• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis Agregat Berdasarkan Tekstur Permukaan 6

TINJAUAN PUSTAKA

3. Agregat Berat

2.3.2.5 Jenis Agregat Berdasarkan Tekstur Permukaan 6

Umumnya jenis agregat dengan permukaan kasar lebih disukai. Karenapermukaan yang kasar akan menghasilkan ikatan yang lebih baik jika dibandingkan dengan

38

permukaan agregat yang licin. Jenis agregat berdasarkan tekstur permukaannya dapat dibedakan sebagai berikut:

1. Kasar

Agregat ini dapat terdiri dari batuan berbutir halus atau kasar yang mengandung bahan-bahan berkristal yang tidak dapat terlihat dengan jelas melalui pemeriksaan visual.

2. Berbutir (granular)

Pecahan agregat jenis ini memiliki bentuk bulat dan seragam. 3. Agregat licin/halus (glassy)

Agregat jenis ini lebih sedikit membutuhkan air dibandingkan dengan agregat dengan permukaan kasar. Agregat licin terbentuk akibat dari pengikisan oleh air, atau akibat patahnya batuan (rocks) berbutir halus atau batuan yang berlapis-lapis. Dari hasil penelitian, kekasaran agregat akan menambah kekuatan gesekan antara pasta semen dengan permukaaan butir agregat sehingga beton yang menggunakan agregat ini cenderung mutunya akan lebih rendah.

4. Kristalin (cristalline)

Agregat jenis ini mengandung kristal-kristal tampak dengan jelas melalui pemeriksaan visual.

5. Berbentuk sarang labah (honeycombs)

Agregat ini tampak dengan jelas pori-porinya dan rongga-rongganya. Melalui pemeriksaan visual kita dapat melihat lubang-lubang pada batuannya.

39 2.3.3 Air

Air diperlukan pada pembuatan beton untuk memicu proses kimiawi semen, membasahi agregat dan memberikan kemudahan dalam pekerjaan beton. Air yang dapat diminum umumnya dapat digunakan sebagai campuran beton. Air yang mengandung senyawa-senyawa yang berbahaya, yang tercemar garam, minyak, gula, atau bahan kimia lainnya, bila dipakai dalam campuran beton akan menurunkan kualitas beton, bahkan dapat mengubah sifat-sifat beton yang dihasilkan. Karena pasta semen merupakan hasil reaksi kimia antara semen dengan air, maka bukan perbandingan jumlah air terhadap total berat campuran yang penting, tetapi justru perbandingan air dengan semen atau yang biasa disebut dengan Faktor Air Semen (water cement ratio). Air yang berlebihan akan menyebabkan banyaknya gelembung air setelah proses hidrasi selesai, sedangkan air yang terlalu sedikit akan menyebabkan proses hidrasi tidak tercapai seluruhnya, sehingga akan mempengaruhi kekuatan beton. Untuk air yang tidak memenuhi syarat mutu, kekuatan beton pada umur 7 hari atau 28 hari tidak boleh kurang dari 90% jika dibandingkan dengan kekuatan beton yang menggunakan air standar/suling.

Dalam pemakaian air untuk beton sebaiknya air memenuhi syarat sebagai berikut:6

a. Tidak mengandung lumpur (benda melayang lainnya) lebih dari 2 gram/liter. b. Tidak mengandung garam-garam yang dapat merusak beton (asam, zat

organik, dan sebagainya) lebih dari 15 gram/liter.

c. Tidak mengandung klorida (Cl) lebih dari 0.5 gram/liter. d. Tidak mengandung senyawa sulfat lebih dari 1 gram/liter.

40

Untuk mendapatkan beton yang berkualitas baik, air tidak cukup harus memenuhi syarat. Jumlah air yang akan dicampurkan ke dalam pasta semen pun harus diperhitungkan. Jumlah air tersebut dapat diperhitungkan melalui perbandingan yang ditentukan antara berat air dan berat semen portland pada campuran beton, yang dikenal dengan istilah faktor air semen (fas).

2.4 Serat

Penambahan serat memiliki arti yakni memberi tulangan pada beton yang disebar merata ke dalam adukan beton dengan orientasi acak dengan maksud untuk mencegah terjadinya retakan micro pada beton di daerah tarik akibat pengaruh pembebanan, pengaruh susut atau pengaruh panas hidrasi.11

Keuntungan penambahan serat pada beton adalah:12

1. Serat terdistribusi secara acak di dalam beton pada jarak yang relative sangat dekat satu dengan yang lainnya akan member tahanan terhadap tegangan berimbang ke segala arah dan member keuntungan material struktur yang disiapkan untuk menahan beban dari berbagai arah.

2. Perbaikan perilaku deformasi seperti ketahanan terhadap impak, daktilitas yang lebih besar, kuat lentur, dan kapasias torsi yang lebih baik.

3. Serat meningkatkan ketahanan beton terhadap formasi dan pembentukan retak.

4. Peningkatan ketahanan pengelupasan (spalling) dan retak pada selimut beton akan membantu pada penghambatan korosi besi tulangan dari serangan kondisi lingkungan yang berpotensi korosi.

41

Adapun jenis-jenis serat yang sering digunakan dalam campuran beton, yaitu: 1. Serat Alami

Serat ini berasal dari alam. Persyaratan dasar serat alami ketika digunakan sebagai perkuatan pada beton adalah meningkatkan kuat tarik dan modulus elastisitas, ikatan yang wajar antar permukaan dengan beton, sifat kimia yang baik, stabilitas geometris dan daya tahan. Beberapa jenis serat alami yang telah diteliti sebagai bahan perkuatan beton adalah serat kelapa, ijuk, sisal, serat ampas tebu, serat bamboo, serat rami, serat kayu, dan beberapa serat sayuran.

Berikut contoh gambar-gambar serat alami :20

Gambar 2.11 Serat Kelapa Gambar 2.12 Serat Ampas Tebu

42

2. Serat Asbestos

Serat ini memiliki harga yang relatif murah, tahan terhadap panas sehingga sering digunakan dalam pembuatan asbes lembaran, pipa maupun genteng.

Gambar 2.14 Serat Asbestos20 3. Serat Baja

Dari semua jenis serat, serat baja memiliki kekuatan dan modulus yang paling tinggi, tetapi serat ini sangat korosif.

Gambar 2.15 Serat Baja20 4. Serat Polypropelene

Serat polypropelene merupakan salah satu jenis serat plastic. Serat ini tidak menyerap air semen, memiliki modulus elastisitas yang rendah, mudah terbakar, kurang tahan lama, dan memiliki titik leleh yang rendah.

43

Contoh gambar serat Polypropelene :

Gambar 2.16 Serat Polypropelene20 5. Serat Kaca

Serat ini memiliki berat jenis yang rendah, kurang mampu menahan pengaruh alkali, dan modulus elastisitas rendah.

Gambar 2.17 Serat Kaca20 6. Serat Kevlar

Serat ini memiliki modulus elastisitas dan kuat tarik yang besar, namun harganya mahal sehingga jarang digunakan.

44

7. Serat Karbon

Serat ini pun memiliki harga yang relatif mahal. Serat ini biasa dipakan pada beton yang mempunyai ketahanan terhadap retak yang tinggi.

Gambar 2.19 Serat Karbon20 8. Serat Kawat

Serat ini banyak tersedia di Indonesia dan memiliki harga yang relatif murah.

Gambar 2.20 Serat Kawat20

Dokumen terkait