• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA. Kabupaten Sleman terletak diantara dan Bujur

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2021

Membagikan "BAB IV PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA. Kabupaten Sleman terletak diantara dan Bujur"

Copied!
56
0
0

Teks penuh

(1)

BAB IV

PEMBAHASAN DAN ANALISIS DATA

A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian 1. Deskripsi wilayah Penelitian

Arisan Motor Sehati berada di wilayah Kabupaten Sleman, tepatnya di Dusun Plataran Desa Banyurejo Kecamatan Tempel. Secara geografis Kabupaten Sleman terletak diantara 1100 33’ 00” dan 1100 13’ 00” Bujur Timur dan 70 34’ 51” dan 70 47’ 30” Lintang Selatan. Wilayah Kabupaten Sleman sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Boyolali, Propinsi Jawa Tengah, sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Klaten, Propinsi Jawa Tengah, sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Kulon Progo, Propinsi DIY dan Kabupaten Magelang, propinsi Jawa Tengah dan sebelah selatan berbatasan dengan kota Yogyakarta, kabupaten bantul dan Kabupaten Gunung Kidul, Propinsi D.I.Yogyakarta. Luas Wilayah Kabupaten Sleman adalah 57.482 Ha atau 574,82 Km2 atau sekitar 18% dari luas Propinsi Daerah Istimewa Jogjakarta 3.185,80 Km2,dengan jarak terjauh Utara – Selatan 32 Km,Timur – Barat 35 Km. Secara administratif terdiri 17 wilayah Kecamatan, 86 Desa, dan 1.212 Dusun. ( http://www.slemankab.go.id/profil-kabupaten-sleman/geografi/letak-dan-luas-wilayah, akses 11 juni 2014)

(2)

Tabel 1. Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Sleman

No Kecamatan Banyaknya Luas

(Ha)

Jml penduduk

Kepadatan (Km2)

Desa Dusun (jiwa)

(1) (2) (3) (4) (5) (6) (7) 1 Moyudan 4 65 2.762 33.595 1,216 2 Godean 7 57 2.684 57.245 2,133 3 Minggir 5 68 2.727 34.562 1,267 4 Gamping 5 59 2.925 65.789 2,249 5 Seyegan 5 67 2.663 42.151 1,583 6 Sleman 5 83 3.132 55.549 1,774 7 Ngaglik 6 87 3.852 65.927 1,712 8 Mlati 5 74 2.852 67.037 2,351 9 Tempel 8 98 3.249 46.386 1,428 10 Turi 4 54 4.309 32.544 0,755 11 Prambanan 6 68 4.135 44.003 1,064 12 Kalasan 4 80 3.584 54.621 1,524 13 Berbah 4 58 2.299 40.226 1,750 14 Ngemplak 5 82 3.571 44.382 1,243 15 Pakem 5 61 4.384 30.713 0,701 16 Depok 3 58 3.555 109.092 3,069 17 Cangkringan 5 73 4.799 26.354 0,549 Jumlah 86 1.212 57.482 850.176 1,479 Sumber:

http://www.slemankab.go.id/profil-kabupatensleman/geografi/letak-dan-luas-wilayah (akses 11 juni 2014) Berdasarkan data wilayah administratif Kabupaten Sleman di atas, Dusun Plataran termasuk dalam wilayah Padukuhan Jambean Desa Banyurejo Kecamatan Tempel.

(3)

2. Profil Arisan Motor CV Sehati

Arisan motor Sehati pertama kali didirikan pada awal tahun 2004 oleh Bapak Sudarisman. Latar belakang didirikannya arisan motor Sehati yaitu untuk saling membantu dalam pengadaan sepeda motor dengan sistem arisan. Adapun pertimbangan beliau mendirikan arisan sepeda motor karena jika dengan pembelian secara tunai belum tentu mampu sedangkan jika dengan kredit terlalu berat angsurannya, padahal keinginan masyarakat untuk memiliki sepeda motor sangat banyak.

Banyaknya keinginan masyarakat untuk memiliki sepeda motor, serta keinginan untuk menciptakan lapangan pekerjaan bagi pengurus membuat beliau berinisiatif untuk mendirikan jasa pembiayaan sepeda motor dan mobil dengan sistem arisan. Dari ide tersebut kemudian dicoba dengan presentasi di kampung- kampung dan instansi- instansi. Sehingga pada tahun 2004 dilaksanakanlah kegiatan arisan motor dengan nama Arisan Motor Sehati. Adapun Visi arisan Sehati untuk menciptakan lapangan kerja, sedangkan Misi arisan Sehati yaitu bersama- sama gotong royong mendapatkan sepeda motor dengan sistem arisan.

Pelaksanaan kegiatan arisan motor Sehati pertama kali dilaksanakan di Aula Balai Desa Banyurejo. Karena terdapat suatu alasan, maka kegiatan arisan motor Sehati dipindahkan ke GOR SMP N 2 Tempel. Dan dengan pertimbangan legalitas, selanjutnya kegiatan arisan motor Sehati dilaksanakan di rumah Bapak Sudarisman selaku ketua arisan dan rumah tersebut sekaligus dijadikan sebagai sekretariat arisan motor CV Sehati di Dusun Plataran Desa Banyurejo Kecamatan

(4)

Tempel Kabupaten Sleman. Pada awal didirikannya, arisan Sehati belum berbentuk CV. Karena perkembangan arisan yang semakin meningkat dari tahun ke tahun serta dengan pertimbangan legalitas, maka pada tahun 2008 arisan motor Sehati telah resmi tercatat dalam Akta Notaris No: 04 Tanggal 30 Januari 2008 dengan nama Arisan Motor dan Mobil CV Sehati.

Dilihat dari segi jumlah anggota, arisan motor CV Sehati mengalami perkembangan yang pesat dan baik. Pada awal mula dilaksanakan arisan motor Sehati gelombang 1 tahun 2004, berhasil dilaksanakan dengan jumlah anggota sebanyak 98 orang. Kegiatan arisan motor Sehati tersebut dapat berjalan dengan lancar. Hal tersebut terbukti dengan dibukanya arisan motor Sehati untuk gelombang selanjutnya. Kesuksesan arisan motor Sehati tersebut mulai terlihat pada pelaksanaan arisan motor Sehati gelombang 3 dengan jumlah anggota sebanyak 500 orang. Sampai saat ini arisan motor CV Sehati telah membuka gelombang 13 dengan jumlah anggota mencapai 3300 orang. Sedangkan untuk arisan mobil dibuka gelombang ke 3 pada bulan Januari 2014.

Kegiatan arisan motor dan mobil CV Sehati dilaksanakan setiap hari minggu pukul 09.00- 12.00 WIB bertempat di sekretariat arisan motor dan mobil CV Sehati di Dusun Plataran Desa Banyurejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman. Adapun jadwal untuk pelaksanaan arisan motor dan mobil CV Sehati adalah sebagai berikut:

(5)

Tabel 2. Jadwal kegiatan arisan CV Sehati

Minggu ke Gelombang

1 Arisan motor gelombang 7

Arisan motor gelombang 11 Arisan motor gelombang 14

2 Arisan motor gelombang 9

Arisan motor gelombang 12 Arisan mobil gelombang 1

3 Arisan motor gelombang 8

Arisan motor gelombang 13 Arisan mobil gelombang 2

4 Arisan motor gelombang 6

Arisan motor gelombang 10 Arisan mobil gelombang 3

Pelaksanaan arisan motor CV Sehati diawali dengan penyetoran uang arisan sebesar Rp 100.000,00 dari anggota kepada pengurus di sekretariat. Penyetoran uang arisan dimulai pukul 09.00 WIB. Setiap anggota yang datang membayar uang arisan ke sekretariant akan mendapatkan satu kardus snack makanan, undangan untuk arisan bulan selanjutnya serta kuitansi pembayaran uang arisan. Selanjutnya dilaksanakan acara pelelangan arisan sekitar pukul 10.00 WIB yang dipimpin oleh ketua arisan CV Sehati.

(6)

Proses pelelangan diawali dengan pembukaan acara pelalangan oleh ketua arisan (bapak Sudarisman) dan dilanjutkan dengan membacakan prosedur dan persyaratan lelang. Kemudian pihak pengurus membagikan kartu lelang kepada peserta lelang. Tahap pelelangan untuk menentukan pemenang lelang dilaksanakan dalam 3 sesi. Setiap pelelang harus mengikuti ketiga sesi proses pelelangan untuk dapat dinyatakan sebagai pemenang lelang. Adapun penentuan jumlah pemenang lelang dalam setiap gelombang arisan didasarkan pada perhitungan jumlah uang arisan ditambah uang lelang dibagi harga sepeda motor standar arisan.

Setelah proses pelelangan, pemenang lelang diharuskan mengurus administrasi dan membayar uang administrasi sebagai tanda jadi. Adapun biaya administrasi tersebut sebesar 3,5% dari harga kendaraan yang dijadikan standar dalam arisan. Anggota arisan diberikan kebebasan untuk menentukan sepeda motor apa yang diinginkan dengan konsekuensi, apabila harga sepeda motor yang diambil lebih tinggi dari harga sepeda motor yang dijadikan standar dalam arisan (Honda Supra X 125 CW) maka kekurangan pembayaran menjadi tanggung jawab individu yang bersangkutan.

Sistem lelang yang digunakan dalam arisan CV Sehati bertujuan untuk menambah jumlah dana pembelian sepeda motor pemenang arisan. Sebagai contoh pada pelaksanaan arisan motor gelombang 12 dengan jumlah anggota 1807, tanpa uang lelang seharusnya jumlah pemenang arisan dalam setiap periodenya sebanyak 10 pemenang. Namun dengan adanya uang lelang maka dalam setiap periode arisan gelombang 12

(7)

pemenang lelangnya mencapai 15 pemenang. Dengan bertambahnya jumlah pemenang dalam setiap periode arisan, maka jangka waktu pelaksanaan arisan sampai dengan selesai dapat lebih cepat.

Pemenang lelang dan atau undian dalam Arisan motor dan mobil CV Sehati tidak harus diambil dalam bentuk sepeda motor atau mobil, namun dapat diambil dalam bentuk uang. Hal tersebut dikarenakan setiap pemenang lelang mempunyai kebutuhan yang berbeda. Perbandingan antara anggota arisan yang lelang dan atau undiannya diambil sepeda motor dan diambil uang yaitu 60% : 40%. Jadi dalam arisan CV Sehati antara anggota yang lelangnya diambil sepeda motor dan diambil uang masih lebih dominan diambil anggota yang lelangnya diambil sepeda motor. Berikut ini disajikan bagan proses kegiatan arisan motor dan mobil CV Sehati.

