• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB V. GAMBARAN UMUM BOTANI SQUARE BOGOR

7 Izin Depkes

jelas Tidak jelas Cukup jelas Jelas

Sangat jelas 8 Desain Kemasan Sangat tidak

menarik Tidak menarik Cukup menarik Menarik Sangat menarik 9 Efek Samping Sangat Berbahaya Cukup aman Aman Sangat aman

berbahaya

10 Kebersihan Produk Sangat kotor Kotor Cukup

bersih Bersih Sangat bersih 11 Kondisi tubuh Sangat tidak Tidak Biasa saja Fit Sangat

pasca konsumsi fit fit fit

12 Pilihan Rasa Sangat Sedikit Cukup Banyak Sangat

sedikit banyak

13 Harga Sangat Mahal Cukup Murah Sangat

mahal murah murah

14 Merek Sangat tidak Tidak Cukup Terkenal Sangat

terkenal terkenal terkenal terkenal

15 Iklan media Sangat tidak Tidak Cukup Menarik Sangat

televisi menarik menarik menarik menarik

16 Ketersediaan Sangat sulit Sulit Cukup Mudah Sangat mudah

didapat didapat mudah didapat didapat

17 Promosi Sangat tidak

menarik Tidak menarik Cukup menarik Menarik Sangat menarik

4.4.4 Metode Importance-Performance Analysis

Analisis Importance-Performance merupakan metode yang digunakan

untuk menganalisis kepuasan pelanggan. Dalam Rangkuti (2006) dijelaskan

bahwa inti dari analisis Importance Performance adalah tingkat kepentingan

pelanggan diukur dalam kaitannya dengan apa yang seharusnya dikerjakan oleh perusahaan agar menghasilkan produk atau jasa yang berkualitas tinggi.

60

Berdasarkan berbagai persepsi tingkat kepentingan pelanggan, dapat dirumuskan tingkat kepentingan yang paling dominan. Diharapkan dengan memakai konsep tingkat kepentingan ini, akan dapat menangkap persepsi yang lebih jelas mengenai pentingnya atribut suatu produk di mata pelanggan. Selanjutnya, dapat dikaitkan pentingnya atribut tersebut dengan kenyataan yang dirasakan oleh pelanggan (Rangkuti, 2006).

Analisis Importance Performance digunakan untuk memberikan peringkat

pada beberapa atribut dan mengidentifikasi tindakan yang perlu dilakukan.

Perbedaan Analisis Importance Performance (IPA) dengan Model Multiatribut

Fishbein, dalam Analisis Importance Performance, peringkat yang telah

diberikan oleh konsumen terhadap atribut sebuah produk, digunakan untuk menganalisis kepuasan pelanggan terhadap produk tersebut, seperti pemberian peringkat terhadap atribut produk minuman susu fermentasi probiotik. Hasil dari

Analisis Importance Performance akan dijadikan pembelajaran dan digunakan

oleh produsen atau pemasar dalam menentukan strategi-strategi yang tepat untuk memperbaiki atau meningkatkan mutu dari produk tersebut.

Penelitian ini menggunakan 17 dimensi atribut dugaan minuman susu fermentasi probiotik. Setiap konsumen memiliki penilaian yang berbeda terhadap suatu atribut minuman susu fermentasi probiotik, penilaian ini meliputi penilaian pelaksanaan/kinerja produsen (X) dan total tingkat kepentingan (Y) terhadap minuman susu fermentasi probiotik. Keduanya kemudian dirata-ratakan terhadap jumlah konsumen yang terlibat dalam penelitian ini, yaitu sebanyak 100 orang responden. Total penilaian tingkat kinerja dan tingkat kepentingan ini kemudian

61

dirata-ratakan kembali terhadap jumlah atribut yang digunakan. Kedua nilai rata- rata ini digunakan sebagai pembatas nilai pada Diagram Kartesius.

