BAB III ANALISIS DAN PERANCANGAN
III.2 Perancangan Sistem
III.2.4 Jaringan Semantik
Untuk mengetahui keterhubungan dari setiap tampilan yang dibuat dapat menggunakan jaringan semantik. Gambar III.22 berikut adalah jaringan semantik pada “Aplikasi Translator BahasaIndonesia-Sunda BerbasisMobile”.
47
BAB IV
IMPLEMENTASI DAN PENGUJIAN SISTEM
IV.1. Implementasi
Tahapan implementasi merupakan tahap penciptaan perangkat lunak, tahap kelanjutan dari kegiatan perancangan sistem. Tahap ini merupakan tahap dimana sistem siap untuk dioperasikan yang terdiri dari penjelasan mengenai lingkungan implementasi dan implementasi program.
IV.1.1. Implementasi Perangkat Keras
Perangkat keras yang digunakan untuk melakukan implementasi dan pengujian aplikasi yaitu sebagai berikut :
Tabel IV.1 Implementasi Perangkat Keras
Perangkat Keras Keterangan
Processor 800 Mhz
Layar Monitor 320x240 px
Memori 512 Internal
IV.1.2. Implementasi Perangkat Lunak
Spesifikasi perangkat lunak yang dibutuhkan untuk mengimplementasikan perangkat lunak antara lain sebagai berikut.
Tabel IV.2 Implementasi Perangkat Lunak
Perangkat Lunak Keterangan
Sistem Operasi Android 4.1.2 Jelly Bean
Code editor ADT Eclipse Bundle For Windows
IV.1.3. Implementasi Basis Data
Implementasi basis data aplikasi translator yang dibangun menggunakan SQLite Manager. Adapun implementasi basis data yang dibangun adalah sebagai berikut :
Tabel IV.3 Implementasi Basis Data
No Nama Tabel Perintah Sql
1 Indonesia CREATE TABLE "indonesia" ("_id" INTEGER PRIMARY KEY ,"ind" TEXT,"snd" TEXT DEFAULT (null) , "Sunda_halus" TEXT) 2 Sunda CREATE TABLE "sunda" ("_id" INTEGER
PRIMARY KEY ,"snd" TEXT DEFAULT (null) ,"ind" TEXT)
3 Tb_katadasar CREATE TABLE `tb_katadasar`
( id_ktdasar INTEGER PRIMARY KEY AUTOINCREMENT , katadasar TEXT)
IV.1.4. Implementasi Antarmuka
Pada bagian ini akan ditampilkan implementasi antarmuka menu utama, menu sunda-indonesia, menu indonesia-sunda.
IV.1.4.1. Implementasi Antarmuka Menu Utama
Berikut adalah Implementasi Antarmuka Menu Utama yang ditunjukkan oleh gambar di bawah ini.
IV.1.4.2. Implementasi Antarmuka Menu Sunda – Indonesia
Berikut adalah implementasi antarmuka menu Sunda – Indonesia yang ditunjukan oleh gambar di bawah ini.
Gambar IV.2 Tampilan Menu Sunda – Indonesia
IV.1.4.3. Implementasi Antarmuka Menu Indonesia – Sunda
Berikut adalah implementasi antarmuka menu Indonesia – Sunda yang ditunjukan oleh gambar di bawah ini.
IV.2. Pengujian Sistem
Dalam melakukan pengujian terhadap aplikasi ini dilakukan dengan pengujian black-box. Adapun pengujian black box berfokus pada menemukan kesalahan program.
