DAFTAR SINGKATAN
D. Kajian Pustaka
Sebagai dasar pijakan, dalam kajian ini ditampilkan beberapa hasil penelitian terdahulu yang relevan dengan tema penelitian ini. Berdasarkan penelusuran pustaka yang telah dilakukan, belum ditemukan penelitian yang secara khusus mengkaji evaluasi pembelajaran bahasa Arab dengan model Context Input Process Product di Perguruan Tinggi, khususnya keagamaan Islam, sebagaimana yang menjadi fokus penelitian ini. Namun demikian, dari kepustakaan yang ada dapat dijumpai beberapa penelitian yang memfokuskan kajiannya pada evaluasi pembelajaran bahasa asing secara umum, evaluasi pembelajaran bahasa Arab dan penggunaan model CIPP dalam pelaksanaan evaluasi.
Studi evaluatif terhadap pembelajaran bahasa asing telah dilakukan oleh Yulia28 dengan judul “An Evaluation of English
Language Teaching Programs in Indonesian Junior High Schools in The Yogyakarta Province”. Penelitian evaluasi yang merupakan disertasi ini
membawa sebuah kesimpulan bahwa pembelajaran bahas Inggris saat ini dinilai kurang efektif karena pelaksanaan pembelajaran lebih cenderung menititikberatkan pada permasalahan gramatikal saja. Sehingga meskipun banyak siswa mendapatkan nilai tinggi pada mata pelajaran
28 Yuyun Yulia, “An Evaluation of English Language Teaching Programs in Indonesian Junior High Schools in The Yogyakarta Province”, Disertasi, RMIT (Royal Melbourne Institute of Technology) University, 2014.
Disertasi | RA. Umi Saktie Halimah 06
bahasa Inggris pada saat Ujian Nasional namun kurang memiliki kompetensi berbahasa yang memadai. Berdasarkan data yang dikumpulkan dari 12 sekolah ini, Yuyun juga menemukan bahwa keberhasilan sebuah pembelajaran bahasa asing ditentukan oleh peran dan dukungan dari pihak-pihak yang terkait dalam pembelajaran, misal kebijakan pengawas dan kepala sekolah, partisipasi guru dalam seminar dan lokakarya, kualifikasi pendidikan pengajar, dan motivasi.
Temuan serupa juga diperoleh Ferda Tunc,29 yang meneliti efektivitas program pembelajaran bahasa Inggris melalui perspektif siswa dan instruktur. Penelitian dengan menggunakan model Context
Input Process Product ini menemukan bahwa ketidakefektifannya
pembelajaran bahasa asing saat ini di antaranya disebabkan oleh kurangnya pemberian pengalaman berupa praktek penggunaan bahasa asing di lapangan. Hal ini berdampak pada rendahnya kompetensi berbahasa yang dimiliki peserta didik, khususnya pada kompetensi menyimak dan berbicara. Rekomendasi yang dihasilkan dalam penelitian ini adalah penerapan pendekatan komunikatif.
Kajian tentang evaluasi pembelajaran bahasa Arab secara khusus, dapat dijumpai, misalnya dalam penelitian Zaimatus Sa’diyah,30
yang dilakukan dengan tujuan untuk mengevaluasi pengajaran bahasa Arab di STAIN Kudus ini menghasilkan sebuah kesimpulan bahwa keragaman latar belakang mahasiswa banyak menjadi kendala dalam tercapainya
29 Ferda Tunc, Evaluation of An English Language Teaching Program at A Public University Using CIPP Model”, Tesis, Universitas Angkara, 2010
30 Zaimatus Sa’diyah, “Evaluasi Pengajaran Bahasa Arab di STAIN Kudus: Upaya Untuk Menemukan Bentuk Ideal Pengajaran Bahasa Arab”, Jurnal Penelitian, 10 (2016), 442.
17 Pascasarjana |UIN Walisongo Semarang
tujuan pengajaran bahasa Arab. Menurutnya, meskipun pelaksanaan pengajaran bahasa Arab di STAIN Kudus telah didukung dengan fasilitas yang dinilai cukup memadai, namun perlu adanya sebuah alternatif berupa penyelenggaraan kelas matrikuasi dengan sistem pengelompokan mahasiswa berdasarkan kemampuan dasarnya.