(8)

Bagan 3. Proses arisan motor dan mobil CV Sehati

Setiap pemenang lelang dan atau undian dalam arisan CV Sehati diwajibkan untuk membayar biaya administrasi. Adapun biaya administrasi pemenang lelang dan atau undian tersebut digunakan untuk

Lelang diambil sepeda motor Lelang diambil uang anggota menyetorkan uang arisan Pembayaran uang administrasi pemenang lelang Pelelangan sesi pertama pemenang lelang pengurus membagikan kartu lelang kepada anggota Proses pelelangan arisan motor dan mobil Pelelangan sesi kedua Pelelangan sesi ketiga

(9)

biaya operasional. Berikut ini disampaikan rincian biaya administrasi yang digunakan untuk operasinal arisan CV Sehati sebagai berikut: a. Anggaran untuk konsumsi 30%

b. Anggaran untuk sound sistem 5 % c. Anggaran untuk cetak undangan 10% d. Anggaran untuk cetak kuitansi 10%

e. Anggaran untuk pemeliharaan elektronik 5% f. Anggaran untuk uang lelah pengurus 25% g. Anggaran untuk cadangan 15%

Agar tidak terjadi tindak penyelewengan dari pihak pengurus arisan, maka dalam arisan CV Sehati pihak pengurus mendapatkan tunjangan dan premi atau bonus. Tunjangan untuk ketua Rp 700.000,00 , tunjangan untuk sekretaris dan behendara Rp 400.000,00 dan tunjangan untuk seksi-seksi berkisar antara Rp 100.0000,00 sampai dengan Rp 250.000,00. Premi atau bonus diproleh berdasarkan perolehan jumlah anggota yang dibawa oleh pengurus. Tunjangan dan premi yang diterima oleh pengurus berasal dari uang administrasi untuk biaya operasional (uang lelang 25% dari biaya administrasi) dan potongan harga yang didapatkan dari pembelian sepeda motor kepada pihak- pihak penyedia sepeda motor.

Setelah acara pelelangan dan pembagian doorprize selesai, pengurus masih memiliki kegiatan diluar pelaksanaan arisan setiap hari Minggu. Adapun kegiatan pengurus di luar pelaksanaan arisan setiap hari Minggu, disajikan dalam bentuk tabel di bawah ini.

(10)

Tabel 3. Agenda kegiatan pengurus di luar pelaksanaan arisan

No Hari Agenda kegiatan

1 Senin- Kamis Melakukan penagihan kepada anggota yang

tidak membayar

2 Jumat sore Pertemuan pengurus untuk keperluan pelunasan

dari anggota yang tidak membayar

3 Sabtu a. Pembelian sepeda motor pemenang lelang

dan atau undian

b. pencairan uang yang lelangnya tidak diambil sepeda motor (lelang diambil uang)

Proses pengadaan sepeda motor pemenang lelang dilakukan oleh pengurus berdasarkan permintaan anggota. Setelah uang arisan terkumpul kemudian pihak pengurus membelikannya dengan sepeda motor sesuai dengan keinginan anggota. Untuk pembelian sepeda motor yang diinginkan anggota, pihak pengurus arisan CV Sehati tidak hanya terfokus pada satu atau dua dealer sepeda motor. Hal tersebut dilakukan dengan pertimbangan agar proses pengadaan sepeda motor dapat dilaksanakan dengan cepat karena dalam setiap bulannya sepeda motor yang dibeli oleh pengurus jumlahnya tidak sedikit.

Menurut Bapak Sudarisman selaku ketua Arisan Sehati, persyaratan untuk menjadi anggota arisan motor Sehati yaitu berdomisili di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah. Sedangkan untuk kegiatan sosial kemasyarakatan di sekitar wilayah arisan yang

(11)

dilaksanakan oleh arisan Sehati antara lain khitanan maSsal, sepeda gembira, doorprize, menyumbang sarana dan prasarana kampung tempat arisan, zakat untuk masyarakat sekitar.

Sampai saat ini jumlah pengurus arisan motor dan mobil CV Sehati sebanyak 13 orang. Dalam setiap gelombang arisan motor dan mobil yang dilaksanakan CV Sehati susunan pengurusnya tidak selalu sama, kecuali untuk Jabatan ketua, sekretaris serta seksi legal dan keamanan yang tidak berubah. Sebagai contoh susunan pengurus untuk arisan motor CV Sehati gelombang 13, sebagai berikut:

a Ketua : Sudarisman

b Sekretaris : Suraji

c Bendahara : Mustika Dewi

d Seksi arsip : Sunardi

e Seksi legal dan keamanan : Suwija Teguh Edy M

f Seksi humas : Sunarto

Suyanto Wahyu Lestari Yudha Wicaksana Sukamto

(12)

3. Deskripsi informan penelitian

Informan dalam penelitian ini ada 9 orang yang terdiri dari 1 orang dari pengurus arisan CV Sehati, 2 orang dari pihak penyedia sepeda motor, 1 orang dari pihak penyedia makanan dan 5 orang anggota dari arisan CV Sehati. Di bawah ini akan lebih diperjelas deskripsi informan dalam penelitian yaitu sebagai berikut:

a. Pengurus arisan

Bapak Sudarisman adalah salah satu pengurus arisan motor CV Sehati sekaligus pendiri arisan motor CV Sehati. Beliau berusia 40 tahun. Dalam struktur kepengurusan CV Sehati, bapak Sudarisman menjabat sebagai Ketua.

Latar belekang beliau mendirikan arisan motor CV Sehati untuk saling membantu dalam pengadaan sepeda motor dengan sistem arisan, karena jika dengan pembelian secara tunai belum tentu mampu sedangkan jika dengan kredit terlalu berat angsurannya, padahal keinginan masyarakat untuk memiliki sepeda motor sangat banyak. Selain itu juga untuk menciptakan lapangan pekerjaan untuk pengurus.

b. Anggota arisan 1) N (19 tahun)

N (perempuan) adalah salah satu anggota arisan motor CV Sehati, yang bertempat tinggal di Mancasan, Tambakrejo, Tempel, Sleman. Ia bekerja sebagai staf administrasi di

(13)

Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia, dengan penghasilan setiap bulannya kurang lebih Rp 1.200.000,00.

Latar belakang N mengikuti arisan Motor CV Sehati pada awalnya diminta oleh tetangga untuk menggantikannya karena merasa keberatan sudah terlalu banyak ikut dalam arisan tersebut. Sebelumnya N pernah mengikuti arisan sepeda motor di tempat lain namun tidak berjalan lancar, arisannya telat- telat, anggota yang lain tidak tertib dalam pembayaran uang arisan. Sehingga ia menerima tawaran dari tetanggannya karena informasi yang didengarnya selama ini arisan CV Sehati berjalan lancar tidak banyak kendala.

2) ER (22 tahun)

ER (perempuan) adalah salah satu anggota arisan motor CV Sehati yang bertempat tinggal di Mrian, Pakunden, Ngluwar, Magelang. Ia berstatus mahasiswa di salah satu perguruan tinggi swasta di Yogyakarta dengan pemasukan setiap minggunya kurang lebih Rp 150.000,00.

Latar belakang ER mengikuti arisan tersebut karena dalam arisan tersebut tidak harus diambil sepeda motor, namun dapat juga diambil uang. Jadi dengan ikut arisan tersebut setidaknya bisa untuk menabung. Selain itu juga untuk sosialisasi dengan masyarakat.

(14)

3) E (22 tahun)

E (laki- laki) adalah salah satu anggota arisan motor CV Sehati yang bertempat tinggal di Gagan, Bligo, Ngluwar, Magelang. Ia bekerja di salah satu perusahaan swasta di daerah Magelang, dengan gaji setiap bulannya kurang lebih Rp 800.000,00. Latar belekang ia mengikuti arisan motor CV Sehati awalnya hanya sekedar mengikuti arus, ikut- ikutan teman, dan untuk menabung karena bisa diambil uang.

4) AN (22 tahun)

AN (Laki- Laki) adalah salah satu anggota arisan motor CV Sehati yang bertempat tinggal di Mrian, Pakunden, Ngluwar, Magelang. Ia bekerja di salah satu perusahaan swasta di Yogyakarta dengan penghasilan setiap bulannya Rp 1.150.000,00. Latar belakang ia mengikuti arisan motor CV Sehati untuk menabung.

5) MT (35 tahun)

MT (laki- laki) adalah salah satu anggota arisan motor CV Sehati yang bertempat tinggal di Blaburan, Bligo, Ngluwar, Magelang. Ia membuka usaha dengan berjualan pulsa. Penghasilan beliau setiap bulannya kurang lebih Rp 500.000,00. Latar belekang beliau mengikuti arisan motor CV Sehati karena ingin memiliki sepeda motor. Dengan adanya sepeda motor sebagai alat transportasi dapat memudahkan aktivitas sehati- hari.

(15)

c. Pihak penyedia barang 1) Heru Prasetyo (32 tahun)

Mas Heru Prasetyo (laki- laki) yang bertempat tinggal di Onggojayan, Banyurejo, Tempel, Sleman merupakan salah satu pihak penyedia barang dalam arisan motor CV Sehati yang bergerak dalam bidang pengadaan sepeda motor (dealer Honda). Dealer tempat mas Heru bekerja terletak di Jalan Kaliurang Km. 5,6 Yogyakarta.

Beliau telah mengetahui keberadaan arisan motor CV Sehati tersebut sejak lama. Namun, hubungan kerjasama tersebut baru mulai terjalin pada awal tahun 2012. Awal mulanya salah satu tetangga beliau yang mengikuti arisan motor CV Sehati menanyakan apakah benar indent motor itu lama. Dari pertanyaan tetangga tersebut maka beliau berinisiatif menawarkan hubungan kerjasama dengan pihak arisan motor CV Sehati.

2) Budi Suryani (45 tahun)

Ibu Budi Suryani (perempuan) bertempat tinggal di Padon, Sendangrejo, Minggir, Sleman. Beliau merupakan salah satu pihak penyedia barang dalam arisan CV Sehati yang bergerak dalam bidang pengadaan makanan/ konsumsi (Catering). Selain mengurusi catering untuk kegiatan CV Sehati, beliau juga bekerja sebagai penjaga kantin sekolah di salah satu SMP

(16)

Muhammadiyah di daerah Gedongan. Beliau menjalin kerjasama sejak awal tahun 2012.

