• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jaminan d Pengertian

Dalam dokumen MANAJEMEN OPERASI JASA KEUANGAN MIKRO ISLAM (Halaman 176-195)

b Pedoman Survey Lokasi ( Teknik Pelaksanaan Survey lokasi ) :

UMUM 2 Kesimpulan Hasil Analisis.

1.4. Jaminan d Pengertian

Jaminan adalah benda/barang ataupun sesuatu yang dapat disamakan dengan itu, dimana nilainya dapat diukur baik secara kuantitatif maupun kualitatif yang diserahkan oleh calon Nasabah kepada LKMS sebagai jaminan atas fasilitas Pembiayaan ataupun fasilitas lainnya yang diperolehnya.

e. Fungsi

Fungsi Jaminan ini yang utama sekali adalah sebagai alat pengaman ataupun alat untuk menghindari resiko akhir yang mungkin akan terjadi atas fasilitas yang diberikan oleh LKMS. Disamping itu fungsi jaminan ini juga merupakan alat untuk memenuhi persyaratan/ketentuan-ketentuan dibidang Pembiayaan yang telah digariskan oleh Manajemen.

f. Jenis-jenis Jaminan

Jenis-jenis Jaminan ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut : c.1. Tanah

177 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h c.2.1. Rumah Tinggal

c.2.2. Gedung Kantor c.2.3. Gedung Pabrik

c.2.4. Kios/Toko Tempat Usaha

c.3. Mesin-mesin dan peralatan produksi lainnya serta inventaris kantor. c.4. Surat-surat berharga berupa :

c.4.1. Simpanan/Deposto Berjangka. c.4.2. Sertifikat Bank Indonesia. c.4.3. Simpanan/Tabungan LKMS. c.4.4. Wesel dan Promes.

c.4.5. Surat-surat tagihan pada nasabah. c.4.6. Polis Asuransi.

c.5. Kendaraan Bermotor.

c.6. Logam Mulia dan Barang Perhiasan lainnya. d. Pemeriksaan Jaminan

Terhadap barang jaminan harus diadakan pemeriksaan secara langsung/fisik yang bertujuan untuk mengecek kebenaran data barang jaminan serta untuk melengkapi data yang telah ada, didalam rangka untuk mengadakan penilaian terhadap barang jaminan tersebut

e. Nilai Jaminan

Dalam menentukan nilai barang jaminan diperhitungkan faktor dimensi waktu pada saat sekarang serta masa yang akan datang. Nilai jaminan ini diklasifikasikan sebagai berikut :

e.1. Nilai Taksiran, yakni nilai yang dihitung berdasarkan penilaian terhadap faktor-faktor yang secara langsung mempengaruhi nilai barang tersebut. e.2. Nilai Pasar, yakni nilai yang terjadi dipasar yang diakibatkan oleh

kekuatan-kekuatan permintaan dan penawaran dipasar. f. Besarnya Nilai Jaminan

Untuk setiap Pembiayaan yang diberikan nilai jaminan minimal harus dapat menutup jumlah seluruh kewajiban pada saat Pembiayaan tersebut harus diselesaikan, dimana pencairan jaminan ini merupakan satu-satunya sumber untuk penyelesaian.

Nilai jaminan yang diperhitungkan adalah nilai yang terendah dari antara nilai taksiran dengan nilai pasar, dengan memperhatikan faktor dimensi waktu.

Jumlah kewajiban adalah seluruh jumlah Pembiayaan setelah ditambah dengan biaya-biaya yang timbul sehubungan dengan pemberian Pembiayaan

178 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h tersebut untuk jangka waktu tertentu, ( provisi, Bea Meterai, Modal Pembiayaan, Mark Up / Keuntungan yang belum dibayar, Penalty overdue serta Biaya-biaya Penagihan ).

2. Tata Cara Analisis Ekonomis

2.1. Pedoman Penyusunan Data Ekonomis. 2.1.1. Data Umum

g. Organisasi dan Manajemen

a.1. Nama alamat dan nomor tilpon.

a.2. Copy akta pendirian serta akta perobahan yang terakhir. a.3. Jumlah personalia dari perusahaan yang meliputi :

 Jumlah tenaga staf/tenaga ahli.

 Jumlah tenaga administrasi/karyawan.

