BAB III METODE PENELITIAN
B. Jenis dan tipe penelitian
Jenis penelitian ini adalah data kualitatif, yaitu data yang menunjukkan kualitas atau mutu dari suatu yang ada, berupa keadaan, proses, kejadian/peristiwa dan lain-lain yang dinyatakan dalam bentuk perkataan. Sedangkan bentuk operasional data penelitian ini ialah melalui pendekatan kualitatif deskriptif yaitu berupa narasi, cerita, pengaturan informan, dokumen-dokumen pribadi seperti foto, catatan pribadi, perilaku, dan banyak hal untuk mengetahui Peran Pemerintah Daerah Pada Pembinaan Olahraga di Kota Makassar khususnya olahraga sepakbola.
Menurut Whithey dalam Nazir (2003) bahwa metode deskriptif adalah pencapaian fakta dengan interprestasi yang tepat. Penelitian deskriptif mempelajari masalah-masalah dalam masyarakat, serta tata cara yang berlaku dalam masyarakat serta situasi-situasi tertentu, termaksud tentang
hubungan-31
hubungan, kegiata-kegiatan, sikap-sikap, pandangan-pandangan serta proses-proses yang sekarang berlangsung dan pengaruh-pengaruh dari suatu fenomena (Nazir, 2003).
2. Tipe Penelitian
Tipe penelitian ini adalah fenomenologi yaitu mendeskripsikan Peran Pemerintah Daerah Pada Pembinaan Olahraga Sepakbola Di Kota Makassar C. Sumber Data
Sumber Data yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder.
1. Data primer menurut Sugiyono (2012:225) diperoleh melalui wawancara langsung, kemudian diisi oleh informan serta observasi lapangan dan mengumpulkan data dalam bentuk catatan tentang situasi dan kejadian di lokasi / tempat penelitian.
2. Data sekunder merupakan sumber data yang tidak memberikan informasi secara langsung kepada pengumpul data. Sumber data sekunder ini dapat berupa hasil pengolahan lebih lanjut dari data primer yang disajikan dalam bentuk lain atau dari orang lain (Sugiyono, 2012:225). Data ini digunakan untuk mendukung infomasi dari data primer yang diperoleh baik dari wawancara, dokumentasi maupun dari observasi langsung ke lapangan.
Penulis juga menggunakan data sekunder hasil dari studi pustaka. Dalam studi pustaka, penulis membaca literatur-literatur yang dapat menunjang penelitian, yaitu literatur-literatur yang berhubungan dengan penelitian ini.
D. Informan Penelitian
Adapun daftar informan pada penelitian ini yakni sebagai berikut:
Tabel Informan Penelitian No. Nama Informan
Jabatan Informan Inisial Jumlah Informan 1 Drs. Tinus Ma’ga, MM Kabid Olahraga Prestasi,
Rekreasi, Pendidikan
3 Dra. Erma Kasi Prasarana dan Sarana Olahraga
E 1
4 Drs. Muh. Djamaluddin Maulana, M.Si
Kasi Olahraga Prestasi DM 1
5 Junaedi, ST Pengurus Koni Cabang
Olahraga Sepakbola Pemerintah Daerah Pada Pembinaan Olahraga Sepakbola Di Kota Makassar sebagai tujuan dalam penelitian, maka digunakan beberapa teknik pengumpulan data yang dianggap relevan dengan tujuan tersebut. Teknik yang di maksud adalah:
1. Observasi
Dalam menggunakan metode observasi cara yang paling efektif adalah melengkapi dengan format atau blangko pengamatan sebagai instrumen. Format
yang disusun berisi item-item tentang kejadian atau tingkah laku yang digambarkan akan terjadi. (Suharsimi Arikunto, 2010)
Teknik observasi dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai Peran Pemerintah Daerah Pada Pembinaan Olahraga Sepakbola Di Kota Makassar, di samping itu, observasi dilakukan untuk mendapatkan data tambahan sekiranya terdapat hal-hal yang tidak dijelaskan sebelumnya.
