KHA terus menerus
4. IT (Impedance Terra) System: Saluran Tanah melalui Impedansi
Sistem rangkaian tidak mempunyai hubungan langsung ke tanah namunmelalui suatu impedansi, sedangkan bagian konduktif instalasi dihubunglangsung ke elektroda pentanahan secara terpisah. Sistem ini juga disebutsistem pentanahan impedansi. Ada beberapa jenis sambungan titik netralsecara tidak langsung ini, yaitu melalui reaktansi, tahanan dan kumparanpetersen. Antara ketiga jenis media sambungan ini mempunyai kelebihan dankekurangan. Namun, secara teknis jenis sambungan kumparan petersen yangmempunyai kinerja terbaik. Permasalahannya adalah harganya yang mahal.
Gambar 2.36. Salurn Tanah Melalui Impedansi (IT)
2.10. Pengujian Tahanan Isolasi
Pengukur tahanan isolasi digunakan untuk mengukur resistans yang tinggi dalam ukuran megaohm. Salah satu jenis pengukur ini disebut Magger. Suatu engkol yang diputarkan dengan kecepatan yang cukup memutarkan armatur genarator a.s dengan magnit permanen sehingga membangkitkan tegangan yang diperlukan, misalnya 500 V atau 1000 V. Tegangan generator berujung di dua terminal yang satu terminal nol atau bumi dan yang satu lagi terminal tegangan (Line). Dalam keadaan tak bekerja penunjuk diam di seberang kedudukan. Ujung kedua kawat uji dari megger jika dihubungkan satu sama lain dan engkol diputar akan menggerakkan penunjuk ke kedudukan 0 dan jika dihubungan dibuka penunjuk akan bergerak ke kedudukan tak terhingga. Pengukur resistans jenis ini menggunakan beberapa batu batere yang dengan sirkit elektronik pengganda tegangan dapat melipat gandakan tegangan menjadi 500 V sampai 1000 V searah. Pembacaan nilai resistans isolasi dapat diperlihatkan dengan penunjukan skala ataupun secara digital. Dengan mengukur ini penguji dibebaskan dari memutar engkol. Cara pengukuran sama seperti pada megger.
Gambar 2.37. Insulation Tester
Untuk menguji seluruh instalasi, sakelar pembatas atau pengaman
lebur pada APP dibuka atau dilepas. Hubungan penghantar nol dan
penghantar pengaman dari APP dibuka pula di PHB konsumen . pengaman
lebur atau MCB di PHB semua dalam keadaan tertutup. Semua sakelar
lampu dilepas. Semua kotak kontak harus dalam keadaan bebas dari beban. Perlengkpan elektronik dapat rusak jika mendapat tegangan uji yang tinggi. Karena itu beban ini harus dilepaskan. Dalam jenis beban ini termasuk pula starter elektronik lampu TL.
Gambar 2.38. Menguji seluruh instalasi dengan Insulation Tester
Mengingat pada instalasi terpasang, semua lampu umumnya sudah terpasang, maka melepas lampu merupakan pekerjaan yang merepotkan. Dalam hal ini ada kecenderungan untuk membuka sakelar dan membiarkan lampu tetap terpasang. Cara ini tidak diperkenankan mengingat tegangan uji dapat merusak sirkit yang peka pada perlengkapan.
Pengujian dilaksanakan seperti diperlihatkan pada Gambar 2.37. Kawat bumi dihubungkan dengan penghantar Proteksi dan kawat tegangan dihubungkan dengan penghantar fase pada PHB. Engkol megger diputarkan sehingga membangkitkan tegangan uji dan penunjuk langsung menunjuk harga isolasi. Jika penunjukan menyatakan nilai tidak kurang dari 0,5 MW maka nilai resistans isolasi instalasi seluruh instalasi sudah memenuhi ketentuan.
Dalam hal instalasi besar dengan banyak sirkit akhir dan sirkit cabang, jadi terdapat banyak jalan paralel ke bumi, mungkin saja penunjukan megger kurang dari 0,5 MW. Dalam hal ini pengujian harus diulangi pada sebagian instalasi. Untuk bagian instalasi yang tidak turut diuji maka pengaman lebur dan sakelar utama pada PHB dilepas atau dibuka. Pada bagian yang diuji persyaratan minimum resistans isolasi harus dipenuhi.
