EARNING ASSETS PRODUKTIF
38. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP GOVERNMENT GUARANTEE ON LIABIILITIES
KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM PAYMENT OF COMMERCIAL BANK
Sejak tahun 1998, Pemerintah menjamin kewajiban bank umum yang meliputi giro, tabungan, deposito berjangka dan deposito on-call, obligasi, surat berharga, pinjaman antar bank, pinjaman yang diterima, letters of credit, akseptasi L/C, swap mata uang dan kewajiban kontinjen lainnya seperti bank garansi, standby letters of credit, performance bonds dan kewajiban sejenis selain yang dikecualikan seperti pinjaman subordinasi dan kewajiban kepada direktur, komisaris dan pihak terkait dengan Bank.
Berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan No 179/KMK.017/2000 tanggal 26 Mei 2000, sebagaimana diubah dengan keputusan Menteri Keuangan No 84/KMK.06/2004 tanggal 27 Pebruari 2004 dan No 189/KMK.06/2004 tanggal 8 April 2004, Pemerintah menjamin kewajiban tertentu dari bank berdasarkan program penjaminan yang berlaku bagi bank umum. Jaminan Pemerintah ini berlaku hingga 21 September 2005.
Berdasarkan Undang-Undang No 24 tanggal 22 September 2004, efektif sejak tanggal 22 September 2005 Lembaga Penjaminan Simpanan (LPS) dibentuk untuk menjamin kewajiban tertentu bank-bank umum berdasarkan program penjaminan yang berlaku. Berdasarkan Surat Unit Pelaksana Penjaminan Pemerintah (UP3) No S235/UP/III/2005 pada tanggal 17 Maret 2005 yang menyatakan bahwa sejak tanggal 18 April 2005, kewajiban pembayaran bank yang dijamin hanya meliputi simpanan dan pinjaman yang diterima dari bank lain dalam bentuk transaksi pasar uang antar bank. Selanjutnya program penjaminan Pemerintah akan berakhir pada tanggal 22 September 2005. Ketentuan mengenai pengurangan dan pengakhiran program penjaminan ini merupakan penegasan dari ketentuan dalam Keputusan Presiden No 95 Tahun 2004.
Since 1998, the Government guarantees commercial banks’ liabilities such as current accounts, savings, time deposits, deposit on-call, bonds, securities, interbank loans, letter of credit, L/C acceptance, currency swap and other contingent liabilities such as bank guarantee, standby letters of credit, performance bonds and similar liabilities, except for subordinateds and liabilities to directors, commissioners and related parties.
In accordance with the Minister of Finance decision No 179/KMK.017/2000 dated May 26, 2000, as amended by Minister of Finance decision No 84/KMK.06/2004 dated February 27, 2004 and No 189/KMK.06/2004 dated April 8, 2004, the Government guarantees banks’ liabilities based on the prevailing guarantee program for commercial banks. The guarantee was valid until September 21, 2005.
According to Law No 24 dated September 22, 2004, effective from September 22, 2005, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) guarantees certain commercial banks liabilities based on the prevailing guarantee program.
Based on the the Letter of UP3 No S235/UP/III/2005 dated March 17, 2005, commencing April 18, 2005, banks’ payment liabilities are guaranteed only for deposits and loans receive from other bank in the form of interbank money market transactions. The Government’s guarantee program ended on September 22, 2005. Regulation concerning the cancellation and ending of this guarantee program is based on the President of the Republic of Indonesia decision letter No 95/2004.
38. JAMINAN PEMERINTAH TERHADAP 38.GOVERNMENT GUARANTEE ON LIABIILITIES
KEWAJIBAN PEMBAYARAN BANK UMUM PAYMENT OF COMMERCIAL BANK
(Lanjutan) (Continued)
Berdasarkan Salinan Peraturan Lembaga Penjamin Simpanan No 1/PLPS/2005 pada tanggal 26 September 2005 tentang Program Penjaminan Simpanan yang menyatakan bahwa sejak tanggal 22 September 2005. Lembaga Penjamin Simpanan menjamin simpanan yang meliputi giro, deposito, sertifikat deposito, tabungan, dan atau bentuk lain yang dipersamakan dengan itu yang merupakan simpanan yang berasal dari masyarakat termasuk yang berasal dari bank lain. Saldo yang dijamin untuk setiap nasabah pada satu Bank adalah : a. Seluruhnya, sejak tanggal 22 September 2005
sampai dengan 21 Maret 2006;
b. Maksimum sebesar Rp 5.000.000.000 sejak tanggal 22 Maret 2006 sampai dengan 21 September 2006;
c. Maksimum sebesar Rp 1.000.000.000 sejak tanggal 22 September 2006 sampai dengan 21 Maret 2007;
d. Maksimum sebesar Rp 100.000.000 sejak tanggal 22 Maret 2007,
Pada tanggal 13 Oktober 2008, Presiden menetapkan PP No 66 Th 2008 tentang besaran nilai simpanan yang dijamin LPS menjadi maksimum Rp 2.000.000.000.
Beban Premi Penjaminan yang dibayar selama tahun 2008, 2007, dan 2006 masing-masing sebesar Rp 3.045.697.919, Rp 2.026.495.126, dan Rp 1.390.879.958.
Based on the copy of Regulation of LPS No 1/PLPS/2005 dated September 26, 2005, commencing September 22, 2005, LPS guarantees deposit such as current account, deposit, deposit certificate, saving or other similar accounts. Guaranteed amount for each customer in one bank is as follows :
a. Entire deposits from September 22, 2005 until March 21, 2006
b. Maximum of Rp 5,000,000,000 from March 22, 2006 until September 21, 2006;
c. Maximum of Rp 1,000,000,000 from September 22, 2006 until March 21, 2007;
d. Maximum of Rp 100,000,000 from March 22, 2007,
On October 13, 2008, the President of the Republic of Indonesia approved the Government Regulation No 66 Year 2008 regarding the amount guaranteed by LPS to a maximum of Rp 2,000,000,000.
Guarantee premium expense paid as of 2008, 2007 and 2006 are Rp 3,045,697,919, Rp 2,026,495,126 and Rp 1,390,879,958, respectively.
39. POSISI DEVISA NETO 39. NET OPEN POSITION
Sesuai ketentuan Bank Indonesia, Bank diwajibkan memelihara Posisi Devisa Neto (PDN) setinggi- tingginya 20% atas modal Tier I dan Tier II. Posisi Devisa Neto secara keseluruhan adalah penjumlahan dari nilai absolut atas selisih aktiva dan pasiva di neraca untuk setiap valuta asing ditambah dengan selisih tagihan dan kewajiban dalam bentuk komitmen dan kontinjensi.
In accordance with Bank Indonesia regulation, the Bank is required to maintain net open position for a maximum of 20% of capital Tier I and Tier II. The aggregate net open position is the total amount of the absolute values of the net difference between assets and liabilities denominated in each foreign currency plus the net difference of receivables and payables of commitments and contingencies.
39. POSISI DEVISA NETO (Lanjutan) 39. NET OPEN POSITION (Continued) Berikut adalah Posisi Devisa Neto per mata uang
dan posisi aset dan kewajiban dalam mata uang asing pada tanggal 31 Desember 2008, sesuai dengan peraturan Bank Indonesia (ekuivalen Rupiah):
Net Open Position by currency and assets and liabilities denominated in foreign currency as of December 31, 2008 are as follows :
Posisi Devisa Neto Net Open Position:
ASET/ASSET KEWAJIBAN/LIABILITIES BERSIH –ABSOLUT/
ABSOLUTE-NET