 Jumlah anggota Pengurus/Direksi/Manajemen.

a.4. Daftar riwayat hidup dari para anggota manajemen dan tenaga ahli/staf perusahaan.

a.5. Berikan bagan/struktur organisasi perusahaan.

h. Pemasaran

b.1. Jelaskan jenis produk/barang yang dipasarkan. b.2. Realisasi penjualan minimal 6 bulan terakhir. b.3. Jelaskan daerah pemasaran/wilayah pemasarannya. b.4. Syarat-syarat dalam penjualan.

b.5. Jelaskan saluran distribusi yang digunakan serta kebijakan harga untuk setiap jenis saluran tersebut.

b.6.Jelaskan sifat pemasaran barang/produk tersebut berdasarkan permintaan/order atau dengan pemasaran biasa.

i. Pembelian/Pengadaan Barang/Bahan Baku

c.1. Sumber serta daerah pembelian barang/bahan baku. c.2. Daftar nama supplier barang/bahan baku.

c.3. Realisasi pembelian barang/bahan baku selama 6 bulan terakhir. c.4. Syarat-syarat pembayaran dalam pembelian.

c.5. Besarnya cadangan persediaan ( safety stock) yang minimal diperlukan /harus ada.

j. Keuangan

d.1. Neraca/posisi keuangan yang terakhir. d.2. Perhitungan laba/rugi yang terakhir.

d.3. Pengeluaran-pengeluaran rata-rata perbulan yang dikelompokkan atas :

 Biaya personalia.

 Biaya umum dan administrasi.

179 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h  Biaya-biaya penjualan.

 Biaya-biaya perusahaan lainnya.

k. Jaminan

e.1. Jenis dan lokasi barang jaminan.

e.2. Surat-surat serta bentuk hak dari barang jaminan. e.3. Nilai barang jaminan menurut penilaian nasabah.

l. Proposal Pembiayaan

f.1. Estimasi peningkatan kegiatan usaha/penjualan yang direncanakan. f.2. Estimasi kenaikan biaya-biaya perusahaan sehubungan dengan

peningkatan kegiatan usaha.

f.3. Estimasi peningkatan penerimaan perusahaan sehubungan dengan peningkatan kegiatan usaha.

f.4. Proyeksi kebutuhan dana untuk peningkatan kegiatan usaha tersebut. f.5. Proyeksi perhitungan rugi/laba usaha.

f.6. Proyeksi neraca perusahaan.

f.7. Rencana dan sumber dana untuk pengambilan Pembiayaan. 2.1.2. Data Khusus

2.1.2.1. Industri

d. Organisasi dan Manajemen

a.1. Surat Ijin Usaha dari departemen/Kantor Perindustrian setempat. a.2. Surat-surat referensi dari Instansi Pemerintah lainnya yang masih

ada hubungannya dengan kegiatan usaha. e. Mesin-mesin

b.1. Daftar mesin yang digunakan didalam produksi. b.2. Kondisi mesin-mesin tersebut.

b.3. Perawatan/Suku Cadang mudah diperoleh atau tidak.

b.4. Kapasitas produksi mesin-mesin , baik kapasitas normal maupun penuh per periode seperti per-jam per-hari.

f. Produksi

c.1. Uraian proses produksi.

c.2. Bahan-bahan yang digunakan dalam produksi serta komposisi penggunaan bahan-bahan tersebut guna menghasilkan satu unit produk tersebut.

c.3. Realisasi produksi selama 6 bulan terakhir.

c.4. Jam kerja yang digunakan untuk memproduksi barang :

Satu shift.

Dua shift atau lebih

180 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h

Biaya bahan baku Rp……

Upah buruh langsung Rp……

Biaya-biaya tidak langsung Rp……+ Jumlah Rp……. 2.1.3. Data Khusus Perdagangan Umum

a. Organisasi dan Manajemen

a.1. Surat ijin usaha yang diberikan oleh Departemen/Kantor Perdagangan.

a.2. Surat ijin untuk menggunakan tempat usaha. a.3. Fasilitas serta sarana yang tersedia pada tempat usaha serta

lingkungan sekitarnya. b. Pemasaran

b.1. Sifat jenis usaha/perdagangan sebagai pedagang besar atau sebagaia retailer/pengecer.

