokumen di daerah baru ada Perda 3 tahun 2011 ttg SOTK , Perda 8 tahun 2014 tentang penyelenggaranan PB

Adanya Perbub yang mengatur dalam perda dan Perbub tentang RPB, SOP

keterbatasan SDM dan anggaran untuk

menyusun Perbub

Kajian dari tim ahli yang mengerti tentang PB

Belum lengkapnya pedoman dan dokumen

penyelenggaraan

penanggulangan bencana di Kabupaten Magelang

Baru 6 destana yang terbentuk

seluruh desa di kabupaten magelang menjadi destana

keterbatasan anggaran persyaratan menjadi

destana yang belum ada di desa

Belum terfasilitasinya pembentukan desa tangguh bencana di seluruh desa rawan bencana Kabupaten Magelang

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 26 baru beberapa SDM yg kompeten di bidang PB seluruh SDM di BPBD kompeten di bidang PB Kemampuan SDM terbatas Kurangnya diklat tentang PB yang diikuti oleh SDM BPBD Belum memadainya kompetensi sumberdaya manusia bidang penanggulangan bencana di Kabupaten Magelang

Rehab dan Rekon baru sebagian yg bisa dikerjakan

Tempat pengungsian dan jalur evakuasi tersedia dan memadai

kemampuan SKPD untuk melaksanakan rehab rekon karena personil terbatas

Keterbatasan anggaran APBD

Belum memadainya upaya rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana di Kabupaten Magelang

Peran serta masyarakat dan ndunia usaha hanya sebatas keterlibatan dalam kegiatan PB belum memberikan kontribusi yang optimal

Masyarakat dan dunia usaha berperan aktif dalam PB

Tidak semua kegiatan PB melibatkan dunia usaha dan sebagian kecil masyarakat.

Dunia Usaha belum mengetahui tentang keterlibatannya dalam PB

Belum memadainya peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam

penyelenggaraan

penanggulangan bencana di Kabupaten Magelang

Peran 10 sektor belum maksimal

10 sektor PB dapat

bekerjasama pada kegiatan dalam pra, pada saat dan pasca bencana

Belum semua kegiatan SKPD melibatkan 10 sektor

SKPD 10 sektor belum mengeri dan faham akan tupoksinya dalam PB

Belum sinerginya penyelenggaraan

penanggulangan bencana lintas sektor dan lintas wilayah 2. Kajian Terhadap Renstra SKPD Provinsi Jawa Tengah Pembentukan BPBD di daerah 28 dengan Perda, 4 dengan Perbub dan 1 belum dibentuk

semua kabupaten/kota membentuk BPBD

masih perlu sosialisasi pentingnya pembentukan BPBD

Kab/Kota belum merasa penting membentuk BPBD

Belum seluruh Kab/Kota membentuk BPBD berdasarkan Perda, mengakibatkan kesulitan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 27

Hanya beberapa BPBD

kab/kota yang selalu mengirimkan laporan kejadian bencana secara rutin

Semua BPBD Kab/kota mengirimkan laporan kejadian bencana secara rutin

kesulitan mengakses laporan kejadian karena form/standar pelaporan berbeda-beda tiap BPBD kab/kota BPBD kab/kota tidak rutin mengirimkan laporan kejadian bencana

Belum terintegrasi dan terstandarisasinya

mekanisme/sistem pelaporan data dan informasi

kebencanaan di Jawa Tengah

Anggaran BPBD

propinsi Jateng sudah cukup besar namun untuk BPBD kab/kota tergantung kemampuan daerah masing-masing

Semua BPBD kab/kota mempunyai anggaran yang cukup untuk PB

BPBD Prop Jateng memberikan masukan atau renstanya sebagai acuan kegiatan di tiap BPBD kab/kota

BPBD kab/kota tidak semua mempunyai anggaran yang cukup untuk PB

Belum memadainya

dukungan anggaran BPBD Provinsi Jawa Tengah dan BPBD kabupaten/Kota

Gudang logistik dan

peralatan masih terbatas dan sebagian peralatan berada di luar

Adanya gudang logistik dan peralatan yang dipisahkan antara yang logistik pangan dan non pangan.

