a(italist Mode o% Production :
Pengertian, Asal-+sul Da$ulu $ingga
Pengertian, Asal-+sul Da$ulu $ingga
!ekarang
!ekarang
Ka(ital
Ka(italisme: de%isme: de%inisi seder$anainisi seder$ana
?anusia adalah social animals , mereka saling bergantung se/ara resiprokal dan interrelasi dalam mereproduksi syarat-syarat hidup mereka. De+inisi manusia ini tidak memberikan apapun tentang bagaimana manusia saling berinterksi dalam konteks sejarah yang berbeda-beda. 8nteraksi ini bisa berlangsung dalam banyak /ara dan bentuk. 7da yang berdasarkan pada sistem kuasa yang hirarkis ada yang tidak. Jara berinteraksi yang dominan dan hegemonik dalam sebuah masyarakat menentukan karakter masyarakat tersebut. elajar dari ?arH, di sini kita akan mengenal istilah modus produksi, yaitu historical and hegemonic way in which a society organi%e itself to produce and reproduce the condition of human interdependence.
Dalam 366 tahun terakhir, modus produksi dominan, yang berkembang di seluruh dunia, adalah capitalist mode of production. rase ini kadang disederhanakan manjadi
capitalism saja. 8stilah ini sebagaimana isme-isme yang lain, menjelaskan masyarakat sekarang yang ada sekarang sebagai suatu yang hampir tidak ada ruang bagi modus produksi alternati+, sesuatu yang tidak memungkinkan untuk men/ari alternati+ lain untuk memproduksi dan mereproduksi syarat-syarat hidup yang tidak sesuai dengan yang dominan itu. ebaliknya, dalam membi/arakan capitalist mode of production, terbuka dalam pemahaman kita bah&a capitalist hanyalah salah satu modus produksi di antara berma/am modus produksi yang lain, dan &alaupun ia yang paling dominan, tidak berarti capitalist mode of production adalah yang paling berkuasa.
?ari kita memeriksa lebih lanjut de+inisi masyarakat di mana kita hidup. 1apitalisme adalah suatu
economic and social system characterised by the profit motive and the control of the means of production, distribution, and echange of goods by private ownership. (0ongman ictionary of the nglish 0anguage) .
1rtinya2 sistem ekonomi sosial yang bercirikan frofit motive dan kontrol terhadap sarana produksi, distribusi dan pertukaran oleh kepemilikan pribadi.
De+inisi bisa menjadi titik berangkat bagi kita. ertama, bah&a sistem sosial dan ekonomi yang ada saat ini di/irikan dengan profit motive. 1ita tidak dijelaskan siapa yang memiliki profit motive ini tetapi mari kita lihat ke kalimat berikutnya. 1apitalisme juga adalah sebuah sistem yang berbasis pada kotrol terhadap sarana produksi, distribusi, dan pertukaran barang oleh private ownership . Dominasi prinsip keuntungan dan pri;ate property sebenarnya saling terkait.
Antuk membedah de+inisi di atas, kita harus berhenti sejenak dan memikirkan arti dari private ownership atau private proverty sarana produksi. 1ita tidak sedang
membi/arakan kepemilikan pri;at terhadap benda sehari-hari yang kita miliki tapi kepemilikan pri;at terhadap sarana produksi. 1epemilikan pri;at ada dua ma/am : +ormal dan aktual. 1epemilikan peri;at +ormal adalah pemilik legal. ?isalnya, seseorang atau sekelompok orang adalah pemilik +ormal sarana produksi. kepemilikan pri;at aktual adalah ketika seseorang atau sekelompok orang se/ara aktual memiliki kuasa terhadap sarana produksi. 0amun untuk kepentingan kita di sini perbedaan ini tidaklahpenting yang kita bi/arakan adalah kepemilikan pri;at dalam totalitasnya, sebagai kontrol aktual terhadpa sarana produksi.