Beliau mengetahui keberadaan arisan CV Sehati dari saudaranya yang merupakan ipar dari bapak Sudarisman. Pada awalnya untuk kebutuhan konsumsi arisan CV Sehati diserahkan kepada pihak lain, namun karena pihak tersebut tidak konsisten dan tidak mau bertanggung jawab jika terdapat kekurangan maka ibu Budi berinisiatif menawarkan jasa cateringnya untuk menangani konsumsi kegitan arisan CV Sehati.

3) Bapak Widodo (34 tahun)

Bapak Widodo (laki- laki) bertempat tinggal di Dusun Semampir Kulon RT 004 RW 018 Tambakrejo Tempel Sleman. Beliau merupakan salah satu penyedia barang sepeda motor Zamaha untuk kegiatan arisan CV Sehati. Dealer tempat bapak Widodo bekerja terletak di Jl. Magelang no. 133 Yogyakarta. Beliau mengetahui keberadaan arisan motor CV Sehati dari anggota lama. Hubungan kerjasama antara bapak Widodo dengan CV Sehati mulai terjalin pada akhir tahun 2009.

(17)

B. Faktor yang Melatarbelakangi Masyarakat Mengikuti Arisan Motor CV Sehati

Berdasarkan hasil temuan data menunjukkan bahwa kehadiran Arisan Motor CV Sehati dalam masyarakat tidak selalu berjalan dengan baik. Terdapat faktor- faktor tertentu yang membuat masyarakat mengikuti arisan sepeda motor. Berikut ini faktor- faktor yang melatarbelakangi masyarakat mengikuti arisan CV Sehati yaitu:

1. Legalitas arisan CV Sehati

Legalitas atau keabsahan merupakan suatu hal yang penting dalam menjalankan suatu usaha, baik itu usaha barang maupun jasa. Seperti halnya dalam suatu kelompok sosial formal atau formal group. Formal

group adalah kelompok yang mempunyai peraturan tegas dan sengaja

diciptakan oleh anggota- anggotanya untuk mengatur hubungan antar sesama (Soerjono Soekanto, 2006: 123).

Arisan motor dan mobil CV Sehati merupakan salah satu kelompok formal yang ada dalam masyarakat. Karena anggota arisan tersebut berasal dari dua propinsi yang cukup luas, maka diperlukan suatu legalitas agar kegiatan arisan CV Sehati dapat berjalan lancar dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat. Berikut pernyataan salah satu informan anggota arisan CV Sehati terkait alasannya mengikuti arisan CV Sehati sebagai berikut: “Karena CV itu, Sudah terikat badan hukum.” (EN, Jumat 7 Februari 2014).

Menurut EN, arisan CV Sehati dapat diterima oleh masyarakat karena sudah terikat oleh badan hukum. Arisan Sehati pada awal

(18)

didirikan tahun 2004 belum berbentuk CV. Seiring dengan perkembangan arisan CV Sehati dan dengan berbagai pertimbangan, maka pada tahun 2008 Arisan CV Sehati telah resmi tercatat dalam Akta Notaris No: 04 Tanggal 30 Januari 2008. Dari awal berdirinya arisan sampai tercatat dalam akta notaris, tempat berlangsungnya arisan CV Sehati telah berpindah lokasi hingga 2 kali. Kemudian dengan pertimbangan legalitas, maka arisan CV Sehati bertempat di rumah bapak Sudarisman. Berikut pernyataan bapak Sudarisman selaku ketua Arisan CV Sehati:

“…Pertama dilaksanakan di aula balai desa Banyurejo, karena suatu alasan kegiatan arisan motor dipindahkan ke GOR SMP N 2 Tempel dan dengan pertimbangan legalitas, selanjutnya kegiatan arisan dilaksanakan di rumah saya di Plataran.” (Sudarisman, Jumat 31 Januari 2014).

2. Prinsip gotong royong dalam arisan

Arisan motor merupakan kegiatan mengumpulkan uang oleh beberapa orang, yang nantinya akan dibelikan sepeda motor kumudian dilakukan pengundian untuk menentukan siapa yang memperoleh sepeda motor. Dengan kata lain arisan merupakan kegiatan gotong royong antara beberapa orang untuk membeli sepeda motor dan kegiatan tersebut berlangsung secara berulang sampai semua anggota arisan memperoleh haknya. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu informan selaku anggota arisan CV Sehati sebagai berikut: “…Karena dengan sistem arisan kan kita beli motor 1 dibayar bareng- bareng, gotong royong jadi kan lebih meringankan.” (MT, Minggu 9 Februari 2014).

(19)

Adanya prinsip gotong royong dalam arisan motor dapat meringankan dan mempermudah keinginan masyarakat untuk memiliki sepeda motor. Berbeda dengan sistem kredit sepeda motor yang harus mengangsur pembayaran sepeda motornya, maka dalam arisan motor CV Sehati, uang yang terkumpul di setiap periode dalam 1 bulannya dibelikan sepeda motor sesuai keinginan anggota pemenang lelang dan atau undian.

3. Menghindari sistem kredit motor atau mobil yang tergolong mahal. Sistem kredit sepeda motor sudah lama kita kenal sebagai salah satu cara untuk memiliki/ membeli sepeda motor. Membeli sepeda motor dengan sistem kredit mengharuskan kita untuk menyiapkan sejumlah uang muka agar dapat membeli sepeda motor tersebut. Namun akhir- akhir ini mulai dikenal pembelian sepeda motor dengan sistem arisan. Dimana dalam sistem arisan tidak menggunakan uang muka dan jumlah uang yang disetorkan relative lebih ringan.

Dalam arisan CV Sehati penentuan pemenang arisan menggunakan sistem lelang, dimana pelelang dengan nilai lelang tertinggi menjadi pemenang arisan. Sistem lelang dalam arisan ini bukan dimaksudkan sebagai konsep uang muka, namun uang lelang tersebut digunakan sebagai dana tambahan untuk pembelian jumlah sepeda motor pemenang arisan. Apabila tanpa uang jumlah sepeda motor yang dapat dimenangkan dalam 1 periodenya yaitu 10, namun jika menggunakan lelang maka dalam 1 periodenya jumlah sepeda motor yang dapat dimenangkan menjadi lebih dari 10. Dengan adanya sistem lelang dan

(20)

lebih banyaknya jumlah sepeda motor yang dapat dimenangkan dalam setiap periode arisan, maka jangka waktu arisan dapat lebih cepat terselesaikan. Semakin banyak jumlah pemenang lelang dalam setiap periode arisan semakin cepat juga arisan tersebut dapat terselesaikan.

4. Menghindari simpan pinjam kepada pahak-pihak lain.

Menurut salah informan anggota arisan CV Sehati, mengikuti arisan motor CV Sehati lebih menguntungkan dan ringan iuran setiap bulannya dibandingkan dengan kredit. Berikut pernyataan NS: “Menguntungkan. Karena lebih murah dibandingkan dengan sistem kredit.” (NS, Selasa 28 Januari 2014). Arisan CV Sehati sejak tahun 2004 telah mengembangkan jasa pembiayaan dan pengadaan sepeda motor dengan cara arisan. Apabila dalam kredit sepeda motor menggunakan uang muka maka dalam arisan CV Sehati tidak memakai uang muka untuk dapat memiliki sepeda motor. Calon anggota arisan cukup mendaftarkan diri kepada sekeretariat arisan CV Sehati dan membayar uang arisan Rp 100.000,00 setiap bulannya sampai gelombang arisan yang diikuti selesai atau semua anggota telah mendapatkan haknya.

Saat ini banyak kita temui masyarakat yang meminjam uang di bank- bank atau pihak- pihak lain untuk memenuhi kebutuhannya. Berdasarkan hal tersebut maka bapak Sudarisman berinisiatif mendirikan jasa pengadaan sepeda motor dengan sistem arisan. Selain dapat meringankan masyarakat untuk memperoleh sepeda motor, hasil dari kegiatan arisan CV Sehati juga bisa diambil uang. Dalam kasus- kasus dan pertimbangan tertentu, anggota yang mengikuti arisan motor CV

(21)

Sehati tidak selalu diambil sepeda motor. Dalam kegiatan arisan CV Sehati yang telah berlangsung selama ini, jumlah perbandingan antara pemenang lelang yang diambil sepeda motor dengan pemenang lelang yang diambil uang tunai mencapai 60% diambil sepeda motor dan 40% diambil uang tunai. Dengan adanya kebijakan bahwa pemenang lelang boleh diambil uang maka akan dapat menghindarkan aggota arisan dari simpan pinjam kepada pihak- pihak lain. Berikut penurutan dari salah satu informan

“Arisan bisa diambil uang bisa diambil sepeda motor. Kalau ambil uang kita lelang dulu. Pas lelang dipotong Rp 100.000,00 untuk administrasi sebagai tanda jadi. Kalau diambil uang harus ada barang yang dijaminkan. Uang hasil lelang bisa diambil seminggu kemudian.” (ERW, Jumat 31 Januari 2014).

Dengan mengikuti arisan motor CV Sehati dapat menghindarkan dari simpan pinjam kepada pihak- pihak lain. Karena dalam arisan CV Sehati pemenang lelang/ undian tidak harus diambil sepeda motor, namun juga dapat diambil uang. Sehingga anggota dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya. Dengan kata lain arisan dapat digunakan sebagai sarana untuk menabung namun tetap menggunakan prinsip dan aturan yang berlaku dalam arisan CV Sehati.

C. Modal Sosial Arisan Motor CV Sehati

Arisan CV Sehati merupakan salah kelompok sosial formal yang ada dalam masyarakat. Sejak awal berdirinya kelompok sosial formal tersebut pada tahun 2004, saat ini arisan CV Sehati telah berkembang dengan pesat. Perkembangan arisan CV Sehati ini tidak terlepas dari adanya modal sosial.

(22)

Modal sosial menurut Putnam adalah bagian dari kehidupan sosial yaitu jaringan, norma, dan kepercayaan yang mendorong partisipan bertindak bersama secara lebih efektif untuk mencapai tujuan- tujuan bersama (John Field, 2010: 51). Komponen- komponen modal sosial yang terdapat dalam arisan CV Sehati di Dusun Plataran Desa Banyurejo Kecamatan Tempel Kabupaten Sleman yaitu:

1. Kewajiban dan harapan

Kewajiban dan harapan yang ditentukan atas tingkat kepercayaan yang ada dalam sebuah lingkungan sosial. Dengan mengikuti arisan CV Sehati maka setiap anggota telah menyetujui persyaratan dan norma (peraturan dan tata tertib) yang ada dalam arisan tersebut. Kewajiban sebagai anggota arisan CV Sehati yaitu mematuhi norma yang berlaku. Kelompok sosial formal seperti Arisan CV Sehati tidak akan dapat berjalan lancar tanpa adanya tanggung jawab dari anggota untuk memenuhi kewajibannya yaitu menyelesaikan arisan yang diikutinya.

