Pejabat Pembuat Akta Tanah sesuai dengan adalah pejabat umum yang diberi kewenangan untuk membuat akta autentik mengenai perbuatan hukum tertentu mengenai hak atas tanah mengenai hak atas tanah atau hak mulik Atas Satuan rumah susun
Dalam Pasal 1 ayat 2 Kode etik PPAT Indonesia, Kode etik adalah Seluruh kaidah moral yang ditentukan oleh Perkumpulan Ikatan PPAT Indonesia yang selanjutnya disebut perkumpulan berdasarkan keputusan Kongres Perkumpulan dan/atau yang ditentukan oleh dan diatur dalam peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang hal itu dan yang berlaku bagi serta wajib ditaati oleh setiap dan semua anggota Perkumpulan dan semua orang yang menjalankan tugas jabatan sebagai PPAT, termasuk di dalamnya para pejabat Sementara PPAT, PPAT Pengganti dan PPAT Pengganti Khusus.
56 Dyara Radithe Oryza Fae, Buku Pintar Mengurus Sertifikat Tanah Rumah Susun dan Perizinannya,(Yogyakarta:Buku Pintar, 2016),hlm., 209.
Secara etimologi etika berarti ilmu tentang apa yang biasa dilakukan atau ilmu tentang adat kebiasaan yang berkenaan dengan hidup yang baik dan yang buruk. Disini dimaksudkan adalah adat istiadat atau kebiasaan buruk yang melekat pada kodrat manusi, seperti berbuat dan berkata jujur, menghormati orangtua, dan menghargai hidup.57
Menurut Daryl Koehn agar kaum professional mendapatkan etika mereka harus dapat dipercaya dengan janji dihadapan publik sebagai landasannya untuk itu kita harus merinci beberapa syarat yang mesti orang professional penuhi:
1. Agar dapat dipercaya, kaum professional harus membuat kepentingan klien menjadi kepentingan mereka
2. Kesediaan bertindak juga perlu untuk mendapat kepercayaan bukti paling baik yang professional lakukan demi kebaikan klien adalah tindakan demi kebaikan klien.
3. Kesediaan itu haruslah terbuka dan kontinu. Kesediaan itu harus dipertahankan klien berharap kehendak baik professional akan terus berlangsung bukan hanya dalam jangka waktu yang terbatas, tetapi selama dibutuhkan entah untuk bantuan yang diberikan atau keputusan yang harus dibuat.
4. Kaum professional harus kompeten
5. Professional harus juga dapat menuntut dari klien tingkat pertanggungjawaban dan disiplin diri
6. Professional yang dapat dipercaya harus memiliki kebebasan untuk memperhatikan kebaikan masingm-masing klien dengan kebijakan, meninjau kesanggupan, pengaturan waktu serta energi jika upaya itu mengakibatkan pelayanan yang lebih baik bagi klien secara keseluruhan
7. Professional harus mempunyai rasa tanggungjwab yang penuh kesadaran meskipun kebanyakan klien dapat bekerja sama dengan professional untuk menangani kebutuhan mereka. Kita tidak boleh lupa bahwa tidak semua klien dapat melakukannya. Kaum professional kadang-kadang diminta untuk bertindak demi kepentingan klien
Dalam Kode Ikatan PPAT Indonesia isinya berupa larangan, kewajiban sanksi, dan eksekusi. Pengetian Kewajiban PPAT sebagaimana yang tertuang dalam Pasal 1 ayat tentang 9 Perubahan ke II Hasil penyesuaian dengan perubahan Anggaran Dasar Keputusan Kongres ketentuan IV Surabaya kewajiban adalah sikap perilaku, perbuatan. Atau tindakan berupa apapun oleh setiap dan semua anggota untuk menjaga dan memelihara citra serta wibawa notariat dan menjunjung tinggi keluhuran harkat dan martabat PPAT Adapun Pasal 3 menyebutkan secara limitative Kewajiban PPAT antara lain:
a. Berkeperibadian baik dan menjunjung tingi martabat dan kehormatan PPAT b. Senantiasa menjunjung tinggi dasar Negara dan hukum yang berlaku serta bertindak sesuai dengan makna sumpah jabatan, kode, etik,dan berbahasa Indonesia secara baik dan benar
