• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS ISU-ISU STRATEGIS

4.1 Permasalahan Pembangunan Daerah

4.2.2. Isu Staregis Daerah

Isu starategis daerah hasil sintesa fakta-fakta permasalahan pembangunan maupun permasalahan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang telah disampaiakan pada bahagian sebelumnya dengan isu-isu global.

Selain isu global,penyusunan RPJMD ini juga memperhatikan secara khusus dampak terhadap lingkungan hidup dari program-program yang akan dilaksanakan seperti yang tlah diamanahkan oleh Permendagri No.67 Tahun 2012 tentang Penyusunan Kajian Lingkungan Hidu Strategis. Pada proses kajian KLHS tersebut, didapatkan gambaran perkiraan pengaruh dari pelaksanaan pembangunan sehingga diperlukan mitigasi dari dampak negatif dengan :

1. Memperhatikan RTRWP dan RTRWK dan penerapan kaidah lingkungan hidup dalam setiap pelaksanaan pembangunan. Hal ini antara lain dapat pula berupa penerapan AMDAL dan RKL/RPL maupun UKL/UPL sesuai dengan perundangan yang berlaku.

2. Pada sektor pertanian, penerapan pertanian dalam arti luas ramah lingkungan antar lain dengan cara pemakaian pupuk berimbang, pemanfaatan pupuk organic , pemakaian benih rendah emisi, dan pengolahan lahan tanpa bakar serta memperhatikan daya dukung lahan dan kesesuaian lahan dalam setiap kegiatan perlu dilakukan. Hal ini dapat dilakukan dengan secara terintegrasi dalam masing-masing program dengan membuat kegiatn berupa sosialisasi dan penerapan pertanian ramah lingkungan. Disamping itu disarankan pula dengan menerapkan pertanian dengan menggunakan system SRI (system of rice intensification) yaitu pengembangan padi dngan air berimbang serta pengembangan pengelolaan system irigasi yang partisipatif.

3. Pada sektor peternakan, pengintegrasian program dengan usaha memberikan akses terhadap sistem pengkandangan yang layak dan sesuai dengan kaidah lingkungan harus dilakukan. Agar hasil ternak lebih bermanfaat maka

RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab IV Hal. 197 dirkomendasikan pula untukpemanfaatan kotoran ternak sebagai pupuk an-organik dan mengembangkan biogas yang dapat mnurunkan tingkat emis gas rumah kaca sekaligus dapat mengurangi tingkat pemakaina energy fosil.

4. Dalam kaitannya dengan isu kerusakan kawasan pesisir dan ekosistemnya, maka direkomendasikan untuk mempertahankan mangrove yang ada sekaligus mengembangakannya sebagai usaha perlindungan dan pemulihan ekosistemwilayah pesisir.

5. Hal lainyang sangat penting adalah pemantapan moral dan ahlak masyarakat dalammenjamin keseimbangang pembangunan.

Isu lain yang dianalisis dalampenyusunan RPJMD ini adalah isu pengarusutamaan gender. Sehingga dalam penentuan kebijakan dan program-program yang dilakukan dianalisis terlebih dahulu kaitannya dan atau pengaruhnya terhadap isu-isu gender yang analisisnya secara lengkap dilampirkan secara terpisah dngan dokumen ini.

Adapun daftar isu strategis secara keseluruhan daerah ini disajikan dengan pendekatan urusan pemerintahan, yakni urusan wajib dan urusan pilihan.pendekatan urusan akan lebih mempermudah didalam menentukan stakeholder terkait dalam menetukan kebijkan yang akan dilakukan menhadapi isu starategis tersebut

4.2.2.1 Urusan Wajib Pemerintah Daerah a. Urusan Pendidikan

 Masih tingginya angka buta aksara serta angka partispasi sekolah cenderung menurun;

 Standar pelayanan minimal pendidikan belum tercapai;

 Belum optimalnya aksesibilitas, sarana dan prasarana dan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan.

b. Urusan Kesehatan

 Terbatasnya sumberdaya kesehatan,belum optimal pelayanan kesehatan, masih adanya ancaman penyakit menular maupun penyakit tidak menular, serta meningkatkan penyakit degenerative;

 Kesadaran masyarakat untuk melaksanakan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) masih kurang;

 Gerakan SUN (Scaling Up Nutrition) untuk perbaikan gizi anak atau perbaikan gizi 1000 hari pertama kehidupan.

RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab IV Hal. 198 c. Urusan Lingkungan Hidup

 Menurunnya daya tamping lingkungan akibat pencemaran dan pengrusakan lingkungan;

 Menurunnya kapasitas dan kualitas sumber air baku;

 Kesadaran masyarakat dan swasta dalampengolahan lingkungan hidup masih kurang;

 Dampak pemanasan global semakin meningkat;

 Dilakukan Penyusunan Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS RPJMD 2014-2019) sesuai Permendagri No.67 Tahun 2012.

d. Urusan Pekerjaan Umum

 Belum meratanya aksebilitas pelayanan transportasi;

 Belum optimalnya kinerja sarana dan prasarana sumber daya air untuk mendukung ketahanan pangan Kab. Pinrang;

 Rendahnya akses terhadap air minum dan sanitasi yang layak;

 Tingkat kerusakan jalan, jembatan, prasarana dan sarana irigasi yang masih tinggi;

 Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan sarana dan prasarana;

e. Urusan Penataan Ruang

 Belum adanya RTH yang refsentatif yang telah disusun belum disadari sebagai produk yang empunyai kekuatan hukum, dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam tertib penataan ruang.

f. Urusan Perencanaan Pembangunan

 Belum efektifnya perencanaan dari bawah (bottom up planning) yang disebabkan oleh kurang akuratnya data pendukung perencanaan pembangunan;

 Masih terdapat kesulitan untuk memastikan adanya konsistensi antara perencanaan (program/kegiatan) pembangunan dan alokasi penganggarannya;

 Belum adanya rencana pengadaan tanah pada kawsan tertentu untuk mempercepat kerjasama investor dari luar.

RPJMD Kabupaten Pinrang Tahun 2014 - 2019 Bab IV Hal. 199 g. Urusan Perumahan

 Belum optimalnya pengelolaan Asset tanah pemerintah dan kurangnya kesadaran masyarakat dalam perizinan dan persertifikatan tanah karena biaya dianggapmasih tinggi;

 Belum memadainya penyediaan sarana dan prasarana dasar pemukiman dan masih besarnya kesenjangan pemenuhan akan rumah layak huni.

h. Urusan Kepemudaan dan Olah Raga

 Masih terbatasnya sarana dan prasarana pengembangan pemuda dan olah raga, dan kurangnya pembinaan pemuda dan olah raga;

 Masih kurangnya pembinaan kepemudaan;

 Masih kurangnya pembinaan dan peningkatan prestasi olahraga.

i. Urusan Penanaman Modal

 Belum optimalnya pengelolaan investasi;

 Iklim investasi belum kondusif khususnya dalam hal pelayanan perizinan;  Lahan bagi usaha industry berskala menengah/besar terbatas dan belum ada

Lahan yang dimiliki Pemerintah Daerah.

j. Urusan Koperasi, Usaha kecil dan Menengah

 Pemberdayaan koperasi UMKM untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang berkualitas dan berkelanjutan;

 Inovasi dan adopsi teknologi, pengembangan desain produk, yang berdampak pada diversifikasi masih rendah;

 Jaringan pasar industry kecil dan kemitraan dalam usaha pemasaran masih terbatas.

k. Urusan Kependudukan dan catatan Sipil

 Masih rendahnya kesadaran masyarakat dan aparat dalam tertib administrasi kependudukan;

 Relatif Tingginya tingkat pertumbuhan penduduk.

l. Urusan Ketenagakerjaan

 Masih terbatasnya lapangan pekerjaan;

 Kualitas dan daya saing calon tenaga kerja belum sesuai kebutuhan pasar/TKW