Katerbatasan ruangan untuk gudang Keterbatasan anggaran untuk pembangunan gedung logistik

Belum terfasilitasinya gedung BPBD yang berfungsi untuk penyimpan logistik dan peralatan bencana

Peralatan penanganan

bencana dan kendaraan operasional PB masih terbatas

Peralatan kebencanaan yang lengkap dan memadai serta tambahan

kendaraanoperasional PB untuk penanganan bencana

Keterbatasan tempat penyimpanan/gudang Keterbatasan anggaran untuk pengadaan peralatan bencana dan kendaraan operasional PB

Masih terbatasnya sarana peralatan dan mobilitas penanggulangan bencana

Logistik pangan dan non

pangan saat ini untuk kebutuhan dasar masyarakat terdampak sangat terbatas

Standar kebutuhan dasar masyarakat terdampak harus terpenuhi semuanya

Keterbatasan tempat penyimpanan/gudang

kejadian bencana tidak dapat di prediksi

Masih terbatasnya

ketersediaan logistik, guna memenuhi kebutuhan dasar masyarakat terdampak bencana di Jawa Tengah

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 28

Baru ada beberapa

dokumen tentang PB

Adanya aturan lengkap yang mengatur tentang PB

keterbatasan SDM dan anggaran untuk

menyusun dokumen / peraturan

Kajian dari tim ahli yang mengerti tentang PB

Belum lengkapnya pedoman dan dokumen

penyelenggaraan

penanggulangan bencana di Jawa Tengah

Belum semua desa

menjadi destana

seluruh desa di propinsi Jateng menjadi destana

keterbatasan anggaran persyaratan menjadi

destana yang belum ada di desa

Belum terfasilitasinya pembentukan desa tangguh bencana di Jawa Tengah

baru beberapa SDM yg kompeten di bidang PB seluruh SDM di BPBD kompeten di bidang PB Kemampuan SDM terbatas Kurangnya diklat tentang PB yang diikuti oleh SDM BPBD

Belum memadainya kompetensi sumberdaya manusia bidang

penanggulangan bencana di Prov Jawa Tengah

Rehab dan Rekon baru

sebagian yg bisa dikerjakan

Tempat pengungsian dan jalur evakuasi tersedia dan memadai

kemampuan SKPD untuk melaksanakan rehab rekon karena personil terbatas

Keterbatasan anggaran APBD

Belum memadainya upaya rehabilitas i dan rekonstruksi pasca bencana di Jawa Tengah

Peran serta masyarakat

dan dunia usaha hanya sebatas keterlibatan dalam kegiatan PB belum memberikan kontribusi yg optimal

Masyarakat dan dunia usaha berperan aktif dalam PB

Tidak semua kegiatan PB melibatkan dunia usaha dan sebagian kecil masyarakat.

Dunia Usaha belum mengetahui tentang keterlibatannya dalam PB

Belum memadainya peran serta masyarakat dan dunia usaha dalam

penyelenggaraan

penanggulangan bencana di Jawa Tengah

Peran sektor yang

terlibat dalam PB belum maksimal

sektor PB dapat

bekerjasama pada kegiatan dalam pra, pada saat dan pasca bencana

Belum semua kegiatan BPBD melibatkan sektor-sektor

SKPD yang masuk dalam sektor PB belum mengeri dan faham akan tupoksinya dalam PB

Belum sinerginya penyelenggaraan

penanggulangan bencana lintas sektor dan lintas wilayah

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 29 3. Kajian Terhadap Renstra K/L 1. Kementerian Dalam Negeri Direktorat Jenderal Pemerintahan Umum Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Bidang pencegahan dan penanggulangan bencana

Ditjen PUM hanya Memfasilitasi penyelenggaraan manajemen pencegahan dan penanggulangan bencana Dalam penyelenggaraan PB harus ada persamaan persepsi, pengertian dan langkah tindak yg

terencana, terkoordinasi dan terintegrasi antar institusi

Ditjen PUM dalam hal ini Direktorat Pencegahan dan Penanggulangan bencana diharapkan aktif untuk memfasilitasi semua institusi bekerjasama dengan BNPB

semua institusi terkait penyelenggaraan PB belum terkoordinasi dengan baik

a. Belum adanya

persamaan persepsi,

pengertian dan langkah

tindak yang terencana,

terkoordinasi dan terintegrasi antar institusi dalam rangka

penanggulangan bencana

dan dengan diterbitkannya

Undang-Undang No. 24

Tahun 2007 tentang

Penanggulangan Bencana

dan Perpres No. 8 Tahun 2008 tentang Badan Nasional

Penanggulangan Bencana

yang mengatur struktur dan

tatakerja, personil,

pembiayaan, sarana dan

prasarana penanggulangan

bencana, mengakibatkan

penyelenggaraan

penanggulangan bencana

belum terlaksana secara

komprehensif dan

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 30

Semua daerah

memperhatikan upaya PRB dan memasukkannya dalam mekanisme perencanaan pembangunan daerah