Harapan dari setiap masyarakat yang mengikuti arisan CV Sehati yaitu dapat memliki sepeda motor atau mobil. Dengan mengikuti arisan CV Sehati setiap anggota memiliki harapan untuk dapat memiliki sepeda motor dengan sistem arisan. Walaupun tidak semua anggota arisan mengikuti arisan untuk memiliki sepeda motor, namun kegiatan arisan CV Sehati dikategorikan sebagai arisan motor dan mobil karena perbandingan antara jumlah anggota yang arisannya diambil sepeda motor atau mobil dan anggota yang arisannya diambil uang masih lebih banyak anggota yang arisannya diambil sepeda motor.

(23)

Tingkat kepercayaan anggota terhadap arisan CV Sehati dipengaruhi oleh adanya legalitas arisan tersebut. Adanya legalitas arisan mampu membuat masyarakat mempercayai arisan CV Sehati untuk memfasilitasi keinginan anggota dalam memiliki sepeda motor. Kesadaran anggota untuk memenuhi kewajibannya menyelesaikan arisan semakin kuat karena adanya harapan yang kuat bahwa arisan tersebut tidak bermasalah.

2. Kepercayaan

Kepercayaan merupakan hal yang penting dalam suatu hubungan, bukan hanya yang bersifat sosial atau ekonomi. Pada hubungan kerja, faktor- faktor immaterial seperti kepercayaan dan saling memahami dapat dikatakan pula memiliki pengaruh yang besar dalam hubungan kerja (Heddy Shri Ahimsa- Putra dkk, 2003: 149). Kepercayaan antara pengurus, anggota dan pihak penyedia barang dalam arisan motor dan mobil CV Sehati merupakan hal yang sangat penting karena kepercayaan menjadi dasar bagi suatu hubungan. Adapun kepercayaan yang terdapat dalam arisan CV Sehati antara lain:

a. Kepercayaan antara pengurus dengan pengurus.

Kepercayaan yang terjalin di antara sesama pengurus arisan merupakan suatu hal yang sangat penting dan menjadi dasar bagi keberlangsungan arisan CV Sehati. Dengan adanya kepercayaan dapat membuat pihak yang satu dengan pihak yang lain mau bekerjasama dengan baik. Apabila dari sesama pengurusnya saja tidak terdapat suatu kepercayaan maka tidak akan terbentuk suatu tim yang kokoh. Seperti halnya dalam kegiatan arisan CV Sehati. Jika antara pengurus yang satu dengan pengurus yang lain tidak terdapat suatu kepercayaan maka akan terjadi tindak pelanggaran. Untuk membentuk kepercayaan antara sesama pengurus arisan CV Sehati, bapak Sudarisman selaku ketua memberikan beberapa persyaratan untuk bisa menjadi pengurus arisan CV Sehati. Hal

(24)

tersebut sesuai dengan pernyataan dari bapak Sudarisman sebagai berikut:

“…Adapun syarat menjadi pengurus arisan CV Sehati yaitu: dikehendaki/ direkrut oleh komisariat, menjaminkan asset senilai minimal Rp 300.000.000,00 kepada komisaris.” (Sudarisman, hasil wawancara 31 Januari 2014).

Dengan adanya jaminan dari pengurus terhadap pekerjaannya maka akan dapat menghindarkan pengurus dari tindak penyalahgunaan. Karena dalam arisan CV Sehati melibatkan banyak anggota masyarakat serta jumlah uang yang tidak sedikit. Selain menjaminkan asset, bentuk kepercayaan antar sesama pengurus juga terlihat dalam susunan kepengurusan Arisan CV Sehati. Menurut bapak Sudarisman mengenai jumlah pengurus arisan CV Sehati sebagai berikut:

“Jumlah keseluruhan pengurus arisan ada 13 orang. Namun susunan pengurus untuk setiap gelombang arisan jumlah dan anggota pengurusnya tidak sama.” (Sudarisman, hasil wawancara 31 Januari 2014).

Susunan kepengurusan arisan CV Sehati yang berbeda- beda dalam setiap gelombang arisan yang dilaksanakan didasarkan pada faktor kesibukan pihak pengurus diluar kegiatan arisan. Selain faktor kesibukan pengurus di luar kegiatan arisan, perbedaan susunan kepengurusan dalam setiap gelombang arisan juga bertujuan untuk pemerataan tanggung jawab dengan dasar penilaian tertentu. Dasar penilaian tertentu tersebut terutama berkaitan dengan penentuan siapa yang menduduki jabatan bendahara dalam setiap gelombang arisan CV Sehati.

(25)

Sebagai contoh jabatan bendahara dalam susunan pengurus arisan CV Sehati. Jabatan seorang bendahara dalam kepengurusan arisan CV Sehati bukan merupakan sesuatu yang mudah, namun merupakan suatu tanggung jawab yang besar. Apabila jabatan bendahara diserahkan kepada satu orang untuk mengurus keuangan semua gelombang arisan, maka akan menjadi suatu beban yang sangat berat bahkan mungkin kerepotan dalam melaksanakan tugasnya. Perbedaan susunan kepengurusan arisan CV Sehati tidak diubah secara menyeluruh. Jabatan bendahara dalam setiap gelombang yang mengalami pergantian sehingga mempengaruhi posisi- posisi jabatan yang lainnya. Sebagai contoh misalnya dalam gelombang 13, Ibu Mustika Dewi menjabat sebagai bendahara, namun dalam gelombang yang lain mungkin ibu Mustika Dewi menjabat sebagai seksi humas. Hal penggantian posisi jabatan bendahara mengakibatkan perubahan pada posisi jabatan yang lainnya. Terdapat 3 jabatan kepengurusan yang bersifat tetap yaitu:

1) Ketua : Sudarisman

2) Sekretaris : Suraji

3) Seksi legal dan keamanan : Suwija Teguh Edy M b. Kepercayaan antara pengurus dengan anggota

Agar arisan CV Sehati dapat terus berjalan dibutuhkan adanya kepercayaan antara pihak pengurus dengan anggota. Legalitas arisan yang telah tercatat dalam akta notaris merupakan

(26)

salah satu faktor yang membuat masyarakat mempercayai Arisan CV Sehati. Untuk membentuk dan mempertahankan kepercayaan antara pengurus dengan anggota, pihak pengurus lebih menekankan dalam hal pemenuhan hak anggota arisan CV Sehati. Hal ini sesuai dengan yang dikemukakan oleh Bapak Sudarisman, yaitu: “dengan cara memenuhi hak anggota.” (Sudarisman, hasil wawancara 31 Januari 2014).

Pihak pengurus arisan CV Sehati berusaha memberikan pelayanan yang baik kepada anggota serta memberikan hak- hak yang seharusnya diterima. Hak- hak sebagai anggota arisan yaitu memperoleh sepeda motor atau uang hasil dari pelelangan dan atau undian. Selain dalam hal pelayanan kepada anggota, pihak pengurus juga membentuk kepercayaan dari anggota dengan cara memperhatikan penampilan pengurus dalam setiap kegiatan arisan. Dalam setiap pelaksanaan kegiatan arisan, pengurus memiliki baju khusus sebagai identitas pengurus arisan. Misalnya dalam pelaksanaan arisan setiap hari minggu, setiap pengurus mengenakan baju formal yang telah ditentukan oleh pengurus.

Selain dengan memenuhi hak- hak anggota seperti memperoleh sepeda motor dari hasil pelelangan dan atau undian, pengurus juga memberikan pelayanan dalam hal pengurusan surat- surat kendaraan seperti pelayanan untuk pembayaran pajak.

(27)

c. Kepercayaan antara anggota dengan anggota

Kepercayaan antar anggota arisan ditunjukkan dengan adanya persyaratan menyerahkan fotocopy KTP calon anggota pada saat pendaftaran arisan. Hal tersebut dimaksudkan untuk mengetahui siapa saja dan dari mana asalnya anggota arisan CV Sehati. Kejelasan asal usul anggota arisan tersebut dapat mempermudah penyelesaian permasalah jika suatu saat terjadi kasus atau pelanggaran norma dalam arisan CV Sehati.

Adanya legalitas arisan, serta peraturan dan tata tertib yang telah dibuat oleh pihak pengurus arisan CV Sehati menjadi faktor yang melatarbelakangi masyarakat mengikuti arisan. Legalitas arisan serta peraturan dan tata tertib membuat masyarakat mempercayai arisan CV Sehati. Tindak pelanggaran terhadap peraturan dan tata tertib dalam arisan CV Sehati yang hanya 1% dari jumlah anggota menunjukkan bahwa anggota dalam arisan tersebut bertanggung jawab dalam melaksanakan kewajibannya menyelesaikan arisan. d. Kepercayaan antara pengurus dengan pihak penyedia barang

Selain kepercayaan dari anggota, diperlukan juga adanya kepercayaan dari pihak penyedia barang dalam arisan CV Sehati agar kegiatan arisan CV Sehati tetap berjalan. Di antara pengurus Arisan CV Sehati dengan pihak- pihak penyedia barang ada yang menggunakan MOU namun ada juga yang tidak. Berikut pernyataan bapak Sudarisman:

“Untuk kerjasama dengan dealer sepeda motor kita ada MOU, tetapi tidak semua dealer kita pakai MOU. Untuk

(28)

kerjasama dengan Rangga Primajasa (Honda) dan Sumber Baru 133 (yamaha) kita ada MOU karena keduanya merupakan master of dealer arisan CV Sehati. Namun ada juga kerjasama dengan pihak penyedia sepeda motor yang tidak menggunakan MOU seperti kerjasama dengan mas Heru. Dengan mas Heru kita bermodalkan kepercayaan karena kami sama- sama telah mengetahui seluk beluk masing- masing pihak. Mas Heru telah mengetahui bagaimana sepak terjang arisan CV Sehati jadi beliau berani bekerjasama dengan arisan CV Sehati. Untuk kerjasama dengan pihak penyedia makanan kita berpedoman pada kepercayaan tidak ada MOU.” (Sudarisman, hasil wawancara 31 Januari 2014).