Data yang digunakan adalah data skala likert sebagai indikator skala ukuran untuk kepentingan menurut persepsi pelanggan dan tingkat pelaksanaan atau kinerja secara nyata dari suatu produk yang dinyatakan dalam tanggapan konsumen terhadap kepuasan. Data skala likert diberi skor secara kuantitatif untuk digunakan dalam perhitungan-perhitungan. Dalam hal ini digunakan lima peringkat nilai yang diberi skor atau bobot seperti tercantum pada Tabel 6.

Tabel 6. Skor Tingkat Kepentingan dan Tingkat Pelaksanaan

Kriteria Jawaban Skor (Nilai)

Tidak Penting 1

Kurang Penting 2

Cukup Penting 3

Penting 4 Skor Tingkat Kepentingan

(Importance) Sangat Penting 5 Tidak Baik 1 Kurang Baik 2 Biasa Saja 3 Baik 4 Skor Tingkat Pelaksanaan

(Performance)

Sangat Baik 5

Berdasarkan hasil penilaian tingkat kepentingan (Importance) dan tingkat

pelaksanaan (Performance), maka akan diperoleh suatu perhitungan mengenai

tingkat kepentingan dan tingkat pelaksanaan kualitas produk susu fermentasi probiotik Vitacharm yang akan digambarkan dalam suatu diagram kartesius. Tingkat kepentingan dan pelaksanaan yang dimuat dalam diagram kartesius adalah berupa bobot penilaian kepentingan konsumen dan bobot penilaian kinerja perusahaan yang dirata-rata. Masing-masing atribut diposisikan dalam suatu diagram, dimana skor rata-rata penilaian terhadap tingkat pelaksanaan (X) menunjukkan posisi suatu atribut pada sumbu X, sedangkan posisi atribut pada

62

sumbu Y ditunjukkan oleh skor rata-rata penilaian tingkat kepentingan (Y) terhadap suatu atribut (Rangkuti, 2006). Rumus yang digunakan adalah :

X

= ∑

X Y

= ∑ Y

n

n

dimana : X = Total skor penilaian tingkat pelaksanaan/kinerja dari seluruh responden

Y = Total skor penilaian tingkat kepentingan dari seluruh responden X = Skor rata-rata tingkat pelaksanaan/kinerja per responden

Y = Skor rata-rata tingkat kepentingan per responden n = Jumlah responden

Hasil dari perhitungan kemudian dinyatakan dalam Diagram Kartesius yang terbagi menjadi empat bagian yang dibatasi oleh dua garis yang berpotongan tegak lurus pada titik X = X dan Y = Y. Perhitungan nilai X dan Y , tersebut dilakukan dengan menggunakan rumus sebagai berikut :

X = ∑ X

Y = ∑ Y

k k

dimana : X = Rata-rata dari skor rata-rata bobot tingkat pelaksanaan merek produk.

Y = Rata-rata dari skor rata-rata bobot tingkat kepentingan.

k = Banyaknya atribut minuman susu fermentasi probiotik yang dapat mempengaruhi kepuasan konsumen

Seluruh hasil perlindungan dimasukkan ke dalam salah satu kuadran yang terdapat pada Diagram Kartesius (Rangkuti, 2006), seperti yang terdapat pada

Gambar6 .

63

Tinggi

Rendah

X Tinggi

Gambar 6 . Matriks Kepentingan–Pelaksanaan (Importance-Performance)

Sumber : Rangkuti (2006)

Keterangan : X = Tingkat pelaksanaan / Performance

Y = Tingkat kepentingan / Importance

Masing-masing kuadran pada Diagram Kartesius mempunyai pengertian sebagi berikut :

1) Kuadran I (Prioritas utama)

Kuadran I memuat atribut dugaan minuman susu fermentasi probiotik yang dianggap penting oleh konsumen tetapi pada kenyataannya produsen belum melaksanakannya sesuai dengan harapan konsumen. Produsen harus memusatkan perhatian pada kuadran ini karena memiliki tingkat kepentingan yang tinggi, sementara pada kenyataannya produsen rendah pada kuadran ini.