IV.2.1.1 Skenario Pengujian
Skenario pengujian menjelaskan pengujian terhadap sistem yang ada pada aplikasi “Translator bahasa Indonesia – Sunda , Sunda – Indonesia berbasis
Mobile”. Skenario pengujian dari aplikasi ini dapat dilihat pada tabel di bawah ini. Tabel IV.4. Skenario Pengujian
Pengujian Aplikasi
Item Uji Detail Uji Jenis Uji
Pilih Indonesia – Sunda Menampilkan kolom input pencarian dalam bahasa Indonesia
Black box
Pilih Sunda – Indonesia Menampilkan kolom input pencarian dalam bahasa Sunda
Black box
Menutup aplikasi Memilih menu exit Black box
IV.2.1.2 Pengujian Black Box
Tabel IV.5 berikut adalah hasil pengujian black box yang dilakukan sesuai skenario pengujian yang telah dirancang sebelumnya :
Tabel IV.5. Hasil Pengujian Black Box Pengujian Indonesia – Sunda
Masukan Hasil yang diharapkan Hasil Pengujian
Masukan kata dalam bahasa Indonesia
Menampilkan hasil
terjemahan kata dalam bahasa Sunda secara kasar dan halus
[√] diterima [ ]
ditolak
bahasa Indonesia terjemahan kalimat dalam bahasa Sunda secara kasar dan halus
ditolak
Pengujian Sunda – Indonesia Masukan kata dalam
bahasa Sunda
Menampilkan hasil
terjemahan kata dalam bahasa Indonesia
[√] diterima [ ]
ditolak
Masukan kalimat dalam bahasa Sunda
Menampilkan hasil terjemahan kalimat dalam bahasa Indonesia
[√] diterima [ ]
ditolak
Pengujian Menu Exit
Sentuh Menu Exit Sistem Menutup Aplikasi [√] diterima [ ]
ditolak
IV.2.2. Pengujian Whitebox
Di bawah ini merupakan kasus algoritma penggabungan kata menjadi kalimat untuk menguji perangkat lunak yang sudah dibangun dengan menggunakan metode white box, berdasarkan skenario pengujian aplikasi yang sudah dijabarkan.
a. Algoritma Penggabungan Kata
Pengujian Algoritma Penggabungan Kata No
1.
//inisialisasi
final Cari this_class = this; final static int SND2IND = 0; final static int IND2SND = 1;
final String arrow = String.format("%c", 0x2192);
final String[] not_found = {"kecap teu kapendak", "Kata tidak ditemukan."};
2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. ListView result; TextView label;
ArrayList<String> list_result = new ArrayList<String>(); ArrayAdapter<String> adapter;
private int MODE;
private SQLiteDatabase db = null; private Cursor kamusCursor = null;
private DBKamusHelper db_kamus_helper; public void onCreate(Bundle savedInstanceState) { super.onCreate(savedInstanceState);
setContentView(R.layout.search); /* UI Initialization */
this.initUI();
Button button = (Button) findViewById(R.id.terjemahkan); textbox=(EditText) findViewById(R.id.text);
arti1=(EditText) findViewById(R.id.editText1);
button.setOnClickListener(new View.OnClickListener() { public void onClick(View v) {
arti1.setText(translate(textbox.getText().toString()),TextView.BufferType. EDITABLE);
} } ) ;
/* Open Database File */
db_kamus_helper = new DBKamusHelper(this); try { db_kamus_helper.openDataBase(); db = db_kamus_helper.getReadableDatabase(); } catch(SQLException sqle){ throw sqle;
14. 15. 16 17. 18. 19. . 20. 21. 22 23. 24. 25. 26. } }
protected void initUI() {
MODE = this.getIntent().getExtras().getInt("MODE", 0); label = (TextView) findViewById(R.id.label);
textbox = (EditText) findViewById(R.id.text); result = (ListView) findViewById(android.R.id.list); arti1 = (EditText) findViewById(R.id.editText1); switch(MODE) {
default:
case SND2IND:
label.setText("Sunda "+arrow+" Indonesia :"); textbox.setHint("pilari kecap..");
break; case IND2SND:
label.setText("Indonesia "+arrow+" Sunda :"); textbox.setHint("cari kata..");
break; }
}
protected String translate(String text) {
// TODO Auto-generated method stub String query; String[] kata=text.split(" "); for(int i=0;i<kata.length;i++){ switch(MODE) { default: case SND2IND:
query = "SELECT * FROM sunda where snd=\"" +kata[i]+"\""; break;
27. 28. 29. 30. 31. 32. 33. 34. 35. 36.
