• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV Temuan Data dan Interpretasi Data Penelitian

4.4 Modal Sosial di Kalangan Pedagang Kacamata Keliling

4.4.1 Jaringan Sosial Pedagang Kacamata Keliling

4.4.1.2 Jaringan Sosial antara Pedagang Kacamata dengan

Hasil observasi dan wawancara yang telah dilakukan terhadap para pedagang kacamata di Kota Pematangsiantar, diketahui bahwa sebagian besar

para pedagang kacamata berbelanja barang kepada toke kacamta yang berada di Pasar Parluasan. Para pedagang kacamata berbelanja kepada toke kacamata yang beretnis Minang dan sudah menjadi langganan sejak pertama kali jualan kacamata. Di Kelurahan Baru, pedagang kacamata yang baru merintis usaha, biasanya akan diajak dan diberi informasi tempat belanja barang kacamata oleh pedagang kacamata yang telah terlebih dahulu berjualan. Di Kelurahan Baru terdapat 2 toke kacamata/pedagang grosir yang sudah lama berjualan kacamata yaitu Ibu Yuhelvi dan Bapak Syahrul. Namun pedagang kacamata lebih banyak membeli kepada satu toke yang ramai pembelinya dan sudah lama saling mengenal yaitu toko kacamata Ibu Yuhelvi. Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Kewan Chaniago sebagai berikut :

“…..saya sudah lama belanja sama toke di pajak, sudah langgananlah karena si toke dulu teman saya waktu SMA, awalnya berjualan pun saya disuruh jualan kacamata sama toke, habis itu saya nyoba jualan kacamata. Saya ikut sama kawan saya jualan ke parapat dua hari nginap, itulah pertama kali saya coba jualan kacamata….” (Hasil Wawancara Tanggal 4 februari 2016)

Hal ini juga sama seperti yang diungkapkan oleh Bapak Dazril Tanjung yaitu: “…..saya kalau belanja sama si evi, kenalnya udah lama taunya

dari saudara. Ada satu toke lagi tapi saya jarang beli kesitu, karena saya uda lama langganan sama si evi.Jadi kalo ngutang uda ngerti. Kalo belanja bisa sama si evi atau ke toko satu lagi tempat adeknya….”(Hasil wawancara pada tanggal 12 november 2015)

Dari penuturan para pedagang di atas, mereka belanja kepada Ibu Yuhelvi karena teman waktu SMA yang memiliki ikatan kesamaan tempat tinggal dan terdapat pedagang yang belanja atas rekomendasi saudaranya yang sudah lama saling mengenal. Selain itu pedagang dengan toke sudah saling mengerti ketika ada pelanggan yang berhutang. Ketika stok barang

habis di toko Ibu Yuhelvi pedagang kacamata belanja barang ke toke kacamata yaitu Bapak Syahrul dan terdapat pedagang yang sudah menjadi pelanggan Bapak Syahrul dalam belanja barang. Toko Beliau terletak tidak jauh dari toko Ibu Yauhelvi di Pajak Parluasan. Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Bapak Bajau yaitu:

“…..saya belanja barang sama si Irul, barang di tokonya enggak banyak kayak si Sapnil, tapi saya belanja sama dia karena dia teman, kerabat saya dan dekat sama kakek saya waktu baru merintis usaha. Saya pun kenal sama si Irul karena kakek saya….” (Hasil wawancara pada tanggal 4 maret 2016)

Hal ini juga sama seperti yang diungkapkan oleh Bapak Lambing Hasibuan yaitu:

“….kalo belanja barang di tempat si Rul, bisa ambil barang ke pajak atau kerumahnya, soalnya si Rul samping rumah tinggalnya. Jadi nanti tinggal ambil barang aja, pakek bon. Uda lama jadi langganan sama si Rul, jadi kalo hutang ya dikasih sama dia dengan syarat bayarnya tepat waktu. Paling lama sebulanlah…..” (Hasil wawancara pada tanggal 12 november 2015)

Beberapa pedagang juga berbelanja barang kepada Bapak Syahrul ketika barang yang di cari di toko Ibu Yuhelvi habis karena banyak belanja, biasanya hal itu terjadi menjelang hari-hari besar. Jadi pedagang beralih belanja ke toko Bapak Syahrul disebabkan pelanggannya tidak banyak seperti Ibu Yuhelvi akan tetapi barang yang diinginkan tersedia. Hal ini seperti yang dikatakan oleh Bapak Budi Ajo yaitu:

“….. saya belanja biasanya ke tempat si evi, tapi kalu uda hari besar kayak lebaran sama tahun baru banyak yang cepat habis stok barang. Pas gak ada baranglah tempat si evi baru saya belanja ke tempat bg syahrul….”(Hasil wawancara pada tanggal 17 november 2015)

Dari hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan terhadap para pedagang kacamata di Kelurahan Baru diketahui bahwa para pedagang berbelanja ke dua toke yang ada di pajak parluasan antara lain toko kacamata Ibu Yuhelvi dan toke kacamata Bapak Syahrul. Dimana pedagang kacamata lebih banyak berbelanja barang kepada Ibu Yuhelvi karena alasan-alasan tertentu seperti teman satu kampung, atas rekomendasikan oleh pedagang kacamata yang lain, kelengkapan barang. Dibandingkan toko Bapak Syahrul, pedagang yang berbelanja merupakan tetangga dekat rumah, teman satu kampung, saudara atau kerabat dekat, atas rekomendasi dari pedagang lain.

4.4.1.3 Jaringan Sosial antara Pedagang Kacamata dengan Pedagang lain dan Pembeli

Jaringan sosial adalah suatu struktur sosial yang dibentuk dari simpul-simpul (atau yang umumnya adalah individu atau organisasi) yang dijalin dengan satu atau lebih tipe relasi spesifik seperti nilai, visi, ide, teman, keturunan, dan lain-lain.Jaringan merupakan sesuatu yang sangat penting dalam usaha dagang, selain itu jaringan dapat memperluas pertemanan dan relasi dalam pekerjaan.Jaringan terbentuk karena adanya tujuan yang sama antara individu satu dengan individu yang lainnya, selain itu komunikasi yang baik antar sesama sangat dibutuhkan untuk mencapai tujuan masing-masing individu.

Seperti di kalangan pedagang kacamata membutuhkan informasi dalam memasarkan usaha dagang kacamata, informasi yang dimaksudkan dalam hal ini adalah lokasi berjualan yang sering dikunjungi masyarakat atau

lokasi yang belum pernah dikunjungi pedagang kacamata keliling.Mendapatkan informasi lokasi berjualan bukan hanya dari sesama pedagang kacamata keliling tetapi juga dari pedagang yang berjualan barang lain dan juga pembeli yang sudah lama dikenal.Seperti yang diungkapkan oleh Bapak Kurnia Rangkuti sebagai berikut :

“….dapat informasi sebenarnya sih dari teman ke teman ya, terkadang ada juga selain pedagang kacamata dia menawarkan tempat wisata dan tempat wisata itupun belum pernah dikunjungi oleh para penjual kacamata….” (Hasil Wawancara Tanggal 4 maret 2016)

Hal ini juga sesuai dengan yang diungkapkan oleh Bapak Yusri Rangkuti yaitu :

“….kalau jualan nanya sama kawan lain yang mau jualan kacamata, kadang sama pedagang yang jual-jual kue ke pekan-pekan. Jadi tau tempat bukan cuma sama pedagang yang jualan kacamata karena ada persaingan juga kan. Kadang-kadang pun ada pedagang lain gak mau kasih tau, paling yang satu genglah yang mau ngasih tau….”(Hasil Wawancara pada tanggal 4 maret 2016)

Dari hasil wawancara dan observasi yang telah dilakukan terhadap para pedagang kacamata di Kelurahan Baru dapat diketahui bahwa jaringan yang terjalin di antara para pedagang kacamata karena adanya rasa percaya, merasa senasib karena memiliki kesamaan etnis, berasal dari kampung yang sama. Pedagang kacamata yang memiliki pembeli atau pelanggan akan tetap setia membeli kepada langganannya karena saling mengenal dan memberikan harga yang standart. Dengan adanya pelanggan, para pedagang akan memilki pemasukan yang yang jelas di setiap berjualan ke berbagai daerah. Selain itu pedagang harus menjalin hubungan baik antar sesama pedagang dan pedagang lain serta hubungan antara pembeli yang menjadi pelanggan.

Dokumen terkait