2) Kuadran II (Pertahankan Prestasi)

Kuadran ini memuat atribut dugaan minuman susu fermentasi probiotik yang dianggap penting oleh konsumen dan pada kenyataannya produsen sudah melaksanakannya sesuai dengan harapan konsumen.

Prioritas Utama (Kuadran I)

Pertahankan Prestasi (Kuadran II)

Prioritas Rendah

(Kuadran III) Berlebihan (Kuadran IV)

64

3) Kuadran III (Prioritas Rendah)

Kuadran ini memuat atribut dugaan minuman susu fermentasi probiotik yang dianggap kurang penting oleh konsumen dan pada kenyatannya produsen juga tidak melaksanakannya dengan baik. Tetapi atribut yang berada dalam kuadran ini harus diperhatikan dengan serius karena ketidakpuasan konsumen umumnya berawal dari kuadran ini.

4) Kuadran IV (Berlebihan)

Kuadran ini memuat atribut dugaan minuman susu fermentasi probiotik yang dianggap kurang penting oleh konsumen dan pelaksanaannya oleh produsen dianggap terlalu berlebihan. Atribut dugaan yang termasuk ke dalam kuadran ini dapat dikurangi agar produsen dapat menghemat biaya.

4.4.5 Customer Satisfaction Index (CSI)

Customer Satisfaction Index atau indeks kepuasan pelanggan digunakan untuk mengetahui tngkat kepuasan konsumen secara menyeluruh terhadap kinerja

yang berguna untuk pengembangan program pemasaran yang mempengaruhi kepuasan pelanggan Hal ini dilakukan diukur melalui tingkat kepentingan dan tingkat pelaksanaan dari atribut-atribut minuman susu fermentasi Vitacharm. Cara untuk mengukur indeks ini dilakukan dengan empat tahapan (Stratford, 2004), yaitu menghitung :

1. Weighting Factors (WF)

Weighting Factors (WF) merupakan fungsi dari Mean Importance Score

(MISi) masing-masing atribut atau indicator dalam bentuk persentase (%) dari

total Mean Importance Score (MIS-t) dari keseluruhan atribut yang diuji.

% 100 x MISt MISi WF =

65

2. Weight Score (WS)

Weight Score merupakan fungsi dari Mean Satisfaction Score (MSS)

dikalikan dengan Weight Factors (WF).

3. Weight Average Total (WAT)

Weight Average Total merupakan fungsi dari total Weight Score (WS) atribut ke-1 (a-1) hingga atribut ke-17 (a-17).

4. Customer Satisfaction Index (CSI)

Customer Satisfaction Index (CSI) merupakan fungsi dari Weighted

Average Total dibagi highest scale (HS) atau skala maksimal yang digunakan

(penelitian ini menggunakan skala maksimal 5), kemudian dikali 100 persen.

Tingkat kepuasan responden secara menyeluruh dapat dilihat dari kriteria tingkat kepuasan konsumen. Kepuasan tertinggi dicapai bila CSI menunjukkan 100 %. Rentang kepuasan berkisar dari 0 - 100 % . Berdasarkan Simamora (2004), untuk membuat skala linear numerik, pertama-tama kita cari rentang skala (RS) dengan rumus :

Dimana : m = skor tertinggi

n = skor terendah

b = jumlah kelas atau kategori yang akan dibuat

MSSxWF

WS

=

17

...