query = "SELECT * FROM indonesia where ind=\"" +kata[i]+"\"" ; break;
} try{
kamusCursor = db.rawQuery(query, null); kamusCursor.moveToFirst(); kata[i]=kamusCursor.getString(2); } catch(Exception e){ kata[i]=kata[i]; } } text=""; for(int u=0;u<kata.length;u++){ text+=" "+kata[u]+" "; } return text; } }
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 22 b. Flow Graph Keterangan : = Menggambarkan Kondisi = Menggambarkan Aksi
c. Cyclomatic Complexity V(G) V(G) = E – N + 2
Di mana :
E adalah edge = Jumlah Aksi, dan N adalah node = Jumlah Kondisi. Jadi : V(G) = 39 edge – 36 node + 2 = 5 d. Idependent path Path 1 = 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29-30-31-32-33-34-35-36 Path 2 = 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29-30-31-32-33-34-35-36 Path 3 = 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-24-25-26-27-28-29-30-31-32-33-34-35-36 Path 4 = 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29-30-31-23-24-25-26-27-28-29-30-31-32-33-34-35-36 Path 5 = 1-2-3-4-5-6-7-8-9-10-11-12-13-14-15-16-17-18-19-20-21-22-23-24-25-26-27-28-29-30-31-32-33-34-33-34-35-36
e. Graph Matriks
Tabel IV.6 Flow Graph
IV.2.3. Pengujian Beta
Pengujian beta merupakan pengujian yang dilakukan secara objektif. Pengujian dilakukan terhadap 30 responden yang merupakan pengguna berumur 18 tahun ke atas. Responden disesuaikan dengan analisis pengguna dimana kriteria secara umumnya adalah bisa menggunakan smartphone android, laki-laki atau perempuan, bisa membaca dengan lancar. Metodologi penelitiannya
adalah dengan metode deskriptif yaitu salah satu jenis metode penelitian yang berusaha menggambarkan dan menginterpretasi objek sesuai dengan apa adanya.
Pengujian yang dilakukan adalah dengan cara membagikan Kuisioner, dilakukan untuk mengetahui ketertarikan pengguna dalam mempelajari bahasa sunda, dan untuk mengetahui apakah aplikasiini bisa menjadi sarana pembelajaran bahasa sunda di lingkungan pengguna.
Berikut ini adalah daftar pertanyaan kuisioner yang diberikan, serta hasil yang didapat setelah nilainya dihitung.
1. Pertanyaan Kuesioner
1. Apakah anda setuju aplikasi ini membantu dalam mempelajari Bahasa Sunda?
2. Apakah anda setuju aplikasi ini membuat anda mudah dalam mempelajari bahasa Sunda?
3. Apakah anda setuju aplikasi ini mudah untuk digunakan?
4. Apakah anda setuju tampilan antarmuka dalam aplikasi ini menarik? 5. Apakah anda setuju aplikasi translator ini perlu dikembangkan lagi dalam
jangka waktu ke depan ?
Berdasarkan data yang dihasilkan dari kuesioner, dilakukan perhitungan menggunakan skala likert. Skala Likert adalah metode perhitungan yang digunakan untuk keperluan riset atas jawaban setuju atau tidaknya seorang responden terhadap suatu pernyataan. Untuk menghitung skor maksimum tiap jawaban, dengan mengalikan skor dengan jumlah keseluruhan responden, yaitu skor dikali 30 responden.
Tabel IV.7 Skor Maksimum Jawaban Skor Skor Maksimum (Skor * Jumlah Koresponden) Sangat Setuju 5 150 Setuju 4 120 Ragu-ragu 3 90 Tidak Setuju 2 60 Sangat Tidak Setuju 1 30
2. Skenario Pengujian Kuesioner
Berikut ini adalah hasil persentase masing – masing jawaban yang sudah dihitung nilainya. Kuesioner ini telah diujikan kepada 30 orang calon pengguna aplikasi translator bahasa Indonesia – Sunda, Sunda –
Indonesia. Hasil perhitungan persentase masing – masing jawaban dapat dilihat pada tabel berikut :