2.11. Drop Tegangan (Susut Tegangan)
Pada PUIL 2000 4.1.2-A.5 dinyatakan bahwa : susut tegangan antara PHB utama dan setiap titik beban, tidak boleh lebih dari 5 % dari tegangan di PHB utama.
Adapun pembagian penentuan drop tergangan pada suatu penghantar dapat digolongkan menjadi beberapa jenis :
a. Untuk arus searah
b. Untuk arus bolak-balik satu fasa c. Untuk arus bolak-balik tiga fasa
Rugi tegangan biasanya dinyatakan dalam satuan persen (%) dalam tegangan kerjanya yaitu :
V V
V(%) 100%
...(2.7.) Besarnya rugi tegangan (%) yang diijinkan ialah :
Tabel 2.11. Rugi Tegangan
∆ V (%) Penggunaan Jaringan
0.5 Dari jala-jala ke KWH meter
1.5 Dari KWH meter ke rangkaian penerangan 3.0 Dari KWH meter ke motor atau rangkaian daya
Untuk menentukan rugi tegangan berdasarkan luas penampang dengan menggunakan persamaan sebagai berikut :
1. Untuk arus searah, penampang minimum :
A x I V 2 1 Volt... (2.8.) 2. Untuk arus bolak-balik satu fasa, penampang minimum :
) sin cos ( 2 I l RL XL U ...(2.9.) 3. Untuk arus bolak-balik tiga fasa, penampang minimum :
) sin cos ( 3 I l RL XL U ...(2.10.) Dimana : ∆ U = Rugi tegangan dalam penghantar (V)
I = Kuat arus dalam penghantar (A)
l = Jarak dari permulaan penghantar sampai ujung (m)
2.12. Kondisi Suhu
Setiap penghantar memiliki suatu resistansi (R), jika penghantar
tersebut dialiri oleh arus maka terjadi rugi – rugi I2 R, yang kemudian rugi– rugi tersebut berubah menjadi panas, jika dialiri dalam waktu t detik maka panas yang terjadi ialah I2 R t, jika dialiri dalam waktu yang cukup lama maka ada kemungkinan terjadinya kerusakan pada penghantar tersebut. oleh karena itu dalam pemilihan penghantar faktor koreksi juga diperhitungkan.
2.13. Kondisi Lingkungan
Di dalam pemilihan jenis penghantar yang digunakan, harus disesuaikan dengan kondisi dan tempat penghantar tersebut akan ditempatkan atau di pasang. Apakah penghantar tersebut akan di tanam di dalam tanah atau di udara, jika di tanam di dalam tanah maka harus diperhatikan apakah tanah tersebut lembab, basah, atau kering. Kondisi yang lembab atau basah dapat menyebabkan kerusakan pada kabel penghantar jika penghantar yang digunakan tidak disesuaikan dengan kondisi tersebut, begitu juga dengan tempat yang kondisi lingkungannya cukup panas sehingga memerlukan penghantar yang berbeda pula. Jadi kabel harus disesuaikan dengan keadaan lingkungan atau kondisi setempat.
2.14. Kekuatan Mekanis
Penentuan luas penampang penghantar kabel juga harus diperhitungkan apakah kemungkinan adanya tekanan mekanis ditempat pemasangan kabel itu besar atau tidak, pemasangannya apakah dengan menggunakan jalur penghantar atau di alam terbuka, ditanam di dalam tanah atau di udara, dengan demikian dapat diperkirakan besar kekuatan mekanis yang mungkin terjadi pada kabel tersebut. Besar kekuatan mekanis yang mungkin terjadi pada kabel diperkirakan dari kemungkinan adanya tekanan mekanis ditempat pemasangan kabel.
2.15. Kemungkinan Perluasan
Setiap instalasi listrik dirancang dan di pasang dengan perkiraan adanya penambahan beban di masa yang akan datang, oleh karena itu luas penampang penghantar harus dipilih lebih besar minimal satu tingkat di atas luas penampang sebenarnya, tujuannya adalah jika dilakukan penambahan beban maka penghantar tersebut masih mencukupi dan susut tegangan yang terjadi akan kecil.
2.16. Standar Warna
Kabel dan hantaran listrik memiliki identifikasi kode warna isolasi inti hantaran dan selubung luar yang terdiri atas :
1. Kode warna Inti
Tabel 2.12. Kode warna inti
JUMLAH