• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR SINGKATAN

METODE PENELITIAN

A. Jenis dan Pendekatan Penelitian

Penelitian ini merupakan penelitian evaluatif (evaluation

research) karena kajian ini berhubungan dengan proses pengumpulan

data, pengolahan data, dan perumusan kesimpulan sebagai bentuk pendukung kebijakan-kebijakan yang harus diambil.1 Menurut Hadjar,2 penelitian evaluasi merupakan penelitian yang dilakukan untuk mengukur manfaat dan nilai praktek dalam situasi tertentu, seperti program, proses, dan hasil. Penelitian evaluasi berfungsi untuk menjelaskan fenomena suatu kejadian, kegiatan dan produk.3

Pendekatan evaluasi yang digunakan dalam penelitian evaluasi ini adalah pendekatan sistem, karena pembahasan dalam penelitian

1 Deni Darmawan, Metode Penelitian Kuantitatif, (Bandung: Remaja Rosdakarya, 2013), 75.

2 Ibnu Hadjar, Dasar-Dasar Metodologi Penelitian Kwantitatif dalam Pendidikan, (Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 1996), 28.

3 Amos Neoloka, Metode Penelitian dan Statistik, (Bandung: Remaja Rosdakarya Offset, 2014), 36.

Disertasi | RA. Umi Saktie Halimah 61

ini lebih difokuskan pada komponen evaluasi, yang meliputi komponen kebutuhan, input, proses dan produk.4

Dilihat dari sifat masalahnya, penelitian ini termasuk dalam penelitian deskriptif (descriptive research), karena kajian ini mendeskripsikan fakta-fakta dan sifat-sifat populasi secara sistematis, faktual, dan akurat.5 Berdasarkan jenis datanya, penelitian ini menggunakan pendekatan campuran (mixed method). Menurut Creswell, mixed method adalah serangkaian prosedur dalam pengambilan serta analisis data yang mengoptimalkan pemakaian kualitatif dan kuantitatif.6

Desain yang digunakan dalam pendekatan mixed method ini adalah Concurrent Embedded, karena penelitian ini menggabungkan metode penelitian kualitatif dan kuantitatif dengan cara mencampur

4 Pendekatan evaluasi merupakan sudut pandang seseorang dalam menelaah atau mempelajari evaluasi. Berdasarkan komponen pembelajaran, pendekatan evaluasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu: (1) pendekatan tradisional, dan (2) pendekatan sistem.

Pendekatan tradisional berorientasi pada praktik evaluasi yang telah berjalan selaman ini. Fokus kajian evaluasi dengan pendekatan ini hanya terbatas pada komponen produk (perubahan perilaku apa yang terjadi pada peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran. Pendekatan ini oleh Arifin dinilai kurang sistematis, karena sebuah hasil belajar tidak akan ada jika tidak melalui proses, dan proses tidak dapat berjalan tanpa adanya masukan dan guru yang melaksanakannya. Adapun pendekatan sistem merupakan pendekatan evaluasi yang memfokuskan kajiannya pada seluruh komponen pembelajaran secara menyeluruh. Lihat: Arifin, Evaluasi Pembelajaran, 86.

5 Neolaka, Metode Penelitian dan Statistik, 21.

6 John W. Creswell, Educational Research, (Lincoln: Pearson, 2012), 22; Lihat juga: Charles Teddlie & Abbas Tashakkori, “A General Typology of Research Designs Featuring Mixed Methods”, Research in The Schools, 13 (2006), 15.

11 Pascasarjana |UIN Walisongo Semarang

kedua metode tersebut secara tidak seimbang. Mengacu Creswell,7 metode primer dalam penelitian ini adalah kualitatif, adapun metode kuantitatif digunakan sebagai metode sekundernya untuk melengkapinya.

Pendekatan campuran digunakan dalam penelitian ini karena peneliti ingin memperoleh perspektif-perspektif yang lebih luas dengan melibatkan data-data kuantitatif. Data kualitatif dan kuantitatif dikombinasi agar masalah-masalah penelitian ini lebih dapat dipahami dengan mengkonvergensi data kualitatif berupa pandangan-pandangan deskriptif dengan data kuantitatif.

