• Tidak ada hasil yang ditemukan

SEKOLAH TINGGI ILMU EKONOMI HARAPAN MEDAN

6. Setiap pimpinan secara berjenjang menyampaikan laporan tepat pada waktunya kepada atasan langsung sesuai bidang tugasnya masing-masing

4.4 Jawaban Responden Atas Variabel Penelitian

Berikut ini akan dijelaskan data tabulasi hasil jawaban kuesioner dari 107 responden. Pada bab III sudah dijelaskan pertanyaan kuesioner pada penelitian ini menggunakan skala semantic differential dalam interval 1 – 7, dimana angka 1 menunjukkan jawaban (Sangat Tidak Setuju) dan kemudian angka 7 menunjukkan jawaban (Sangat Setuju). Untuk memudahkan peneliti dalam menjelaskan seluruh jawaban responden dalam setiap variabel, terlebih dahulu dilakukan penghitungan rata-rata setiap jawaban dan pengklassifikasian skor masing-masing jawaban responden dengan metode statistik sederhana yang dikelompokkan dalam 4 kategori dengan interval sebagai berikut:

1 – 2,5 kategori buruk 2,6 – 4 kategori kurang 4,1 – 5,5 kategori cukup dan 5,6 – 7 kategori baik

Untuk melihat hasil penghitungan rata-rata jawaban responden dapat dilihat pada Tabel 4.2 berikut ini :

Tabel 4.2 Jawaban Responden

Sumber : Data Primer Diolah, 2013 Status Dosen

Indikator Penelitian Tanggung jawab

kegagalan ( X1.1)

Tepat waktu saat mengajar ( X1.2) Kesesuaian penilaian ( X1.3) Kemampuan mengajar ( X2.1) Perilaku di kampus ( X2.2) Pengendalian diri ( X2.3) Dosen Tetap 4,55 4,55 4,28 4,33 4,15 3,82

Dosen Tidak Tetap 4,64 4,53 4,38 4,46 4,58 4,48

Status Dosen Indikator Penelitian Penjelasan sistematis ( X3.1) Mahasiswa berprestasi ( X3.2) Rasa aman mengajar ( X3.3) Informasi dari institusi ( X4.1) Kenyamanan ruang kuliah ( X4.2) Kenyamanan ruang dosen ( X4.3) Dosen Tetap 4,02 3,91 3,66 4,2 3,84 4,4

Dosen Tidak Tetap 4,72 4,46 4,43 4,64 3,98 4,79

Status Dosen Indikator Penelitian Waktu untuk konsultasi ( X5.1) Bergaul dengan civitas ( X5.2) Toleransi keberagaman ( X5.3) Kesesuaian materi kuliah ( Y1.1) Penelitian mandiri ( Y1.2) Pengabdian masyarakat ( Y1.3) Dosen Tetap 4,22 4,17 4,35 4,35 4,17 3,71

Dosen Tidak Tetap 4,82 4,59 4,83 4,41 4,62 4,29

Status Dosen Indikator Penelitian Perasaan emosional mengajar ( Y2.1) Kerugian keluar dari institusi ( Y2.2)

Masa kerja yang panjang ( Y2.3)

Dosen Tetap 4,08 3,95 3,44

4.4 1 Pembahasan Analisis Deskriptif Variabel Tanggung Jawab

Berdasarkan hasil penelitian (Muhadi, 2007) karyawan bertanggung jawab atas setiap pekerjaannya ketika manajemennya memiliki visi atas kinerja operasional perusahaan tetapi juga dalam menjalankan aktivitasnya, memperhatikan lingkungan yang ada disekitarnya.

Hasil penghitungan rata-rata jawaban responden pada variabel tanggung jawab pada Tabel 4.2, terlihat bahwa jawaban keseluruhan jawaban responden pada variabel tanggung jawab ini tergolong dalam kategori cukup. Berarti tanggung jawab yang diberikan keseluruhan dosen dalam proses belajar mengajar kepada mahasiswa belum memuaskan pihak institusi. Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan berharap rata-rata jawaban responden pada variabel tanggung jawab ini berada pada kategori baik. Karena apabila pelaksanaan tanggung jawab seluruh dosen pada saat proses belajar mengajar kepada mahasiswa tergolong kategori baik maka akan memperlihatkan kinerja yang membanggakan kepada pihak institusi Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan.

4.4.2 Pembahasan Analisis Deskriptif Variabel Kepribadian.

Berdasarkan hasil penelitian (Suparman, 2007) menjelaskan bahwa kepribadian yang baik dari setiap dosen sangat terkait dengan kinerja kreatif dosen dalam berorganisasi. Artinya semakin baik kepribadian seseorang maka akan semakin meningkatkan penilaian kinerja.

