BAB IV DESKRIPSI LOKASI DAN INTERPRETASI DATA
4.3 Interpretasi Data
4.3.2 Jaringan Sosial Dalam Proses Rekutmen Bank Sumut
Analisis jaringan sosial lebih ingin mempelajari keteraturan individu atau kelompok berperilaku ketimbang keteraturan keyakinan tentang bagaimana mereka khususnya berperilaku (Wafa, 2006:162). Analisis jaringan sosial memulai dengan gagasan sederhana namun sangat kuat, bahwa usaha utama dalam kajian sosiologis adalah mempelajari struktur sosial dalam menganalisis pola ikatan yang menghubungkan anggota-anggota kelompoknya.
Granovetter melukiskan hubungan ditingkat mikro itu seperti tindakan yang melekat dalam hubungan pribadi konkrit dan dalam struktur (jaringan sosial). Hubungan ini berlandaskan gagasan bahwa setiap aktor (individu atau kolektivitas) mempunyai akses terhadap sumber daya yang bernilai seperti kekayaan, kekuasaan, dan informasi (Ritzer, 2006:383).
1. Bekernanya Jaringan Sosial dalam Proses Rekutemen dan Seleksi di Bank Sumut
Alasan paling utama adanya pemanfaatan jaringan sosial yang dalam proses pencarian karyawan baru di Bank Sumut merupakan modal terpenting untuk mempertahankan kelangsungan prekonomian keluarga, khususnya para orangtua yang memiliki anak untu menggantikannya kelak. Membangun jaringan sosial antara para keluarga yang telah bekerja lebih awal di Bank Sumut dengan para petinggi perusahaan agar nantinya mereka dapat memasuki anak kandung atau bahkan saudaranya untuk bekerja.
Para pimpinan perusahaan dan para karyawan yang telah senior membangun jaringan sosial dengan memberikan kepercayan bagi setiap karyawan yang telah lama untuk merekrut satu orang dalam setiap open rekutmen terjadi. Hal ini sesuai dnegan hasil wawancara penulis dengan para karyawan yang berhasil lulus di Bank Sumut.
Fitri Kusuma 26 tahun,
“saya memang awalnya tau tentang openekutmen ini dari saudara saya, dan saya karena pada saat itu merupakan fresgraduet ya saya mencoba, dan berebekal saya punya saudara di Bank Sumut saya yakin juga menjadi salah satu penyebab saya lulus. Karena pada tahap proses wawancara user itu ada timbul pertanyaan bahwa apakah saya memiliki atau mengenal dengan orang dalam. Maka dari situ saya berpikir bahwa adanya orang yang kita kenal itu menajadi salah satu penelian. Temen saya ada yang tidak memiliki keluarga atau kenalan di Bank Sumut padahal dia lebih pinter dari saya tetapi dia tidak lulus. Maka dari itu saya merasa bahwa peran dari jaringan ini berpengaruh”. Syafitri 23 tahun,
“ kalau menurut saya jelas sekali bahwa adanya jaringan itu mempengaruhi, karena saya salah satu contoh yang tidak memiliki orang kenalan atau keluarga, maka pada saya sampai pada tahap wawancara user banyak bagian SDM yang tidak mempercayai itu, awalnya saya mengira mereka menjebak saya biar saya mengaku kalau saya itu
memiliki orang dalam, lalu saya terus berkata bahwa saya tidak memiliki orang dalam,akan tidak seperti hal itu menajdi tambahan penilaian. Ada temen yang saya lihat waktu tes psikotes aja dia kurang serius dan waktu wawancara pertama tidak hadir tetapi sampe ketahap user kemarin dia masih terus lulus.