Pendekatan kualitatif digunakan untuk menjawab rumusan masalah pertama yang memiliki sifa menemukan dan memahami apa yang tersembunyi dibalik fenomena.8 Untuk keperluan ini, kualitatif deskriptif digunakan sebagai metode pengumpulan dan analisis datanya. Pertimbangan pemilihan kualitatif didasarkan pada karakteristik penelitian kualitatif.9 Melalui pendekatan kualitatif ini,

7 Creswell mendefinisikan Concurrent Embedded sebagai suatu strategi penelitian campuran yang memiliki metode primer yang memandu proyek dan data base sekunder yang memainkan peran pendukung dalam prosedur-prosedur penelitian. Lihat: John W. Creswell, Research Design: Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, Terj. Achmad Fawaid, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013),322

8 Syamsuddin & Vismaia S. Damaianti, Metode Penelitian Pendidikan Bahasa, (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2011), 74.

9 Menurut Creswell, karakteristik penelitian kualitatif adalah dilakukan pada kondisi alamiah (natural setting); peneliti sebagai instrumen kunci (researcher as key instrument); beragam sumber data (multiple sources of data); analisis data induktif (inductive data analysis); makna dari partisipan (participants’ meanings); rancangan yang berkembang (emergent design); perspektif teoritis (theoretical lens); bersifat penafsiran (interpretive);

Disertasi | RA. Umi Saktie Halimah 62

diharapkan mampu memberi suatu penjelasan secara terperinci tentang fenomena yang sulit disampaikan dengan pendekatan kuantitatif.

Pendekatan kuantitatif pada penelitian ini digunakan untuk menjawab rumusan masalah kedua yang berkaitan dengan hasil belajar bahasa Arab mahasiswa dan faktor-faktor yang mempengaruhinya. Pendekatan kuantitatif ini digunakan karena tujuan masalah penelitian pada rumusan masalah kedua tersebut adalah menyelidiki hubungan sebab-akibat dan menarik kesimpulan akan perubahan yang timbul pada variabel dependen akibat perubahan variabel independen.10

Adapun tipe penelitian kuantitatif yang digunakan adalah studi survei. Oleh Creswell, studi survei dijelaskan sebagai serangkaian prosedur dalam penelitian kuantitatif dimana biasanya angket digunakan sebagai instrumen pengambilan data, yang ingin mendeskripsikan sikap, opini, perilaku, atau sifat dari sekelompok sampel atau populasi. Studi survei tidak menggunakan manipulasi dalam proses penelitian, artinya sebatas deskripsi keadaan yang terjadi tanpa ada upaya apapun dari peneliti untuk memberikan tindakan.

pandangan menyeluruh (holistic account). Lihat: John W. Creswell, Research Design: Qualitative, Quantitative, and Mixed Methods Approaches, (California: Sage Publications, 2009), 175-176. Lihat juga Anselm Strauss & Juliet Corbin, Dasar-dasar Penelitian Kualitatif: Prosedur, Teknik, dan Teori Grounded, Terj. Djunaidi Ghony, (Surabaya: PT Bina Ilmu, 1997), 13.

10 Sutrisno Badri, Metode Statistik Untuk Penelitian Kuantitatif, (Yogyakarta: Ombak, 2012), 46.

13 Pascasarjana |UIN Walisongo Semarang

B. Fokus dan Variabel 1. Fokus 11

Fokus atau batasan masalah penelitian dalam kajian ini, digunakankan untuk penelitian kualitatif pada rumusan masalah pertama, yaitu pelaksanaan evaluasi terhadap konteks pembelajaran (aspek-aspek yang berkaitan dengan latar belakang dan tujuan program); input pembelajaran (kurikulum, dosen bahasa Arab, dan mahasiswa); proses pembelajaran (pelaksanaan kegiatan pembelajaran, peran aktif guru dan peserta didik); dan produk pembelajaran (prosedur evaluasi pembelajaran dan hasil belajar) bahasa Arab pada PIB UIN Walisongo Semarang.

2. Variabel12

Variabel penelitian ini digunakan untuk penelitian kuantitatif guna menjawab masalah penelitian kedua. Penelitian ini melibatkan dua variabel, yaitu variabel bebas (independent variable) dan variabel terikat (dependent variable).13

Variabel yang dilibatkan dalam penelitian ini adalah:

11 Fokus penelitian merupakan batasan masalah dalam penelitian kualitatif yang berisi pokok masalah yang masih bersifat umum. Lihat: Sugiyono, Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D, (Bandung: Alfabeta, 2015), 287.

