BAB VI KESIMPULAN, SARAN DAN KETERBATASAN PENELITIAN Bab ini merupan kesimpulan dan saran dari hasil penelitian yang
E. Jenis Data yang Diperlukan
1. Data Primer
Data primer adalah data yang diperoleh dari sumber pertama baik dari individu maupun kelompok tertentu seperti dari hasil wawancara atau hasil pengisian kuesioner yang biasa dilakukan oleh peneliti.(Umar, 2005:42) Data primer dari penelitian ini adalah data yang langsung diperoleh dari responden, yaitu data mengenai jawaban responden terhadap daftar pertanyaan yang diajukan. Data yang dimaksud adalah persepsi konsumen tentang mobile phone merek Nokia tipe N-series.
2. Data Sekunder
Data sekunder adalah data primer yang telah diolah lebih lanjut dan disajikan baik oleh pihak pengumpul data primer atau oleh pihak lain misalnya dalam bentuk tabel atau diagram.(Umar, 2005:42). Data sekunder dari penelitian ini menyangkut data-data mengenai produk Nokia N-series yang dikeluarkan oleh perusahaan Nokia. Data-data itu mengenai spesifikasi produk Nokia N-series. Data sekunder ini juga menyangkut gambaran umum dari Jogjatronik di Yogyakarta.
F. Variabel Penelitian
1. Variabel masalah pertama
Variabel bebas dari masalah pertama adalah positioning. Positioning adalah tindakan merancang penawaran dan citra perusahaan sehingga menempati posissi kompetitif yang berarti dan berbeda dalam benak
pelanggan sasarannya. Ada banyak dimensi untuk mengukur positining suatu produk, tetapi dalam penelitian ini hanya akan dipilih tiga kategori yaitu:
a. Menurut manfaat: menghubungkan produk dengan manfaat khusus bagi pelanggan. Manfaat yang akan diteliti adalah manfaat utama dan manfaat tambahan.
b. Menurut pemakai: menghubungkan produk dengan seseorang atau kelompok pemakai, meliputi stastus, tingkat kesibukan, gaya hidup dan kelas sosial.
c. Menurut kualitas: menggunakan harga sebagai penunjuk kualitas yang tinggi, kualitas yang tinggi ditunjukan dengan lebih banyak keistimewaan. Hal ini dapat dilihat dari harga yang ditawarkan, keandalan produk dan mutu kesesuaian.
Variabel terikat dari masalah pertama adalah keputusan pembelian konsumen. Keputusan pembelian konsumen adalah suatu keputusan untuk membeli dan menggunakan suatu produk baik barang maupun jasa dan menikmati manfaat dari produk itu. Dalam mengukur variabel keputusan pembelian konsumen, konsumen diberi pertanyaan-pertanyaan tentang keputusan pembelian produk Nokia N-series. Pengukuran terhadap variabel ini menggunakan skala Likert lima poin.
2. Variabel masalah kedua
Variabel bebas dari masalah kedua adalah diferensiasi. Diferensiasi adalah suatu proses penambahan serangkaian perbedaan yang penting dan bernilai
guna membedakan tawaran perusahaan itu dari tawaran pesaing. Diferensiasi juga memiliki banyak dimensi dalam pengukurannya. Namun, dalam penelitian ini hanya akan digunakan tiga kategori yaitu:
a. Diferensiasi produk: diferensiasi produk dapat dilihat dari bentuk produk, fitur produk dan pilihan warna dari produk.
b. Diferensiasi pelayanaan: diferensiasi pelayanan dapat dilihat dari konsultasi pelanggan, pemeliharaan dan perbaikan produk.
c. Diferensiasi citra: lebih menyangkut pada cara masyarakat mempersepsikan (memikirkan) perusahaan atau produk tersebut. Hal ini dapat dilihat dari Citra Nokia yang stylist (bergaya), user-friendly (mudah digunakan) dan simplicity (kesederhanaan).