1embali ke profit motive. 1ita tidak sedang membi/arakan profit motive seorang indi;idu tetapi kita sedang membi/aran maknanya dalam sebuah masyarakat. Profit motive se/ara esensial bermakna bah&a tujuan utama sebagian besar produksi dalam masyarakat bukanlah untuk memenuhi kebutuhan manusia indi;idu atau masyarakat, tetapi untuk men/ari keuntungan. Tentu saja dalam proses men/ari keuntungan kebutuhan manusia juga terpenuhi tetapi kebutuhan-kebutuhan ini berada dalam posisi subordinat dari proses produksi demi keuntungan: alih-alih menjadi tujuan produksi ia hanya menjadi instrumental bagi produksi demi keuntungan tadi.
Bentuk !eder$ana: t$e money circuit o% ca(ital Bentuk !eder$ana: t$e money circuit o% ca(ital
ekarang kita akan masuk lebih jauh dari makna dan implikasi dari masyarakat yang berbasis pada profit motive dan private proverty atas sarana produksi. ?ari kita gunakan simbol ? untuk uang yang dilemparkan ke dalam proses akumulasi dengan tujuan men/ari untung, dan J sebagai nilai komoditas yang dibeli dengan uang tadi dan dijual kembali untuk mendapatkan uang yang lebih banyak ?O.
Aang harus menjadi komoditas J dan komoditas harus menjadi uang lagi dengan /ara dijual kembali. 8ni kita sebut sebagai the money circuit of capital. Aang didapat dari menjual komoditi tadi haruslah lebih besar. ebenarnya, ?O P ? Q R?, di mana R? jumlah uang yang didapat. Di sini kita tidak akan masuk ke pembahasan dari asal-usul R kita hanya akan melihatnya se/ara umum saja.
Bingkaran ? < J < ?O tidak berhenti di situ saja. ang kapitalis, setelah mendapat ?O, moti+ men/ari untungnya membuat ia membeli lagi komoditas JO dalam rangka mendapatkan uang lebih banyak ?OO, begitulah seterusnya. 1ita bisa menggambarkan proses akumulasi kapital tak terbatas dengan /ara berikut:
Gambar 3.). 7kumulasi tak berhingga
*adi, akti+itas men/ari keuntungan se/ara inheren tidak terbatas. 8ni adalah titik krusial yang harus kita +ahami se/ara utuh, karena implikasinya yang sangat luas. ada gambar di
atas kita bisa menambahkan ? dan J se/ara terus menerus, karena tidak ada batasan bagi men/ari keuntungan. Dikatakan OinherenO untuk menekankan bah&a logika men/ari keuntungan tidak mengenal batas apapun.
elanjutnya, kita akan kembangkan money circuit of capital di atas untuk melihat hubungan antara pro+it dan produksi. roduksi untuk pro+it mengandaikan adanya dua hal penting. ertama, sarana produksi, distribusi dan pertukaran harus terkonsentrasi pada satu tangan. 1edua, adalah pasar tenaga kerja, sebuah pasar di mana orang-orang men/ari kerja untuk mendapatkan upah. Tanpa dua hal ini, profit motive tidak bisa menghasilkan keuntungan yang sebenarnya. Antuk memahaminya dengan lebih baik, mari kita tulis ulang +ormula di atas menjadi:
J dibagi menjadi dua bagian, B adalah labour power, sedangkan ? adalah means of production. 0abour power adalah kapasitas untuk bekerja yang dijual oleh pekerja kepada sang kapitalis. 3eans of produ ction adalah semua instrumen yang digunakan oleh labour po&er ketika akti+itas bekerja terjadi untuk men/ipatakan produk baru. 1etika B dam ? disatukan, maka terjadilah proses produksi. roses ini disimbolkan dengan S......, karena kita di sini membi/arakan penggunaan energi hidup yang masuk ke proses kerja. JO adalah komoditi baru yang dihasilkan juga dengan nilai baru. 1emudian dijual dan menghasilkan R? atau ?O. *adi, pengerahan tenaga, kerja, berada di pusat dari bentuk pengembangan money circuit of capital ini. *adi karakter akumulasi tanpa batas ini berati juga kerja tanpa batas. 1ita gambarkan sebagai berikut:
Gambar 3.2. 7kumulasi dan 1erja tak berhingga
Dengan kata lain, dengan kebutuhan untuk akumulasi dan keuntungan yang inheren ini, kebutuhan yang khas bagi masyarakat kapitalis dan tidak pernah ada pada organisasi sosial sebelumnya yang pernah ada: kebutuhan jam kerja yang lebih banyak dan banyak. 1erja menjadi moto dalam masyarakat kapitalis. Dikarenakan moti+ men/ari keuntungan tak terbatas, moti+ ini bisa kita lihat di semua aspek kehidupan: setiap akti+itas manusia menjadi semesta kemungkinan peluang keuntungan. Jontohnya, keramahan yang dulunya adalah kerja sosial biasa, dalam masyarakat kapitalis berubah menjadi /ara men/ari keuntungan dalam industri pari&isata. Transmisi sejarah, pengalaman, nilai-nilai, teknik, dll. epanjang bergenerasi-generasi dan terjadi ribuan tahun sekarang menjadi OsekolahO, dengan deadlines, da+tar pelajaran, dan ujian yang akan melatih dan mendidik anak muda untuk bertahan dalam dunia kompetisi pasar tenaga kerja yang keras.