1. Apakah anda setuju aplikasi ini membantu dalam mempelajari Bahasa Sunda?
Tabel IV.8 Hasil Kuesioner Pertanyaan 1
Pertanyaan Jawaban
Sko
r Responden Jumlah Nilai Presentase
Skor (%) Sangat Setuju 5 0 0 Setuju 4 16 64 (106:150)x100= 1 Ragu-ragu 3 14 42 70,6% Tidak Setuju 2 0 0 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 Jumlah 30 106
STS TS RG ST SS 106 0 30 60 90 120 150
Jadi berdasarkan pengolahan data yang diperoleh dari 30 responden, maka
rata-rata 106 terletak pada kriteria setuju.
2. Apakah anda setuju aplikasi ini membuat anda mudah dalam mempelajari bahasa Sunda?
Tabel IV.9 Hasil Kuesioner Pertanyaan 2
Jumlah Nilai Presentase Pertanyaan Jawaban Skor Responden
Skor (%) Sangat Setuju 5 3 15 Setuju 4 10 40 (106:150)x100= 2 Ragu-ragu 3 17 51 70,6% Tidak Setuju 2 0 0 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 Jumlah 30 106 STS TS RG ST SS 106 0 30 60 90 120 150
Jadi berdasarkan pengolahan data yang diperoleh dari 30 responden, maka rata-rata 106 terletak pada kriteria setuju.
3. Apakah anda setuju aplikasi ini mudah untuk digunakan? Tabel IV.10 Hasil Kuesioner Pertanyaan 3
Pertanyaan Jawaban Skor Responden Jumlah Nilai Presentase
Skor (%) Sangat Setuju 5 3 30 Setuju 4 9 36 (110:150)x100= 3 Ragu-ragu 3 18 54 73,3% Tidak Setuju 2 0 0 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 Jumlah 30 110 STS TS RG ST SS 110 0 30 60 90 120 150
Jadi berdasarkan pengolahan data yang diperoleh dari 30 responden, maka rata-rata 110 terletak pada kriteria setuju.
4. Apakah anda setuju tampilan antarmuka aplikasi ini menarik? Tabel IV.11 Hasil Kuesioner Pertanyaan 4
Pertanyaan Jawaban Skor Responden Jumlah Nilai Presentase Skor (%) Sangat Setuju 5 2 10 Setuju 4 9 36 (103:150)x100= 4 Ragu-ragu 3 19 57 68,6% Tidak Setuju 2 0 0 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 Jumlah 30 103 STS TS RG ST SS
103 0 30 60 90 120 150
Jadi berdasarkan pengolahan data yang diperoleh dari 30 responden, maka rata-rata 103 terletak pada kriteria setuju.
5. Apakah anda setuju aplikasi translator ini perlu dikembangkan lagi dalam jangka waktu ke depan ?
Tabel IV.12 Hasil Kuesioner Pertanyaan 5
Pertanyaan Jawaban Skor Responden Jumlah Nilai Presentase
Skor (%) Sangat Setuju 5 5 25 Setuju 4 21 84 (121:150)x100= 5 Ragu-ragu 3 4 12 80,6 % Tidak Setuju 2 0 0 Sangat Tidak Setuju 1 0 0 Jumlah 30 121 STS TS RG ST SS 121 0 30 60 90 120 150
Jadi berdasarkan pengolahan data yang diperoleh dari 30 responden, maka rata- rata 121 terletak pada kriteria sangat setuju.
IV.2.3.1Kesimpulan Pengujian Beta
Berdasarkan hasil persentase jawaban setiap user atau responden terhadap pertanyaan yang diajukan pada pengujian beta dapat ditarik kesimpulan bahwa aplikasi yang dibangun memiliki tampilan yang menarik, mudah digunakan. Oleh karena itu bisa disimpulkan aplikasi ini sebagai sarana pembelajaran yang lebih mudah untuk dipahami.