Varibel bebas dari masalah kedua adalah keputusan pembelian konsumen. Keputusan pembelian konsumen adalah suatu keputusan untuk membeli dan menggunakan suatu produk baik barang maupun jasa dan menikmati manfaat dari produk itu. Dalam mengukur variabel keputusan pembelian konsumen, konsumen diberi pertanyaan-pertanyaan tentang keputusan pembelian produk Nokia N-series. Pengukuran terhadap variabel ini menggunakan skala Likert lima poin.
3. Variabel masalah ketiga
Variabel bebas dari masalah ketiga adalah merek. Merek adalah nama, tanda, simbol, atau kombinasi hal-hal tersebut yang ditunjukan untuk mengidentifikasi dan membedakan barang atau layanan suatu penjual dari barang dan layanan penjual lain. Merek juga memiliki banyak dimensi
dalam pengukurannya, namun dalam penelitian ini hanya digunakan tiga kategori dalam pengukurannya yaitu:
a. Nilai: merek tersebut juga mengatakan sesuatu (hal positif) tentang nilai produsennya. Hal ini dapat dilihat dari kepercayaan dan perwujudan.
b. Atribut: merek mengingatkan atribut-atribut tertentu. Hal ini dapat dilihat dari kualitas dan penggunanya.
c. Kepribadian: merek juga mungkin melambangkan kepribadian tertentu. Hal ini dapat dilihat dari kompeten dan canggih.
Variabel terikat dari masalah ketiga adalah keputusan pembelian konsumen. Keputusan pembelian konsumen adalah suatu keputusan untuk membeli dan menggunakan suatu produk baik barang maupun jasa dan menikmati manfaat dari produk itu. Dalam mengukur variabel keputusan pembelian konsumen, konsumen diberi pertanyaan-pertanyaan tentang keputusan pembelian produk Nokia N-series. Pengukuran terhadap variabel ini menggunakan skala Likert lima poin.
G. Definisi Operasional
1. Positioning adalah penempatan posisi penawaran Nokia pada konsumen mobile phone yang dilayani.
2. Diferensiasi adalah pembedaan produk mobile phone merek Nokia terhadap merek-merek lain yang juga memproduksi mobile phone.
4. keputusan pembelian konsumen adalah keputusan pembelian yang diambil oleh konsumen untuk membeli mobile phone merek Nokia.
H. Teknik Pengumpulan Data
Kuesioner
Pada penelitian ini akan digunakan teknik angket (kuesioner) yaitu sutau teknik pengumpulan data dengan memberikan atau menyebarkan daftar pertanyaan kepada responden dengan harapan memberikan respon atas daftar pertanyaan tersebut. Kuesioner (daftar pertanyaan) dibagikan kepada responden yang sesuai dengan karakteristik responden. Daftar pertanyaan yang akan digunakan bersifat tertutup karena alternatif jawaban telah disediakan.
Dalam metode ini, daftar pertanyaan memiliki beberapa item sebagai variasi jawaban untuk setiap variabel. Untuk setiap pertanyaan yang berhubungan dengan variabel penelitian diberi alternatif jawaban 1 sampai dengan 5 yang disesuaikan dengan skala Likert yaitu:
Sangat Setuju (SS) = dengan skor 5 Setuju (S) = dengan skor 4 Netral (N) = dengan skor 3 Tidak Setuju (TS) = dengan skor 2 Sangat Tidak Setuju (STS) = dengan skor 1
Kuesioner yang akan dibuat, dirancang untuk memperoleh data-data guna menjawab rumusan masalah. Data-data akan diperoleh dari jawaban para responden. Kuesioner akan dirancang menjadi lima bagian. Perhitungan skala kuesioner dilakukan dengan beberapa tahap. Langkah pertama menghitung jumlah nilai tertinggi. Langkah kedua menghitung jumlah nilai terendah. Dan langkah ketiga mencari interval kelas dengan cara jumlah nilai tertinggi dikurangi jumlah nilai terendah, kemudian dibagi dengan jumlah kategorinya.