etelah mempelajari kepemilikan pri;at dan moti+ keuntungan, sekarangn kita akan memeriksa karakter hubungan atara keduanya.
Prasyarat Akumulasi Ka(ital: makna teoretik )enclosure* Prasyarat Akumulasi Ka(ital: makna teoretik )enclosure*
elanjutnya, mari kita perhatikan +ormula 2 lebih jauh. 7gar akumulasi kapital bisa operasional, adalah penting bagi pemilik modal uang untuk menemukan seseorang yang mau menjual tenaga kerjanya dan seorang lagi yang menjual beberapa means of production. Dengan kata lain, masyarakat yang berbasis pada keuntungan mengandaikan adanya pasar komoditas, khususnya, pasar tenaga kerja.
1enapa orang menjual tenaganya4 ertanyaan ini seolah sangat nai+. 7lasan mun/ulnya pertanyaan ini adalah karena men/ari kerja adalah hal normal, ini yang dilakukan oleh banyak orang di seluruh dunia, harus begitu agar dapat uang yang dibutuhkan untuk hidup. Tidak, hanya 366 sampai !66 tahun yang lalu di 8nggris dan lebih lama lagi di benua-benua lain, ropa, 7+rika, 7sia dan 7merika bah&a kebanyakan dari penduduknya adalah petani yang bekerja di sebidang tanah, bukan buruh upahan. ukan hanya itu, jika kita lihat akar peradaban barat, di unani kuno, kerja upahan dianggap sebagai hal tak-baik bagi manusia. *adi pertanyaan nai; tadi memba&a kita ke pertanyaan lainnya: bagai bisa terjadi hari ini mayoritas pendudu dunia harus menjual tenaganya ke pasar4 1enapa bisa terjadi ada orang lain yang lebih kaya dan bisa memebeli tenaga kerja4 Dengan kata lain, melihat lagi ke +ormula kita tadi, bagaimana prasyarat bagi akumulasi kapital4
Enclosure Pertama di Inggris Enclosure Pertama di Inggris
Antuk menja&ab pertanyaan-pertanyaan tadi kita harus kembali ke masa ratusan tahun lalu dan melihat sejarah 8nggris, sebuah tempat di mana capitalist mode of production lebih intensi+ dan ekstensi+ dari pada di tempat lain. 1ita jadikan 8nggris sebagai studi kasus bagaimana pasar tenaga
eriode )! 56 < )@66 disebut sebagai periode enclosure movement. Di a&al periode ini mayoritas penduduk bekerja di atas tanah, ber/o/ok-tanam. 1ebanyak mereka adalah yeomen bebas. 1ebutuhan hidup yeomen tergantung pada dua hal:
pertama 2 sebidang ke/il tanah yang tergabung pondok-rumah untuk memenuhi kebutuhanI ke dua : tanah milik bersama untuk mengumpulkan kayu bakar, dll
emagaran tanah milik umum terjadi dalam dua gelombang. ampai pada abad L88, ada pemagaran untuk peternakan domba, kemudian ada lagi pemagaran tanah yang lebih subur untuk pertanian.