12 Variabel penelitian adalah suatu atribut, nilai/sifat dari objek, individu atau kegiatan yang mempunyai variasi tertentu antara satu dan lainnya yang telah ditentukan oleh peneliti untuk dipelajari dan dicari informasi yang terkait dengannya serta ditarik kesimpulannya. Lihat: Lijan Poltak Sinambela, Metodolgi Penelitian Kuantitatif, (Yogyakarta: Graha Ilmu, 2014), 46.

13 Variabel bebas merupakan variabel yang dimanipulasi secara sistematis. Sedangkan variabel terikat merupakan variabel yang diukur sebagai akibat adanya manipulasi pada variabel bebas.

Disertasi | RA. Umi Saktie Halimah 64

a. Variabel Terikat (Dependent Variable)

Variabel terikat dalam penelitian ini adalah hasil belajar bahasa Arab. Secara konseptual, hasil belajar bahasa Arab diartikan sebagai kemampuan yang diperoleh mahasiswa setelah mengikuti proses pembelajaran bahasa Arab yang diwujudkan dengan kompetensi berbahasa Arab yang meliputi: kompetensi mendengar, berbicara, membaca dan menulis.

Secara operasional, hasil belajar bahasa Arab dalam penelitian ini adalah skor atau nilai yang diperoleh mahasiswa dari Ujian Akhir Semester, dan bukan nilai akhir bahasa Arab.. Pemilihan ini didasarkan pada pertimbangan bahwa tes UAS merupakan tes terstandar (satu jenis dan berlaku untuk semua mahasiswa) dan belum terpengaruh dengan beberapa komponen penilain selain tes. Sementara dalam nilai akhir bahasa Arab, terdapat beberapa nilai yang diperoleh dari dosen di luar tes yang terstandar (seperti: kehadiran, UTS, keaktifan) sehingga dimungkinkan adanya subyektifitas dalam penilaian yang bisa bervariasi antar dosen pengampu mata kuliah bahasa Arab.

Oleh karenanya, pengambilan data untuk variabel hasil belajar dalam penelitian ini tidak didasarkan pada nilai akhir karena dalam nilai akhir terdapat beberapa komponen maupun pembobotan penilaian yang berbeda antara satu dosen dengan dosen yang lain, sehingga nilai UAS dianggap lebih bisa mencerminkan kemampuan berbahasa mahasiswa.

Jumlah skor yang diperoleh tersebut menunjukkan tingkat hasil belajar bahasa Arab mahasiswa selama mengikuti

15 Pascasarjana |UIN Walisongo Semarang

pembelajaran bahasa Arab. Semakin tinggi skor yang diperoleh seseorang, menunjukkan semakin tinggi atau baik kemampuan berbahasa yang dimiliki. Semakin rendah jumlah skor yang diperoleh menunjukkan semakin rendah pula kemampuan berbahasa yang dimilikinya.

b. Variabel Bebas (Independent Variable)

Variabel bebas dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel, yaitu: Latar Belakang Pendidikan (X1) dan Persepsi tentang PIBA (X2). Latar belakang pendidikan secara konseptual adalah pengalaman pendidikan masa lalu yang pernah ditempuh oleh seseorang. Secara operasional, latar belakang pendidikan yang dimaksud dalam penelitian ini adalah pendidikan formal berdasarkan ijazah formal dan pendidikan non formal mahasiswa sebelum masuk UIN Walisongo Semarang. Pendidikan formal dalam penelitian ini dibagi menjadi 3 kategori, yaitu: sekolah (SD, SMP, SMA/SMK); sekolah Islam (SD Islam, SMP Islam, SMA/SMK Islam); madrasah (MI,MTs,MA). Adapun untuk pendidikan formal dikategorikan menjadi dua, yaitu: Pesantren/Diniyyah dan Tidak Pesantren/Tidak Diniyah.

Variabel bebas kedua adalah persepsi mahasiswa terhadap Program Intensif Bahasa Arab (Y). Secara konseptual, persepsi adalah suatu proses dimana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan-kesan indera mereka agar memberi makna

Disertasi | RA. Umi Saktie Halimah 66

bagi lingkungan mereka.14 Secara operasional, maksud persepsi dalam penelitian ini adalah suatu pandangan atau tanggapan mahasiswa UIN Walisongo Semarang tentang Program Intensif Bahasa Arab di UIN Walisongo Semarang ditinjau dari aspek konteks, input, proses dan produk. Berdasarkan hal tersebut, indikator variabel persepsi merupakan obyek persepsi, yaitu komponen program pembelajaran dalam tinjauan CIPP sebagaimana dijelaskan pada tabel 3.4.