Berdasarkan pernyataan bapak Sudarisman tersebut, tidak semua pihak yang bekerjasama dengan arisan menggunakan MOU untuk hubungan kerjasamanya. Terdapat beberapa kerjasama dengan pihak- pihak tertentu yang didasarkan atas rasa saling percaya. Seperti kerjasama yang dilakukan antara pihak arisan dengan pihak mas Heru sebagai penyedia sepeda motor honda dan Ibu Budi sebagai pihak penyedia makanan. Sedangkan kerjasama yang menggunakan MOU salah satunya yaitu kerjasama antara pengurus arisan dengan pihak penyedia sepeda motor Zamaha di Jl, Magelang No. 133 Yogyakarta. Berikut ini pernyataan salah satu informan mengenai hubungan kerjasama yang terjalin antara CV Sehati dengan pihak penyedia sepeda motor Zamaha:

“Kita ada MOU dengan CV Sehati. kalau untuk jangka waktu nggak ada jangka waktu, selama masih ada kepercayaan, selama tidak ada bentrokan ya masih berjalan”. (Widodo, hasil wawancara 28 Mei 2014).

Prinsip yang digunakan oleh kedua belah pihak yang bekerjasama tanpa menggunakan MOU yaitu rasa saling percaya dan

(29)

saling menguntungkan. Hal tersebut sesuai dengan yang dikemukakan oleh salah satu informan, sebagai berikut:

“Kepercayaan. Yang lebih saya tekankan disini kan

service mbak, pelayanan kepada konsumen harus

diutamakan. Biasanya kan kalau untuk surat- surat diambil ke sini, tapi kalau saya surat- surat saya sendiri yang nganter langsung ke pihak arisan Sehati.” (Heru Prasetyo, hasil wawancara 7 Februari 2014).

Menurut Heru Prasetyo, pelayanan yang baik kepada konsumen merupakan kunci utama dalam mempertahankan suatu hubungan. Seperti halnya hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia barang (sepeda motor) dalam arisan CV Sehati. Pelayanan yang baik kepada konsumen mas Heru tunjukkan dalam beberapa hal, antara lain:

1) Berusaha untuk selalu datang setiap minggunya dalam kegiatan arisan.

2) Mengecek pemesanan barang (sepeda motor) dengan cara datang langsung ke sekretariat.

3) Surat- surat sepeda motor (STNK, BPKB) diantar langsung ke pihak pengurus arisan.

4) Menjalin komunikasi yang baik dengan mudah dihubungi.

Selain Mas Heru, Ibu Budi Suryani juga merupakan salah satu pihak penyedia barang dalam arisan. Bidang usaha yang ibu Budi jalankan yaitu catering. Tugas dan kewajiban ibu Budi dalam kegiatan arisan adalah menyediakan makanan untuk kegitan arisan. Untuk menjaga kepercayaan yang telah terjalin antar pengurus

(30)

dengan pihak penyedia barang, pihak pengurus arisan CV Sehati menerapkan prinsip sebagai berikut:

“cara untuk mempertahankan kerjasama dengan menempatkan hak dan kewajiban secara procedural.” (Sudarisman, hasil wawancara 31 Januari 2014).

Kepercayaan dengan pihak marketing sepeda motor dan catering merupakan point yang penting dalam terselenggaranya kegiatan arisan motor dan mobil CV Sehati. Kepercayaan dalam kerjasama ada dalam hal pengadaan sepeda motor dan mobil dalam kegiatan arisan CV Sehati, serta kerjasama dalam hal pengadaan

snack (konsumsi) dengan pihak catering. Hal tersebut sesuai dengan

yang dikemukakan oleh salah satu pihak yang menjalin kerjasama dengan arisan CV Sehati yaitu mas Heru Prasetyo yang menjalin hubungan kepercayaan dengan pihak pengurus arisan, yaitu:

“Kepercayaan. Yang lebih saya tekankan disini kan

service mbak, pelayanan kepada konsumen harus

diutamakan. Biasanya kan kalau untuk surat- surat diambil ke sini, tapi kalau saya surat- surat saya sendiri yang nganter langsung ke pihak arisan Sehati.” (Heru, hasil wawancara 7 Februari 2014).

Dari pernyataan informan di atas dapat dinyatakan bahwa dalam kegiatan arisan CV Sehati terdapat kepercayaan dari pihak pengurus arisan untuk membeli sepeda motor pada dealer tempat salah satu informan bekerja yaitu di jalan kaliurang km 5,6. Berikut ini disampaikan tabel bentuk- bentuk kepercayaan antara aktor- aktor dalam arisan CV Sehati.

(31)

Tabel 4 . Bentuk- bentuk kepercayaan dalam arisan CV Sehati No Aktor- aktor Bentuk kepercayaan

1 Pengurus dengan

pengurus

a. Jaminan asset senilai minimal Rp 300.000.000,00

b. Perbedaan susunan pengurus arisan CV Sehati dalam setiap gelombang arisan yang dilaksanakan dengan tujuan pemerataan tanggung jawab.

2 Pengurus dengan

anggota

a. Legalitas arisan yang telah tercatat dalam akta notaries No. 04 tanggal 30 Januari 2008 dengan nama Arisan Motor dan Mobil CV Sehati.

b. Pemenuhan hak- hak anggota

3 Anggota dengan

anggota

a. Tanggung jawab terhadap kewajibannya menyelesaikan arisan

4 Pengurus dengan

pihak penyedia barang

a. Menempatkan hak dan kewajiban secara procedural

b. Pelayanan yang baik kepada konsumen c. Tanggung jawab dalam pelaksanaan

tugas

(32)

3. Jaringan sosial (social network)

Jaringan sosial merupakan suatu hal yang khusus yang mana di dalamnya menghubungkan satu titik dengan titik yang lain (Agusyanto, 2007: 13). Jaringan sosial pada dasarnya merupakan suatu link yang menghubungkan antara individu satu dengan individu yang lain. Jaringan sosial pada suatu kelompok sosial merupakan suatu hal yang bermanfaat dan membawa pengaruh yang baik dalam perkembangan kelompok tersebut. Jaringan yang ada dalam arisan CV Sehati antara lain:

a. Jaringan antara pengurus dengan anggota

Arisan CV Sehati memunculkan banyak jaringan dalam pelaksanaan kegiatannya, salah satunya jaringan antara pengurus dengan anggota arisan tersebut. Pengurus arisan CV Sehati diperlukan sebagai pihak penyelenggara arisan motor yang menfasilitasi masyarakat atau anggota untuk memperoleh sepeda motor dari kegiatan arisan tersebut. Pihak pengurus arisan juga berperan dalam pengurusan administrasi dan surat menyurat terkait dengan pengadaan dan pembelian sepeda motor pemenang lelang dan atau undian.

Pengurus arisan CV Sehati dibedakan menjadi 2, yaitu pengurus formal dan informal. Pengurus formal berperan dalam pelaksanan kegiatan arisan dimulai dari peneriman setoran arisan, pelaksanaan pelelangan dan atau undian, pengurusan administrasi sampai dengan pengadaan dan pembelian sepeda motor serta pengurusan surat menyurat atau pajak sepeda motor. Sedangkan

(33)

pengurus informal hanya berperan dalam penagihan tunggakan pembayaran arisan kepada anggota dan menyetorkannya kepada pihak pengurus arisan CV Sehati. Pengurus informal tidak termasuk dalam susunan pengurus Arisan CV Sehati. Pengurus informal ditunjuk dan dipercaya oleh pihak arisan CV Sehati untuk melaksanakan tugas penagihan tunggakan setoran arisan.

Anggota arisan CV Sehati tidak hanya berasal dari masyarakat yang berada di wilayah DIY saja, namun ada juga yang berasal dari wilayah Jawa Tengah. Hal ini sesuai dengan pernyataan bapak sudarisman bahwa “Syarat menjadi anggota arisan CV Sehati Berdomisili di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah” (Sudarisman, wawancara 31 Januari 2014).

Jaringan sosial yang telah terjalin antar pengurus dan anggota arisan CV Sehati berpengaruh terhadap keberlangsungan kegiatan arisan tersebut. Pesatnya perkembangan arisan CV Sehati dilihat dari jumlah anggotanya merupakan bukti adanya jaringan sosial yang kuat diantara pengurus dan anggota. Keuntungan yang sama- sama diperoleh antara pihak pengurus dan anggota merupakan pengikat yang kuat dari jaringan sosial yang terbentuk.

b. Jaringan antara pengurus dengan penyedia sepeda motor

Jaringan sosial dalam arisan CV Sehati juga ditemukan dalam hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia sepeda motor. Pihak penyedia sepeda motor merupakan salah satu karyawan dealer sepeda motor yang menjadi langganan pihak arisan CV Sehati dalam

(34)

membeli sepeda motor. Dalam membeli sepeda motor pemenang lelang dan atau undian, pihak pengurus arisan tidak terpaku pada 1 atau 2 dealer sepeda motor saja. Namun pihak pengurus lebih mengutamakan ketersediaan barang di dealer yang menjadi pesanan pemenang lelang dan atau undian. Jadi apabila sepeda motor keinginan pemenang lelang dan atau undian tidak tersedia di salah satu dealer, maka pihak pengurus akan mencarikannya di dealer yang menyediakan barang yang diinginkan anggotanya.

Hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia barang merupakan hubungan yang saling menguntungkan. Pihak penyedia barang sebisa mungkin diharapkan hadir dalam setiap kegiatan arisan agar dapat memenuhi permintaan anggota pemenang lelang dan atau undian. Sedangkan pihak pengurus dimudahkan dalam hal pengurusan surat- surat sepeda motor karena pihak penyedia barang yang mengantar dan menyerahkan langsung STNK dan BPKB kepada pengurus arisan CV Sehati. Selain itu, keuntungan dalam hal materi yang diperoleh kedua belah pihak merupakan suatu pengikat dari adanya jaringan antara pengurus dengan pihak penyedia barang. c. Jaringan antara pengurus dengan penyedia makanan/ catering

Jaringan sosial antara pengurus dengan pihak penyedia makanan juga tidak jauh berbeda dengan jaringan yang lainya. Interaksi antara pengurus dengan pihak penyedia makanan/catering ini terjadi sebelum pelaksanaan kegiatan arisan CV sehati. Sebelum hari pelaksanaan arisan Ibu Budi menemui pihak pengurus untuk

(35)

membicarakan pesanan makanan untuk kegiatan arisan yang akan datang. Untuk menentukan pesanan makanan, tidak selalu ibu Budi yang memberikan penawaran barang. Terkadang pihak pengurus arisan yang menentukan menu makanan. Setelah terjalin kesepakatan maka pihak peneyedia makanan yang bertanggung jawab mencari pesenan makanan yang diinginkan oleh pihak CV sehati. Setiap minggu menu makanan selalu bergati dan bervariasi, sehingga terkadang menimbulkan kesulitan dalam menyediakan makanan-makanan tersebut. Makanan yang dipesan oleh pihak CV sehati tidak selamanya bisa dipenuhi oleh Ibu Budi sehingga untuk memenuhi kebutuhan tersebut beliau sudah mempunyai beberapa jaringan yang bisa membuat makanan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh Ibu Budi sebagai berikut:

“Cuma ngantar snacknya. Saya yang mencarikan saya yang ngantar kesana. Kalau yang bisa saya buat sendiri kalau nggak ya saya carikan ke orang lain. nganter ke sana belum dalam bentuk kemasan”. (Budi Suryani, wawancara 7 Februari 2014).

d. Jaringan antara anggota dengan anggota

Jaringan sosial yang terbentuk dalam arisan CV Sehati tidak hanya antara pengurus dengan anggota, namun juga terdapat jaringan antara sesama anggota arisan tersebut. Sebagai contoh ketika pembukaan gelombang baru arisan motor dan mobil, CV Sehati memperoleh anggota yang cukup banyak. Anggota baru arisan CV Sehati biasanya memperoleh informasi dari anggota lama yang telah mengikuti arisan tersebut. Seperti yang dikemukakan oleh salah satu

(36)

informan sebagai berikut: “Saya tahu arisan Sehati dari tetangga… .” (N, hasil wawancara 28 Januari 2014).

Berdasarkan pernyataan salah satu informan tersebut dapat dijelaskan bahwa jaringan sosial yang ada dalam arisan CV Sehati tidak hanya jaringan antara pengurus dengan anggota ataupun pengurus dengan pihak penyedia barang sepeda motor dan catering, namun juga terdapat jaringan antar sesama anggota arisan. Jaringan yang terbentuk di antara sesama anggota arisan merupakan hasil dari interaksi anggota arisan dengan masyarakat di mana dengan adanya interaksi tersebut dapat digunakan sebagai sarana untuk merekrut anggota baru.

Aktor- aktor dalam jaringan arisan CV Sehati memang saling bergantung satu sama lain. Melalui interaksi aktor- aktor dalam arisan CV Sehati dapat memenuhi tujuan mereka. Setiap aktor dalam arisan CV Sehati melakukan interaksi dengan pihak lain yang memiliki peran masing- masing. Seperti interaksi pengurus dengan anggota, pengurus dengan pihak penyedia sepeda motor, pengurus dengan pihak penyedia makanan atau catering, maupun interaksi antara anggota dengan sesama anggota arisan CV Sehati.

Hubungan antar pihak dalam arisan CV Sehati memang sulit untuk dipisahkan satu sama lain, yang diperkuat oleh adanya aturan dan kepercayaan dari tiap individu. Jaringan hubungan yang terjalin antar aktor dalam arisan CV Sehati mempermudah peran masing- masing pihak dalam mencapai tujuannya. Anggota arisan CV Sehati memperoleh

(37)

kemudahan dan keuntungan dalam pembelian sepeda motor. Sedangkan pihak pengurus, pihak penyedia sepeda motor dan pihak penyedia barang sama- sama mendapatkan keuntungan dari pekerjaan yang mereka jalankan.

Hubungan antara anggota dengan pengurus arisan CV Sehati bersifat langsung. Antara pengurus arisan dan anggota arisan CV Sehati saling mendukung satu sama lain. Arisan CV Sehati mendirikan jasa pembiayaan pembelian sepeda motor dengan sistem arisan yang menggunakan prinsip gotong royong sehingga dapat membantu sesama anggota arisan. Pengurus CV Sehati memperoleh keuntungan dari jasa pembiayaan pembelian sepeda motor dengan sistem arisan.

Kerjasama yang baik antara pihak pengurus dengan anggota arisan CV Sehati juga akan membantu mencapai tujuan masing- masing. Kegiatan arisan akan berjalan lancar karena adanya kesadaran dari anggota akan tanggung jawabnya terhadap pembayaran uang arisan. Dengan lancarnya kegiatan arisan CV Sehati, pengurus akan dengan mudah merekrut anggota baru untuk mengikuti arisan CV Sehati gelombang berikutnya.

Hubungan langsung juga terdapat dalam kerjasama antara pengurus dengan pihak- pihak penyedia barang. Antara pengurus arisan dengan pihak penyedia sepeda motor dan penyedia makanan saling berhubungan secara langsung. Tidak terdapat actor lain yang berperan sebagai perantara untuk hubungan kerjasama yang dijalin.

(38)

Sedangkan hubungan tidak langsung terjadi antara pihak penyedia sepeda motor dengan anggota arisan CV Sehati. Dimana interaksi antara kedua terjadi karena adanya peran dari pengurus dalam hal pemesanan sepeda motor sesuai dengan keinginan anggota. Berikut ini disampaikan gambar jaringan sosial dalam arisan CV Sehati di Dusun Plataran Desa Banyurejo Kecamatan Tempel Kabupeten Sleman.

(39)

Bagan 4. Jaringan sosial arisan CV Seati Keterangan:

= Hubungan bersifat langsung = Hubungan bersifat tidak langsung

= tidak terdapat hubungan diantara pihak- pihak Pihak penyedia

sepeda motor DIY

Pengurus Arisan CV Sehati

Pihak penyedia sepeda motor Jawa Tengah Pihak penyedia makanan (Ibu Budi Suryani) Pihak penyedia makanan A Pihak penyedia makanan ke N Pihak penyedia makanan B Anggota arisan CV Sehati Anggota lama arisan CV Sehati Anggota baru arisan CV Sehati

(40)

4. Norma

Norma adalah seperangkat nilai- nilai yang diakui dan ditaati bersama oleh suatu masyarakat. Nilai pada masyarakat industry dapat digunakan untuk mengendalikan, mengembangkan serta meningkatkan produktifitas ekonomi (Kartasapoetra, 1992: 33). Dalam teori modal sosial dijelaskan bahwa dalam suatu kerjasama terdapat suatu norma yang mengikat antar individu yang mengikat proses kerjasama tersebut. Norma merupakan suatu aturan yang ditetapkan bersama oleh suatu masyarakat yang diataati dan dijalankan bersama.

Kegiatan arisan CV Sehati tidak terlepas dari norma yang mengikat para aktor. Norma tersebut menyangkut hubungan sosial antara pengurus arisan dengan anggota arisan CV Sehati dalam pelaksanaan kegiatan arisan motor dan mobil. Aturan dalam pelaksanaan kegiatan arisan motor dan mobil CV Sehati ada dan dilampirkan dalam blanko pendaftaran yang memuat data anggota arisan serta ahli warisnya. Misalnya saja dalam hal pembayaran arisan terdapat aturan yang harus dipatuhi. Berikut penuturan dari pengurus arisan CV Sehati:

“Untuk sanksi anggota yang tidak membayar arisan ada 2 item. Yang pertama untuk anggota yang belum melakukan pelelangan, jika sampai 2 kali tidak membayar arisan maka dianggap mengundurkan diri. Untuk uang yang sudah masuk dikembalikan 50%. Sedangkan yang kedua bagi anggota yang sudah melelang arisan maka sepeda motor akan ditarik kembali oleh panitia. Setelah pelelang membayar wajib bayar beserta denga maka sepeda motor akan dikembalikan dengan syarat menandatangani perjanjian. Jumlah denda Rp 3000,00 per hari dari keterlambatan pembayaran. Sedangkan denda Rp 1000,00 per hari untuk keterlambatan pembayaran arisan.” (Sudarisman, 31 Januari 2014).

(41)

Norma merupakan suatu hasil kesepakatan bersama dari para individu untuk mengatur dan mengontrol kehidupan sosial. Norma yang ada dalam arisan CV Sehati bersifat formal dan informal. Norma yang ada dalam arisan CV Sehati cenderung bersifat formal terutama untuk hubungan pengurus dengan anggota arisan. Sedangkan untuk hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia barang (dealer dan catering) norma yang berlaku cenderung bersifat informal. Hanya terdiri dari kesepakatan- kesepakatan yang telah lama ditaati oleh para actor kemudian menghasilkan kesepakatan- kesepakatan dalam penyediaan barang.

a. Norma tertulis (formal)

1) Norma tertulis untuk anggota arisan CV Sehati

Norma tertulis yang berlaku dalam arisan CV Sehati terdapat dalam tata tertib anggota arisan yang bisa diperoleh dalam blangko pendaftaran calon anggota arisan CV Sehati. Anggota arisan CV Sehati berasal dari masyarakat yang bertempat tinggal di wilayah DIY dan Jawa Tengah. Untuk dapat menjadi anggota atau perekrutan anggota arisan CV Sehati harus memenuhi persyaratan pendaftaran yaitu calon peserta/ anggota wajib mengisi dan melengkapi formulir pendaftaran yang telah disediakan dengan melampirkan foto copy KTP. Adapun norma tertulis (peraturan dan tata tertib) yang harus dipatuhi oleh setiap anggota arisan CV Sehati yaitu sebagai berikut:

(42)

a) Standart kendaraan adalah sepeda motor merk Honda SUPRA X 125 CW.

b) Setoran arisan setiap bulan sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah).

c) Anggota wajib membayar iuran arisan setiap bulan pada pelaksanaan arisan di tempat arisan sesuai dengan ketetapan yang telah ditentukan (PENGURUS TIDAK MELAKUKAN PENAGIHAN ARISAN DARI RUMAH ANGGOTA YANG SATU KE RUMAH ANGGOTA YANG LAINNYA).

d) Arisan dinyatakan selesai apabila seluruh peserta telah mendapatkan kendaraan dari arisan tersebut.

e) Peserta yang berminat mengikuti pelelangan pada setiap periode penarikan arisan dengan system lelang tertulis, tertutup dan bertahap.

f) Peserta yang berminat mengikuti pelelangan bersedia mengikuti pelelangan dengan kelipatan sebesar Rp 100.000,00 (seratus ribu rupiah).

g) Peserta yang dinyatakan sebagai pemenang lelang adalah peserta dengan penawaran tertinggi.

h) Dalam satu periode setiap anggota punya hak lelang

MAKSIMAL dua.

i) Peserta pemenang lelang dan atau pemenang undian

(43)

kendaraan yang dijadikan sebagai standart arisan. uang administrasi digunakan untuk biaya operasional pelaksanaan arisan.

j) Uang administrasi dibayar pada saat kegiatan/ pelaksanaan pelelangan.