2. Wawancara
Wawancara digunakan untuk mengumpulkan data yang dilakukan secara langsung dalam bentuk tanya jawab atau berdialog langsung dengan para nara sumber untuk memperoleh keterangan tentang Peran Pemerintah Daerah Pada Pembinaan Olahraga Sepakbola Di Kota Makassar.
3. Dokumentasi
Metode dokumentasi, yaitu mancari data tentang hal-hal atau variabel yang berupa catatan, transkip, buku, surat kabar, majalah, prasasti, notulen rapat, agenda, dan sebagainya. (Arikunto, 2010)
Salah satu teknik pengumpulan data yang bertujuan untuk memberikan keterangan yang jelas dan lebih akurat, dilakukan dengan cara pengambilan gambar, rekaman audio atau vidio tentang Peran Pemerintah Daerah Pada Pembinaan Olahraga Sepakbola Di Kota Makassar. Metode pencarian data ini sangat bermanfaat karena dapat dilakukan dengan tanpa menganggu obyek atau suasana penelitian.
F. Teknik Analisis Data
Menurut Sugiyono (2012:135), data yang terkumpul melalui teknik pengumpulan data dianalisis sesuai permasalahan yang diajukan, dengan demikian data-data yang ada berdasarkan variabel ditafsirkan berdasarkan metode deskripsi yaitu penggambaran data sesuai fakta yang terjadi di lapangan. Berdasarkan hasil pengamatan dan penafsiran data tersebut hasilnya disebut data kualitatif. Dengan demikian teknik analisis data yang digunakan disebut analisis kualitatif atau analisis non statistik.
Analisis data dalam penelitian kualitatif, dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah selesai pengumpulan data dalam periode tertentu.
Pada saat wawancara, peneliti sudah melakukan analisis terhadap jawaban yang diwawancarai. Bila jawaban yang diwawancarai setelah dianalisis terasa belum memuaskan, maka peneliti akan melanjutkan pertanyaan lagi, sampai tahap tertentu, diperoleh data yang dianggap kredibel
Kesimpulan dalam penelitian kualitatif mungkin dapat menjawab rumusan masalah yang dirumuskan sejak awal, tetapi mungkin juga tidak, karena seperti telah dikemukakan bahwa masalah dan rumusan masalah dalam penelitian kualitatif masih bersifat sementara dan akan berkembang setelah penelitian berada dilapangan.
G. Teknik Pengabsahan Data
Menguji keabsahan data peneliti menggunakan teknik trianggulasi, yaitu pemeriksaan keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain diluar data
untuk keperluan pengecekan atau sebagai pembanding terhadap data tersebut, dan teknik trianggulasi yang paling banyak digunakan adalah dengan pemeriksaan melalui sumber yang lainnya.
Sugiyono (2012:120), teknik pengumpulan data, triangulasi diartikan sebagai teknik pengumpulan data yang bersifat menggabungkan dari berbagai teknik pengumpulan data dan sumber data yang telah ada. Bila peneliti melakukan pengumpulan data yang sekaligus menguji kreadibilitas data, yaitu mengecek kreadibilitas data dengan berbagai teknik pengumpulan data dan berbagai sumber data.
1. Triangulasi teknik, berarti peneliti menggunakan teknik pengumpulan data yang berbeda-beda untuk mendapatkan data dari sumber yang sama. Peneliti menggunakan observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi untuk sumber data yang sama secara serempak.