7ntara tahun )!@6 dan a&al tahun )C66, tuan tanah besar, sambil mela&an raja dan parlemen, men/iptakan jumlah besar proletariat dengan /ara mengusir petani dari tanah. al ini didorong oleh meningkatnya ekspansi pasar &ool di landers dan naiknya harga &ool di 8nggris. Terbukalah peluang baru untuk men/ari uang. Antuk itu mereka butuh tanah untuk menggembalakan domba. ?ulailah proses pemagaran itu.
7pa yang terjadi dengan petani yang dirampas tanahnya4 7dalah terlalu /epat untuk men/ari pekerjaan di pabrik-pabrik industri 8nggris yang baru lahir, hal ini disebabkan dua +aktor. Pertama , pabrik tidak tumbuh se/epat pertumbuhan proletariat tak bertanahI kedua , proletariat baru tidak /ukup berdisiplin untuk bekerja dalam kehidupan pabrik yang membosankan. ang pertama membutuhkan re;olusi industri, sedang yang kedua, membutuhkan pendidikan agar proletariat bisa bekerja. Dan terjadilah apa yang disebut dengan bloody legislation. Begislasi berdarah adalah satu set kebijakan represi+ negara untuk memaksa orang-orang miskin tak bertanah untuk menjadi buruh upahan. ekerja di pabrik bagi mereka &aktu itu sebenarnya hanyalah satu pilihan dari
banyak pilihan pekerjaan lain seperti men/uri, mengemis, berjuang merebut tanah, dll.
Di masa d&ard L8 ada sebuah undang-undang di a&al kekuasaannya )5!@, menetapkan bah&a barangsiapa yang menolak untuk bekerja, dia akan dihukum sebagai budak S.... #?arH )"C@, p. "9@$. 8ni hanya sedikit /ontoh represi yang terjadi buntut dari perampasan penduduk perdesaan dari tanah dan sarana kehidupan mereka.
Jerita sangat singkat ini menggambarkan bagi kita kriminalisasi kemiskinan yang terjadi ketika tanah mereka dirampas. 1riminalisasi kemiskinan dalam artian menjadikan /ara-/ara untuk bertahan hidup lainnya bagi mereka yang tanahnya dirampas sebagai tindakan kriminal, sebuah tidakan mela&an hukum.
#aksonomi Enclousures #aksonomi Enclousures
n/losures tidak hanya terjadi pada persoalan tanah, karena sistem sosial berdasarkan moti+ pro+it mempunyai karakter akumulasi yang takterbatas seperti yang diilustrasikan pada gambar diatas. ehingga pada perkembangannya en/losure selalu dimodi+ikasi dalam bentuk-bentuk yang lain pada seluruh aspek kehidupan manusia. e/ara umum en/losures a&al diklasi+ikasikan menjadi tiga yaitu dimensi &aktu #time$, dimensi ruang #spa/e$ dan dimensi manusia #human$. ?asing-masing dimensi tersebut memiliki strategi yang berbeda-beda, seperti yang terlihat dalam table ) diba&ah ini.
Tabel 3.). taksonomi en/losures a&al se/ara umum berdasarkan strateginya
Dimensi Fbjek trategi Eaktu ari libur publik
Eaktu kerja Disiplin kerja 0egara menentukan hari libur publik ermintaan pasar, tuan dan buruh, 0egara
tuan dan buruh dan 0egara
uang Tanah Amum
Tanah pribadi enggusuran paksa ajak uman ody 8lmu pengetahuan enjara dan perbudakan eme/ahan ilmu pengetahuan dan pembagian kerja Tabel diatas menunjukkan kepada kita bah&a en/losures se/ara umum diklasi+ikasikan menjadi tiga yaitu men/akup dimensi, &aktu, ruang dan manusia, masing-masing dimensi terdapat objek yang di-en/losures dengan strategi yang berbeda-beda. erikut ini adalah keterangan dari masing-masing objek yang menjadi titik +o/us en/losures.