k) Apabila dalam satu periode pemenang lelang lebih dari 1 orang, pemenang kedua dan berikutnya minimal lelang Rp 500.000,00 (lima ratus ribu rupiah) di bawah pelelang pertama.

l) Apabila pemenang lelang mengundurkan diri dari

kemenangan lelang dengan alasan apapun, maka pelelang tersebut dikenakan denda sebesar 3,5% dari standart arisan. dan apabila tidak membayar denda tersebut, maka dikeluarkan dari keanggotaan arisan sepeda motor CV Sehati.

m) Pemenang leleng diberi waktu untuk membayar uang

lelang dalam waktu 20 (dua puluh) hari.

n) Hasil dari uang lelang akan masuk kas anggota dan akan digunakan untuk menambah pembelian sepeda motor.

o) Peserta wajib membayar uang arisan sampai dengan

periode arisan selesai.

p) Apabila dalam satu periode arisan tidak ada penawaran lelang, maka akan diadakan undian. yang berhak

(44)

mengikuti undian adalah anggota yang hadir pada saat pelelangan dan sudah membayar uang arisan.

q) Peserta yang telah mendapatkan sepeda motor dari arisan, dinyatakan sebagai pemegang hak milik sepenuhnya setelah periode arisan selesai. BPKB kendaraan selama periode arisan belum selesai dipegang dan disimpan oleh pengurus.

r) Peserta arisan yang telah mendapatkan sepeda motor tetapi tidak membayar uang arisan pada bulan berikutnya, sepeda motor akan ditarik oleh pengurus. sepeda motor bisa diambil kembali setelah semua tunggakan dilunasi dan dikenakan biaya operasional penarikan sebesar Rp 200.000,00.

s) Peserta arisan yang telah mendapatkan sepeda motor dari arisan kemudian terjadi resiko karena pemakaian (hilang, rusak dan sebagainya), peserta arisan yang bersangkutan tetap diwajibkan membayar uang arisan setiap bulannya sampai putaran arisan selesai.

t) Sehubungan dengan ketentuan nomor 18 tersebut di atas, apabila peserta yang bersangkutan tidak membayar uang arisan selama satu bulan, peserta harus menyerahkan asset/ kekayaan dan atau menyerahkan barang yang nilai jualnya minimal sejumlah kewajban yang harus diselesaikan sebagai peserta.

(45)

u) Penjualan asset/ kekayaan dari arisan yang bermasalah akan dilakukan oleh pengurus.

v) Sepeda motor dari hasil arisan tidak diperbolehkan untuk dipindahtangankan ke pihak lain dalam bentuk transaksi apapun sebelum arisan selesai, kecuali atas persetujuan pengurus.

w) Keterlambatan pembayaran uang arisan bagi anggota yang belum memenangkan lelang dan atau undian akan dikenai denda sebesar Rp 1.000,00 (seribu rupiah) setiap hari, terhitung mulai tanggal pelaksanaan arisan yang bersangkutan.

x) Keterlambatan pembayaran uang arisan bagi anggota yang telah memenangkan lelang dan atau undian akan dikenai denda sebesar Rp 2.000,00 (dua ribu rupiah) setiap hari, terhitung mulai tanggal pelaksanaan arisan yang bersangkutan.

y) Peserta arisan yang belum mendapatkan sepeda motor dari arisan kemudian tidak membayar uang arisan 2x berturut- turut, maka peserta arisan tersebut akan dinyatakan mengundurkan diri dari Perkumpulan Arisan Sepeda Motor Sehati, dan selanjutnya uang arisan yang telah disetorkan akan dikembalikan 50% setelah arisan selesai. Uang pengembalian hanya diberikan kepada anggota yang

(46)

mengundurkan diri, dan telah membayar sebanyak 3x angsuran atau lebih.

z) Peserta arisan yang belum memenangkan lelang dan atau belum memenangkan undian dan dengan alasan tertentu mengundurkan diri dari keanggotaan, maka uang setoran akan dikembalikan 50%.

aa) Peserta bebas untuk memilih merk kendaraan/ produk jepang sesuai dengan selera yang diinginkan masing- masing peserta (anggota).

bb) Pembelian sepeda motor dengan harga di atas harga standard arisan atau merk lain, maka kekurangannya menjadi tanggung jawab peserta yang bersangkutan, dan dibayarkan melalui pengurus.

cc) Pembelian sepeda motor dengan harga di bawah standad kendaraan arisan, maka sisa uang akan dikembalikan. dd) Apabila harga sepeda motor mengalami kenaikan, maka

untuk mencukupi kekurangannya diambilkan dari uang lelang/ uang kas anggota dan apabila tidak mencukupi akan ditanggung bersama oleh seluruh peserta arisan.

ee) Apabila pada periode tertentu sepeda motor yang dijadikan standard arisan sudah tidak dipasarkan lagi, maka standard kendaraan akan diganti dengan kendaraan lain yang setara dengan standard motor arisan (Honda SUPRA X 125 CW).

(47)

ff) Arisan sepeda motor sehati gelombang 13 menggunakan SYSTEM TWO IN ONE (BOLEH lelang 2 diambil 1 unit sepeda motor).

gg) Apabila anggota berhalangan tetap, maka hak dan kewajiban boleh dialihkan ke orang lain yang disepakati. hh) Yang menjadi kas anggota adalah uang setoran arisan dan

uang lelang.

ii) Apabila pada putaran terakhir arisan terdapat saldi uang, maka saldo uang tersebut akan dibagi rata kepada semua anggota arisan.

jj) Perkumpulan arisan sepeda motor CV Sehati tidak

melayani pembelian sepeda motor off the road.

kk) Peserta arisan wajib mematuhi semua peraturan dan tata tertib yang berlaku dalam arisan ini.

ll) Peserta arisan baik yang menandatangani maupun yang tidak menandatangani blangko pendaftaran, dinyatakan telah menyetujui semua peraturan dan tata tertib yang berlaku pada Perkumpulan Arisan Sepeda Motor CV SEHATI.

mm) Semua permasalahan yang timbul karena belum diatur dalam peraturan ini akan diselesaikan oleh pengurus, dan akan diadakan perubahan peraturan dan atau diterbitkan peraturan tambahan.

(48)

Kegiatan arisan CV Sehati dari pertama kali didirikan sampai saat ini tidak selalu berjalan dengan sempurna. Dalam setiap kelompok sosial yang ada dalam masyarakat pasti terdapat actor- actor yang tidak bertanggung jawab. Seperti halnya dalam kelompok sosial formal arisan CV Sehati. Pelaksanaan kegiatan arisan CV Sehati telah diatur dalam norma- norma tertulis (formal) maupun tidak tertulis (informal) yang harus dipatuhi oleh semua actor. Pada saat pendaftaran, calon anggota diberikan serta mengisi formulir pendaftaran yang berisi identitas diri serta data ahli waris. Dalam formulir pendaftaran tersebut diberikan lampir peraturan dan tata tertib yang harus dipatuhi sebagai anggota arisan CV Sehati. Namun dalam pelaksanaannya, masih terdapat beberapa actor yang melakukan pelanggaran dengan tidak melaksanakan tugas dan kewajibannya.

Sebagai contoh anggota arisan CV Sehati dalam hal pembayaran uang arisan. Dalam setiap periode arisan, terdapat beberapa anggota yang tidak datang atau terlambat melakukan pembayaran dengan berbagai alasan atau kesibukan. Untuk mengatasi anggota yang terlambat membayar uang arisan, pihak pengurus tidak melakukan penagihan arisan dari rumah anggota yang satu ke rumah anggota yang lain. Agar pembayaran uang arisan tetap berjalan dengan baik, pihak pengurus memilliki orang- orang kepercayaan yang diberi tugas untuk melakukan

(49)

penagihan kepada anggota yang tidak membayar arisan dan berkewajiban menyetorkan kepada pengurus arisan CV Sehati. Orang- orang yang diberi tugas melakukan penagihan kepada anggota arisan tidak termasuk dalam susunan pengurus arisan CV Sehati.

Berbeda halnya dengan keterlambatan pembayaran, dalam kegiatan arisan juga terdapat kasus- kasus dimana anggota arisan tidak hanya terlambat membayar namun anggota tersebut tidak mau membayar uang arisan dengan berbagai alasan. Untuk menyelesaikan permasalah antara pengurus dengan anggota yang tidak melakukan pembayaran uang arisan, maka pihak pengurus menyelesaikannya dengan jalan kekeluargaan terlebih dahulu. Pihak pengurus melakukan pendekatan kepada anggota yang tidak membayar, mencari tahu apa akar permasalahannya. Apabila telah menemukan akar permasalahan, maka pihak pengurus memberikan batas waktu pembayaran kepada anggota untuk segera melunasi. Apabila sampai batas waktu yang ditentukan tetapi pihak anggota arisan tidak dapat melunasinya maka akan diselesaikan sesuai dengan sanksi yang terdapat dalam peraturan dan tata tertib anggota arisan CV Sehati.

Sanksi yang diberikan oleh pengurus kepada anggota yang tidak membayar arisan ada 2. Pertama sanksi untuk anggota yang tidak membayar uang arisan namun telah memenangkan pelelangan (mendapatkan sepeda motor) dan atau undian.

(50)

Peserta arisan yang telah mendapatkan sepeda motor tetapi tidak membayar uang arisan pada bulan berikutnya, maka sepeda motor akan ditarik oleh pengurus. Sepeda motor bisa diambil kembali setelah semua tunggakan dilunasi dan dikenakan biaya operasional penarikan sebesar Rp 200.000,00. Apabila peserta arisan yang telah mendapatkan sepeda motor tidak membayar uang arisan salaam satu bulan, peserta harus menyerahkan asset/ kekayaan dan atau menyerahkan barang yang nilai jualnya minimal sejumlah kewajiban yang harus diselesaikan sebagai peserta arisan. Penjualan asset/ kekayaan dari peserta arisan yang bermasalah akan dilakukan oleh pengurus.

Kedua sanksi untuk anggota yang tidak membayar uang arisan dan belum memenangkan pelelangan dan atau undian. Untuk peserta arisan yang belum mendapatkan sepeda motor dari arisan, kemudian tidak membayar uang arisan 2 x berturut- turut maka peserta arisan tersebut dinyatakan mengundurkan diri dari kelompok Arisan CV Sehati. Uang arisan yang telah disetorkan akan dikembalikan 50% setelah arisan selesai. Uang pengembalian hanya diberikan kepada anggota yang mengundurkan diri dan telah membayar sebanyak 3 x angsuran atau lebih.

