• Tidak ada hasil yang ditemukan

C. Modal Sosial Arisan Motor CV Sehati

3. Jaringan sosial (social network)

Jaringan sosial merupakan suatu hal yang khusus yang mana di dalamnya menghubungkan satu titik dengan titik yang lain (Agusyanto, 2007: 13). Jaringan sosial pada dasarnya merupakan suatu link yang menghubungkan antara individu satu dengan individu yang lain. Jaringan sosial pada suatu kelompok sosial merupakan suatu hal yang bermanfaat dan membawa pengaruh yang baik dalam perkembangan kelompok tersebut. Jaringan yang ada dalam arisan CV Sehati antara lain:

a. Jaringan antara pengurus dengan anggota

Arisan CV Sehati memunculkan banyak jaringan dalam pelaksanaan kegiatannya, salah satunya jaringan antara pengurus dengan anggota arisan tersebut. Pengurus arisan CV Sehati diperlukan sebagai pihak penyelenggara arisan motor yang menfasilitasi masyarakat atau anggota untuk memperoleh sepeda motor dari kegiatan arisan tersebut. Pihak pengurus arisan juga berperan dalam pengurusan administrasi dan surat menyurat terkait dengan pengadaan dan pembelian sepeda motor pemenang lelang dan atau undian.

Pengurus arisan CV Sehati dibedakan menjadi 2, yaitu pengurus formal dan informal. Pengurus formal berperan dalam pelaksanan kegiatan arisan dimulai dari peneriman setoran arisan, pelaksanaan pelelangan dan atau undian, pengurusan administrasi sampai dengan pengadaan dan pembelian sepeda motor serta pengurusan surat menyurat atau pajak sepeda motor. Sedangkan

pengurus informal hanya berperan dalam penagihan tunggakan pembayaran arisan kepada anggota dan menyetorkannya kepada pihak pengurus arisan CV Sehati. Pengurus informal tidak termasuk dalam susunan pengurus Arisan CV Sehati. Pengurus informal ditunjuk dan dipercaya oleh pihak arisan CV Sehati untuk melaksanakan tugas penagihan tunggakan setoran arisan.

Anggota arisan CV Sehati tidak hanya berasal dari masyarakat yang berada di wilayah DIY saja, namun ada juga yang berasal dari wilayah Jawa Tengah. Hal ini sesuai dengan pernyataan bapak sudarisman bahwa “Syarat menjadi anggota arisan CV Sehati Berdomisili di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah” (Sudarisman, wawancara 31 Januari 2014).

Jaringan sosial yang telah terjalin antar pengurus dan anggota arisan CV Sehati berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan arisan tersebut. Pesatnya perkembangan arisan CV Sehati dilihat dari jumlah anggotanya merupakan bukti adanya jaringan sosial yang kuat diantara pengurus dan anggota. Keuntungan yang sama- sama diperoleh antara pihak pengurus dan anggota merupakan pengikat yang kuat dari jaringan sosial yang terbentuk.

b. Jaringan antara pengurus dengan penyedia sepeda motor

Jaringan sosial dalam arisan CV Sehati juga ditemukan dalam hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia sepeda motor. Pihak penyedia sepeda motor merupakan salah satu karyawan dealer sepeda motor yang menjadi langganan pihak arisan CV Sehati dalam

membeli sepeda motor. Dalam membeli sepeda motor pemenang lelang dan atau undian, pihak pengurus arisan tidak terpaku pada 1 atau 2 dealer sepeda motor saja. Namun pihak pengurus lebih mengutamakan ketersediaan barang di dealer yang menjadi pesanan pemenang lelang dan atau undian. Jadi apabila sepeda motor keinginan pemenang lelang dan atau undian tidak tersedia di salah satu dealer, maka pihak pengurus akan mencarikannya di dealer yang menyediakan barang yang diinginkan anggotanya.

Hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia barang merupakan hubungan yang saling menguntungkan. Pihak penyedia barang sebisa mungkin diharapkan hadir dalam setiap kegiatan arisan agar dapat memenuhi permintaan anggota pemenang lelang dan atau undian. Sedangkan pihak pengurus dimudahkan dalam hal pengurusan surat- surat sepeda motor karena pihak penyedia barang yang mengantar dan menyerahkan langsung STNK dan BPKB kepada pengurus arisan CV Sehati. Selain itu, keuntungan dalam hal materi yang diperoleh kedua belah pihak merupakan suatu pengikat dari adanya jaringan antara pengurus dengan pihak penyedia barang. c. Jaringan antara pengurus dengan penyedia makanan/ catering

Jaringan sosial antara pengurus dengan pihak penyedia makanan juga tidak jauh berbeda dengan jaringan yang lainya. Interaksi antara pengurus dengan pihak penyedia makanan/catering ini terjadi sebelum pelaksanaan kegiatan arisan CV sehati. Sebelum hari pelaksanaan arisan Ibu Budi menemui pihak pengurus untuk

membicarakan pesanan makanan untuk kegiatan arisan yang akan datang. Untuk menentukan pesanan makanan, tidak selalu ibu Budi yang memberikan penawaran barang. Terkadang pihak pengurus arisan yang menentukan menu makanan. Setelah terjalin kesepakatan maka pihak peneyedia makanan yang bertanggung jawab mencari pesenan makanan yang diinginkan oleh pihak CV sehati. Setiap minggu menu makanan selalu bergati dan bervariasi, sehingga terkadang menimbulkan kesulitan dalam menyediakan makanan-makanan tersebut. Makanan yang dipesan oleh pihak CV sehati tidak selamanya bisa dipenuhi oleh Ibu Budi sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut beliau sudah mempunyai beberapa jaringan yang bisa membuat makanan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Budi sebagai berikut:

“Cuma ngantar snacknya. Saya yang mencarikan saya yang ngantar kesana. Kalau yang bisa saya buat sendiri kalau nggak ya saya carikan ke orang lain. nganter ke sana belum dalam bentuk kemasan”. (Budi Suryani, wawancara 7 Februari 2014).

d. Jaringan antara anggota dengan anggota

Jaringan sosial yang terbentuk dalam arisan CV Sehati tidak hanya antara pengurus dengan anggota, namun juga terdapat jaringan antara sesama anggota arisan tersebut. Sebagai contoh ketika pembukaan gelombang baru arisan motor dan mobil, CV Sehati memperoleh anggota yang cukup banyak. Anggota baru arisan CV Sehati biasanya memperoleh informasi dari anggota lama yang telah mengikuti arisan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu

informan sebagai berikut: “Saya tahu arisan Sehati dari tetangga… .” (N, hasil wawancara 28 Januari 2014).

Berdasarkan pernyataan salah satu informan tersebut dapat dijelaskan bahwa jaringan sosial yang ada dalam arisan CV Sehati tidak hanya jaringan antara pengurus dengan anggota ataupun pengurus dengan pihak penyedia barang sepeda motor dan catering, namun juga terdapat jaringan antar sesama anggota arisan. Jaringan yang terbentuk di antara sesama anggota arisan merupakan hasil dari interaksi anggota arisan dengan masyarakat di mana dengan adanya interaksi tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk merekrut anggota baru.

Aktor- aktor dalam jaringan arisan CV Sehati memang saling bergantung satu sama lain. Melalui interaksi aktor- aktor dalam arisan CV Sehati dapat memenuhi tujuan mereka. Setiap aktor dalam arisan CV Sehati melakukan interaksi dengan pihak lain yang memiliki peran masing- masing. Seperti interaksi pengurus dengan anggota, pengurus dengan pihak penyedia sepeda motor, pengurus dengan pihak penyedia makanan atau catering, maupun interaksi antara anggota dengan sesama anggota arisan CV Sehati.

Hubungan antar pihak dalam arisan CV Sehati memang sulit untuk dipisahkan satu sama lain, yang diperkuat oleh adanya aturan dan kepercayaan dari tiap individu. Jaringan hubungan yang terjalin antar aktor dalam arisan CV Sehati mempermudah peran masing- masing pihak dalam mencapai tujuannya. Anggota arisan CV Sehati memperoleh

kemudahan dan keuntungan dalam pembelian sepeda motor. Sedangkan pihak pengurus, pihak penyedia sepeda motor dan pihak penyedia barang sama- sama mendapatkan keuntungan dari pekerjaan yang mereka jalankan.

Hubungan antara anggota dengan pengurus arisan CV Sehati bersifat langsung. Antara pengurus arisan dan anggota arisan CV Sehati saling mendukung satu sama lain. Arisan CV Sehati mendirikan jasa pembiayaan pembelian sepeda motor dengan sistem arisan yang menggunakan prinsip gotong royong sehingga dapat membantu sesama anggota arisan. Pengurus CV Sehati memperoleh keuntungan dari jasa pembiayaan pembelian sepeda motor dengan sistem arisan.