ari i'ur Pu'lik ari i'ur Pu'lik
?asih dalam konteks sejarah, di ropa sebelum kapitalisme mun/ul memiliki banyak hari libur publik, 1autsky memperkirakan dalam setahun jumlah hari libur publik di eropa, pada &aktu itu, sebanyak 26! hari. Bebih dari setengah dalam satu tahun masyarakat eropa memiliki &aktu untuk menikmati liburan se/ara bersama, kebanyakan hari libur
publik tersebut digunakan masyarakat eropa untuk beramah-tamah, melakukan ritual keagamaan, menggelar +esti;al kebudayaan dan melakukan akti;itas kemasyarakatan lainnya. 0amun setelah masuknya kapitalisme hari libur mulai dibatasi dengan akti+itas bekerja. etiap orang #buruh$ tidak dapat menikmati hari libur publik karena mereka terikat dengan kerja-kerja produksi kapitalis, karena kerja buruh merupakan syarat dari akumulasi yang tak terbatas maka tuntuan untuk terus bekerja menjadi sebuah +enomena yang tersistematik melalui peraturan 0egara.
.aktu Kerja .aktu Kerja
erapa lama harus bekerja4 pertanyaan ini jika kita tanyakan kepada seorang majikan yang memiliki buruh maka ja&abanya bisa dipastikan bah&a &aktu kerja akan sebanyak
mungkin #bisa )6 jam, )2 jam, bahkan bisa 2! jam$. ebaliknya jika pertanyaan ini kita berikan kepada seorang buruh, bisa
dipastikan juga bah&a mereka menginginkan &aktu kerja seminimal mungkin #bisa 5 jam atau 2 jam$. ada dasarnya perbedaan ja&aban atas pertanyaan ini terletak pada moti+ pro+it. ?ajikan pastinya menginginkan kerja lama, karena semakin banyak &aktu kerja buruh maka proses produksi akan lebih banyak dan tentunya akan mendapatkan keuntungan yang lebih banyak pula, sedangkan buruh menginginkan &aktu kerja seminimal mungkin dengan upah yang dia dapat. erbedaan di atas sebetulnya merupakan proses pertentangan antara buruh dan majikan terkait dengan &aktu kerja, sehingga &aktu kerja merupakan hasil dari perjuangan buruh terhadap majikannya.
Dahulu masyarakat petanian menentukan kapan &aktu dia harus bekerja di ladangnya sangat di tentukan oleh kondisi alam. ?ereka tidak akan bekerja di ladang jika /ua/a dingin datang. 0amun bagi kapitalis, /enderung memaksakan agar buruh tetap berkerja di ladang-ladang &alaupun pada musim dingin sekalipun, mereka tidak peduli terhadap /ua/a mereka
hanya menginginkan agar buruh kerja dan kerja. ada konteks ini terdapat praktek en/losure yang pada a&alnya &aktu kerja ditentukan oleh alam tapi karena terdapat pertentangan antara buruh dan majikan &aktu kerja ditentukan oleh majikan dengan mena+ikkan kondisi alam dan sosial nya.
?elalui &aktu kerja, strategi pengurangan hari libur publik dan meningkatkan &aktu kerja menghasilkan pergeseran jumlah &aktu bekerja bagi buruh. 1asus ini dapat kita lihat Diabad ke 8L &aktu kerja masyarakat sekitar )366 jam dalam setahunnya namun pada pada akhir re;olusi industri
sekitar tahun )"!6-an seorang pekerja pabrik memiliki &aktu kerja selama setahun sekitar 3566 jam, sungguh perubahan yang /ukup mengesankan bah&a terdapat praktek en/losure &aktu dalam proses akumulasi kapital.
Disi(lin dan Intensitas Kerja Disi(lin dan Intensitas Kerja
Dahulu orang berkerja selalu mengikuti ritme sosialnya, mereka memiliki ke/enderungan untuk beramah-tamah #bersosialisasi$ terhadap lingkungan sosialnya baik di luar maupun di dalam tempat mereka bekerja. ?elihat ke/endrungan yang tidak e+ekti+ dalam proses produksi maka persaingan pasar dijadikan alasan bagi system kapitalisme untuk mendidik dan mendisiplinkan para buruh agar mereka tunduk pada hukum akumulasi kapital dan agar proses produksi komoditi dapat lebih e+ekti+. endisiplinan kerja ini merupakan bentuk praktek en/losure &aktu buruh dari akti;itas kebebasan sosialnya.
