BAB III PEMBAHASAN
8. Jadwal Kliring
Penyelenggaraan kegiatan kliring di masing-masing wilayah kliring dilaksanakan sesuai jadwal kliring yang berlaku di wilayah tersebut. Jadwal kliring ditetapkan oleh masing-masing penyelenggara di mana dalam penetapannya tunduk pada ketentuan Bank Indonesia yang mengatur tentang jadwal kliring. Penyelenggaraan kliring dapat dilakukan di luar jadwal kliring yang berlaku dalam kondisi tertentu seperti keadaan darurat, tutup buku, dan lain-lain. Khusus untuk penyelenggaraan kliring selain Bank Indonesia, jadwal kliring yang ditetapkan penyelenggara harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu oleh dari kantor Bank Indonesia setempat. Dengan ditetapkannya SKNBI (Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia), penetapan jadwal kliring oleh penyelenggara harus mendapatkan persetujuan terlebih dahulu dari Penyelenggara Kliring Nasional.
9. Istilah-Istilah yang Perlu di Perhatikan dalam Prosedur Kliring Ada beberapa istilah yang perlu diperhatikan dalam prosedur kliring :
a. Tolakan Kliring
Tolakan kliring terjadi karena adanya warkat yang dikembalikan dengan alasan dana tidak cukup dan atau ada kelainan pada warkat, seperti tanda tangan tidak cocok dengan spesimen, angka tidak cocok dengan tulisan huruf, dan lain-lain.
b. Postdated Cheque
Cek atau bilyet giro dengan tanggal efektif yang belum jatuh tempo dititipkan kepada bank untuk dikliringkan pada hari jatuh tempo.
c. Cross Clearing (kliring silang)
Penarikan cek melalui kliring atas beban dana yang diharapkan akan diterima penarik dari setoran-setoran cek bank lain melalui kliring pada hari yang sama. Pemberian fasilitas ini dilarang oleh Bank Indonesia.
d. Call Money
Bank yang memberi pinjaman kepada bank lain melalui penerbitan bilyet giro Bank Indonesia. Untuk itu bank yang menerima pinjaman menyerahkan promes sebagai jaminannya. Pinjaman diberikan untuk jangka waktu yang pendek (paling lama 7 hari). Tujuannya adalah untuk memperbaiki likuiditas bank yang goyah karena kalah dalam kliring.
B. TATA CARA PENYELENGGARAAN KLIRING PADA BANK XYZ CABANG PEMUDA MEDAN
1. Penginputan Data Kliring Elektronik (DKE) Kliring Penyerahan a. Penerimaan warkat dari nasabah melalui teller.
b. Kemudian teller akan melakukan verifikasi dan mengecek kelengkapan cek/bilyet giro dari bank lain antara lain :
1) Tanggal perintah pembayaran warkat.
2) Nama dan nomor rekening nasabah Bank XYZ. 3) Nama bank penerima.
c. Teller kemudian akan menginput warkat ke dalam sistem perbankan Bank XYZ, penginputan meliputi :
1) No rekening tujuan Bank XYZ. 2) Nominal warkat.
3) Biaya yang dikenakan.
4) Nomor warkat cek/bilyet giro. 5) Tanggal efektif warkat. 6) Kode kliring.
7) Nomor rekening warkat cek/bilyet giro bank lain. 8) Kode warkat cek/bilyet giro bank lain.
d. Warkat yang sudah diinput teller kemudian diserahkan ke bagian kliring untuk dibubuhi stempel kliring dan diproses lebih lanjut. e. Data yang sudah diinput teller ke dalam sistem perbankan Bank
pada komputer Terminal Peserta Kliring yang ada di Bank XYZ Cabang Pemuda Medan.
f. Setelah semua data terkumpul pada sistem penampung, petugas kliring akan melakukan pencocokan data berapa jumlah tagihannya ke bank lain.
g. Kemudian di lakukan pengelompokan data sesuai masing-masing bank dan kemudian dicetak membentuk rincian warkat debet lalu disatukan dengan warkat yang berasal dari bank-bank lain yang dikliringkan di Bank XYZ. Setelah itu petugas kliring memindahkan softcopy data kliring elektronik (DKE) kliring ke dalam flashdisk.
h. Warkat-warkat beserta rincian warkat debet dan softcopy data kliring elektronik didalam flashdisk akan dibawa ke lembaga kliring yaitu Bank Indonesia.
