METODE PENELITIAN
A. Jenis dan Rancangan Penelitian
Jenis penelitian ini adalah eksperimen semu. Penelitian ini bertujuan mengetahui ada tidaknya akibat dari sesuatu yang dikenakan pada subyek selidikan. Caranya adalah dengan membandingkan satu atau dua kelompok eksperimen yang diberikan perlakuan dengan satu atau lebih kelompok pembanding yang tidak menerima perlakuan. Penelitian eksperimen semu digunakan untuk melihat variabel hasil belajar. Penelitian ini untuk melihat kompetensi pemahaman konsep peserta didik. Variabel yang diberikan pengaruhnya adalah penerapan model pembelajaran kooperatif tipe TGT dengan berbantuan handout di kelas X MIA SMA N 1 Sungayang.
Rancangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah Posttest Only Control Group Design. Dalam rancangan ini terdapat dua kelompok yang dipilih secara random. Kelompok pertama diberi perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan handout sedangkan kelompok kedua menerapkan model pembelajaran konvensional berbantuan handout.
Rancangan yang peneliti gunakan seperti Tabel 3.1 (Sugiyono, 2012:
112):
Tabel 3.1 Rancangan Penelitian
Jenis kelompok Treatment Ulangan Harian
Eksperimen X T
Kontrol - T
Keterangan:
X = perlakuan dengan menerapkan model pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan handout.
T = tes akhir
65 B. Tempat dan Waktu Penelitian
1. Tempat penelitian di kelas X MIA SMA N 1 Sungayang
2. Penelitian ini dilakukan pada semester 2 Tahun Ajar 2017/2018 pada tanggal 21 Maret sampai 30 April.
C. Populasi Dan Sampel 1. Populasi
Populasi dalam penelitian ini adalah peserta didik kelas X MIA SMA N 1 Sungayang yang terdiri dari 3 kelas pada semester 2 tahun ajaran 2017/2018. Seperti terlihat pada Tabel 3.2:
Tabel 3.2 Jumlah Siswa Kelas X MIA Di SMA N 1 Sungayang Tahun Ajaran 2017/2018
No Kelas Jurusan Jumlah Siswa
1 X MIA 1 29 orang
2 X MIA 2 30 orang
3 X MIA 3 28 orang
Jumlah 87 orang
Sumber: Guru mata pelajaran fisika SMA N 1 Sungayang 2. Sampel
Pengambilan sampel dilakukan dengan teknik Random Sampling.
Teknik Random Sampling adalah teknik pengambilan anggota sampel dari populasi yang heterogen dimana sub populasi merupakan suatu kelompok yang mempunyai sifat heterogen dan stratifikasi sampel tiap sub populasinya adalah homogen (Sugiyono, 2007: 82).
Untuk membuktikan populasi benar-benar layak untuk dijadikan sampel, maka dilakukan uji normalitas, uji homogenitas dan uji kesamaan rata-rata dengan langkah sebagai berikut:
a. Mengumpulkan nilai Ujian Tengah Semester 1 mata pelajaran fisika siswa kelas X MIA di SMA N 1 Sungayang yang dapat dilihat pada lampiran I
b. Melakukan uji normalitas populasi terhadap nilai Ujian Tengah Semester 1 mata pelajaran fisika siswa kelas X MIA di SMA N 1
Sungayang. Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah populasi tersebut berdistribusi normal atau tidak normal.
hipotesis yang diajukan adalah:
HO = Populasi berdistribusi normal H1 = Populasi berdistribusi tidak normal
Menurut Nana Sudjana (2005: 466-467) langkah-langkah dalam menentukan uji normalitas ini yaitu:
1) Menyusun skor dalam suatu tabel skor, disusun dari yang terkecil sampai yang terbesar.