Kecurigaan Syafitri yang dikatakan kepada peneliti ternyata memempunyai kebenaran yang kuat, hal ini peneliti dapat ketika melakukan observasi langsung dan juga wawancara dengan pihak bank khususnya bagian SDM. Menurut para pimpinan SDM pada saat di wawancara oleh peneliti menyatakan sebagai berikut:
“ mempekerjakan tenaga kerja dari pihak keluarga yang sedarah, saudara sepupu dan tetangga yang rumahnya dekat lokasi rumah membuat proses kerjasama dapat mudah dilakukan, karena adanya saling mengenal satu sama lain antar karyawan. Jaringan sosial yang terbentuk ini akan membuat para karyawan mudah untuk saling berinteraksi dan berkomunikasi satu dengan yang lain. Keluarga dan tetangga dapat memberikan peningkatan sendiri untuk Bank Sumut karena pastinya akan meminta keluarga besarnya untuk menabung di Bank Sumut. Oleh karena itu benar bahwa jaringan keluarga atau kekerabatan ini penting”.
2. Jenis-jenis Jaringan Sosial Pada Proses Rekutmen Bank Sumut
Jenis-jenis jaringan sosial yang terjadi dalam proses rekutmen di Bank Sumut disebabkan oleh berbagai latar belakang antara lain sebagai berikut:
1. Kesamaan daerah asal
Orang-orang yang berasal dari suatu daerah yang sama akan menjadi pendorong individu-individu melakukan hubungan sosial. Hal ini sesuai dengan jaringan sosial kekerabatan bahwa tidak hanya yang memiliki ikatan darah saja akan tetapi yang masih satu daerah atau satu kampung mereka akan saling membantu.
Natalia 24 Tahun, Staff Teller:
“saya yang memberi informasi bahwa Bank Sumut membuka lowongan selain dari internet juga dari om saya, om ini sebenarnya teman ayah saya karena dulu satu kampung ayah kawan lama ayah. Jadi kami minta bantuan om ini agar selama proses seleksi yang berlangsung tidak akan ada masalah dan bisa diterima masuk di sini”.
Shela 35 tahun, pelaksana muda cabang:
“ kalau jaman saya dulu dek memang belum di buka secara umum seperti sekarang ini, ya jelas kalau banyak faktor lain menjadi dasar utama kami bisa bekerja disini. Seperti aku kan, aku bisa mendapat info dari tetangga orang tua di kampung yang anaknya bekerja disini. Maka kami pun mengirim surat lamaran langsung kakntor melalui orang yang kami kenal tersebut, tidak seperi saat ini bisa online”.
2. Ikatan Kekeluargaan/kekerabatan:
Adanya hubungan sedarah atau bahkan masih dalam lingkup keluarga dekat mengharuskan orang-orang yang memiliki ikatan keluarga tersebut memanfaatkan kedekatannya dalam melakukan hubungan sosial ekonomi di kehidupan sehari-hari. Hal ini sesuai dengan yang disampaikan oleh para informan yang penulis wawancarai.
Irma 26 tahun Staff Teller:
“ saya tidak munafik ya dek, memang bener kalau masuk sini itu bisa pakai jalur khusus, temen saya banyak ko yang udah lama kami disini saling cerita kenapa bisa masuk disini ya gitu jawabanya karena adik papa nya ada disini ada yang abang mama nya bahkan mama atau papa nya sendiri yang disini. Sehingga ya masing- masing mengirimkan anaknya lah pas ada open rekutment”.
Gita 35 Tahun, Pelaksana Muda Cabang:
“ jaman saya dulu rata-rata yang masuk itu memang memakai orang dalam dek, karena dulu itu dek Bank Sumut masih belum terbuka sekali untuk umum. Jadi isi karyawan Bank Sumut itu ya memang sodara atau ya saling kenal
lah satu sama lain karena pada dasarnya memang sudah kenal terlebih dahulu. Kalau bukan anak kandung, keponakan bahkan ya tetangganya. Ya termasuk lah saya dek. Menurut saya sih wajar aja kami memanfaatkan jaringan keluarga nantinya juga akan saling bergantian membantu”.