b.2. Sasaran konsumen yang diharapkan sebagai pembeli barang/produk. b.3. Daftar nama langganan tetap/nasabah sebagai penyalur/pembeli barang tersebut

2.1.4. Data Khusus Jasa Lainnya b. Organisasi dan Manajemen

a.1. Surat ijin usaha dari instansi Pemerintah yang berwenang untuk memberikannya.

a.2. Fasilitas yang tersedia baik yang dimiliki sendiri maupun yang disewa/kontrak untuk memberikan jasa tersebut.

a.3. Jumlah tenaga kerja yang diperlukan sebagaiu tenaga part timer untuk memberikan jasa tersebut.

b. Pemasaran

b.1. Sifat pemasaran jasa ini berdasarkan kontrak atau tidak.

b.2. Bila berdasarkan kontrak jelaskan biaya-biaya yang diperlukan untuk memberikan jasa tersebut.

b.3. Syarat-syarat pembayaran yang ditetapkan dan apakah mutasi keuangan/pembayaran tersebut dapat disalurkan melalui LKMS b.4. Hal-hal lain yang masih berhubungan dengan kegiatan pemasaran. 2.2. Pedoman Penyusunan Siklus Anggaran

d. Kelompok Usaha Industri a.1. Unsur-unsur Anggaran

181 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h Pada kelompok usaha ini yang menjadi unsur/komponen utama adalah :

 Anggaran penjualan.

 Anggaran produksi.

 Anmggaran Barang Modal.

 Anggaran Kas.

 Proyeksi laba/rugi.

 Proyeksi Neraca.

Dari unsur /komponen utama ini masih mungkin untuk di-pecah-pecah lagi sebagai sub atau bagiannya didalam rangka penyusunannya nanti.

a.2. Prosedur Penyusunan a.2.1. Anggaran Penjualan

Langkah pertama yang harus dilakukan dalam menyusun siklus anggaran ini adalah membuat anggaran penjualan atau dengan kata lain perencanaan penjualan.

Yang dimaksud dengan anggaran penjualan adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya penjualan yang akan direalisir pada satu jangka waktu tertentu untuk masa yang akan datang. Anggaran penjualan ini dibuat dalam satu jangka waktu tertentu misalnya untuk satu tahun atraupun 6 bulan kemudian ini dapat dialokasikan secara per triwulan/per bulan.

Dalam menyusun anggaran penjualan ini ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dan diperhatikan dengan secermat/seteliti mungkin, sebelum mwengambil keputusan untuk menentukan berapa besarnya volume penjualan tersebut. Faktor-faktor tersebut antara lain adalah :

 Jumlah/volume penjualan tahun lalu.

 Kemampuan salesman/tenaga penjual.

 Kondisi persaingan dengan perusahaan laiinya.

 Kemungkinan adanya penambahan daerah pemasaran.

 Tingkat pertumbuhan/perkembangan perekonomian.

Berkaitan dengan anggaran ini, maka dapat dibuat anggaran- anggaran lainnya yang masih berhubungan dengan anggaran ini.

Anggaran Penjualan :

Dengan adanya rencana kenaikan penjualan, maka sudah pasti biaya-biaya penjualan ini akan berobah pula. Dengan kata lain

pengertian anggaran penjualan ini adalah “angka yang

menunjukkan bertapa besarnya biaya penjualan yang direncanbakan didalam satu periode tertentu, dimana penentuan

182 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h besarnya ini bertitik tolak pada anggaran penjualan” yang telah

ditetapkan sebelumnya.

Sama halnya dengan anggaran penjualan, jangka waktu anggaran ini dapat dibuat untuk satu tahun atau 6 bulan kemudian dialokasikan per kwartal ataupun perbulan.

Formulasi ataupun bentuk anggaran ini dapat dilihat pada tabel

A.1.halaman…

Anggaran Penerimaan Uang Tunai

Dengan adanya penjualan, maka sudah pasti akan ada penerimaan uang dari hasil penjualan tersebut. Dalam hal menentukan besarnya penerimaan yang diharapkan dalam satu jangka waktu tertentu perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut :

 Besarnya penerimaan piutang tahun yang lalu.

 Besarnya piutang ragu-ragu pada tahun yang akan datang.

 Syarat-syarat penjualan barang.