I. Teknik Pengujian Instrumen
1. Uji Validitas
Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevaliditasan atau kesahihan suatu instrumen. Validitas bertujuan mengukur taraf sejauh mana suatu alat pengukuran dapat mengukur apa yang seharusnya diukur. Untuk menguji validitas diguanakan rumus Product Moment Coefficient of Correlation, yaitu
2 2 2 . ( )( ) ( . ( ) ( . ( ) ) N xy x y r N x x N y y 2 − = − −
r = koefisien korelasi product moment x = nilai dari variabel
y = nilai dari total variabel N = banyaknya item
Dengan taraf signifikansi (α) = 5% apabila rhitung lebih besar dari rtabel, maka kuesioner sebagai alat ukur dapat dikatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Reliabilitas adalah tingkat kestabilan suatu alat ukur dalam mengukur suatu gejala. Untuk mengukur reliabilitas digunakan teknik belah dua, yaitu dengan mengembangkan item-item kuesioner menjadi dua belah antara kelompok item bernomor ganjil dan item bernomor genap. Selanjutnya dicari koefisien antara kelompok item tersebut dengan menggunakan teknik korelasi Product Moment. Setelah itu dimasukkan rumus korelasi Spearman Brown.
rumus korelasi Spearman Brown adalah sebagai brikut:
( )
(
rr
)
r
xy xy gg = 1+ 2 keterangan: rgg = koefisien reliabilitasrxy = koefisien korelasi Product Moment (antara nilai item ganjil dan nilai item genap) taraf kesalahan 5%.
Apabila nilai rgg > rtabel, maka kuesioner telah memenuhi syarat reliabilitas. Sebaliknya, apabila rgg ≤ rtabel, maka kuesioner tersebut tidak memenuhi syarat reliabilitas.
J. Teknik Analisis Data
1. Analisis Persentase
Untuk melihat karakteristik responden yang akan dilakukan di Jogjatronik Yogyakarta, maka akan dipaparkan beberapa pertanyaan di
dalam kuesioner yang relevan dengan penelitian ini. Untuk menganalisis karakteristik responden akan digunakan analisis prosentase. Rumus analisis persentase adalah sebagai berikut:
100% i i X P x n =
∑
= dimana: P = hasil prosentase.∑Xi = jumlah pengamatan yang termasuk kategori tertentu.
n
i = jumlah sampel.Analisis persentase digunakan untuk membahas rumusan masalah yang pertama, yaitu bagaimanakah karkteristik pengguna mobile phone merek Nokia tipe N-series. Proporsi jawaban yang paling besar menunjukan bahwa jawaban yang paling banyak diberikan responden dan dapat dijadikan kesimpulan.
2. Regresi Linier Berganda
Regresi linier berganda digunakan untuk mengukur pengaruh variabel bebas (independent variable) yang lebih dari satu variabel terhadap variabel terikat (dependent variable). Dalam penelitian ini regresi linier berganda digunakan untuk mengukur pengaruh positioning, diferensiasi dan merek terhadap keputusan pembelian konsumen. Berikut ini meruapkan persamaan umum regresi linier berganda:
1 1 2 2 3 3
'
dimana:
a = Konstanta
Y’ = Variabel terikat (keputusan pembelian konsumen) X1 = Skor variabel positioning
X2 = Skor variabel diferensiasi X3 = Skor variabel merek b1,b2,b3 = Koefisien regresi X1,X2,X3 3. Uji Koefisien Regresi Secara parsial
Uji koefisien regresi secara parsial digunakan untuk menjawab masalah kedua ketiga dan keempat sekaligus. Secara ringkas dapat dituliskan apakah positioning, diferensiasi dan merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen secara parsial, maka dilakukan uji signifikan variabel individual. Langkah-langkah dalam uji parsial adalah sebagai berikut:
a) Perumusan hipotesis
H0.1:b1 = 0, positioning tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
Ha.1:b1 ≠ 0, positioning berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
H0.2:b2 = 0, diferensiasi tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
Ha.2:b2 ≠ 0, diferensiasi berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
H0.3:b3 = 0, merek tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
Ha.3:b3 ≠ 0, merek berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen.
