• Tidak ada hasil yang ditemukan

TUJUAN PEMBELAJARAN

B. Jenis Fasilitas Pendidikan

Jenis sarana pendidikan apabila dilihat dari habis tidaknya dipakai, ada dua macam sarana pendidikan yaitu :

1. Sarana pendidikan yang habis dipakai. Sarana pendidikan habis pakai adalah segala bahan atau alat yang apabila digunakan bisa habis dalam waktu yang relatif singkat. Contoh : kapur tulis, beberapa bahan kimia untuk praktik guru dan siswa. Selain itu, ada sarana pendidikan yang berubah bentuk, misalnya kayu, besi, dan kertas karton yang sering digunakan oleh guru dalam mengajar.

Contoh : tinta komputer, bola lampu, dan kertas.

2. Sarana pendidikan tahan lama. Sarana pendidikan tahan lama adalah keseluruhan bahan atau alat yang dapat digunakan secara terus-menerus dan dalam waktu yang relatif lama. Contoh : bangku sekolah, mesin tulis, atlas, globe, dan beberapa peralatan olahraga.

Jenis sarana pendidikan ditinjau dari bergerak tidaknya pada saat digunakan, ada dua macam sarana pendidikan, yaitu :

1. Sarana pendidikan yang bergerak. Sarana pendidikan yang bergerak adalah sarana pendidikan yang bisa digerakkan atau dipindah sesuai dengan kebutuhan pemakainya, contohnya:

almari arsip sekolah, bangku sekolah.

2. Sarana pendidikan yang tidak bergerak. Sarana pendidikan yang tidak bergerak adalah semua sarana pendidikan yang tidak bisa

atau relatif sangat sulit untuk dipindahkan, misalnya saluran dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Jenis sarana pendidikan ditinjau dari hubungannya dengan proses pembelajaran dibedakan menjadi tiga klasifikasi yaitu:

1. Alat pengajaran. Alat pengajaran adalah alat yang digunakan secara langsung dalam proses belajar mengajar, misalnya buku, alat peraga, alat tulis, dan alat praktik.

2. Alat peraga. Alat peraga adalah alat pembantu pendidikan dan pengajaran, dapat berupa perbuatan-perbuatan atau benda-benda yang mudah memberi pengertian kepada anak didik berturut-turut dari yang abstrak sampai dengan yang konkret.

3. Media pengajaran. Media pengajaran adalah sarana pendidikan yang digunakan sebagai perantara dalam proses belajar mengajar, untuk lebih mempertinggi efektivitas dan efisiensi dalam mencapai tujuan pendidikan. Ada tiga jenis media, yaitu media audio, media visual, dan media audio visual.

Adapun prasarana pendidikan di sekolah bisa diklasifikasikan menjadi dua macam, yaitu :

1. Prasarana pendidikan yang secara langsung digunakan untuk proses belajar mengajar, seperti ruang teori, ruang perpustakaan, dan lain sebagainya.

2. Prasarana pendidikan yang keberadaannya tidak digunakan untuk proses belajar mengajar, tetapi secara langsung sangat menunjang terjadinya proses belajar mengajar, misalnya ruang kantor, kantin sekolah, kamar kecil, dan lain sebagainya.

C. Pengadaan dan Inventarisasi Fasilitas Pendidikan 1. Pengadaan

Pengadaan sarana dan prasarana pendidikan dibagi menjadi:

a. Pengadaan tanah

Menurut Soerjani (1988:135) mengemukakan: “Dalam mensirikan gedung sekolah, perlu diperhatikan tentang letak sekolah dan lingkungannya. Letak dan lingkungan sekolah adalah salah satu komponen yang dapat menunjang atau menghambat usaha meningkatkan ketahanan sekolah”. Syarat-syarat yang harus diperhatikan menurut J.Mamusung antara lain:

1) Mudah dicapai dengan berjalan kaki ataupun berkendaraan, 2) Terletak disuatu lingkungan yang banyak hubungan dengan

kepentingan pendidikan (sekolah), 3) Terdapat air yang bersih dan berkualitas,

4) Memperoleh sinar matahari yang cukup selama waktu sekolah berlangsung, sehingga kelancaran dan kesehatan terjamin,

5) Cukup luas, bentuk maupun tofogafinya akan memenuhi kebutuhan.

b. Pengadaan gedung/ bangunan

Beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh suatu bangunan yang ideal, J.Mumusung (1981:16) mengemukakan sebagai berikut.