Adrian 31 tahun, Staff Oficer Kantor Cabang Rs. Pringadi:
“ saya bisa tahu dan masuk kerja disini ya karena saudara saya ada di Medan ini lah, saya kan tinggal di Aceh. Kebetulan Bank Sumut dulu menerima pegawai yang bukan putra daerah. Jadi ya saya bisa mendaftar waktu itu bersama saudara saya itu. Selain saya juga punya tamatan sarjana yang sesuai di tambah saya juga mempunyai orang yang bisa menjadi penjamin maka saya di terima disini”.
Fitri 26 tahun Teller Cabang Pembantu:
“saya memang awalnya tau tentang lowongan kerja ini dari saudara saya untuk menjadi penjamin saya supaya bisa di terima di bank ini. Karena jujur saja teman saya yang tidak ada penjamin padahal sama dengan saya mengikuti tahapan tes tapi harus kalah pas saat wawancara user. Tentu kalau saya mikirnya sih memang harus ada penjamin orang dalam agar kita jika melakukan pekerjaan bisa di kontrol dengan mereka “.
Lena 35 tahun, custemer servis:
“ semua disini ya karena ada penjamin masing-masing bisa saudara bahkan sapai ayah atau ibu kandung sendiri. Jika tidak ada penjamin pasti hanya sebatas sampai ketahap psikotes atau wawancara saja. Intinya sudah menjadi hal yang biasa memakai jaringan seperti ini”.
Dengan kedua latar belakang ini maka dalam proses rekutmen karyawan di Bank Sumut terus berlangsung dengan pemanfaatan jaringan sosial jenis kesamaan daerah asal dan hubungan kekerabatan. Sajuh ini menurut hasil observasi yang dilakukan penulis bahwa pemanfaatan jaringan sosial ini cukup efektif selain orang yang didapat juga berkualitas dan mereka tidak perlu mengeluarkan biaya yang banyak pula dalam proses seleksi.
Jenis jaringan yang paling dominasi di manfaatkan adalah jenis jaringan sosial berdasarkan hubungan kekerabatan. Hubungan ini cenderung
menimbulkan perasaan tanggung jawab personal, rasa hormat, kepercayaan yang tidak dapat di hasilkan oleh pola hubungan atau dasar perhitungan ekonomis. Tetapi jenis jaringan ini ketika proses berlangsung hampir tidak terlihat bahwa hal ini berlangsunghal ini dikarenakan kerja sama yang baik antar pihak. Hasil ini sesuai dengan penjelasan para informan:
Irma 26 tahun bagian Teller:
“ sebenarnya saat ini udah tidak begitu terlihat yang namanya masuk dengan jalur khusus dek, akan tetapi sekarng lebih kepada mengikuti proses secara terbuka tetapi nama si calon karyawan sudah dititipkan ke pihak pimpinan berdasarkan kenalan, atau saudara atau bahkan anak kandung dari pegawai di Bank Sumut. Sebenarnya kalau kami bilang sih sudah main lebih cantik saat ini dek”
Suflah 26 tahun Bagian Teller:
“ sistemnya kayak main titip begitu dek dengan kerabat atau keluarga dek, jadi kan kayak saya dulu saya tetapi ikut setiap seleksi yang dibuat oleh pihak Bank Sumut, tetapi kan nama saya sudah ada sama om saya dan diberi kebagian SDM jadi setiap kita lewati proses seleksi mungkin akan dilihat kita titipan siapa dan dari situ lah kita selalu lewat disetiap kelompok tesnya
Jaringan sosial berdasarkan hubungan kekerabatan saat ini sangat berjalan dengan baik di Bank Sumut, hal ini seperti sudah menjadi kewajiban bahwa setiap pegawai Bank Sumut akan memeliki jatah setiap proses rekutmen dibuka maka mereka akan memiliki jatah satu orang untuk menjadi pegawai di Bank Sumut.
4.3.3. Jaringan Sosial Berkembang Menjadi Tindakan Nepotisme Dalam