2. Triangulasi sumber berarti, untuk mendapatkan data dari sumber yang berbeda-beda dengan teknik yang sama.
3. Triagulasi waktu sering mempengaruhi kredibilitas data. Pengujian kredibilitas dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. Bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga ditemukan kepastian datanya.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Lokasi Penelitian
1. Profil Kota Makassar a. Letak Gografis
Kota Makassar terletak antara 1190 24’17’38” bujur Timur dan 508’6’19”
Lintang Selatan yang berbatasan sebelah utara dengan Kabupaten Maros, sebelah timur Kabupaten Maros, sebelah selatan Kabupaten Gowa dan sebelah barat adalah Selat Makassar. Dan memiliki batas-batas wilayah administratif dari letak Kota Makassar, antara lain :
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Pangkep 2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Maros 3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Gowa 4. Sebelah Barat berbatasan dengan Selat Makassar
Secara geografis, letak Kota Makassar berada di tengah diantara pulau-pulau besar lain dari wilayah kepulauan nusantara sehingga menjadikan Kota Makassar dengan sebutan “angin mammiri” ini menjadi pusat pergerakan spasial dari wilayah Barat ke bagian Timur maupun Utara ke Selatan Indonesia. Dengan posisi ini menyebabkan Kota Makassar memiliki daya tarik kuat bagi para imigran dari daerah Sulawesi Selatan itu sendiri maupun daerah lain seperti provinsi yang ada di kawasan Timur Indonesia untuk datang mencari tempat tinggal dan lapangan pekerjaan.
37
Secara administratif luas wilayah Kota Makassar tercatat 175,77 km2 yang meliputi 14 kecamatan dan terbagi dalam 143 kelurahan, 971 RW dan 4.789 RT dimana Kecamatan Biringkanaya mempunyai luas wilayah yang sangat besar 48,22 km atau luas kecamatan tersebut merupakan 27,43 persen dari seluruh luas Kota Makassar dan yang paling kecil adalah Kecamatan Mariso 1,82 km atau 1,04 persen dari luas wilayah Kota Makassar.
Dari aspek pembangunan dan infrastruktur, kota Makassar tergolong salah satu kota metropolitan di Indonesia, yaitu urutan kedua terbesar di pulau Jawa setelah kota Medan. Dengan memiliki wilayah seluas 199,26 km2 dan jumlah penduduk lebih dari 1,6 juta jiwa, kota ini berada di urutan kelima berpenduduk terbesar di Indonesia setelah Jakarta, Surabaya, Bandung, dan Medan. Secara demografis, kota ini tergolong tipe multi etnik atau multi kultur dengan beragam suku bangsa yang menetap di dalamnya, diantaranya yang signifikan jumlahnya adalah Bugis, Toraja, Mandar, Jawa, dan Tionghoa. Makanan khas Makassar yang umumnya dijumpai di pelosok kota adalah Coto Makassar, Roti Maros, Jalangkote, Bassang, Kue Tori, Palubutung, Pisang Ijo, Sop Saudara dan Sop Konro.
b. Visi Misi Kota Makassar
Visi merupakan wujud atau bentuk masa depan yang diharapkan. Rumusan visi mencerminkan kebutuhan yang fundamental dan sekaligus merefleksikan dinamika pembangunan dari berbagai aspek. Dalam konteks itu Pemerintah Kota Makassar telah menetapkan Visi 2014-2019 sebagaimana tertuang dalam Rencana
Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Makassar dengan rumusan
”Mewujudkan Kota Dunia Untuk Semua, Tata Lorong Bangun Kota Dunia”
Berdasarkan Visi Kota Makassar tersebut yang pada hakekatnya diarahkan untuk mendukung terwujudnya Visi Kota Makassar kedepan, maka dirumuskan Misi Pemerintah Kota Makassar Tahun 2014-2019 sebagai berikut:
1. Merekonstruksi nasib rakyat menjadi masyarakat sejahtera standar dunia.
- Menuju bebas pengangguran
- Jaminan sosial keluarga serba guna untuk semua - Pelayanan kesehatan darurat gratis ke rumah 24 jam - Deposito pendidikan gratis semua bisa sekolah - Sampah kita DIA tukar beras
- Training keterampilan gratis dan dana bergulir tanpa agunan - Rumah Kota murah untuk rakyat kecil