2. Kliring Penyerahan dan Kliring Penerimaan
Pada kliring penyerahan, warkat kliring bank lain yang akan dikliringkan kemudian diserahkan ke lembaga kliring yaitu Bank Indonesia. Sedangkan pada kliring penerimaan, warkat kliring Bank XYZ yang diserahkan oleh bank lain diproses atau dicairkan melalui kliring.
a. Dari kantor Bank XYZ Cabang Pemuda Medan, petugas kliring membawa warkat dari bank lain beserta rincian warkat debet dan softcopy data keuangan elektronik ke kantor lembaga kliring. Softcopy data kliring elektronik kemudian diserahkan kepada
operator penyelenggara kliring untuk dibaca pada komputer penyelenggara kliring.
b. Warkat-warkat yang dibawa petugas kliring kemudian diserahkan ke wakil masing-masing bank peserta kliring dan petugas kliring Bank XYZ menerima warkat Bank XYZ yang diserahkan oleh bank lain.
c. Setelah menerima warkat Bank XYZ, petugas kliring kemudian mengecek kelengkapan warkat yang diserahkan. Pengecekan kelengkapan warkat meliputi :
1) Pencocokan antara warkat fisik dengan data kliring elektronik penyerahan yang meliputi nomor warkat, nominal dan jumlah warkat yang diberikan.
2) Tanggal kliring. 3) Stempel kliring.
4) Nomor rekening tujuan. 5) Nama penerima.
6) Nama bank penarik.
7) Tandatangan penarik warkat.
8) Penyortiran warkat berdasarkan nomor rekening, biasanya nomor rekening nasabah yang sudah sering melakukan transaksi kliring dengan tujuan untuk memudahkan dalam proses pembukuan atau pencairan warkat melalui kliring. d. Setelah melakukan pengecekan kelengkapan warkat, petugas
penyelenggara kliring. Jika jumlah warkatnya sama dengan data yang ada di komputer penyelenggara kliring maka dianggap sesuai. Tetapi jika tidak sama berarti terdapat selisih dan hal ini kemungkinan terjadi karena ada peserta kliring yang tidak menyerahkan warkat atau ada kesalahan penghitungan dari petugas kliring.
e. Petugas kliring kemudian membawa warkat yang diterimanya pada kliring pagi ke kantor Bank XYZ Cabang Pemuda Medan untuk diproses lebih lanjut yaitu penginputan pada system perbankan Bank XYZ dan pencairan warkat cek atau bilyet giro melalui kliring.
f. Warkat yang akan ditolak baik karena kurang saldo, kurang syarat formal, tandatangan berbeda, dan lain-lain akan dipisahkan. Kemudian warkat yang sudah dipisahkan karena ditolak akan diinput kempali ke terminal peserta kliring untuk dibawa kembali ke lembaga kliring yaitu Bank Indonesia pada pertemuan kliring retur yang disertai dengan Surat Keterangan Penolakan (SKP). Jam kliring pada Bank XYZ Cabang Pemuda Medan :
1) Waktu untuk penyerahan warkat pukul 10.00 WIB – 11.00 WIB (pada hari kerja).
2) Waktu pengembalian warkat pukul 12.00 WIB – 14.00 WIB (pada hari kerja).
3) Pada pukul 17.00 WIB sudah efektif dan nasabah dapat menarik uangnya, jika kliring tidak ditolak. Jika terjadi
penolakan, maka akan diterbitkan SKP (Surat Keterangan Penolakan).
Pertemuan kliring yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia dilakukan dua kali sehari, yaitu :
a. Pertama, waktu untuk penyerahan warkat yang biasa disebut Kliring Waktu diatur sebagai berikut :
Senin – Jum’at pukul 10.30 WIB – 11.30 WIB Sabtu pukul 10.00 WIB – 11.00 WIB
b. Waktu untuk pengembalian warkat diatur sebagai berikut : Senin – Jum;at pukul 13.00 WIB – 14.40 WIB
Sabtu pukul 12.11 WIB – 13.00 WIB
C. PROBLEMATIKA DALAM PENYELENGGARAAN KLIRING PADA BANK XYZ CABANG PEMUDA MEDAN SERTA PENYELESAIANNYA
Adapun problematika atau masalah yang muncul pada proses penyelenggaraan kliring pada Bank XYZ Cabang Pemuda Medan antara lain :
1. Ketidaksesuaian dalam penginputan nominal warkat. Permasalahan ini muncul akibat teller yang kurang teliti dalam membaca nominal yang tertera dalam warkat cek/bilyet giro sehingga nominal yang diinput ke dalam sistem perbankan tidak sesuai dengan nominal yang tertera pada warkat fisik.