Hasil penghitungan rata-rata jawaban responden pada variabel kepribadian pada Tabel 4.2, terlihat bahwa jawaban keseluruhan jawaban responden pada

variabel kepribadian ini tergolong dalam kategori cukup. Berarti kepribadian keseluruhan dosen dalam proses mengajar kepada mahasiswa tidak menjadi permasalahan bagi pihak institusi. Tetapi apabila dilihat dari rata-rata jawaban responden pada indikator pengendalian diri pada saat terjadi kesalahan pada perkuliahan, jawaban dosen tidak tetap lebih baik bila dibandingkan dengan jawaban dosen tetap. Karena pada indikator pengendalian diri jawaban dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan tergolong pada kategori kurang. Berarti dapat dikatakan dengan banyaknya jam mengajar dosen tidak tetap di tempat lain dan menghadapi berbagai macam bentuk tingkah laku mahasiswa, maka itu lebih menambah pengalaman serta kesabaran dosen tidak tetap dalam menghadapi setiap permasalahan yang terjadi terhadap mahasiswa pada saat proses belajar mengajar.

4.4.3 Pembahasan Analisis Deskriptif Variabel Proses Belajar.

Berdasarkan hasil penelitian (Sagala, 2010) yang menjelaskan proses belajar adalah suatu proses adaptasi atau penyesuaian tingkah laku yang berlangsung secara progressif. Belajar juga dipahami sebagai suatu perilaku, pada saat orang belajar, maka kinerja menjadi lebih baik. Sebaliknya bila ia tidak belajar, maka kinerjanya menurun.

Hasil penghitungan rata-rata jawaban responden pada variabel proses belajar pada Tabel 4.2, terlihat bahwa jawaban dosen tidak tetap kembali lebih baik bila dibandingkan dengan jawaban dosen tetap, walaupun keseluruhan jawaban dosen tidak tetap pada variabel proses belajar ini tergolong dalam kategori cukup. Pada indikator rasa bangga pada prestasi mahasiswa yang diasuh

dan indikator keinginan rasa aman dalam proses belajar mengajar, dosen tetap tergolong pada kategori kurang. Dapat dikatakan tingkat kemampuan dosen tidak tetap dalam mengajar dan kematangan mereka dalam menghadapi gangguan dalam proses belajar mengajar lebih banyak solusi yang bisa diberikan. Dosen tidak tetap lebih banyak memiliki cara agar mahasiswa yang mereka asuh lebih berprestasi karena bisa menginterpretasikan cara mereka mengajar diluar dan mempraktekkannya pada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan.

4.4.4 Pembahasan Analisis Deskriptif Variabel Kondisi Kerja.

Berdasarkan hasil penelitian (Stewart and Stewart, 1993) yang menyatakan kondisi kerja sebagai serangkaian kondisi atau keadaan lingkungan kerja dari suatu perusahaan yang menjadi tempat bekerja dari para karyawan yang bekerja didalam lingkungan tersebut. Yang dimaksud disini adalah kondisi kerja yang baik yaitu nyaman dan mendukung pekerja untuk dapat menjalankan aktivitasnya dengan baik sehinggga dapat meningkatkan kinerjanya sendiri

Hasil penghitungan rata-rata jawaban responden pada variabel kondisi kerja pada Tabel 4.2, terlihat bahwa yang sangat dipermasalahkan oleh seluruh responden baik itu dosen tetap maupun dosen tidak tetap adalah masalah kenyamanan ruang mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan. Masalah ini diakibatkan oleh karena ruang kuliah yang ada di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan masih berbagi kepada pihak sekolah yaitu Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) yang kesemuanya satu wadah yaitu dibawah nanungan Yayasan Pendidikan Harapan Medan. Infrastruktur yang ada di ruang mengajar masih menggambarkan nuansa anak

sekolahan, tidak sepenuhnya menggambarkan nuansa perkuliahan. Kemudian Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan berada tepat ditengah kota Medan, dimana pada saat perkuliahan dimulai pada pukul 17.00 Wib sore hari, sangat jelas terdengar kebisingan kendaraan yang mengitari jalan Iman Bonjol Medan dan suasana warung yang berada tepat di belakang gedung Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan.