d. Mengutamakan perilaku professional dan ikut berpartisipasi dalam pembangunan nasional,khusunya di bidang hukum
e. Bekerja dengan penuh tanggungjawab mandiri, jujur dan tidak berpihak f. Memberikan sebaik-baiknya kepada masyarakat yang memerlukan jasanya g. Memberikan penyuluhan hukum kepada masyarakat yang memerlukan
jasanya dengan maksud agar masyarakat menyadari dan menghayati hak dan kewajibannya sebagai warga Negara dan anggota masyarakat
h. Memberikan jasanya kepada anggota masyarakat yang tidak atau kurang mampu secara cuma-cuma
i. Bersikap saling mengormati , menghargai serta mempercayai dalam suasana kekeluargaan dengan sesame rekan sejawat
j. Menjaga dan membela kehormatan serta nama baik korps PPAT atas dasar rasa solidaritas dan sikap tolong menolong secara konstruktif
k. Bersikap ramah terhadap setiap pejabat dan mereka yang ada hubungannya dengan pelaksanaan tugas jabatannya
Sama halnya dengan Notaris, PPAT juga memiliki Badan pengawas yang digunakan untuk menjalankan Kode etik sebagaimana yang terdapat dalam Pasal 7 Bagian pertama menyatakan Pengawasan atas pelaksanaan Kode etik ini dilakukan dengan cara sebagai berikut:
a. Pada tingkat pertama oleh Pengurus Wilaayah IPPAT dan Majeelis Kehormatan Wilayah bersama dengan pengurus Daerah. B Pada tingkat terakhir oleh Pengurus IPPAT dan Majelis Kehormatan.
Wewenang merupakan suatu tindakan hukum diatur dan diberikan kepada suatu jabatan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku yang mengatur jabatan yang bersangkutan.Dengan demikian ada batasannya sebagaimana yang tercantum dalam perundang-undangan.
PPAT tidak ada kewajiban untuk membantu kliennya membayar Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan.Dalam peraturan perundang-undangan yang ada terkait dengan kewenagan PPAT, tidak ada yang menentukan bahwa kewenangan PPAT membantu kliennya dalam membayar Pajak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan tersebut.
Dengan dikeluarkannya Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah, Bea Perolehan dipungut oleh Daerah mulai tahun 2011 setelah daerah menetapkan peraturan daerah menegani Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan. Dengan tindak lanjutan demikian agar Kepala daerah sesuai dengan Pasal 101 ayat 4 Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 kepala daerah masing daerah mengatur tata cara pembayaran,penyetoran, tempat pembayaran, anggsuran dan dan penundaan pembayaran pajak. Berdasarkan Pasal 101 ayat 4 Undang –Undang Nomor 28 Tahun 2009 kepala daerah atau pejabat yang ditunjuk dapat melakukan penelitian.verifikasi atas pembuktian pembayaran BPHTB dengan tujuan untuk mencocokkan NJOP bumi per meter persegi yang dicantumkan dalam SSPD BPHTB dengan NJOP bumi per meter pada basis data, mencocokkan NJOP bangunan per meter per meter persegi pada basis data pbb, meneliti kebenaran penghitungan BPHTB terutang yang meliputi dasar pengenaan NPOP/NJOP, NPOPTKP, tarif,pengenaan atas objek tertentu, BPHTB
terutang, selain itu meneliti kebenaran penghitunagan BPHTB yang disetor termasuk besarnya pengurangan yang dihitung sendiri