 Pendapatan-pendapatan lain yang diharapkan diterima yang berasal dari hasil diluar kegiatan perusahaan.

Bentuk dan formulasi anggaran/schedule penerimaan ini dapat

diga,mbarkan dalam tabel A.2. halaman…

a.2.2. Anggaran Produksi :

Didalam anggaran ini dijelaskan berapa besar produksi yang harus dilaksanakan sehubungan dengan adanya anggaran penjualan tersebut diatas. Dengan kata lain anggaran produksi ini adalah angka yang menunjukkan berapa besarnya produksi yang direncanakan sehubungan dengan adanya anggaran penjualan yang telah ditetapkan untuk satu periode tertentu dimasa yang akan datang. Sebagaimana dengan anggaran lainnya, maka anggaran produksi ini biasanya dibuat dalam jangka waktu 1 tahun atu 6 bulan bergantung kepada akebutuhan perusahaan itu sendiri, kemudian dapat dialokasikan kedalam jangka waktu perbulan ataupun triwulan.

Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan didalam menentukan besarnya anggaran produksi antara lain adalah :

 Kapasitas produksi yang tersedia.

 Jumlah bahan baku yang tersedia.

 Kondisi mesin-mesin/alat produksi.

 Jumlah tenaga kerja yang tersedia.

Formulasi dan bentuk poenyusunan anggaran produksi dapat

183 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h Sehubungan dengan penyusunan anggaran produksi ini, maka ada anggaran lainnya yang sangat erat hubungannya dengan anggaran produksi yang terdiri atas :

a.2.2.1. Anggaran material/Bahan Baku :

Untuk mendukung pelaksanaan dari anggaran produksi yang telah ditetapkan sebelumnya maka perlu dilakukan pula penyusunan anggaran material, sebagai salah satu unsur yang penting didalam produksi. Didalam penyusunan anggaran material ini yang perlu diperhatikan antara lain adalah:

 Rencana produksi yang telah ditetapkan.

 Jenis dan macam material/bahan baku yang digunakan.

 Komposisi penggunaan tiap bahan baku untuk setiap unit produk.

 Syarat-syarat dalam pembelian bahan baku.

Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut diatas maka dapat ditentukan berapa besarnya bahan baku yang dipergunakan didalam produksi nantinya. Penentuan ini dapat diformulasikan dalam bentuk tabel A.4. halaman…. Perlu pula dijelaskan bahwa satuan angka yang digunakan pada anggaran ini adalah satuan unit ataupun satuan rupiah. Perhitungan dalam rupiah diperoleh dengan mengalikan jumlah unit bahan baku tersebut dengan harga pembelian per unit.

Selanjutnya sehubungan dengan pembelian bahan baku ini, dapat juga dibuat berapa besarnya pembayaran yang harus dilakukan oleh pwerusahaaan dalam suatu jangka waktu tertentu terhadap pembelian bahan baku tersebut.

Disamping itu juga diperhitungkan jumlah sisa utang tahun lalu yang harus diselesaikan dalam periode yang akan datang.

Didalam penyusunan ini data yang diperlukan adalah :

 Besarnya saldo utang tahun lalu dan syarat pembayarannya;

 Rencana dan syarat-syarat pembayaran pembelian bahan baku.

Formulasi dan bentuk jadwal pelunasan kewajiban tersebut

seperti tergambar pada tabel A.5. halaman…. a.2.2.2. Anggaran Buruh Langsung ( Upah Buruh )

184 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h Unsur produksi lainnya adalah upah buruh untuk memproduksikan barang tersebut. Jumlah biaya /upah buruh yang akan dibayarkan itu diperoleh dengan mengalikan jumlah produk/barang yanmg diproduksi dengan upah buruh per unit. Upah ini telah ditentukan jumlahnya untuk setiap unit barang. Berdasarkan hal tersebut, maka dapat ditentukan besarnya upah buruh perbulan yang harus dibayar oleh perusahaan dalam satu periode tertentu.

a.2.2.3. Anggaran Overhead.

Anggaran overhead ini menggambarkan berapa besarnya biaya-biaya tak langsung yang harus dibayar perusahaan dalam satu periode tertentu sehubungan dengan rencana produksi yang telah ditetapkan sebelumnya. Jadi titik tolak dalam menentukan besarnya biaya ini adalah berdasarkan pada volume produksi yang akan dicapai.