Kerjasama yang baik antara pihak pengurus dengan anggota arisan CV Sehati juga akan membantu mencapai tujuan masing- masing. Kegiatan arisan akan berjalan lancar karena adanya kesadaran dari anggota akan tanggung jawabnya terhadap pembayaran uang arisan. Dengan lancarnya kegiatan arisan CV Sehati, pengurus akan dengan mudah merekrut anggota baru untuk mengikuti arisan CV Sehati gelombang berikutnya.

Hubungan langsung juga terdapat dalam kerjasama antara pengurus dengan pihak- pihak penyedia barang. Antara pengurus arisan dengan pihak penyedia sepeda motor dan penyedia makanan saling berhubungan secara langsung. Tidak terdapat actor lain yang berperan sebagai perantara untuk hubungan kerjasama yang dijalin.

Sedangkan hubungan tidak langsung terjadi antara pihak penyedia sepeda motor dengan anggota arisan CV Sehati. Dimana interaksi antara kedua terjadi karena adanya peran dari pengurus dalam hal pemesanan sepeda motor sesuai dengan keinginan anggota. Berikut ini disampaikan gambar jaringan sosial dalam arisan CV Sehati di Dusun Plataran Desa Banyurejo Kecamatan Tempel Kabupeten Sleman.

Bagan 4. Jaringan sosial arisan CV Seati Keterangan:

= Hubungan bersifat langsung = Hubungan bersifat tidak langsung

= tidak terdapat hubungan diantara pihak- pihak Pihak penyedia

sepeda motor DIY

Pengurus Arisan CV Sehati

Pihak penyedia sepeda motor Jawa Tengah Pihak penyedia makanan (Ibu Budi Suryani) Pihak penyedia makanan A Pihak penyedia makanan ke N Pihak penyedia makanan B Anggota arisan CV Sehati Anggota lama arisan CV Sehati Anggota baru arisan CV Sehati

4. Norma

Norma adalah seperangkat nilai- nilai yang diakui dan ditaati bersama oleh suatu masyarakat. Nilai pada masyarakat industry dapat digunakan untuk mengendalikan, mengembangkan serta meningkatkan produktifitas ekonomi (Kartasapoetra, 1992: 33). Dalam teori modal sosial dijelaskan bahwa dalam suatu kerjasama terdapat suatu norma yang mengikat antar individu yang mengikat proses kerjasama tersebut. Norma merupakan suatu aturan yang ditetapkan bersama oleh suatu masyarakat yang diataati dan dijalankan bersama.

Kegiatan arisan CV Sehati tidak terlepas dari norma yang mengikat para aktor. Norma tersebut menyangkut hubungan sosial antara pengurus arisan dengan anggota arisan CV Sehati dalam pelaksanaan kegiatan arisan motor dan mobil. Aturan dalam pelaksanaan kegiatan arisan motor dan mobil CV Sehati ada dan dilampirkan dalam blanko pendaftaran yang memuat data anggota arisan serta ahli warisnya. Misalnya saja dalam hal pembayaran arisan terdapat aturan yang harus dipatuhi. Berikut penuturan dari pengurus arisan CV Sehati:

“Untuk sanksi anggota yang tidak membayar arisan ada 2 item. Yang pertama untuk anggota yang belum melakukan pelelangan, jika sampai 2 kali tidak membayar arisan maka dianggap mengundurkan diri. Untuk uang yang sudah masuk dikembalikan 50%. Sedangkan yang kedua bagi anggota yang sudah melelang arisan maka sepeda motor akan ditarik kembali oleh panitia. Setelah pelelang membayar wajib bayar beserta denga maka sepeda motor akan dikembalikan dengan syarat menandatangani perjanjian. Jumlah denda Rp 3000,00 per hari dari keterlambatan pembayaran. Sedangkan denda Rp 1000,00 per hari untuk keterlambatan pembayaran arisan.” (Sudarisman, 31 Januari 2014).

Norma merupakan suatu hasil kesepakatan bersama dari para individu untuk mengatur dan mengontrol kehidupan sosial. Norma yang ada dalam arisan CV Sehati bersifat formal dan informal. Norma yang ada dalam arisan CV Sehati cenderung bersifat formal terutama untuk hubungan pengurus dengan anggota arisan. Sedangkan untuk hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia barang (dealer dan catering) norma yang berlaku cenderung bersifat informal. Hanya terdiri dari kesepakatan- kesepakatan yang telah lama ditaati oleh para actor kemudian menghasilkan kesepakatan- kesepakatan dalam penyediaan barang.

a. Norma tertulis (formal)

Dokumen terkait