Temuan serupa juga diperoleh Nanin Sumiarni31 yang meneliti pembelajaran bahasa Arab di Pusat Bahasa dan Budaya (PBB) IAIN Syeikh Nurjati Cirebon. Penelitian ini membawa kesimpulan bahwa pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab bagi mahasiswa pemula di perguruan tinggi tersebut salah satunya bertumpu pada latar belakang pendidikan mahasiswa. Berdasarkan data yang telah dikumpulkan, 87,5% dari jumlah mahasiswa merupakan lulusan dari Sekolah Menengah Atas (SMA) atau Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 12,5% merupakan lulusan madrasah dan pernah belajar bahasa Arab. Menurutnya, hal ini mempengaruhi tingkat keberhasilan mereka dalam mempelajari bahasa Arab.
Beberapa temuan tersebut di atas, memberikan petunjuk bahwa keberhasilan pelaksanaan pembelajaran bahasa Arab di perguruan tinggi, salah satunya dipengaruhi oleh latar belakang pendidikan mahasiswa. Namun demikian, temuan tersebut belum ada yang mengungkap secara statistik mengenai hubungan variabel latar belakang pendidikan terhadap evaluasi pembelajaran bahasa Arab dalam perspektif mahasiswa. Oleh karenanya, perlu adanya sebuah penelitian yang secara khusus mengkaji
31 Nanin Sumiarni, “Pembelajaran Bahasa Arab bagi Mahasiswa Pemula di Pusat Bahasa dan Pudaya (PBB) IAIN Syeikh Nurjati Cirebon”, Jurnal Holistik, 15 (2014), 19.
Disertasi | RA. Umi Saktie Halimah 08
keterkaitan latar belakang pendidikan terhadap evaluasi pembelajaran bahasa Arab menurut persepsi mahasiswa.
Penggunaan model CIPP dalam penelitian evaluatif terhadap pembelajaran bahasa Arab dapat dijumpai misalnya dalam penelitian Bambang Rianto.32 Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi program pembelajaran bahasa Arab pada Sekolah Dasar di Kota Gorontalo. Meskipun fokus kajian ini pada pembelajaran bahasa Arab di Sekolah Dasar, namun penelitian ini telah memberi petunjuk tentang pentingnya pelaksanaan evaluasi pembelajaran bahasa Arab guna meningkatkan kualitas pembelajaran.
Penggunaan model CIPP juga telah dilakukan oleh ‘Ubair bint Ah}mad Muhammad33
untuk mengkaji beberapa program yang diselenggarakan oleh program doktor pada Fakultas Tarbiyah Universitas Malik Su’u>d Saudi Arabia. Penelitian serupa juga dilakukan oleh Samar Mesref Ibrahim,34 yang mengevaluasi program studi pasca sarjana pada beberapa universitas di wilayah Gizza. Penelitian tersebut memberi petunjuk tentang pentingnya analisis kebutuhan dalam sebuah program. Kebutuhan merupakan kesenjangan antara apa yang
32 Bambang Rianto, “Implementasi Program Pembelajaan Bahasa Arab di Sekolah Dasar di Kota Gorontalo”, Jurnal Pembaharuan Pendidikan Islam, 1 (2014), 18.
33 ‘Ubair bint Ah}mad Muhammad, “Taqwi>m barna>maj al-Dukturah fi al-Mana>hij al-'Ammah fi Kulliyah al-Tarbiyyah bi Ja>mi’ah Malik Su’u>d fi D{au' Namu>z\aj Stuffebeam li taisi>r al-Qara>ra>t CIPP, (Disertasi, Universitas Malik Su’ud Saudi Arabia, 2014).
34 Samar Mesref Ibrahim, “Taqwi>m Bara>mij Dira>sa>t ‘Ulya fi Ja>mi’a>t fi Muh{a>faz{at Gizzah bi Istikhda>m Namu>z\a>t Qara>ra>t al-Muta’addidah CIPP”, (Tesis, Universitas al-Azhar Gizza, 2015).
19 Pascasarjana |UIN Walisongo Semarang
seharusnya dengan kondisi yang sebenarnya atau sesuatu yang harus dipenuhi untuk mencapai tujuan. Sebuah program dinilai efektif apabila visi dan misinya disesuaikan dengan kebutuhan penyelenggara dan pengguna, sehingga kepentingan dari masing-masing pihak dapat terpenuhi.
Berdasarkan beberapa penelitian terdahulu sebagaimana tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan evaluasi program sangat perlu dilakukan untuk mengetahui efektifitas sebuah program, serta mengungkap beberapa informasi tentang hal-hal yang mendukung ataupun menghambat pelaksanaan program. Melalui evaluasi, kualitas sebuah program dapat ditingkatkan sehingga keberadaan program benar-benar dapat memenuhi kebutuhan yang dimaksud dan menunjang tercapainya tujuan sebagaimana yang ditetapkan.
BAB II