3

2

1+

+

+

=WSa

WSa

WS

a

WSa

WAT

%

100

x

HS

WAT

CSI

=

b

n

m

RS

=

66

untuk penelitian ini rentang skalanya adalah :

Berdasarkan rentang skala di atas, maka criteria kepuasannya adalah sebagai berikut :

0 % < CSI ≤ 20 % = sangat tidak puas

20 % < CSI ≤ 40 % = tidak puas

40 % < CSI ≤ 60 % = cukup puas

60 % < CSI ≤ 80 % = puas

80 % < CSI ≤ 100 % = sangat puas

4.5 Definisi Operasional

1) Minuman Fermentasi Susu merupakan salah satu cara pengawetan dan

penganekaragaman pangan yang telah dilakukan sejak jaman dulu.

2) Probiotik merupakan mikroorganisme hidup yang secara aktif meningkatkan

kesehatan dengan cara memperbaiki keseimbangan flora usus jika dikonsumsi dalam keadaan hidup dalam jumlah yang memadai.

3) Perilaku konsumsi minuman susu fermentasi probiotik adalah selera konsumen terhadap minuman susu fermentasi probiotik, tingkat konsumsi minuman susu fermentasi probiotik, serta faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat konsumsi tersebut.

4) Sikap adalah evaluasi secara keseluruhan terhadap suatu produk yang akan dibeli untuk memuaskan kebutuham.

5) Atribut dugaan minuman susu fermentasi probiotik adalah ciri-ciri, fungsi, manfaat, dan karakteristik lain yang diduga oleh peneliti yang menjadi

% 20 5 % 0 % 100 = − = RS

67 keunikan dan melekat pada suatu produk dan menjadi perhatian bagi sebagian besar konsumennya,

6) Sumber informasi adalah segala sesuatu yang dijadikan sumber informasi mengenai produk minuman, susu fermentasi probiotik bagi konsumen, terdiri dari teman, kerabat, keluarga, dan media masa.

7) Alasan konsumsi adalah pertimbangan utama konsumen dalam memilih dan mengkonsumsi produk minuman kesehatan probiotik, ditunjukkan melalui alasan manfaat, ekonomi, praktis, dan kombinasinya.

8) Manfaat konsumsi adalah hal-hal yang dirasakan konsumen dalam memilih atau membeli produk minuman susu fermentasi probiotik yang dikategorikan pada manfaat menjaga kondisi tubuh, mengobati penyakit diare dan alat pencernaan bagian atas, peningkatan kekebalan terhadap infeksi usu, dan kombinasi berbagai alasan.

9) Responden adalah konsumen minuman susu fermentasi probiotik Vitacharm dan Yakult yang memenuhi syarat yang telah ditetapkan yaitu konsumen yang telah mengkonsumsi minuman susu fermentasi Vitacharm dan Yakult paling sedikit dua kali.

10) Harga adalah sejumlah nominal uang dalam rupiah yang ditukarkan oleh

konsumen untuk membeli minuman susu fermentasi probiotik.

11) Pendidikan adalah pendidikan formal terakhir yang pernah ditempuh dan

ditamatkan atau yang sedang ditempuh oleh konsumen (responden).

12) Pekerjaan adalah jenis pekerjaan utama responden yang terdiri dari pelajar,

BAB V

GAMBARAN UMUM BOTANI SQUARE BOGOR

DAN KARAKTERISTIK UMUM KONSUMEN

5.1 Sejarah Botani Square Bogor

Botani Square merupakan mall yang dibangun di lokasi yang strategis di Kota Bogor, dengan posisi di samping pintu tol Kota Bogor. Botani Square menjadi area komersial yang paling mencolok dan mempunyai nilai tinggi. Kemudahan akses dari berbagai penjuru Kota Bogor dan sekitarnya ini juga diantisipasi dengan tersedianya area parkir yang sangat luas dan akses langsung ke tol Jagorawi, sehingga dalam waktu singkat, Botani Square sudah menjadi tujuan belanja utama di Kota Bogor. Botani Square merupakan integrated life style dan business area yang menjadi bagian dari kawasan bernuansa botani di Kota Bogor. Botani Square menjadi satu-satunya mall di Kota Bogor yang dilengkapi dengan adanya hotel berbintang (Hotel Santika) dan IPB International Convention Center.