Sesuai dengan kelanjutan hal tersebut menindaklanjuti surat Edaran Badan Pertanahan Negara Republik Indonesia Nomor 1837/7.1-100/V/2014 Bersama menteri keuangan, menteri dalam negeri, dan kepala badan pertanahanan nasional tentang petunjuk pemungutan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan Dalam kaitannya dengan pendaftaran Hak atas Tanah atau pendaftaran peralihan Hak atas Tanah. menyatakan bukti pembayaran BPHTB wajib dilakukan penelitian atau verifikasi dan ditandatanagani oleh Kepala Daerah. Sebelumnya dikeluarkan Surat edaran Nomor 1579/7.1-100/IV/2013 dengan terkait dengan Undang-Undang No 28 Tahun 2009 Tentang Pajak Daerah Agar pelayananan di bidang pertanahan tidak terhambat karena dipersyaratan terlebih dahulu pengecekan tanda bukti setoran pembayatan BPHTB pada kegiatan pendaftaran hak atas tanah atau peralihan hak atas tanah. 2.Agar kepala kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional dan Kepala kantor pertanahan dapat langsung melakukan pendaftaran peralihan hak atas tanah. Dalam rangka mengantisipasi pemalsuan bukti surat setoran pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah dan bangunan maka pemohon/PPAT dimintakan untuk menyerahkan bukti pembayaran pajak bahwa yang bersangkutan telah mrmbayarkan setoran pembayaran Bea Perolehan hak atas tanah dan bangunan kekantor instansi yang berwenang kedaerahnya. Dengan demikian surat edaran Badan Pertanahan yang dikeluarkan tahun Nomor 1837/7.1-100/V/2014 lebih menjamin asas Self Assessment daripada tahun1579/7.1-100/IV/2013 karena setoran pembayaran Bea Perolehan Hak atas Tanah
dan Bangunan dilakukan verifikasi sebelum dilakukan pendaftaran peralihan hak atas tanah. Hukum dapat berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakat lain halnya dengan penerapan asas self assessment sama sekali masyarakat tidak pernah ingin mengetahui bagaimana cara menyetorkan BPHTB .Dengan demikian Pasal 10 Undang Nomor 21 Tahun 1997 sebagaimana yang telah dirubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2000 tidak pernah dipatuhi oleh masyarakat sehingga hukum yang dibuat tidak pernah dipatuhi. Hukum seharusnya dibuat dipatuhi .Alasan yang membuat PPAT membantu Wajib Pajak dalam pembayaran Pajak karena Karena klien belum mengetahui bagaimana menyetorkan, mengitung Bea perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan luas bangunan dan tanah yang dimiliki.Oleh karena itu Pemerintah melalui PPAT membantu klien dalam membayar pajak Bea Perolehan Hakatas Tanah dan Bangunan. Cara pengurusan Notaris dalam membantu kliennya untuk pengurusan balik nama atas jual beli harus dilengkapi berupa surat sertifikat tanah, KTP Penjual dan pembeli beserta PBB(Pajak Bumi dan Bangunan) tahunan untuk dapat melakukan verifikasi online langsung melalui Notaris ataupun langsung ke Dispenda (Dinas Pendapatan Daerah). Setelah selesai di verifikasi maka dicetak Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan maka pihak bagian lapangan Dispenda meninjau ke lapangan surat tanah tersebut apakah benar sesuai dengan Nilai Pajak Bumi dan Bangunan. Alasan yang membuat PPAT membantu Wajib Pajak dalam pembayaran Pajak karena Karena klien belum mengetahui bagaimana menyetorkan, mengitung Bea perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan berdasarkan luas bangunan dan tanah yang dimiliki.Oleh karena itu Pemerintah melalui PPAT membantu klien
dalam membayar pajak Bea Perolehan Hakatas Tanah dan Bangunan.Meskipun demikian alasan Notaris.PPAT membantuk kliennya dalam membayar pajak bea perolehan pajak bumi dan bangunan tidaklah dibenarkan karena undang-undang Nomor 20 Tahun 2000 tentang Perubahan atas Undang-Undang Pasal 10 Nomor 21 Tahun 1997 Tentang Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan tidak dibenarkan karena memiliki asas self assessment