Anggaran overhead ini dikalsifikasikan atas :

Biaya Tetap

Yang dimaksud dengan Biaya Tetap ini adalah biaya- biaya tidak langsung yang tetap dibayar oleh perusahaan walaupun produksi tidak berjalan ataupun tetap berada dalam batas kapasitas yang telah ditetapkan/ direncanakan semula.

Biaya Variable

Merupakan biaya-biaya tidak langsung yang bersifat tidak tetap jumlahnya, dimana jumlah ini bergantung kepada produksi yang sebenarnya dilakukan oleh perusahaan pada satu periode tertentu.

Pada umumnya baik biaya tetap maupun variable inmi diperhitungkan secara per bulan atau pun per triwulan. Formulasi serta unsur-unsur dari biaya ini dapat

digambarkan pada tabel A.6. halaman…

Pada biaya tetap biaya penyusutan merupakan non out of pocket dimana tidak ada pengeluaran tunai terhadap biaya tersebut. Sehingga biaya penyusutan ini tidak diperhitungkan diodalam Anggaran Kas. Sedangkan unsur biaya-biaya lainnya baik yang terdapat pada biaya tetap maupun biaya variable merupakan pengeluaran tunai setiap periodenya diperhitungkan didalam Anggaran Kas.

Dari Anggaran Produksi diperoleh kesimpulan yang merupakan biaya-biaya tetap serta tunai yang harus

185 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h dikeluarkan dalam rangka produksi, anggaran ini terdiri dari :

 Pembayaran atas pembelian bahan-bahan baku.

 Pembayaran atas uopah buruh langsung.

 Pembayaran atas biaya tidak langsung baik yang tetap maupun yang tidak tetap.

a.2.3. Anggaran Barang Modal

Yang dimaksud dengan Anggaran ini adalah recana pembelian barang modal yang baru akibat adanya rencana produksi dimasa yang akan datang. Maksud ataupun tujuan pembelian barang modal ini adalah untuk menambah kemampuan kapasitas pabrikdalam rangka untuk merealisir rencana produksi. Pertimbangan- pertimbangan yang perlu diperhatikan dalam pembelian barang modal ini antara lain :

 Cost dan benefit dari mesin;

 Syarat-syarat pembayaran dalam pembelian;

 Kapasitas produksi mesin;

 Volume produksi yang akan dicapai.

Formulasi dari anggaran ini dapat dilihat pada tabel A.7. halaman…. a.2.4. Anggaran Biaya Umum dan administrasi :

Pada anggaran ini diperkirakan berapa besarnya biaya umum dan administrasi untuk masa yang akan datang dalam satu jangka waktu tertentu, dimana hal ini diakibatkan oleh karena adanya rencana peningkatan penjualan dan produksi dalam perusahaan yang bersangkutan.

Biaya umum dan administrasi ini dapat dikelompokkan atas tiga kelompok sebagai berikut :

 Biaya personalia dan tenaga kerja.

 Biaya umum dan administrasi.

 Biaya penyusutan Harta Tetap.

Biaya Personalia dan Tenaga Kerja

Yang dimaksud dengan biaya personalia dan tenaga kerja, adalah seluruh biaya yang dikeluarkan ataupun dibayarkan oleh perusahaan kepada setiap personalia/tenaga lkerja kecuali upah buruh pabrik. Bentuk serta jenis dari biaya personalia ini dapat dilihat pada tabel

A.8. kelompok I halaman… Biaya Umum dan Administrasi

186 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h Biaya ini merupakan biaya-biaya yang harus dikeluarkan untuk mendukung kelancaran jalannya operasi perusahaan dari segi administrasi perusahjaan tersebut.

Unsur-unsur biaya ini dapat dilihat pada tabel A.8. kelompok II

halaman…

Biaya Penyusutan Harta Tetap

Yang jadi masalah dalam penyusutan adalah metoda apa yang digunakan dalam menghitung penyusutan tersebut, dan metoda tersebut harus konsisten digunakan setiap tahunnya. Tujuan penyusutan adalah menyisihkan sebagian daripada biaya mesin secara tetap dalam satu batas waktu terytentu untuk digunakan sebagai cadangan, unmtuk penggantian mesin baru.