- Hidup hijau dengan kebun kota
2. Merestorasi tata ruang kota menjadi kota nyaman kelas dunia.
- Atasi macet, banjir, sampah, dan masalah perkotaan lainnya - Bentuk badan pengendali pembangunan kota
- Bangun Waterfront City selamatkan pesisir dan pulau-pulau Makassar - Bangun sistem transportasi publik kelas dunia
- Lengkapi infrastruktur kota berkelas dunia
- Bangun Biringkanaya City dan delapan ikon kota baru lainnya - Bangun taman tematik
- Tata total lorong
3. Mereformasi tata pemerintahan menjadi pelayanan publik kelas bebas korupsi.
- Menuju PAD Rp. 1 triliun
- Intensif progresif semua aparat RT dan RW Rp. 1 juta perbulan - Kuota anggaran kelurahan Rp. 2 miliar per kelurahan pertahun - Pelayanan publik langsung kerumah
- Fasilitas pelayanan publik terpusat terpadu di kecamatan - Pembayaran pajak dan retribusi tahunan online terpadu
- Bebas bayar internet diruang publik kota “Makassar Cyber City”
- Bentuk Makassar Incoorporated dan Bank of Makassar 2. Profil Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar
a. Visi dan Misi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar
Dalam rangka mendukung Visi Pemerintah Kota Makassar Periode 2014-2019, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar merumuskan Visi yakni
“Terwujudnya Pemuda dan Olahraga yang Berdaya Saing dan Berwawasan Dunia”. Untuk merealisasikan Visi ini, maka setiap pegawai dan stakeholder harus mampu memahami makna dari Visi tersebut.
1. Pemuda : Individu yang berusia antara 17 hingga 30 tahun yang sedang mengalami perkembangan biologis dan psikologis serta dapat berperan dan terlibat dalam berbagai program pembangunan Kota Makassar.
2. Olahraga : Salah satu aktivitas fisik maupun psikis seseorang yang berguna untuk menjaga dan meningkatkan kualitas kesehatan, serta berorientasi kepada peningkatan prestasi.
3. Berdaya Saing : Berdaya Saing dalam lingkup keolahragaan mengandung arti memiliki kemampuan berkompetisi yang dihasilkan melalui pola pembinaan dan pengembangan pelaku, ketenagaan, pengorgaisasian, pendanaan, pola pelatihan, penghargaan, prasarana dan sarana olahraga secara berjenjang dan berkelajutan sesuai dengan metode penataran, pelatihan, penyuluhan dan pembimbingan sehingga dapat mencapai hasil yang maksimal.
4. Berwawasan Dunia : Berwawasan dunia dalam lingkup keolahragaan mengandung arti bahwa, atlet selayaknya memiliki kemampuan dan kompotensi yang dapat di manfaatkan untuk berkompetisi dan berkontribusi dalam berbagai kejuaraan secara nasional maupun internasional.
Menyikapi berbagai isu strategis dalam pelaksanaan tugas pokok dan fungsi selama 5 tahun kedepan, maka Dinas Pemuda dan Olahraga Daerah Kota Makassar berorientasi pada kinerja sumber daya aparatur dan organisasi, menjamin kualitas pelayanan kepada masyarakat serta menyelenggarakan pengembangan prestasi pemuda dan olahraga secara terencana, terkoordinasi dan terkendali. Hal ini dimaksud untuk menciptakan aktivitas pelaksanaan tugas dan fungsi yang efektif dan efisien. untuk menjalankan Visi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar sebagai upaya pencapaian Misi Pemerintah Kota dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik yang efektif dan efesien maka Dinas Pemuda dan Olahraga merumuskan Misi sebagai berikut:
1. Mewujudkan pemuda yang berdaya saing dan berwawasan dunia.
- Meningkatkan sumber daya pemuda yang memiliki dinamika, budaya prestasi, semangat profesionalisme melalui peran aktif dalam pembangunan.
(Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakupan Hidup Pemuda)
2. Pengembangan dan peningkatan prestasi keolahragaan.
- Meningkatkan prestasi atlet pada berbagai event.
- Meningkatkan koordinasi kemitraan terhadap organisasi olahraga dalam rangka pembinaan dan pengembangan atlet.
(Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga)
3. Peningkatan peran lembaga kepemudaan dalam rangka pemberdayaan pemuda.
- Meningkatkan penataan sistem kelembagaan dan perencanaan yang lebih baik.
(Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan) 4. Pengembagan sarana dan prasarana keolahragaan.
- Meningkatkan ketersediaan fasilitas, sarana dan prasarana olahraga.
(Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga)
b. Susunan Organisasi Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 3 Tahun 2009 Tentang Pembentkan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar mempunyai susunan organisasi sebagai berikut :
a. Kepala Dinas
b. Sekretaris Dinas, dengan 3 (tiga) Sub. Bagian masing-masing : 1. Sub Bagian Umum dan Kepegawaian
2. Sub Bagian Keuangan 3. Sub Bagian Perlengkapan
c. Bidang Kelembagaan Pemuda
1. Seksi Pemberdayaan Kelembagaan 2. Seksi Prasarana dan Sarana Pemuda 3. Seksi Kewirausahaan Pemuda
d. Bidang Pengembangan Sumber Daya Pemuda 1. Seksi Kaderisasi dan Kepemimpinan 2. Seksi Peningkatan Keterampilan
3. Seksi Pengembangan Wawasan dan Kreatifitas e. Bidang Kelembagaan dan Sarana Olahraga
1. Seksi Kelembagaan Olahraga
2. Seksi Prasarana dan Sarana Olahraga 3. Seksi Akreditasi dan Penghargaan
f. Bidang Olahraga Prestasi, Rekreasi, dan Pendidikan 1. Seksi Olahraga Pendidikan
2. Seksi Olahraga Rekreasi
3. Seksi Olahraga Prestasi dan Penyandang Cacat
B. Peran Pemerintah Daerah Pada Pembinaan Olahraga Sepakbola Di Kota Makassar
Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2005 menggambarkan bahwa keolahragaan daerah ditata sebagai suatu bangunan sistem keolahragaan yang pada intinya dilakukan pengembangan dan pembinaan olahraga yang diawali dengan tahapan pengenalan olahraga, pemantauan dan pemanduan, serta peningkatan dan pengembangan bakat prestasi. Penahapan tersebut diarahkan untuk pemasalahan dan pembudayaan olahraga, pembibitan,
dan peningkatan prestasi olahraga pada tingkat daerah atau sebiasa mungkin dapat mencapai level nasional atau bahkan internasional.
Pemerintah daerah merupakan pemegang kendali dalam berbagai potensi daerah yang akan direpresentasikan ditingkat pusat salah satunya adalah potensi olahraga. Olahraga merupakan salah satu potensi daerah yang harus terus diperhatikan dan dikembangkan dan diarahkan untuk mencapai prestasi yang maksimal. Sebagai pemegang kendali potensi olahraga Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar mempunyai peran dalam memaksimalkan proses kualitas olahraga yang diharapkan nantinya mampu mengarahkan potensi keolahragaan Kota Makassar dalam tahap perkembangan yang signifkan dan prestasi yang maksimal khusunya di cabang olahraga sepakbola.
Pemerintah Daerah dalam hal ini Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar mempunyai tugas untuk membina dan menyiapkan sumber daya pendukung bagi tercapainya tujuan peningkatan prestasi olahraga sesuai yang termaktub dalam peraturan perundang-undangan khusunya dalam peningkatan prestasi olahraga sepakbola. Selanjutnya melihat bahwa upaya pembinaan tidak hanya dapat bermodalkan sebuah semangat melainkan diperlukan adanya upaya untuk melakukan langkah-langkah seperti pengorganisasian, pendanaan dan memungkinkan tersedianya sarana dan prasarana yang mendukung dan memadai.
