Terlarut) 2. Padat tebar
IV METODE PENELITIAN 4.1 Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Penelitian dilaksanakan di Laboraturium Balai Karantina Ikan, Kelas I Juanda Surabaya, dan pengambilan sampel ikan mas koki diambil di bursa ikan hias Gunung Sari Surabaya pada bulan Agustus 2014
4.2 Materi Penelitian 4.2.1 Alat Penelitian
a. Peralatan untuk pengambilan sampel.
Peralatan yang digunakan untuk mengambil sampel yaitu jaring kecil, baskom, cawan petri.
b. Peralatan untuk identifikasi fungi
Perlatan yang digunakan untuk proses identifikasi fungi yaitu mikroskop cahaya, pinset, bunsen, selotip, gunting bedah, pisau bedah, cawan petri, ose, beker glass, Object glass, autoklaf, thermometer, pH meter, DO meter, Amonia meter dan termometer, elenmeyer, Laminar air flow.
4.2.2 Bahan Penelitian
Bahan yang diperlukan untuk proses identifikasi fungi adalah ikan sampel berupa ikan mas koki sebanyak 25 ekor, di ambil secara acak dari setiap pedagang ikan maskoki di bursa ikan hias Gunung Sari Surabaya Jawa Timur. Bahan yang digunakan untuk penelitian ini adalah Sabouraud Dextrose Agar (SDA) menurut (Merck) dengan komposisi sebagai berikut: Peptic Digest of Animal Tissue 5.0g, Pancreatic Digest of Casein 5.0g, Dextrose 40.0g, Agar 15,0g. Lactophenol blue, akuades steril, Streptomicyin, dan Alkohol 70%.
4.3.1 Rancangan Penelitian
Penelitian ini menggunakan metode survey melalui pengambilan sampel pada lokasi secara langsung untuk mengidentifikasi jenis fungi pada ikan maskoki (Carassius auratus). Lokasi pengambilan sampel ikan ditentukan dengan cara sengaja atau dengan metode purposive sampling (random sampling) terhadap ikan dari beberapa lokasi di bursa ikan hias Gunung Sari Surabaya, Jawa Timur.
4.3.2 Prosedur Penelitian
a. Persiapan alat dan media SDA (Sabouraud Dextrose Agar)
Media SDA merupakan media yang digunakan untuk mengisolasi fungi. Tahap awal dari persiapan media ini adalah sterilisasi peralatan yang akan digunakan. Sterilisasi merupakan suatu proses untuk mematikan atau menghilangkan semua jasad renik yang ada, sehingga jika ditumbuhkan di dalam suatu media tidak ada lagi yang dapat berkembang biak (Hall, 1992).
Sterilisasi peralatan harus dalam suasana aseptis oleh karena itu untuk menciptakan suasana aseptis, bunsen harus tetap dinyalakan untuk mengurangi kontaminan dengan keadaan sekitar. Peralatan seperti pinset, ose dan object glass sebelum digunakan terlebih dahulu disemprot alkohol 70%. Ose dan pinset yang telah disemprot alkohol 70% kemudian dilakukan sterilisasi dengan pembakaran secara langsung sampai peralatan tersebut pijar dan untuk object glass dan cover glass cukup didekatkan dengan api selama beberapa detik. Untuk cawan petri sebelum disterilkan dicuci bersih terlebih dahulu. Cawan petri yang telah bersih dibungkus rapi mengunakan kertas untuk selanjutnya di autoclave pada suhu 121oC dengan tekanan 1 atm selama 10-15 menit (Weitzman, 1991).