Sifat biaya administrasi dan umum pada batas-batas tertentu adalah tetap, yaitu bila perusahaan masih beroperasi pada kapasitas normalnya maka relatif biaya-biaya inbi tidak akan berobah. Kecuali untuk penyusutan biaya-biaya administrasi dan umum merupalan pengeluaran yang bersifat tunai setiap periodiknya jadi biaya ini merupaklan salah satu unsur penting didalam menghitung /menyusun anggaran kas. Seluruh biaya umum dan adminstrasi dapat disusun dalam satu bentuk/formulasi yang baik . Seperti yang terlihat pada

atabel A.8. halaman….

Dan unsur-unsur biaya yang terdapat dalam tabel ini masih mungkin akan bertambah sesuai dengan kondisi ataupun kebutuhan masing- masing jenius perusahaan. Pada tabel hanya dicantumkan hal-hal yang lajimnya terdapat didalam setiap usaha industri.

a.2.5. Anggaran Kas

Dari tabel A.9. halaman …. Tampak bahwa jumlah dana ( Pembiayaan ) yang dibutuhkan itu akan terlihat pada butir D. Demikian juga kemampuan unrtuk melunaskannya akan terlihat pada butir D juga. Pada tabel tersebut belum diperhitungkan kewajiban atau biaya LKMS seperti Mark Up/Bagi Hasil Pembiayaan, provisi Pembiayaan dan biaya meterai Pembiayaan.

Untuk lebih tepatnya seharusnya unsur-unsur biaya / kewajiban pada LKMS diperhitungkan juga agar jumlah yang dibutuhkan serta kemampuan untuk mengembalikan Pembiayaan dapat diperhitungkan dengan lebih tepat.

a.2.6. Proyeksi Laba/Rugi

Setelah prosedur penyusunan anggaran tersebut dilaksanakan, maka selanjutnya dapat dibuat proyeksi laba/rugi selama jangka waktu

187 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h anggaran. Proyeksi laba/rugi bersumber pada sewluruh data yang diperoleh dari anggaran-anggaran yang telah disusun sebelumnya. Dari hasil proyeksi laba/rugi akan diketahui bagaimana hasil ataupun sampai sejauh mana hasil yang ajkan diperoleh perusahaan ini untuk masa yanbg akan dartang. Menunjuk tingkat laba yang menaik atau tidak. Proyeksi laba/rugi dapat dilihat pada tabel A.10 halaman … a.2.7. Proyeksi Neraaca

Merupakan langkah terakhir daripada siklus anggaran, dengan menggabungkan neraca awal dengan hasil-hasil dari anggaran yang telah disusun sebelumnya dapat diproyeksikan neraca perusahaan yang akan datang. Formulasi ataupun bentuk dari proyeksi neraca ini

dapat dilihat pada tabel A.11 halaman…. Catatan :

Sumber angka proyeksi neraca adalah :

 Kas : dari angka terakhir pada anggaran kas.

 Piutang : dari saldo piutang/penjualan barang yang masih harus diterima.

 Persediaan : Barang jadi, dari angka anggaran produksi. Barang ½ jadi, dari perkiraan proses produksi

yang masih berjalan.

Bahan baku, dari anggaran material/bahan baku.

 Harta Tetap : dari capital expenditur.

 Utang Dagang : dari rencana pembayaran utang dagang.

 Saldo Laba : dari laba yang direncanakan / akan diperoleh ditambah dengan saldo laba yang lalu.

e. Kelompok Jenis Usaha Perdagangan Umum b.1. Komponen anggaran

Untuk jenis usaha perdagangan umum siklus anggarannya terdiri dari :

 Anggaran penjualan.

 Anggaran persediaan barang/pengadaan barang.

 Anggaran Kas.

 Proyeksi laba/rugi.

 Proyeksi Neraca.

Dalam menyusun siklus angaran jenis usaha perdagangan/pertokoan, langkah-langkah nya harus disesuaikan dengan urutan anggaran tersebut diatas. Pada hakekatnya penyusunan anggaran ini tidak banyak berbeda dengan kelompok usajha inmdustri yang telah diuraikan sebelumnya.

188 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h b.2. Prosedur Penyusunan

b.2.1. Anggaran Penjualan.