b) Menentukan nilai kritis (level of significance (α))
Nilai kritis dalam hal pengujian hipotesis terhadap koefisien regresi dapat ditentukan dengan tabel distribusi normal dengan memperhatikan tingkat signifikan (α). Diplih level of significant (α) = 5% artinya taraf kesalahan atau taraf kekeliruan hanya 5% saja.
( / 2, )
tabel n k
t =t
α −dimana:
n = jumlah sampel
k = jumlah variabel independen
c) Menentukan nilai t hitung masing-masing koefisien regresi. b t Sb β − = dimana:
t = distribusi t dengan derajat kebebasan sebasar n-k b = koefisien regresi sampel
β = koefisien regresi populasi
d) Menentukan kriteria pengujian
Jika thitung > ttabel, maka dapat diartikan bahwa hipotesis alternatif diterima atau dengan kata lain H0 ditolak dan HA diterima. Hal ini dapat diartikan sebagai ketiga variabel positioning, diferensiasi dan merek secara parsial berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Jika thitung ≤ ttabel, maka hipotesis alternatif ditolak atau dengan kata lain H0 diterima dan HA ditolak. Hal ini dapat diartikan bahwa ketiga variabel positioning, diferensiasi dan merek secara parsial tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian konsumen. Secara ringkas dapat ditulis:
Hipotesis nol ditolak bila: thitung > ttabel atau thitung < - ttabel Hipotesis nol diterima bila - ttabel≤ thitung≤ ttabel
4. Pengujian Dengan Uji F
Uji F digunakan untuk menjawab rumusan masalah kedua, ketiga dan keempat secara bersama-sama. Secara ringkas dapat dituliskan apakah positioning, diferensiasi dan merek berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen. Langkah-langkah dalam uji F adalah sebagai berikut:
a) Perumusan hipotesis
H0: b1 = b2 = b3 = 0, maka positioning, diferensiasi dan merek tidak berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen.
Ha: b1 ≠ b2 ≠ b3 ≠ 0, maka positioning, diferensiasi dan merek berpengaruh secara simultan terhadap keputusan pembelian konsumen.
b) Menentukan nilai kritis dalam distribusi F dengan tingkat signifikan (α) sebesar 5% dengan derajat kebebasan df pembilang (numerator) sebesar k-1 dan df penyebut (denominator) sebesar n-k.
c) Menghitung nilai F hitung dengan rumus:
2 2 / (1 ) /( 1) R k R n k − − − 2 2 / (1 ) /( 1) R k R n k − − − dimana:
F = Harga F baris yang dicari n = jumlah sampel
k = jumlah variabel bebas dan variabel terikat R = koefisien korelasi
d) Kriteria penerimaan dan penolakan
Jika F hitung ≥ F tabel, maka dapat diartikan bahwa hipotesis alternatif diterima atau dengan kata lain H0 ditolak dan HA diterima. Hal ini dapat diartikan sebagai ketiga variabel positioning, diferensiasi dan merek secara simultan berpengaruh secara signifikan terhadap keputusan pembelian konsumen. Jika F hitung < F tabel, maka hipotesis alternatif ditolak atau dengan kata lain H0 diterima dan HA ditolak. Hal ini dapat diartikan bahwa ketiga variabel positioning,
diferensiasi dan merek secara simultan tidak berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Secara ringkas dapat ditulis:
H0 diterima bila : Fhitung≤ Ftabel H0 ditolak bila : Fhitung > Ftabel
BAB IV