2) Mencari skor baku dan skor mentah dengan rumus sebagai berikut:
s distribusi normal baku di hitung peluang:
)
Dengan menggunakan rumus maka:
n
7) Kemudian bandingkan
L
0 dengan nilai kritis L yang diperoleh dalam tabel uji Liliefors dan taraf α yang dipilih.Kriteria pengujiannya :
Jika
L
0<L
tabel berarti data populasi berdistribusi normal.Jika
L
0>L
tabel berarti data populasi berdistribusi tidak normal.Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 3.3:
Tabel 3.3 Hasil Uji Normalitas Populasi Kelas X MIA SMA N 1 Sungayang
No Kelas L0 LTabel Hasil Keterangan 1 X MIA 1 0,106 0,161
L
0<L
tabel Berdistribusi normal 2 X MIA 2 0,142 0,161L
0<L
tabel Berdistribusi normal 3 X MIA 3 0,182 0,1645L
0<L
tabel Berdistribusi normal Populasi yang diuji normalitas, yaitu kelas X Mia 1, X Mia 2 dan kelas X Mia 3. Ketiga kelas tersebut sama-sama mempelajari materi fisika. Dari ketiga kelas tersebut pada Tabel 3.3, semua kelas populasi berdistribusi normal, untuk lebih jelasnya proses uji normalitas dapat dilihat pada Lampiran II.c. Melakukan uji homogenitas variansi dilakukan dengan cara Uji Bartlett. Uji Bartlett dilakukan karena variansi populasinya terdiri dari tiga, dengan kriteria pengujian sebagai berikut:
H
0 :
12
22
32
42H
1 : Paling sedikit satu tanda sama dengan tidak berlakuBerdasarkan uji homogenitas variansi yang telah dilakukan dengan menggunakan uji Bartlett, H0 diterima karena ( )( ), atau dengan demikian dapat disimpulkan populasi memiliki variansi yang homogen.
Dimana pada uji homogenitas merupakan uji perbedaan antara dua atau lebih populasi. Uji homogenitas bertujuan untuk mengetahui apakah variansi skor yang diukur pada sampel memiliki variansi yang
sama atau tidak. Untuk lebih jelasnya proses analisis uji Bartlett dapat dilihat pada Lampiran III.
d. Melakukan analisis variansi untuk melihat kesamaan rata-rata populasi. Analisis ini bertujuan untuk melihat apakah hasil analisis variansi populasi mempunyai kesamaan rata-rata atau tidak dapat dilihat seperti pada Tabel 3.4:
Tabel 3.4 Analisis Variansi Satu Arah Sumber
Variansi
Dk Jk Kt F
Rata-rata Ry = R =
A/D Antar Kelompok Ay = 159,364 A = 159,364
Dalam kelompok Dy = D =
Total 89 - -
Kriteria pengujian adalah tolak jika ≥ ( ) dari daftar distribusi F dimana ∑( ).dan terima Ho jika F < ( ) dari daftar distribusi F dimana
∑( ). Sehingga Keputusannya : Diterima Ho karena ( ) ( ) . Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa kedua rata-rata populasi tersebut adalah sama. Untuk lebih jelas dapat dilihat pada lampiran IV.
D. Variabel Dan Data 1. Variabel Penelitian
a. Variabel bebas: perlakuan berupa pembelajaran fisika menggunakan Pembelajaran kooperatif tipe TGT berbantuan handout.
b. Variabel terikat : Hasil belajar siswa dalam pembelajaran fisika setelah tindakan diberikan pada kedua kelas sampel.
c. Variabel Kontrol: guru, lokasi, alokasi waktu dan materi pelajaran yang diberikan pada kedua kelas sampel sama.
2. Data Penelitian, terdiri dari :
a. Sumber data primer merupakan sumber data yang peneliti himpun sendiri dalam penelitian ini. Sumber datanya adalah hasil belajar ranah kognitif siswa kelas X MIA SMA N 1 Sungayang yang dipilih sebagai sampel b. Sumber data skunder, merupakan sumber data yang diperoleh dari orang
lain. Sumber data skunder dari penelitian ini adalah guru mata pelajaran fisika.