1. Pengorgansasian
Pengorganisasian dalam lingkup keolahragaan akan berjalan dengan baik apabila terjadi hubungan kelakuan yang efektif antara organisasi yang bergerak
dibidang yang sama dalam hal ini bidang olahraga sehingga dapat bekerjasama secara efisien dan dengan demukian tugas-tugas dalam organisasi bisa tercapai tujuanya.Terry dalam Hasibuan (2005)
Peningkatan prestasi dalam pembinaan dan pengembangan olahraga khusunya cabang olahraga sepakbola di Kota Makassar tergantung bagaimana Pemerintah Daerah dalam hal ini Dispora Kota Makassar menjalankan fungsi-fungsi keorganisasianya dan juga menyusun program-program kerja serta melakukan koordinasi dan/atau kerjasama antar organisasi olahraga yang dapat mendukung tercapainya pembinaan dan prestasi yang maksimal untuk cabang olahraga sepakbola di event tingkat daerah seperti Porda.
Berikut wawancara dengan Kabid Olahraga Prestasi, Rekreasi, dan Pendidikan sekaligus Pengurus Koni Kota Makassar yang mengatakan bahwa :
“...Dalam menjalankan tugas dan fungsi Dispora khususnya dibidang olahraga tentunya kami punya program kerja untuk pembinaan olahraga.
Salah satu program utama kami yakni Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga dengan tujuan agar nantinya mampu meningkatkan prestasi olahraga khususnya cabang olahraga sepakbola di berbagai event dan tentunya sasaran kami yaitu event Porprov karna ini merupakan kegiatan rutin dari Pemprov. Tapi perlu adek ketahui dalam melaksanakan program pembinaan kita bekerjasama dengan Koni, karena Dispora dan Koni tidak bisa dipisahkan dalam pelaksanaan penyelenggaraan keolahragaan di suatu daerah. Jadi dalam merealisasikan dan mensukseskan program pembinaan olahraga itu kami selalu berkoordinasi dengan Koni karena yang melaksanakan pembinaan olahraga itu Koni kemudian Dispora yang memfasilitasi dan mengawasi proses pelaksanaan pembinaan olahraga yang dilakukan Koni karena semua cabang olahraga prestasi termasuk sepakbola dibina di Koni dan sebagian besar sekretariat cabang olahraga prestasi berkantor di sana. Ada sekitar 34 sekretariat cabang olahraga berkantor disana termasuk sepakbola”. (Hasil wawancara dengan TM tanggal 25 Maret 2016).
Dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa dalam mengoptimalkan pengorganisasian, Dispora melakukan penyusunan dan melaksanakan program
kerja dalam rangka pembinaan olahraga sepakbola dengan tujuan agar mampu meningkatkan prestasi olahraga sepakbola di event Porprov/Porda nantinya.
Dalam merealisasikan dan mensukseskan pogram tersebut Dispora bekerjasama dengan Koni dalam melaksanakan proses pembinaan. Pembinaan olahraga dilaksanakan oleh Koni dan Dispora memfasilitasi dan mengawasi proses pembinaan yang dilakukan Koni.
Senada dengan yang diutarakan oleh Kepala Seksi Olahraga Prestasi yang mengatakan bahwa :
“...Sebagai Dinas yang bergerak dibidang keolahragaan tentunya kami punya program kerja untuk pembinaan olahraga dengan tujuan untuk peningkatan prestasi olahraga di Kota Makassar khususnya untuk cabang olahraga sepakbola, dalam proses pembinaan itu kami dari pihak Dispora melakukan kerja sama dengan pihak Koni selaku mitra dalam bidang keolahragaan. Jadi pelaksanaan pembinaan olahraga itu kita limpahkan ke Koni karena Pemerintah dalam hal ini Dispora lebih kepada pengawasan dalam pelaksanaan proses pembinaan”. (Hasil Wawancara dengan DM tanggal 29 Maret 2016).
Dari hasil wawancara diatas menunjukkan bahwa Pemerintah Daerah dalam hal ini Dispora sebagai organisasi yang mengurusi bidang keolahragaan mempunyai program kerja untuk pembinaan olahraga khususnya untuk cabang olahraga sepakbola dengan tujuan untuk menggenjot prestasi olahraga di daerah.