Dalam setiap kegiatan yang membutuhkan banyak orang tidak terlepas dari suatu masalah, baik itu masalah di dalam pengurus maupun dalam anggotanya. Permsalahan yang sering

(51)

terjadi di arisan motor CV Sehati ini yaitu tidak membayar uang iuran secara rutin atau tepat waktu, apabila seseorang tidak membayar 2 kali berturut-turut maka dianggap mengundurkan diri. Namun apabila sudah lelang, tetapi pada bulan berikutnya tidak membayar arisan maka motor akan ditarik kembali akan tetapi hanya sementara sampai yang bersangkutan melunasi tunggakan. Dalam pelaksanaan arisan CV Sehati selama ini, jumlah anggota yang tidak melaksanakan kewajibannya sampai selesai kurang lebih 1 % dari jumlah anggota arisan.

Norma tertulis yang lain juga ditemukan dalam hal pelelangan. Adapun persyarata lelang diambil sepeda motor yaitu sepeda motor akan dipesankan ke dealer setelah memenuhi persyaratan sebagai berikut:

a) melakukan pembayaran lelang, administrasi, selisih harga (jika ada),

b) pelelang menandatangani surat perjanjian pinjam pakai kendaraan,

c) atas nama BPKB menandatangani kuitansi jual beli.

Sedangkan untuk persyaratan lelang diambil uang sebagai berikut:

a) Pencairan pada setiap hari sabtu jam 09.00 S/D 11.00 WIB. b) menyerahkan jaminan:

(52)

(a) sepeda motor/ mobil harus ditunjukkan untuk dicek fisik di sekretariat,

(b) menyerahkan BPKB atas nama pelelang, apabila BPKB bukan atas nama pelelang, maka harus dilengkapi dengan kuitansi jual beli bermaterai Rp 6.000,00 yang ditandatangani oleh atas nama BPKB disertai foto copy KTP atas nama BPKB. (2) Sertifikat

(a) Foto copy sertifikat,

(b) foto copy KTP atas nama sertifikat suami istri, (c) foto copy KK,

(d) PBB terakhir,

(e) atas nama sertifikat harus masih hidup.

Aplikasi diserahkan di sekretariat paling lambat hari Rabu jam 14.00 WIB (3 hari dari pelaksanaan lelang).

2) Norma tertulis untuk pihak pengurus arisan CV Sehati

Norma tertulis yang harus dipatuhi oleh pengurus arisan CV Sehati yaitu Menjaminkan asset senilai minimal Rp 300.000.000,00. Penjaminan asset oleh pengurus tersebut bertujuan untuk menghindarkan terjadinya tindak penyelewengan dari pihak pengurus. Dengan adanya jaminan dari pihak pengurus terhadap pekerjaannya diharapkan sebisa mungkin kegiatan arisan dapat terhindar dari tindak

(53)

penyelewengan pengurus yang mempengaruhi citra arisan CV Sehati di mata masyarakat sebagai anggota arisan.

Meskipun sudah terdapat aturan bahwa setiap pengurus harus menjaminkan asset senilai minimal Rp 300.000.000,00 kepada komisaris, tidak selamanya kepengurusan berjalan dengan baik. Dari awal berdirinya Arisan CV Sehati sampai saat ini, pernah terjadi tindak penyelewengan yang dilakukan oleh pihak pengurus. Terdapat beberapa oknum pengurus yang melakukan penyelewengan ringan sampai penyelewengan yang berat.

3) Norma tertulis Untuk Pihak penyedia sepeda Motor.

Kaitannya dengan pihak penyedia sepeda motor, terdapat norma terturlis yang ada dalam MOU antara Arisan CV Sehati dengan pihak penyedia sepeda motor. Namun tidak semua kerjasama dengan pihak penyedia barang menggunakan MOU. Berikut ini pernyataan bapak Sudarisman terkait dengan hal tersebut:

“Untuk kerjasama dengan dealer sepeda motor kita ada MOU, tetapi tidak semua dealer kita pakai MOU. Untuk kerjasama dengan Rangga Primajasa (Honda) dan Sumber Baru 133 (yamaha) kita ada MOU karena keduanya merupakan master of dealer arisan CV Sehati. Namun ada juga kerjasama dengan pihak penyedia sepeda motor yang tidak menggunakan MOU seperti kerjasama dengan mas Heru. Dengan mas Heru kita bermodalkan kepercayaan karena kami sama- sama telah mengetahui seluk beluk masing- masing pihak. Mas Heru telah mengetahui bagaimana sepak terjang arisan CV Sehati jadi beliau berani bekerjasama dengan arisan CV Sehati. Untuk kerjasama dengan pihak penyedia makanan kita berpedoman pada kepercayaan

(54)

tidak ada MOU.” (Sudarisman, hasil wawancara 31 Januari 2014)

b. Norma tidak tertulis (informal)

Norma tidak tertulis (informal) dapat ditemukan dalam hubungan antara pengurus dengan pihak penyedia barang. Pihak penyedia barang dalam arisan CV Sehati antara lain pihak penyedia sepeda motor dan pihak penyedia makanan.

1) Pihak penyedia makanan

Norma informal dalam arisan CV Sehati ditemukan dalam kaitannya dengan penyediaan makanan (scak) untuk konsumsi pada pelaksanaan arisan. Adapun peran pihak penyedia makanan dalam pelaksanaan arisan hanya sebatas untuk menyediakan dan menyetorkan snack yang dipesan kepada pengurus. Proses selanjutnya dikerjakan oleh pihak pengurus arisan sampai dengan diberikan kepada anggota dalam pelaksanaan arisan. Menurut penuturan Ibu Budi selaku pihak penyedia makanan, tidak ada aturan- aturan tertulis atau kontrak kerjasama antara beliau dengan pihak arisan CV Sehati (Budi Suryani, hasil wawancara 7 Februari 2014). Adapun beberapa norma informal yang harus dipatuhi oleh ibu Budi antara lain: a) Barang harus sudah diantara ke sekretariat sebelum pukul

08.00 WIB.

b) Bertanggung jawab memenuhi pesanan jika terdapat kekurangan barang yang dipesannh7 7.

(55)

2) Pihak penyedia sepeda motor

Norma informal juga ditemukan dalam hubungan antara pengurus arisan CV Sehati dengan dealer sebagai pihak penyedia barang. Menurut Heru Prasetyo selaku salah satu pihak penyedia sepeda motor dalam arisan CV Sehati, salah satu norma informal yang harus dipatuhi yaitu kemudahan dalam hal komunikasi. Berikut pernyataan salah satu pihak penyedia barang tentang aturan yang harus dipatuhi selama menjadi pihak penyedia barang dalam arisan CV Sehati:

“Kalau untuk aturan simple, kebanyakan kan peserta arisan banyak yang complain tentang sepeda motor, jadi harus stand by 24 jam jangan susah dihubungi, komunikasi” (Heru Prasetyo, hasil wawancara 7 Februari 2014).

3) Pihak pengurus arisan CV Sehati

Selain norma formal yang harus dipatuhi oleh pengurus arisan, juga terdapat beberapa norma informal dari hasil kesepakatan musyawarah untuk pihak pengurus arisan sebagai berikut:

a) Dalam hal tunggakan setoran maksimal 25%,

b) penyelewengan ringan dikenakan dengan 5% dari jumlah yang diselewengkan dan dibimbing,

c) penyelewengan berat dipecat dari kepengurusan dengan sita jaminan.

(56)

Arisan CV Sehati memiliki norma- norma formal maupun informal. Norma sosial dalam arisan CV Sehati disajikan dalam tabel sebagai berikut:

Tabel 5 . Norma sosial dalam arisan CV Sehati

No Aktor Norma tertulis (Formal) Norma tidak tertulis (Informal) 1 Pengurus a. menjaminkan asset

senilai minimal Rp 300.000.000,00 b. dikehendaki oleh

komisariat

Berbentuk kesepakatan dari hasil musyawarah terkait hal- hal antara lain:

a. Setoran tunggakan maksimal 25%

b. denda 5% dari jumlah yang diselewengkan oleh

pengurus.

c. pemecatan dengan sita jaminan untuk

penyelewengan yang dikategorikan berat. 2 Anggota a. Peraturan dan tata

tertib anggota arisan CV Sehati.

b. Persyaratan lelang diambil sepeda motor

3 Pihak

penyedia sepeda motor

MOU a. diharapkan selalu hadir

dalam setiap kegiatan arisan CV Sehati

b. komunikasi yang baik (mudah dihubungi)

4 Pihak

penyedia makanan

a. barang tiba di sekretariat sebelum pukul 08.00 WIB b. bertanggung jawab

Gambar

Tabel 1. Pembagian Wilayah Administrasi Kabupaten Sleman  No   Kecamatan   Banyaknya   Luas
Tabel 2. Jadwal kegiatan arisan CV Sehati
Tabel 3. Agenda kegiatan pengurus di luar pelaksanaan arisan  No  Hari  Agenda kegiatan
Tabel 4 . Bentuk- bentuk kepercayaan dalam arisan CV Sehati  No    Aktor- aktor   Bentuk kepercayaan
+2

Referensi

Dokumen terkait

Hasil ini juga lebih rendah dibandingkan dengan penelitian Lasmawati (2010) yang juga dilakukan di daerah aliran Sungai Tabir, mendapatkan tangkapan ikan semah

Meskipun faktor identifikasi dan imitasi menjadi alasan terjadinya interaksi dalam pola kerjasama, tetapi banyak juga yang membangun interaksi berdasarkan kepentingan

Kebudayaan berpengaruh terhadap pengambilan keputusan pembelian sepeda motor Yamaha Mio GT di Kota Malang sesuai dengan teori Swastha dan Handoko (2000:60) yaitu

Mengevaluasi tingginya arus sepeda motor, adalah hal yang sulit untuk dapat menganalisa ekr, terutama pada kondisi sepeda motor yang bergerak bergerombol sehingga pendekatan

Arisan ini bila tidak dilakuakan maka tidak akan menyebabkan kesulitan bagi masyarakat, karena mereka dapat memperoleh uang dengan cara yang lain, dengan adanya patokan

Hasil pengujian hipotesis mendapatkan hasil bahwa variabel aspek persepsi kontrol perilaku memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap keputusan konsumen dalam

Petani biasanya mengangkut hasil panen untuk dijual kepada lembaga pemasaran (bakul atau pengumpul) menggunakan sepeda motor, sementara lembaga pemasaran bakul

Perhitungan normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah data yang diuji berdistribusi normal atau tidak. Data berdistribusi normal merupakan syarat sebelum data