BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
5. Perbandingan Industri Pertanian dengan Industri Barang Konsumsi Menggunakan Rasio NPM
Menurut widayanti (2006) NPM merupakan rasio laba setelah pajak dibandingkan dengan penjualan. Semakin tinggi net profit margin, berarti semakin baik operasi perusahaan. Jumlah NPM antara industri pertanian dengan industri barang konsumsi cenderung berbeda. Industri yang memiliki keuangan yang kuat pasti memiliki NPM yang lebih besar. Semakin tinggi tingkat profitabilitas suatu industri akan semakin meningkatkan jumlah NPM.
Salah satu metode untuk mengetahui perbedaan kinerja keuangan antar industri adalah dengan uji beda. Uji tersebut menggunakan tingkat signifikansi tertentu, di mana dari tingkat signifikansi tersebut dapat diketahui ada atau tidaknya perbedaan kinerja keuangan antar perusahaan. Sehingga ditarik kesimpulan Ha5, yaitu:
Ha5: tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kinerja keuangan pada sektor pertanian dengan sektor industri barang konsumsi
pada perusahaan manufaktur yang terdaftar di Daftar Efek Syariah
BAB III
METODE PENELITIAN
A. Definisi Operasional dan Pengukuran Variabel
Variabel yang digunakan dalam penelitian ini adalah pertumbuhan rasio keuangan yang menggambarkan kinerja suatu perusahaan yang kemudian dibandingkan dengan kinerja keuangan perusahaan lainnya. Rasio yang digunakan dalam penelitian ini adalah rasio profitabilitas, yang dianalisis dengan ROA, ROE, GPM, OPM dan NPM.
Tabel 3. 1
Definisi Operasional dan Pengukuran variabel
Variabel Indikator Rumus
Rasio Profitabilitas
Return on Total Assets
(ROA)
ROA = Laba setelah pajak Total aktiva
Return on Equity (ROE) ROE = Laba setelah pajak Modal sendiri
Gross Profit Margin
(GPM)
GPM = Penj. bersih – HPP Penjualan
Operating Profit Margin
(OPM)
OPM = Laba bersih operasi Penjualan
Net Profit Margin (NPM) NPM = Laba setelah pajak Penjualan Sumber: Widayanti (2006)
B. Ruang Lingkup Penelitian
Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa data laporan
keuangan perusahaan manufaktur yang terdaftar di Daftar Efek Syari’ah.
Laporan keuangan digunakan untuk mencari rasio keuangan terhadap perusahaan yang dijadikan sampel.
C. Populasi dan Sampel 1. Populasi
Menurut Sugiyono (2009), populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Menurut Bawono (2006), populasi adalah keseluruhan wilayah objek dan subjek penelitian untuk dianalisis dan ditarik kesimpulan oleh peneliti. Penelitian ini populasi yang menjadi objek penelitian adalah seluruh perusahaan manufaktur pada sektor pertanian dan sektor industri barang konsumsi yang
terdaftar di Daftar Efek Syari’ah pada periode 2010-2013. 2. Sampel
Menurut Bawono (2006), Sampel adalah objek atau subjek penelitian yang dipilih guna mewakili keseluruhan dari populasi. Hal ini dilakukan untuk menghemat waktu dan biaya, sehingga didalam menentukan sampel harus hati-hati, karena kesimpulan yang dihasilkan, nantinya merupakan kesimpulan dari populasi. Dalam penelitian ini adalah perusahaan manufaktur yang terdaftar pada Daftar
Efek Syari’ah selama periode Januari 2010 sampai dengan Desember 2013.
Adapun teknik yang digunakan dalam penentuan sampel dilakukan dengan purposive sampling, yaitu kelompok objek yang diambil sebagai sampel berdasarkan kriteria atau pertimbangan-pertimbangan tertentu. Kriteria-kriteria yang dimaksud antara lain sebagai berikut: a. Perusahaan manufaktur sektor industri pertanian dan sektor
industri barang konsumsi yang terdaftar di Daftar Efek Syari’ah
(DES) selama periode 2010 – 2013.
b. Perusahaan manufaktur sektor industri pertanian dan sektor industri barang konsumsi yang mempublikasikan laporan keuangan auditan per Desember secara konsisten dari tahun 2010 – 2013. c. Perusahaan manufaktur sektor industri pertanian dan sektor
industri barang konsumsi yang melampirkan rasio profitabilitas dalam laporan keuangannya dari tahun 2010 – 2013.
Berdasarkan kriteria-kriteria sampel di atas, maka sampel yang digunakan dalam penelitian ini sebanyak 26 perusahaan, yang terdiri dari 8 perusahaan industri pertanian dan 18 perusahaan manufaktur sektor industri barang konsumsi.