Sebagaimana halnya dengan kelompok usaha industri, maka yang pertama sekali harus direncanakan adalah penjualan untuk tahun yang akan datang. Dalam penentuan rencana penjualan tidak banyak berbeda dengan penyusunan anggaran penjualan pada kelompok usaha industri. Disamping itu sehubungan dengan rencana, maka perlu dibuat juga anggaran-anggaran biaya penjualan serta jadwal penerimaan hasil penjualan. Kesemuanya ini cara dan metodenya sama dengan apa yang telah dilakukan pada kelompok jenis usaha industri ( lihat tabel A.1. halaman :98 dan tabel A.2. halaman.99 ) b.2.2. Anggaran Persediaan/Pengadaan Barang.

Pengertian anggaran ini sama dengan pengertian anggaran produksi pada kelompok industri, anggaran ini menunjukkan berapa jumlah barang yang harus disediakan dalam satu jangka waktu untuk mendukung rencana penjualan dimasa yang akan datang.

Formulasi untuk menghitung besarnya jumlah ini adalah sebagai berikut :  Rencana penjualan Rp………

 Stock akhir diinginkan Rp………+

 Jumlah Persediaan Barang Rp………

 Stock awal yang tersedia Rp………-

 Rencana Pembelian Barang Rp………

============

Anggaran ini biasanya dibuat dalam jangka waktu satu tahun ataupun 6 bulan, yang kemudian dapat dialokasikan dalam bentuk bulanan, pertriwulan atau bahkan perminggu.

Sehubungan dengan anggaran ini, maka yamng perlu dipertimbangka adalah kebijaksanaan dalam menentukan persediaan.

Dari hasil anggaran pengadaan barang/pembelian barang, maka dengan sendirinya menimbulkan pengeluaran untuk pembayaran atas pembelian barang tersebut. Dalam menentukan anggaran pembayaran ini yang perlu dipertimbangkan adalah syarat pembayarannya. Berdasarkan syarat-syarat pembayaran dapat dibuat daftar rencana pembayaran. Formulasi dan bentuk rencana yang timbul sama dengan rencana pembayaran pada jenis usaha industri sebagaimana terlihat pada tabel 4l A.5 halaman ….

189 | M a n a j e m e n O p e r a s i J a s a K e u a n g a n M i k r o S y a r i a h Di samping itu formulasi dan bentuk dari anggaran pengadaan barang ini dapat dilihat pada tabel A.4. halaman 101.

b.2.3. Anggaran Biaya Umum dan Administrasi

Pengertian dari pada anggaran ini tidak jauh berbeda seperti pada Biaya Umum & administrasi untuk menunjang kelancaran jalannya kegiatan usaha untuk ini diperlukan perkiraan berapa kebutuhan dana untuk biaya umum dan administrasi yang diperlukan. Sama halnya dengan anggaran biaya umum dan administrasi pada kelompok jenis usaha industri, maka unsur-unsur biauya ini dibagi atas tiga kelompok yang terdiri dari :

 Kelompok Biaya Personalia.

 Kelompok Biaya Umum dan adminsitrasi.

 Kelompok Biaya penyusurtan/penghapusan.

Formulasi dan bentuk dari pada anggaran ini dapat dilihat pada tabel A.8. halaman 105 pada kelkompok industri. Hanya disini tidak ada mesin-mesin karena tidak ada kegiatan produksi yang akan dilakukan.

b.2.4. Anggaran Kas ( Proyeksi Arus Kas ).

Tujuan daripada anggaran kas antara lain adalah untuk melihat : - Berapa besarnya dana yang diperlukan.

- Bagaimana cara penggunaan dana. - Berapa lama dana tersebut diperlukan. - Bagaimana cara pelunasannya.

- Berapa besar setiap pencicilan pelnasan tersebut.

Dalam menyusun anggaran kas diperlukan data sebagai berikut: - Proyeksi daripada penerimaan uang tunai.

- Proyeksi pengeluaran uang tunai yang meliputi : * Besarnya pembayaran utang dagang

* Besarnya pembelian barang secara tunai * Biaya-biaya penjualan

* Biaya-biaya umum dan administrasi

Dalam dokumen MANAJEMEN OPERASI JASA KEUANGAN MIKRO ISLAM (Halaman 176-195)

Dokumen terkait