Botani Square berdiri dengan luas lahan ± 42.000 m2. Botani Square memiliki lima lantai yang terdiri dari Basement, Lower Ground, Ground Floor, Lantai 1 dan Lantai 2. Objek unggulan dari Botani Square ini adalah Giant Hypermarket yang terdapat di Ground Floor. Giant Hypermarket menawarkan berbagai jenis barang kebutuhan rumah tangga, mulai dari kebutuhan pangan seperti makanan kalengan, makanan matang, daging dan ikan segar, sayur dan buah-buahan segar, berbagai jenis pakaian untuk segala usia dalam berbagai mode dan peralatan rumah tangga yang lainnya dengan harga yang mampu bersaing. Sebagian besar barang yang ditawarkan memiliki harga yang relatif lebih murah

69 dibandingkan dengan tempat belanja yang lainnya. Namun,walaupun demikian, kualitas dan kuantitas dari barang-barang yang ditawarkan juga terjamin.

5.2 Giant Hypermarket

Giant berasal dari kata Gino yang berarti anak dinosaurus yang didirikan pada tahun 1944 oleh keluarga teng Meng Chun yang merupakan toko kecil di daerah Sentul Malaysia. Pada awal Februari tahun 1988 Giant bergabung dengan Dairy Farm International Hongkong dan diubah namanya menjadi hypermarket. Setelah menjadi hypermarket, Giant berkembang menjadi sangat pesat sehingga dibuka cabang outlet di Singapura, India dan Indonesia.

Giant di Indonesia yang merupakan anak perusahaan dari PT Hero Supermarket ini merupakan perusahaan patungan antara PT Hero Group dengan Dairy Farm Int. yang membeli lisensi dari Giant di Malaysia. Hal yang cukup berhasil dilakukan Giant adalah dalam menciptakan image murah dengan konsep traditional market. Sehingga tujuan untuk membidik semua lapisan masyarakat dengan harga murah One Stop Shopping dapat tercapai.

Giant Hypermarket merupakan tempat berbelanja untuk memenuhi kebutuhan semua lapisan masyarakat dengan konsep Big Variaty Great Value. Terdapat empat divisi utama di Giant yaitu Grocery, General Merchandises (GMS), Fresh&Frozen dan Sales Support. Divisi Grocery adalah divisi yang melakukan kegiatan operasional yang menyangkut penjualan produk-produk kebutuhan pokok seperti beras, susu, minyak goring, tepung, sabung mandi, produk-produk berupa alat-alat/perabot rumah tangga mulai dari furniture sampai peralatan pecah belah, elektronik dan stationary yang kesemuanya dikelompokkan dalam beberapa departemen.

70 Divisi Fresh adalah divisi yang menjual produk-produk segar seperti buah, sayur, daging, seafood, makanan siap saji serta bakery. Selain itu divisi yang tidak kalah pentingnya yaitu Sales Support. Divisi ini yang mendukung operasional kegiatan selain penjualan seperti promosi, akuntansi, sampai transaksi di kasir, customer service dan urusan kepegawaian (HRD). Masing-masing divisi tersebut mempunyai seorang manajer masng-masing (Division Manager) yang secara structural berada di bawah seorang Store General Manager.

5.3 Deskripsi Responden

Jumlah responden yang diambil pada penelitian ini adalah 100 orang. Pemilihan 100 responden tersebut dilakukan pada konsumen yang pernah membeli dan mengkonsumsi minuman susu fermentasi probiotik (Vitacharm dan Yakult) minimal dua kali dan sedang berkunjung atau berbelanja di Giant Botani Square, Bogor, saat peneliti melakukan turun lapang (penyebaran kuisioner). Berdasarkan hasil dari kuisioner responden dikelompokkan menurut jenis kelamin, usia, status, jumlah anggota keluarga, tingkat pendidikan, pekerjaan dan pendapatan rata-rata per bulannya.