65
BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
V.1 Kesimpulan
Berdasarkan hasil implementasi dan pengujian yang dilakukan pada aplikasi translator bahasa Indonesia – Sunda, Sunda - Indonesia dapat diambil kesimpulan bahwa aplikasiini dapat :
1. Membuat Orang-orang dapat menerjemahkan bahasa Sunda –
Indonesia, Indonesia - Sunda dengan menggunakan aplikasi ini.
2. Membuat pengguna agar lebih memahami Undak Usuk Basa Sunda (UUBS) yang baik dan benar.
V.2. Saran
Aplikasi ini belum luput dari kesalahan dan masih banyak kekurangan. Oleh karena itu berikut adalah saran untuk pengembangan aplikasi
ini agar lebih baik :
1. Database dalam aplikasi ini masih belum lengkap karena keterbatasan dalam penambahan kata. Perlunya penambahan kata kedalam database agar aplikasi ini bisa lebih optimal.
2. Dari segi tampilan yang masih sederhana ada baiknya untuk pengembangan sistem kedepannya lebih dibuat semenarik mungkin
Nama : Wildan Hamdani
Jenis kelamin : Laki-laki
Tempat, tanggal lahir : Garut, 16 November 1991
Agama : Islam
Kewarganegaraan : Indonesia
Status : Belum kawin
Anak ke : 2 dari 2 bersaudara
Alamat : Jl.Sekeloa Kubang Sari 1 No.32,
Bandung 40133
Telepon : +6289604119183
E-mail : [email protected]
2. RIWAYAT PENDIDIKAN
1997 – 2003 : Sekolah Dasar Negeri Paminggir VII 2003 – 2006 : Sekolah Menengah Pertama Negeri 2 Garut 2006 – 2009 : Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Garut
2009 – sekarang : Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer Jurusan Teknik Informatika Universitas Komputer Indonesia
(UNIKOM)
Demikian riwayat hidup ini saya buat dengan sebenar-benarnya dalam keadaan sadar dan tanpa paksaan.
Bandung
1
Bahasa Sunda merupakan bahasa yang digunakan oleh sebagian besar masyarakat Jawa Barat. Bahasa Sunda dituturkan oleh sekitar 27 juta orang dan merupakan bahasa dengan pengguna terbanyak kedua di Indonesia setelah Bahasa Jawa [1]. Mempelajari bahasa Sunda tidaklah semudah yang diucapkan karena dalam bahasa Sunda terdapat tingkatan-tingkatan bahasa yang digunakan, Undak Usuk Basa Sunda (UUBS) memiliki tiga tingkatan pokok, yaitu kasar, sedang, dan halus,yang setiap tingkatannya itu memilki dua fungsi atau tahapan masing-masing, sehingga keseluruhan tingkatan UUBS menjadi enam tahap, yakni bahasa kasar, sangat kasar, sedang, menengah, halus, dan sangat halus [2].
Perkembangan bahasa Sunda kini berada dalam kondisi yang sangat mengkhawatirkan [3]. Hal tersebut dikarenakan bahasa ini sudah banyak ditinggalkan. Bagi sebagian orang, bahasa Sunda sudah tidak akrab lagi karena tergantikan bahasa lainnya, khususnya bahasa Indonesia. Kondisi ini pun sebenarnya tidak terlalu salah namun, kekeliruan dalam menggunakan bahasa Indonesia telah menggusur peran bahasa Sunda sebagai bahasa daerah asli Jawa Barat.
Berdasarkan wawancara kepada 30 responden masyarakat yang asli Jawa Barat dan pendatang mengenai pemahaman bahasa Sunda. Masyarakat asli Jawa Barat kurang menguasai Undak Usuk Basa Sunda (UUBS) dikarenakan mereka cenderung menggunakan bahasa Sunda kasar, yang selayaknya digunakan kepada orang yang lebih muda. Bahasa Sunda yang seharusnya digunakan kepada orang tua atau orang yang lebih tua sudah sangat jarang diterapkan. Selain dari pada itu orang-orang di luar jawa barat yang berkunjung atau akan menetap kesulitan untuk berkomunikasi secara interaktif dengan penduduk asli Jawa Barat. Orang–orang yang telah mengerti bahasa Sunda pada umumnya lebih sering berkomunikasi langsung
dengan bahasa Sunda, tetapi itu menjadi suatu kesulitan bagi orang yang tidak mengerti bahasa Sunda. Pada umumnya orang–orang yang tidak mengerti bahasa Sunda kesulitan dalam menerjemahkan bahasa Sunda dalam suatu kalimat, karena jika mereka menterjemahkan kata demi kata memerlukan proses dan waktu yang cukup lama.