Ditjen PUM ikut aktif dalam memfasilitasi institusi

Semua institusi belum memasukkan PRB dalam mekanisme perencanaan

pembangunan daerah

Belum semua daerah memperhatikan upaya Pengurangan Resiko Bencana (PRB) dan memasukkannya dalam mekanisme perencanaan pembangunan daerah

adanya kerjasama daerah secara vertikal dan

horisontal

Kurangnya pertemuan rutin yang melibatkan daerah guna

pemanfaatan sarana prasarana PB

Daerah masih kurang berkoordinasi dengan pusat

Belum optimalnya pemanfaatan sarana prasarana penanggulangan bencana melalui kerjasama daerah baik secara vertikal maupun horisontal

BNPB Belum memadainya

kinerja aparat dan kelembagaan penanggulangan bencana.

Kinerja aparat perlu ditingkatkan dalam pelaksanaan PB

peningkatan kapasitas PB di interen BNPB

Kinerja aparat BPBD di daerah masih perlu pembinaan untuk peningkatan kapasitas PB

Keterbatasan kapasitas dalam pelaksanaan tanggap darurat serta upaya

rehabilitasi dan rekonstruksi wilayah pasca bencana. Dalam penyelenggaraan kegiatan tanggap darurat

Daerah menyediakan dana

khusus untuk PB sesuai kemampuannya. keterbasatan anggaran di daerah pemerintah pusat masih menyediakan dana bantuan Masih tingginya ketergantungan pendanaan bantuan tanggap darurat dan bantuan kemanusiaan

kepada pemerintah pusat

Basis data selalu uptudate

dan teradministrasi dengan baik

administrasi data belum sepenuhnya sempurna

Pengiriman data dari daerah tidak rutin

Basis data yang tidak termutakhirkan dan

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 31

Tim DALa/PDNA bekerja

sesuai dengan teknisnya sehingga diperoleh data yang akurat

penilaian kerusakan dan kerugian masih perkiraan

Faktor lokasi bencana yang mungkin sulit terjangkau sehingga sulit dalam

penghitungannya

Penilaian kerusakan dan kerugian pasca bencana yang tidak akurat

Peta wilayah rawan

bencana lebih detai lokasinya

Peta wilayah rawan bencana belum secara detail lokasinya

Pembuatan peta rawan bencana yang lebih detail di tiap daerah belum ada

Keterbatasan peta wilayah yang menyebabkan

terhambatnya pelaksanaan analisa kerusakan spasial

Koordinasi penilaian

kerusakan dan kerugian serta perencanaan

rehabilitasi dan rekonstruksi sampai ke daerah

Pusat kesulitan

mendapatkan data dari daerah untuk rehab rekon

Masing-masing daerah kurang aktif dalam koordinasi ke pusat tentang rehab rekon

Koordinasi penilaian

kerusakan dan kerugian serta perencanaan rehabilitasi dan rekonstruksi yang terpusat

Tiap daerah

menganggarkan sendiri untuk rehab dan rekon di APBD

pemerintah pusat masih menyediakan dana rehab rekon dalam anggarannya Daerah masih tergantung pada pemerintah pusat Keterbatasan alokasi pendanaan bagi rehabilitasi dan rekonstruksi yang bersumber dari pemerintah daerah

Masih rendahnya kesadaran terhadap risiko bencana dan pemahaman terhadap kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana

Jaringan informasi dan komunikasi kebencanaan ada di tiap-tiap daerah

pembangunan jaringan komunikasi dan informasi belum bisa sampai ke semua daerah karena keterbatasan anggaran

Belum semua daerah mempunyai jaringan informasi dan komunikasi kebencanaan

Keterbatasan jaringan informasi dan komunikasi yang efektif dalam

penyebaran informasi kebencanaan kepada masyarakat

________________________________________________________________________________________________Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 32

PRB terintegrasi dalam

perencanaan pembangunan secara efektif dan

komprehensif Hanya sebagian pengurangan resiko bencana yang dimasukkan dalam perencanaan pembangunan PRB belum terintegrasi dalam dokumen perencanaan di saerah Belum terintegrasinya pengurangan risiko bencana dalam perencanaan

pembangunan secara efektif dan komperhensif

Kebijakan nasional dapat

dijabarkan kedalam kebijakan daerah

Kebijakan nasional tidak semua dapat diterapkan di daerah

Daerah hanya

mengambil kebijakan nasional yang tepat untuk daerah amsing-masing

Penjabaran kebijakan nasional kedalam kebijakan daerah

________________________________________________________________________________________________

Rencana Kerja BPBD Kabupaten Magelang Tahun 2015 35

Dokumen terkait