Komposisi media SDA terdiri dari SDA 65g/1 liter akuades dipanaskan sampai mendidih mengunakan hot plate stirer larutan SDA dimasukkan autoklaf pada suhu 1210C dengan tekanan 1 atm selama 15 menit, kemudian ditambahkan antibiotik Streptomycin yang berfungsi sebagai penghambat pertumbuhan bakteri setelah itu dituangkan kedalam petri (Balai Karantina Ikan, 2011).
b. Pengambilan sampel Ikan Mas Koki
Pengambilan sampel ikan mas koki (Carassius auratus) dengan ukuran 4-7 cm diambil dari beberapa lokasi di bursa ikan hias Gunung Sari Surabaya Jawa Timur. Pengambilan sampel ikan mas koki dilakukan secara acak dengan menggunakan jaring kecil dari setiap pedagang ikan maskoki di bursa ikan hias Gunung Sari Surabaya, selanjutnya jamur yang ada pada tubuh ikan mas koki siap untuk diisolasi pada media SDA.
c. Isolasi Fungi pada Ikan Mas koki (Carassius auratus)
Fungi yang terdapat pada ikan maskoki bila dilihat secara makroskopis terdapat benda seperti kapas yang terdapat pada bagian sirip maupun kulit ikan (Hirschhorn, 1989). Fungi tersebut diisolasi menggunakan pinset dan kemudian ditanam pada media SDA kemudian diinkubasi pada suhu 25oC selama 3-4 hari (Weitzman, 1991).
Sampel yang ditumbuhkan pada media SDA merupakan campuran dari berbagai macam isolat fungi dan tidak jarang terkontaminasi oleh bakteri. Oleh karena itu untuk mempermudah identifikasi maka isolat tersebut dimurnikan. Proses pemurnian dimulai dengan mengambil satu jenis koloni mengunakan ose pada media SDA lama yang memiliki warna dan tekstur sejenis kemudian
diisolasi pada media SDA baru dan diinkubasi pada suhu 25oC selama 2-7 hari untuk mendapatkan isolat murni.
d. Pemeriksaan Sampel dan Identifikasi Fungi
Fungi yang sudah dimurnikan siap untuk dilakukan identifikasi. Teknik identifikasi yang digunakan untuk mengamati isolat fungi adalah metode selotip dimulai dengan menyiapkan object glass kemudian ditetesi dengan larutan lactophenol blue sebanyak satu tetes. Kemudian selotip diambil secukupnya lalu ditempelkan pada fungi yang tumbuh pada media. Selotip tersebut ditempelkan pada object glass yang sudah ditetesi dengan lactophenol blue lalu ditutup mengunakan cover glass diamati di bawah mikroskop dengan pembesaran 100 dan 400X dan fungi yang terlihat dapat diidentifikasi (Balai karantina Ikan, 2011). Identifikasi fungi menggunakan teknik identifikasi secara konvensional yang meliputi dua tahap yaitu pengamatan fungi secara makroskopis dan mikroskopis. Pengamatan secara makroskopis meliputi bentuk koloni dan warna koloni sedangkan pengamatan secara mikroskopis meliputi bentuk hifa, bentuk spora, letak spora dan identifikasi dilakukan menurut prosedur identifikasi Yuasa dkk (2003).
Bagan Prosedur Kerja
Sampel Ikan Maskoki panjang tubuh 4-7cm Isolasi fungi (media SDA) Inkubasi pada suhu kamar 25oC selama 2-3 hari
Pemurnian pada media SDA Identifikasi
Jenis Fungi Analisis data
4.3.3 Parameter Penelitian a. Parameter Utama
Parameter utama yang diamati adalah isolasi dan identifikasi jenis Genus, Spesies fungi pada ikan Maskoki (Carassius auratus). dengan acuan kunci determinasi.
b. Parameter penunjang
Parameter penunjang merupakan parameter yang menunjang parameter uji utama. Parameter penunjang diantaranya pH, temperatur, amonia dan Oksigen terlarut. Pengujian parameter penunjang di dapat dari air setiap akuarium yang berisi sampel ikan Maskoki (Carassius auratus).
4.3.4 Analisis Data
Hasil isolasi dan identifikasi fungi dianalisis mengunakan metode deskriptif, data yang akan disajikan dalam bentuk gambar dan tabel (Steel and Torrie, 1993).