Setiap bahasa memiliki kamus tersendiri untuk menerjemahkannya ke bahasa lain. Adanya kamus tersebut akan memudahkan seseorang mengerti maksud dari kata suatu bahasa, salah satunya adalah kamus bahasa Sunda. Kamus bahasa Sunda juga mengalami kemanjuan karena perkembangan teknologi. Kamus bahasa Sunda yang awalnya hanya tersedia dalam bentuk cetak, sekarang ini sudah tersedia dalam bentuk online [4]. Kamus bahasa Sunda saat ini, semakin berkembang dengan dibangunnya Aplikasi Kamus Bahasa Sunda – Indonesia pada smartphone berbasis Android [5]. Namun solusi yang ada saat ini dirasa masih belum efektif dikarenakan aplikasi kamus bahasa Sunda yang ada tidak dapat menerjemahkan satu kalimat, karena jika mereka menerjemahkan kata demi kata memerlukan proses dan waktu yang cukup lama.
Solusi yang ditawarkan dari permasalahan yang telah dipaparkan sebelumnya adalah membangun sebuah aplikasi translator berbasis mobile yang dapat memasukkan kata atau kalimat dalam bahasa Indonesia, lalu menerjemahkannya ke dalam bahasa Sunda atau sebaliknya.
Aplikasi ini diharapkan mampu membantu orang-orang mengerti dan paham tentang Undak Usuk Basa Sunda (UUBS) yang baik dan benar, dan orang-orang yang tidak mengerti bahasa Sunda menjadi tertarik untuk mempelajari bahasa Sunda dengan menggunakan aplikasi ini.
I.2. Perumusan Masalah
Bagaimana membangun aplikasi translator bahasa Indonesia – Sunda, Sunda
– Indonesia berbasis mobile dalam suatu kalimat.
I.3. Maksud dan Tujuan
Maksud dari pembangunan aplikasi ini adalah membangun aplikasi translator
bahasa Indonesia – Sunda berbasis mobile sebagai sarana untuk membantu orang yang memepelajari bahasa Sunda.
Adapun tujuan yang hendak dicapai dalam pembangunan aplikasi ini adalah: 1. Pengguna dapat menerjemahkan bahasa Sunda – Indonesia, Indonesia - Sunda
dengan menggunakan aplikasi ini.
2. Pengguna agar lebih memahami Undak Usuk Basa Sunda (UUBS) yang baik dan benar.
I.4. Batasan Masalah
Batasan pada sistem yang akan dibangun adalah sebagai berikut:
1. Target pengguna untuk 18 tahun ke atas, dan untuk masyarakat umum yang ingin belajar bahasa sunda.
2. Sistem yang dibangun berbasis mobile.
3. Data yang diolah pada aplikasi kamus ini adalah data bahasa Indonesia dan bahasa Sunda.
4. Tingkatan bahasa sunda yang dihasilkan yaitu kasar dan halus
5. Keluaran yang dihasilkan dari aplikasi ini adalah bahasa Sunda atau bahasa Indonesia.
6. Perangkat lunak yang akan digunakan adalah :
a. Eclipse bundle for windows / linux ( android developer tool )
b. Android SDK ( Software Development Kit )
7. Pemodelan analisis yang digunakan adalah pemodelan dengan berorientasi objek dan menggunakan tools UML.
I.5. Metodologi Penelitian
Metodologi penelitian yang diterapkan oleh penulis dalam penelitian ini adalah metode deskriptif (descriptive research), yaitu metode dalam penelitian suatu kasus dengan cara menuturkan pemecahan masalah dan pengumpulan data sebagai gambaran keadaan objek yang diteliti berdasarkan fakta – fakta yang ada. Metode penelitian yang dilakukan terdiri dari metode pengumpulan data dan metode pembangunan perangkat lunak.