2. Pencairan warkat ditolak karena dana tidak mencukupi. Permasalahan ini muncul karena nasabah bersangkutan terlambat melakukan setoran dana ke rekening gironya. Akibatnya, pada saat proses pencairan warkat melalui kliring sistem tidak menerima proses tersebut karena dana pada rekening giro nasabah tidak cukup.
3. Salah kamar. Merupakan istilah untuk kesalahan yang dilakukan teller dalam menginput kode bank pada warkat cek/bilyet giro yang akan dikliringkan. Sehingga proses kliring tidak dapat dilanjutkan. 4. Adanya warkat yang tertinggal. Warkat yang akan dikliringkan
tertinggal atau terselip dan tidak sempat diserahkan ke bagian kliring untuk diproses. Hal ini juga akan menghambat proses transaksi dalam kliring.
5. Terjadinya gangguan pengiriman data pada sistem computer. Akibatnya proses pengiriman data kliring menjadi terhambat.
Dalam mengatasi masalah atau problematika yang ada, pihak Bank XYZ Cabang Pemuda Medan khususnya back office kliring berusaha keras untuk mencarikan penyelesaian yang terbaik demi terselenggaranya kegiatan kliring yang cepat, mudah dan aman. Adapun upaya yang dilakukan Bank XYZ Cabang Pemuda Medan antara lain :
1. Ketidaksesuaian dalam penginputan nominal warkat dan biaya atas transaksi kliring ke dalam sistem perbankan diatasi dengan melakukan reversal atau pembatalan/pembalikan atas jurnal yang telah di entry.
2. Untuk pencairan warkat kliring yang ditolak oleh sistem karena dana tidak mencukupi akibat nasabah terlambat melakukan penyetoran dana, maka petugas kliring akan melakukan konfirmasi ke nasabah dan memberi kesempatan kepada nasabah untuk melakukan penyetoran dana terlebih dahulu. Namun jika sampai batas yang telah ditentukan nasabah tidak juga menyetor dana maka warkat akan ditolak.
3. Untuk salah kamar, apabila masih ada waktu yang tersisa maka warkat tersebut akan diperbaiki dengan menginput warkat ke sistem perbankan dan proses kliring akan dilanjutkan. Namun jika sudah tidak ada waktu yang tersisa maka warkat yang telah terinput ke dalam sistem akan dibatalkan dan akan diproses serta dicairkan keesokan harinya.
4. Jika warkat yang akan dikirimkan ke Bank Indonesia kurang karena tertinggal atau terselip maka petugas akan mengecek kembali warkatnya. Jika tidak ditemukan maka Bank XYZ Cabang Pemuda Medan akan meminta copy warkat ke Bank Indonesia yang berisi nomor seri warkat, dan lain-lain.
5. Jika terjadi gangguan pada sistem komputer dalam proses pengiriman data, maka solusinya adalah dengan menggunakan kliring manual yang dilakukan dengan memasukkan dan menyimpan data kliring tersebut ke dalam flashdisk dan kemudian diserahkan ke sental kliring Bank XYZ Cabang Pemuda Medan.
BAB IV
KESIMPULAN DAN SARAN
A. KESIMPULAN
Berdasarkan hasil analisis serta uraian diatas, maka dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut :
1. Tata cara penyelenggaraan kliring pada Bank XYZ Cabang Pemuda Medan sudah sesuai prosedur yang berlaku. Adapun tata cara penyelenggaraan kliring pada Bank XYZ Cabang Pemuda Medan dimulai dari penginputan data kliring elektronik kliring penyerahan yang meliputi :
a. Penerimaan warkat dari nasabah.
b. Melakukan verifikasi dan mengecek kelengkapan warkat kliring. c. Penginputan warkat ke dalam sistem perbankan oleh teller.
d. Penyerahan warkat yang sudah diinput oleh teller ke bagian kliring untuk dibubuhi stempel dan dip roses lebih lanjut.
e. Melakukan penarikan data yang sudah diinput oleh teller untuk di baca oleh sistem integrasi kliring.
f. Melakukan pencocokan data oleh petugas kliring.