Enclosure #ana$ +mum Enclosure #ana$ +mum
roses dimana lahan umum yang bisa diakses oleh setiap orang di ambil kepemilikannya oleh para kapitalis, sehingga masyarakat tidak dapat mengakses tanah tersebut ke/uali mereka bekerja untuk mendapatkan upah dilahan tersebut. perti /erita en/losure pertama terjadi sebagaimana sudah kita bahas di atas.
Enclosure #ana$ Pri'adi Enclosure #ana$ Pri'adi
entuk lain dari en/losure lahan di inggris sebelum re;olusi industri adalah en/losure tanah pribadi milik petani ke/il. alah satu /ara yang khas dari en/losure ini adalah peng-klaim-an bah&a tanah yang ditempati petani ke/il ini merupakan kekuasaan raja sehingga golongan bangsa&an dengan semena-mena dapat menggunakan tanah tersebut untuk kepentingan pribadinya, misalnya pada saat berburu rubah para bangsa&an menginjak dan merusak tanaman petani ke/il. elain itu perpajakan terhadap tanah petani ke/il dapat menyebabkan mereka kehilangan akses tanahnya karena tidak bisa membayar pajak yang di buat oleh kerajaan.
Enclosure Enclosure ##u'u$u'u$
Fbjek lain dari en/losure adalah tubuh manusia dengan /ara mempekerjapaksa-kan orang-orang yang tidak mau bekerja pada industri namun di sini kita tidak akan membahas bagaimana bentuk perbudakan tersebut dan apa tujuan dari perbudakan tersebut karena akan dibahas pada materi ke empat pada kuliah ini yaitu tentang re;olusi industri dan perdagangan budak. riode a&al dari kapitalisme merupakan masa dimana mun/ulnya undang-undang pidana modern, di mana perundang-undangan tersebut tidak hanya digunakan untuk menghukum dan memenjarakan orang yang melakukan kejahatan bagi pen/uri dan pengemis, namun lebih dari itu menurut +au/oult #)9@@$ bah&a undang-undang pidana adalah sebagai alat legitimasi kekuasaan 0egara untuk mendisiplinkan kaum buruh untuk selalu bekerja. Dengan hukum pidana tersebut 0egara bisa memenjarakan buruh yang melakukan perla&anan-perla&anan terhadap kerja produksi.
Be'era(a Kasus #entang Enclosure Be'era(a Kasus #entang Enclosure//
Telah dijelaskan sebelumnya tentang dasar yang menyebabkan pembentukan pasar tenaga kerja di inggris itu terjadi, melalui sejarah ini kita dapat melihat beberapa karakteristik yang se/ara umum banyak kita temui di berbagai tempat hari ini, terutama dalam perekonomian kontemporer. 1apitalis selalu berusaha melakukan akumulasi tarberhingga, dengan berbagai /ara mereka berusaha terus men/iptakan bentuk-bentuk en/losure baru, yaitu dengan /ara men/iptakan /ommons yang baru atau mereka mempertahankan apa yang telah mereka rampas. Table 2 di ba&ah ini menunjukan sebuah klasi+ikasi se/ara umum en/losures modern.
Tabel 2. 1lasi+ikasi se/ara Amum en/losure baru Jommons Jontoh en/losure Tanah pajak
olusi lingkungan
penggusuran Jommon perkotaan Desain kota
Jommon sosial emotongan belanja publik Jommon natural embuatan jalan raya Jommon reproduksi Tubuh perempuan Jommon budaya museum
8lmu pengetahuan aki
De&asa ini, studi-studi tentang en/losure dikembangkan sedemikian maju oleh para ilmu&an sosial dari beragam disiplin. Di antaranya adalah ahli ekonomi politik 3. Jontoh kasus di sunting dari /atatan 7nto angaji mahasis&a doktoral