I.5.1. Metode Pengumpulan Data
Metode Pengumpuan data yang digunakan dalam penulisan skripsi ini adalah sebagai berikut:
1. Studi Literatur
Pengumpulan data dengan cara mengumpulkan literatur, jurnal, paper dan bacaan-bacaan yang ada kaitannya dengan bahasa Sunda, bahasa Indonesia dan pembangunan aplikasi translator berbasis mobile.
2. Wawancara
Wawancara merupakan proses memperoleh keterangan yang bertujuan unjuk penelitian dengan cara tanya jawab langsung atau wawancara kepada responden. Teknik pengumpulan data dengan mengadakan tanya jawab secara langsung kepada masyarakat tentang cara penggunaan bahasa Sunda dalam kehidupan sehari-hari.
I.5.2. Tahap Pembuatan Perangkat Lunak
Berdasarkan sumber yang didapatkan dari Ian Sommerville [6],bahwa model pengembangan dalam membangun aplikasi ini menggunakan model waterfall. Alasan
dipilihnya model waterfall karena tahapan prosesnya sangat tepat dan sesuai dalam pengembangan suatu perangkat lunak,yang meliputi beberapa proses diantaranya: a. Analisis dan definisi persyaratan
Tahapan saat mendefinisikan secara rinci batasan dan tujuan aplikasi yang akan dibangun, melalui observasi dan wawancara dengan user (pengguna) sistem. Persyaratan ini kemudian berfungsi sebagai spesifikasi sistem.
b. Perancangan sistem dan perangkat lunak
Proses perancangan sistem membagi persyaratan dalam aplikasi perangkat keras atau perangkat lunak. Kegiatan ini menentukan arsitektur sistem secara keseluruhan. Perancangan perangkat lunak melibatkan identifikasi dan deskripsi abstraksi aplikasi yang mendasar dan hubungan-hubungannya.
c. Implementasi dan pengujian unit
Pada tahap ini, perancangan perangkat lunak di realisasikan sebagai serangkaian program atau unit program. Pengujian unit melibatkan verifikasi bahwa setiap unit telah memenuhi spesifikasi.
d. Integrasi dan pengujian sistem
Unit program atau program individual diintegrasikan dan di uji sebagai sistem yang lengkap untuk menjamin bahwa persyaratan aplikasi telah dipenuhi. Setelah pengujian sistem, aplikasi dikirim kepada user (pengguna).
e. Operasi dan pemeliharaan
Tahapan ini dilakukan untuk pemeliharaan mencakup koreksi dari berbagai error
yang tidak ditemukan pada tahap-tahap terdahulu, perbaikan atas implementasi unit sistem dan pengembangan pelayanan sistem, sementara persyaratan-persyaratan baru ditambahkan. Biasanya (walaupun tidak seharusnya), tahapan ini merupakan fase siklus hidup yang paling lama karena setelah sistem diinstall dan dipakai.
Gambar I.1 Model Waterfall [6] I.6. Sistematika Penulisan
Sistematika penulisan tugas akhir ini disusun untuk memberikan gambaran umum tentang penelitian yang dijalankan. Sistematika penulisan tugas akhir ini adalah sebagai berikut :
BAB I PENDAHULUAN
Bab ini berisikan latar belakang masalah, rumusan masalah, maksud dan tujuan, metodologi penelitian, batasan masalah serta sistematika penulisan.
BAB II LANDASAN TEORI
Bab ini berisikan uraian teori yang berkaitan dengan penelitian, metode, serta
tools yang digunakan.
BAB III. ANALISIS MASALAH DAN PERANCANGAN
Bab ini menganalisis masalah dari yang dihadapi dalam membuat Aplikasi
translator bahasa Sunda – Indonesia.