5.3.1 Profil Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Konsumen minuman susu fermentasi probiotik yang menjadi responden dalam penelitian ini terdiri dari 71 orang berjenis kelamin perempuan dan 29 orang berjenis kelamin laki-laki. Berdasarkan data tersebut, konsumen minuman susu fermentasi probiotik sebagian besar adalah perempuan. Hal ini terkait dengan kaum perempuan lebih memikirkan kesehatan daripada kaum laki-laki. Secara lengkap profil responden berdasarkan jenis kelamin dapat dilihat pada Tabel 7.

71 Tabel 7. Sebaran Jenis Kelamin Responden

Jenis Kelamin Responden (orang) Persentase (%)

Perempuan 71 71

Laki-laki 29 29

Jumlah 100 100

5.3.2 Profil Responden Berdasarkan Usia

Hasil kuisioner berdasarkan sebaran usia, didapat bahwa jumlah responden yang paling banyak mengkonsumsi minuman susu fermentasi probiotik adalah usia 23-29 tahun dengan jumlah responden sebanyak 48 orang diikuti usia 16-22 tahun berjumlah 16 orang. Hal ini menandakan bahwa minuman susu fermentasi probiotik digermari oleh konsumen yang berusia relatif muda. Secara lengkap profil responden dapat dilihat pada Tabel 8.

Tabel 8. Sebaran Responden Berdasarkan Usia

Usia (tahun) Responden (orang) Persentase

16-22 16 16 23-29 48 48 30-36 13 13 37-43 7 7 > 44 16 16 Jumlah 100 100

5.3.3 Profil Responden Berdasarkan Status

Hasil kuisioner berdasarkan status, didapat bahwa jumlah responden yang pernah atau sering mengkonsumsi minuman susu fermentasi probiotik adalah berstatus single (belum menikah) dengan jumlah responden sebanyak 53 orang dan responden yang berstatus menikah sebanyak 47 orang. Hal ini terkait juga dengan usia konsumen, dimana minuman susu fermentasi probiotik lebih digemari oleh konsumen yang berusia relatif muda dan mereka pada umumnya belum menikah. Secara lengkap profil responden berdasarkan status dapat dilihat pada Tabel 9.

72 Tabel 9. Sebaran Responden Berdasarkan Status

Status Responden (orang) Persentase

Belum Menikah (single) 53 53

Menikah 47 47

Jumlah 100 100

5.3.4 Profil Responden Berdasarkan Jumlah Anggota Keluarga

Sebagian responden minuman susu fermentasi probiotik yang berstatus single atau belum menikah memiliki jumlah anggota keluarga 5 - 6 orang (termasuk orang tua dan kerabat yang tinggal serumah) yaitu sebanyak 30 orang, kemudian diikuti responden yang memiliki jumlah anggota keluarga 2 - 4 orang sebanyak 17 orang. Sedangkan responden yang berstatus sudah menikah memiliki jumlah anggota keluarga 2 - 4 orang yaitu sebanyak 28 orang diikuti responden yang memiliki jumlah anggota keluarga 5 - 6 orang sebanyak 15 orang responden. Semakin banyak jumlah anggota keluarga responden yang turut mengkonsumsi minuman susu fermentasi probiotik, maka semakin besar peluang peningkatan penjualan produk minuman susu fermentasi probiotik. Secara lengkap profil responden berdasarkan jumlah anggota keluarga dapat dilihat pada Tabel 10. Tabel 10. Sebaran Jumlah Anggota Keluarga Responden

Status Jumlah Anggota Keluarga Responden (orang) Persentase (%) 2 - 4 orang 17 17 5 - 6 orang 30 30 Belum Menikah 7 - 8 orang 6 6 2 - 4 orang 28 28 5 - 6 orang 15 15 Menikah 7 - 8 orang 4 4