Dalam pelaksanaan program tersebut Dispora bekerjasama dengan Koni karena dalam proses pembinaan olahraga Dispora hanya melakukan pengawasan dan yang melaksanakan pembinaan adalah Koni sebagai mitra pemerintah dalam hal ini Dispora dalam mendukung dan merealisasikan program pembinaan olahraga khususnya olahraga sepakbola. Ini menunjukkan Pemerintah dalam hal ini Dispora sudah menjalankan fungsi dan tugasnya sebagai organisasi Pemerintah
yang mempunyai kewajiban untuk meningkatkan prestasi keolahragaan di Kota Makassar khususnya olahraga sepakbola.
Selanjutnya Ditambahkan oleh Kepala Seksi Prasarana dan Sarana Olahraga yang mengatakan bahwa :
“...Kita sebagai organisasi pemerintah yang menangani keolahragaan tentunya akan terus berupaya agar prestasi olahraga di Kota Makassar terus meningkat khususnya dibidang sepakbola karna sebenarnya prestasi keolahragaan daerah dilihat dari prestasi sepakbolanya karna olahraga ini merupakan induk dari semua cabang olahraga artinya sepakbola merupakan olahraga peringkat pertama di dunia. Jadi sebenarnya program kerja yang dijalankan oleh Dispora lebih dominan kepada pembinaan olahraga sepakbola”. (Hasil Wawancara dengan E tanggal 11 April 2016).
Dari hasil wawancara diatas dapat disimpulkan bahwa Dispora sebagai organisasi pemerintah yang mempunyai tugas menangani keolahragaan di daerah khususnya di Kota Makassar terus berupaya dalam meningkatkan prestasi keolahragaan di daerah khususnya olahraga sepakbola. Program kerja yang dijalankan Dispora dalam menggenjot prestasi olahraga sepakbola merupakan suatu upaya yang patut di apresiasi karna program tersebut lebih dominan kepada pembinaan sepakbola. Jadi memang perhatian pemerintah dalam meningkatkan prestasi olahraga sepakbola sudah cukup baik.
Dalam menjalankan tugas dan fungsi organisasi, Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Makassar menyusun program kerja dengan tujuan untuk meningkatkan prestasi keolahragaan khusunya olahraga sepakbola di Kota Makassar. Adapun program kerja yang di maksudkan yaitu pembinaan dan pemasyarakatan olahraga dengan sasaran yakni :
1. Meningkatkan prestasi atlet pada berbagai event.
2. Meningkatkan koordinasi kemitraan terhadap organisasi olahraga dalam rangka pembinaan dan pengembangan atlet.
Berikut wawancara dengan Pemerhati Sepakbola Kota Makassar yang mengatakan bahwa :
“...Dispora memang mempunyai program-program kerja dalam menjalankan tugas organisasi. Program-program tersebut tujuannya untuk menggenjot prestasi olahraga di Kota Makassar khususnya di cabang sepakbola namun program tersebut masih kurang efektif khususnya untuk cabang sepakbola pasalnya pada event yang diadakan baru-baru ini yakni Pekan Olahraga Kota (PORKOT) cabang olahraga sepakbola tidak masuk dalam jenis lomba yang dipertandingkan padahal sepakbola merupakan cabang olahraga yang paling di unggulkan di Kota Makassar dan juga melalui event seperti ini akan lebih mudah melihat potensi atlet sepakbola untuk nantinya di rekrut dalam
“...Dispora memang mempunyai program-program kerja dalam menjalankan tugas organisasi. Program-program tersebut tujuannya untuk menggenjot prestasi olahraga di Kota Makassar khususnya di cabang sepakbola namun program tersebut masih kurang efektif khususnya untuk cabang sepakbola pasalnya pada event yang diadakan baru-baru ini yakni Pekan Olahraga Kota (PORKOT) cabang olahraga sepakbola tidak masuk dalam jenis lomba yang dipertandingkan padahal sepakbola merupakan cabang olahraga yang paling di unggulkan di Kota Makassar dan juga melalui event seperti ini akan lebih mudah melihat potensi atlet sepakbola untuk nantinya di rekrut dalam