Tabel 3. 2
Nama-Nama Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Pertanian dan Sektor Industri Barang Konsumsi di Daftar
Efek Syariah
Nama Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Pertanian
Nama Perusahaan Manufaktur Sektor Industri Barang Konsumsi
1. Astra Agro Lestari Tbk. (AALI) 1. Darya-Varia Laboratoria Tbk. (DVLA) 2. Bisi International Tbk. (BISI) 2. Indofood CBP Sukses Makmur Tbk. (ICBP) 3. Bumi Teknokultura Unggul Tbk. (BTEK) 3. Indofarma (Persero) Tbk. (INAF)
4. Gozco Platations Tbk. (GZCO) 4. Kimia Farma (Persero) Tbk. (KAEF) 5. Inti Agri Resources Tbk. (IIKP) 5. Kedawung Setia Industrial Tbk. (KDSI) 6. PP London Sumatra Indonesia Tbk.(LSIP) 6. Kedaung Indah Can Tbk. (KICI)
7. Sampoerna Agro Tbk. (SGRO) 7. Kalbe Farma Tbk. (KLBF)
8. SMART Tbk. (SMAR) 8. Langgeng Makmur Industri Tbk. (LMPI)
9. Merck Tbk. (MERK)
10. Mustika Ratu Tbk. (MRAT) 11. Mayora Indah Tbk. (MYOR) 12.Pyridam Farma Tbk. (PYFA) 13. Sekar Laut Tbk. (SKLT) 14. Siantar Top Tbk. (STTP)
15. Mandom Indonesia Tbk. (TCID) 16. Tempo Scan Pacific Tbk. (TSPC) 17. Ultrajaya Milk Industry & Trading Co. Tbk. (ULTJ)
18. Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) Sumber: data diolah (2015)
D. Jenis dan Sumber Data
Jenis dan sumber data dalam penelitian ini adalah: 1. Jenis data
Jenis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data kuantitatif, yaitu data yang disajikan dalam bentuk data numerik (angka). Data ini diperoleh dari laporan-laporan keuangan perusahaan
manufaktur yang terdaftar di Daftar Efek Syari’ah (DES).
2. Sumber Data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data sekunder, yaitu data yang diperoleh secara tidak langsung yang memuat peristiwa masa lalu. Data sekunder dapat diperoleh dari jurnal, majalah, buku, data statisitik maupun dari internet (Bawono, 2006). Data ini berupa laporan keuangan perusahaan manufaktur pada tahun 2010-2013 yang diterbitkan di Daftar Efek Syariah.
E. Teknik Pengumpulan Data
Menurut Arikunto (2006), teknik pengumpulan data adalah cara yang digunakan oleh peneliti untuk memperoleh data yang dibutuhkan. Dalam penggunaan teknik pengumpulan data, peneliti memerlukan instrumen yaitu alat bantu agar pengerjaan pengumpulan data menjadi lebih mudah. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:
1. Studi Kepustakaan
Merupakan teknik pengumpulan data yang bersifat teoritis berdasarkan literatur-literatur ilmiah, catatan-catatan selama kuliah dan buku-buku tentang teori yang berhubungan dengan masalah penelitian.
2. Dokumentasi
Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mempelajari dokumen-dokumen atau arsip-arsip yang berkaitan dengan objek penelitian. Data diperoleh melalui website
3. Replikasi
Replika merupakan teknik pengumpulan data dengan cara mereplika penelitian-penelitian sebelumnya yang mempunyai konsep dan tujuan yang hampir sama.
F. Teknik Analisis Data
Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini berpedoman pada data yang diperoleh dari data sekunder berupa laporan keuangan (Neraca dan Laba Rugi). Data yang digunakan bersifat data kuantitatif, yaitu data yang berupa rasio keuangan.
Laporan keuangan digunakan untuk mengetahui kinerja sebuah perusahaan yang dianalisis dengan analisis rasio profitabilitas, yang meliputi ROA, ROE, GPM, OPM dan NPM. Rasio-rasio tersebut kemudian dihitung rata-rata dengan menggunakan bantuan Ms. Excel.
Selanjutnya data yang diperoleh akan dianalisis dengan uji normalitas dan uji beda t-test melalui program SPSS dengan model yang digunakan adalah statistic non parametric atau statistik parametris dengan menggunakan model independent sample t-test. Tingkat signifikan yang diambil dalam penelitian ini adalah 5% atau tingkat kepercayaan sebesar 95%. Uji hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji t, jika nilai signifikan t (2-tailed) lebih kecil dari α= 0,05 maka Ha tidak dapat
ditolak, sedangkan jika nilai nilai signifikan t (2-tailed) lebih besar dari α=
BAB IV