5.3.5 Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendidikan

Tingkat pendidikan responden beragam mulai dari SLTP hingga sarjana. Tingkat pendidikan yang paling banyak dimiliki responden adalah sarjana yaitu

73 berjumlah 53 orang. Kedua terbanyak adalah akademi berjumlah 23 orang. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata konsumen minuman susu fermentasi probiotik merupakan orang-orang dengan tingkat pendidikan yang tinggi. Tingkat pendidikan seseorang akan sangat mempengaruhi pola konsumsi serta pilihan suka atau tidak sukanya mereka terhadap minuman kesehatan. Tabel 11 menunjukkan bahwa konsumen yang banyak mengkonsumsi minuman susu fermentasi probiotik adalah konsumen yang memiliki tingkat pendidikan yang tinggi (sarjana). Secara lengkap tingkat pendidikan responden minuman susu fermentasi probiotik dapat dilihat pada Tabel 11.

Tabel 11. Tingkat Pendidikan Responden

Tingkat Pendidikan Responden (orang) Persentase (%)

SLTP 4 4

SMA/SMK/SMEA 20 20

Akademi 23 23

Sarjana (S1/S2/S3) 53 53

Jumlah 100 100

5.3.6 Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan

Jumlah terbanyak pekerjaan responden adalah sebagai pelajar/mahasiswa dengan jumlah 30 orang. Peringkat kedua ditempati oleh pegawai swasta dengan jumlah 29 orang. Kedua hal tersebut mungkin dipengaruhi oleh perubahan gaya hidup kebanyakan masyarakat yang tinggal di kota dimana mereka menuntut kepraktisan dalam mengkonsumsi suatu produk makanan yang belum tentu memiliki atau mengandung gizi seimbang. Oleh karena itu, banyak sebagian masyarakat kota yang mengkonsumsi minuman kesehatan untuk menagatsi masalah yang dihadapi karena gizi yang tidak seimbang tersebut. Pekerjaan ketiga terbesar dari responden adalah wiraswasta dan ibu rumah tangga dengan jumlah masing-masing 15 orang responden. Sedangkan untuk pekerjaan pegawai negeri

74 dan lainnya (pensiunan dan pegawai BUMN) masing-masing berjumlah 8 orang dan 3 orang responden. Secara lengkap profil responden berdasarkan pekerjaan dapat dilihat pada Tabel 12.

Tabel 12. Profil Responden Berdasarkan Pekerjaan

Pekerjaan Responden (orang) Persentase (%)

Pelajar/Mahasiswa 30 30

Pegawai Negeri 8 8

Pegawai Swasta 29 29

Wiraswasta 15 15

Ibu Rumah Tangga 15 15

Lainnya 3 3

Jumlah 100 100

5.3.7 Profil Responden Berdasarkan Tingkat Pendapatan

Tingkat pendapatan seseorang akan mempengaruhi daya beli mereka terhadap suatu produk terutama minuman susu fermentasi probiotik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendapatan rata-rata per bulan bagi yang berstatus menikah per bulan mulai dari Rp 3 juta sampai dengan Rp 6 juta merupakan pendapatan terbesar yang didapat responden dengan jumlah 22 orang yang berarti rata-rata konsumen minuman susu fermentasi probiotik merupakan golongan menengah keatas. Persentase terbesar kedua adalah pendapatan mulai dari Rp 6 juta sampai dengan Rp 10 juta dengan jumlah responden sebanyak 19 orang.

Pendapatan rata-rata perbulan bagi yang belum menikah mulai dari Rp 1 juta sampai dengan Rp 3 juta merupakan pendapatan terbesar yang didapat responden dengan jumlah 33 orang. Persentase terbesar kedua adalah pendapatan kurang dari Rp 1.000.000 dengan jumlah responden sebanyak 18 orang. Tingkat pendapatan responden secara lengkap dapat dilhat pada Tabel 13.