4.4.5 Pembahasan Analisis Deskriptif Variabel Nilai Sosial.

Berdasarkan hasil penelitian (Widiastuti, 2005) menyatakan apabila nilai sosial yang dimiliki oleh seseorang seperti kecintaannya pada orang lain, mudah bergaul dan mampu menerima kritikan dapat dilakukan dengan baik akan mengarah pada peningkatan kinerja seseorang. Dengan kata lain, semakin baik nilai sosial yang dimiliki seseorang maka akan semakin baik kinerja yang dapat diberikannya kepada perusahaan

Hasil penghitungan rata-rata jawaban responden pada variabel nilai sosial pada Tabel 4.2, terlihat bahwa jawaban keseluruhan jawaban responden pada variabel nilai sosial ini tergolong dalam kategori cukup. Berarti nilai sosial yang diberikan keseluruhan dosen dalam proses belajar mengajar kepada mahasiswa dapat dikatakan baik. Karena dengan baiknya kerjasama dan keluangan waktu yang diberikan dosen kepada mahasiswa akan memberikan kesan keindahan pada proses belajar mengajar di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan.

4.4.6 Pembahasan Analisis Deskriptif Variabel Kinerja Dosen.

Produktifitas tenaga kerja (kinerja) adalah perbandingan antara hasil yang dicapai dengan peran serta tenaga kerja persatuan waktu, sedang peran serta tenaga kerja ialah penggunaan sumber daya secara efisiensi dan efektif. Berdasarkan (Undang-Undang RI No.14, 2005) kinerja tenaga edukatif / dosen adalah hasil kerja secara kuantitas dan kualitas yang dilakukan oleh seorang dosen dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

Hasil penghitungan rata-rata jawaban responden pada variabel kinerja dosen pada Tabel 4.2, terlihat bahwa jawaban keseluruhan jawaban responden pada variabel kinerja dosen ini tergolong dalam kategori cukup. Berarti kinerja yang diberikan keseluruhan dosen dalam proses belajar mengajar kepada mahasiswa belum memuaskan pihak institusi. Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan berharap rata-rata jawaban responden pada variabel kinerja ini berada pada kategori baik. Tetapi apabila dilihat dari rata-rata jawaban responden pada indikator pengabdian masyarakat, jawaban dosen tidak tetap lebih baik bila dibandingkan dengan jawaban dosen tetap. Karena pada indikator pengabdian masyarakat jawaban dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan tergolong pada kategori kurang. Berarti dapat dikatakan dosen tidak tetap selalu aktif dalam kegiatan pengabdian masyarakat yang dilakukan minimal 1 kali dalam setahun. Karena dosen tidak tetap rata-rata mengajar di perguruan tinggi negeri, dimana hal pengabdian masyarakat ini sangat perlu pada saat pengurusan proses kepangkatan dosen, karena banyaknya jumlah dosen diperguruan tinggi negeri, inilah yang menjadikan dosen tidak tetap lebih bersaing di perguruan tinggi negeri. Inilah yang menyebabkan dosen tidak tetap lebih

unggul apabila dibandingkan dengan dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan dalam hal pengabdian masyarakat.

4.4.7 Pembahasan Analisis Deskriptif Variabel Komitmen Keorganisasian.

Menurut (Meyer dan Allen, 1997, dalam F Mas’ud, 2002) komitmen organisasi merefleksikan tiga komponen yaitu:

a. Affective commitment

Affective commitment adalah keterikatan emosional karyawan, identifikasi, dan keterlibatan dalam organisasi.

b. Continuance commitment

Continuance commitment adalah komitmen berdasarkan kerugian yang berhubungan dengan keluarnya karyawan dari organisasi. hal ini mungkin karena kehilangan senioritas atas promosi atau benefit.

c. Normative commitment

Normative commitment adanya perasaaan wajib untuk tetap berada dalam organisasi karena memang harus begitu; tindakan tersebut merupakan hal benar yang harus dilakukan.

Hasil penghitungan rata-rata jawaban responden pada variabel komitmen keorganisaian pada Tabel 4.2, terlihat bahwa jawaban keseluruhan jawaban responden pada variabel komitmen keorganisasian tergolong dalam kategori cukup. Berarti komitmen organisasi yang diberikan keseluruhan dosen belum memuaskan pihak institusi. Pimpinan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan berharap rata-rata jawaban responden pada variabel komitmen keorganisasian ini berada pada kategori baik. Tetapi apabila dilihat dari rata-rata

jawaban responden pada indikator mampu menghitung kerugian apabila keluar dari institusi dan indikator berkeinginan untuk masa kerja yang panjang, jawaban dosen tidak tetap lebih baik bila dibandingkan dengan jawaban dosen tetap. Karena pada kedua indikator tersebut jawaban dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan tergolong pada kategori kurang. Berarti dapat dikatakan dosen tetap di Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan sangat takut apabila tidak bekerja lagi di institusinya dan mereka sangat ingin untuk masa kerja yang lebih panjang di institusi ini. Namun yang menjadi permasahan komitmen mereka berbanding terbalik dengan kinerja yang mereka berikan kepada Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Harapan Medan.

Dokumen terkait