g. Melakukan pengelompokan data sesuai masing-masing bank. Softcopy data kliring elektronik dipindahkan ke dalam flashdisk. h. Flashdisk yang berisikan softcopy data kliring elektronik di bawa
Setelah melakukan penginputan data kliring elektronik, kemudian dilakukan kliring penyerahan dan penerimaan meliputi :
a. Warkat serta softcopy data kliring elektronik di bawa ke lembaga kliring dan diserahkan ke operator penyelenggara kliring untuk dibaca komputer penyelenggara kliring.
b. Warkat kemudian diserahkan ke wakil masing-masing bank peserta kliring.
c. Melakukan pengecekan warkat yang diserahkan.
d. Petugas menyamakan total penerimaan warkat ke operator penyelenggara kliring.
e. Warkat kemudian di bawa petugas kliring ke kantor Bank XYZ Cabang Pemuda Medan untuk diproses lebih lanjut.
2. Problematika yang muncul pada penyelenggaraan transaksi kliring pada Bank XYZ Cabang Pemuda Medan merupakan problematika yang umum terjadi pada transaksi kliring. Problematika yang muncul antara lain :
a. Ketidaksesuaian dalam penginputan nominal warkat. b. Pencairan warkat ditolak karena dana nasabah tidak cukup.
c. Terjadi salah kamar yang merupakan kesalahan yang dilakukan teller dalam menginput kode bank pada warkat yang akan dikliringkan.
d. Warkat yang akan dikliringkan tertinggal atau terselip. e. Terjadinya gangguan pengiriman data pada sistem komputer.
3. Meskipun mengalami berbagai problematika dalam proses kliring, namun Bank XYZ Cabang Pemuda Medan selalu berupaya untuk menyelesaikan problematika-problematika tersebut, seperti dengan melakukan reversal atau pembatalan jurnal yang telah di entry, melakukan konfirmasi ke nasabah agar nasabah segera menyetorkan dana ke rekening gironya, melakukan perbaikan dengan menginput warkat ke sistem perbankan, melakukan pengecekan kembali warkat yang tertinggal atau meminta copy warkat ke Bank Indonesia, serta melakukan kliring manual jika terjadi gangguan pengiriman data pada sistem komputer.
B. SARAN
Berdasarkan uraian pembahasan serta kesimpulan diatas, maka penulis mencoba memberikan beberapa saran yang mungkin dapat menjadi pertimbangan atau tambahan informasi bagi pihak Bank XYZ Cabang Pemuda Medan, yaitu :
1. Bank XYZ Cabang Pemuda Medan hendaknya terus meningkatkan sarana dan prasarana untuk mendukung terlaksananya proses transaksi kliring yang lancar, nyaman dan aman. Seperti dengan meningkatkan teknologi perbankan yang dapat memperlancar proses transaksi kliring tersebut.
2. Tetap menjaga hubungan baik yang terjalin antara pihak bank dan nasabah demi kelancaran penyelenggaraan kliring.
3. Pihak bank XYZ Cabang Pemuda Medan harus terus berbenah diri untuk menghadapi berbagai tantangan kedepan, seperti pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap layanan perbankan, efisiensi operasional bank serta perkembangan teknologi informasi agar Bank XYZ senantiasa menjadi salah satu BUMN yang terkemuka di Indonesia.
DAFTAR PUSTAKA
Bahsan, M. 2005. Giro dan Bilyet Giro Perbankan Indonesia, cetakan pertama. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Kasmir. 2008. Bank dan Lembaga Keuangan Lainnya. Jakarta: Rajawali Pers
Latumaerisa, Julius R. 2011. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Jakarta: Penerbit Salemba Empat
Lubis, Irsyad. 2010. Bank dan Lembaga Keuangan Lain. Medan: USU Pers Pohan, Aulia. 2011. Sistem Pembayaran. Jakarta: Rajawali Pers
Rivai, Veithzal. 2013. Commercial Bank Management. Jakarta: Penerbit Raja Grafindo Persada
Siswandi. 2008. Banking & Non Banking Practice. Jakarta: Mitra Wacana Media
Supriyono, Maryanto. 2011. Buku Pintar Perbankan. Yogyakarta: Penerbit Andi Offset
Suyatno, Thomas. 2007. Kelembagaan Perbankan Edisi Ketiga. Jakarta : PT Gramedia
Triandanu, Sigit dan Totok Budisantoso. 2006. Bank dan Lembaga Keuangan Lain Edisi 2. Jakarta : Penerbit Salemba Empat