75 Tabel 13. Tingkat Pendapatan Rata-Rata Responden

Status Pendapatan Responden

(orang) Persentase (%) < Rp 1.000.000 18 18 Rp 1.000.001-Rp 3.000.000 33 33 Rp 3.000.001-Rp 6.000.000 2 2 Rp 6.000.001-Rp 10.000.000 0 0 Belum Menikah (per orang) > Rp 10.000.001 0 0 Jumlah 53 53 < Rp 1.000.000 0 0 Rp 1.000.001-Rp 3.000.000 2 2 Rp 3.000.001-Rp 6.000.000 22 22 Rp 6.000.001-Rp 10.000.000 19 19 Menikah (per keluarga) > Rp 10.000.001 4 4 Jumlah 47 47

5.3.8 Karakteristik Responden Minuman Susu Fermentasi Probiotik

Hasil dari penelitian yang telah dilakukan di Giant Botani Square Bogor, jumlah responden perempuan lebih banyak daripada jumlah responden laki-laki, didasari alasan bahwa perempuan cenderung lebih mementingkan kesehatan dan mengkonsumsi minuman susu fermentasi probiotik. Status pernikahan responden dengan persentase terbanyak adalah belum menikah, sebanyak 53 persen, dan sudah menikah sebanyak 47 persen. Sebagian besar responden keputusan pembelian minuman susu fermentasi probiotik dipengaruhi oleh keluarga/saudara.

Tingkat pendidikan terakhir responden rata-rata adalah sarjana sebanyak 53 persen, kemudian diikuti oleh tingkat pendidikan akademi sebanyak 23 persen, SMU sebanyak 20 persen dan SMP sebanyak 4 persen. Tingkat pendapatan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendapatan rata-rata yang diterima responden yang belum menikah dalam satu bulan. Sedangkan bagi responden yang sudah menikah adalah pendapatan rata-rata keluarga dalam satu bulan. Bagi responden yang sudah menikah pendapatan rata-rata terbesar pertama adalah

76 Rp 3 juta sampai dengan Rp 6 juta sebanyak 22 persen. Sedangkan responden yang belum menikah tingkat pendapat tertinggi adalah Rp 1 juta sampai dengan Rp 3 juta sebanyak 33 persen. Adapun karakteristik responden minuman susu fermentasi probiotik (Vitacharm dan Yakult) dapat dilihat pada Tabel 14.

Tabel 14. Rekapitulasi Karakteristik Responden Minuman Susu Fermentasi Probiotik

Karakteristik Responden Persentase Laki-laki 29 Jenis Kelamin Perempuan 71 16-22 16 23-29 48 30-36 13 37-43 7 Usia (Tahun) >44 16 Belum Menikah 53 Status Menikah 47 SLTP 4 SMA/SMK/SMEA 20 Akademi 23 Pendidikan Terakhir Sarjana (S1/S2/S3) 53 Pelajar/Mahasiswa 30 Pegawai Negeri 8 Pegawai Swasta 29 Wiraswasta 15

Ibu Rumah Tangga 15

Pekerjaan Lainnya 3 Pendapatan <Rp 1.000.000 18 Rp 1.000.001-Rp 3.000.000 33 Rp 3.000.001-Rp 6.000.000 2 Rp 6.000.001-Rp 10.000.000 0

Bagi yang Belum Menikah

>Rp 10.000.001 0

<Rp 1.000.000 0

Rp 1.000.001-Rp 3.000.000 2

Rp 3.000.001-Rp 6.000.000 22

Rp 6.000.001-Rp 10.000.000 19

Bagi yang Sudah Menikah

>Rp 10.000.001 4

Jumlah Anggota Keluarga

2-4 orang 17

5-6 orang 30

Bagi yang Belum Menikah

7-8 orang 6

2-4 orang 28

5-6 orang 15

Bagi yang Sudah Menikah

BAB VI

Dokumen terkait