1) Memenuhi kebutuhan dan syarat pedagogis,

2) Ukuran dan bentuk ruangan disesuaikan dengan kebutuhan, 3) Tinggi rendahnya tembok, letak jendela dan kusen

disesuaikan dengan kondisi anak-anak,

4) Aman, artinya material dan kontruksi bangunannya benar-benar dapat dipertanggungjawabkan baik kekuatan/

kekokohan bangunan itu sendiri, maupun pengaruh erosi, angin, getaran, petir dan pohon yang berbahaya,

5) Pengunaan warna yang cocok.

c. Pengadaan perlengkapan/ perabot

Pengadaan perlengkapan keharusan untuk memilih dan memiliki perabot dan perlengkapan yang sesuai dengan umur, minat serta tarap perkembangan fisik maupun phsyshis dari setiap murid dan kurikulum sekolah yang bersangkutan. Depdiknas mengelompokannya menjadi barang-barang yang habis dipakai dan barang-barang yang tak habis dipakai. Berikut syarat perlengkapan/ perabot.

1) Sesuai dengan aktivitas murid dalam PBM,

2) Ukuran perlengkapan/ perabot sesuai dengan fungsinya sebagai pendukung pembelajaran,

3) Kuat, mudah memeliharanya, dan mudah dibersihkan, serta tahan lama,

4) Flexible sehingga mudah digunakan oleh guru maupun murid, 2. Inventarisasi

Semua sarana dan prasaran sekolah hendaknya diinventarisir, dengan format umum yang telah ditetapkan, yaitu: Jumlah barang, Jenis Barang, Kualitas Barang, Tahun Pembuatan, Merek Barang Ukuran Barang, Dan Harga, pencatatan inventaris di Buku Inventaris. Dimana terdapat 2 jenis Buku Inventaris.

a) Buku Induk barang inventaris, mencatat semua barang inventaris menurut urutan tanggal.

b) Buku golongan barang inventaris, mencatat barang inventaris menurut golongan barang yang telah ditentukan.

D. Pemeliharaan dan Penghapusan Fasilitas Pendidikan 1. Pemeliharaan

Bafadal (2008:48) idealnya semua sarana dan prasarana pendidikan di sekolah, seperti perabot dan peralatan kantor, serta media pengajaran selalu dalam kondisi siap pakai jika setiap saat diperlukan.

Dengan sarana dan prasarana dalam kondisi siap pakai itu semua personel sekolah dapat dengan lancar menjalankan tugasnya masing-masing. Ada beberapa macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah. Ditinjau dari sifatnya, ada empat macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan.

Keempat pemeliharaan tersebut cocok dilakukan pada sarana dan prasarana pendidikan berupa mesin. Pertama, pemeliharaan yang bersifat pengecekan. Pengecekan ini dilakukan untuk mengetahui tentang baik-buruknya keadaan mesin. Kedua, pemeliharaan yang bersifat pencegahan, agar mesin selalu dalam kondisi baik. Ketiga, pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan, seperti perbaikan remnya. Keempat, perbaikan berat. Apabila ditinjau dari waktu perbaikannya, ada dua macam pemeliharaan sarana dan prasarana sekolah, yaitu pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala.

Pemeliharaan sehari-hari misalnya berupa menyapu, mengepel lantai, dan membersihkan pintu. Sedangkan pemeliharaan berkala, misalnya berupa pengintrolan genting dan pengapuran tembok.

2. Penghapusan

Bafadal (2008:62) secara definitif, penghapusan sarana dan prasarana adalah kegiatan meniadakan barang-barang milik lembaga (bisa juga sebagai milik negara) dari daftar inventaris dengan cara berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Kepala sekolah memiliki kewenangan untuk melakukan penghapusan terhadap sarana dan prasarana pendidikan di sekolahnya. Namun, sarana dan

prasarana yang akan dihapus harus memenuhi syarat-syarat penghapusan. Demikian pula prosedurnya harus mengikuti peraturan perundang-undangan yang berlaku. Mengenai syarat-syarat dan prosedur penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah seperti berikut ini. Barang-barang sarana dan prasarana pendidikan di sekolah yang memenuhi syarat penghapusan adalah barang-barang:

a. dalam keadaan rusak berat sehingga tidak dimanfaatkan lagi, b. tidak sesuai dengan kebutuhan,

c. kuno, yang penggunaannya tidak sesuai lagi, d. terkena larangan,

e. mengalami penyusutan di luar kekuasaan pengurus barang, f. yang biaya pemeliharaannya tidak seimbang dengan

kegunaannya,

g. berlebihan, yang tidak digunakan lagi, h. dicuri,

i. diselewengkan, dan

j. terbakar atau musnah akibat adanya bencana alam.

Sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia, langkah-langkah penghapusan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah, seperti SLTP dan SMU, adalah sebagi berikut:

a. Kepala Sekolah (bisa dengan menunjuk seseorang) mengelompokkan sarana dan prasarana yang akan dihapus dan meletakkannya di tempat yang aman namun tetap di dalam lokasi sekolah.

b. Menginventarisasi sarana dan prasarana yang akan dihapus tersebut dengan cara mencatat jenis, jumlah, dan tahun pembuatan sarana dan prasarana tersebut.

c. Kepala Sekolah mengajukan usulan penghapusan barang dan pembentukan panitia penghapusan, yang dilampiri dengan data

barang yang rusak ke Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten.

d. Setelah SK penghapusan dari Kantor Dinas Pendidikan Nasional Kota/Kabupaten terbit, selanjutnya panitia penghapusan segera bertugas, yaitu memeriksa kembali barang yang rusak berat, biasanya dengan membuat Berita Acara Pemeriksaan.

e. Begitu selesai melakukan pemeriksaan, panitia mengusulkan penghapusan barang-barang yang terdaftar di dalam Berita Acara Pemeriksaan. Biasanya perlu adanya pengantar dari kepala sekolahnya. Usulan itu lalu diteruskan ke kantor pusat Jakarta.

f. Akhirnya begitu surat keputusan penghapusan dari Jakarta dating, bisa segera dilakukan penghapusan terhadap barang-barang tersebut. Ada dua kemungkinan penghapusan sarana dan prasarana sekolah, yaitu dimusnahkan dan dilelang. Apabila melalui lelang, yang berhak melelang adalah kantor lelang setempat. Sedangkan hasil lelangnya menjadi milik negara.

Manajemen sarana prasarana sekolah merupakan proses kerjasama pendayagunaan semua sarana dan prasarana sekolah secara efektif dan efisien. Manajemen sarana prasarana sekolah merupakan suatu proses pendayagunaan yang sasarannya adalah sarana dan prasarana pendidikan, seperti sarana dan prasarana sekolah, sarana dan prasarana perpustakaan, media pengajaran, dan sarana dan prasarana lainnya, manajemen sarana dan prasarana sekolah itu terwujud sebagai suatu proses yang terdiri atas langkah-langkah tertentu secara sistematis.

KESIMPULAN

Manajemen sarana prasarana pendidikan di sekolah itu meliputi analisis dan penyusunan kebutuhan, pengadaan, penyaluran, pemakaian dan pemeliharaan, inventarisasi, dan penghapusan. Kegiatan seperti analisis dan penyusunan kebutuhan, pembelian, penerimaan sarana dan prasarana sekolah yang pada dasarnya dilakukan oleh pengelola sarana dan prasarana pendidikan sebagai perencanaan pengadaan sarana dan prasarana. Oleh karena itu, semua kegiatan tersebut dapat dikategorikan dengan pengadaan sarana dan prasarana pendidikan. Begitu sarana dan prasarana sekolah yang diadakan itu diterima, lalu semuanya disimpan untuk di distribusikan kepada unit-unit yang akan memakainya.

Sementara dipakai, semua sarana dan prasarana sekolah hendaknya selalu dipelihara, sehingga secara keseluruhan dalam keadaan siap pakai. Selanjutnya secara periodik semua sarana dan prasarana sekolah tersebut di inventarisasikan. Apabila dalam inventarisasinya ternyata ada sejumlah sarana dan prasarana yang sudah tidak layak pakai maka perlu dilakukan penghapusan.

1. Jelaskan konsep manajemen fasilitas pendidikan!

2. Siapa yang bertanggung jawab terhadap pengelolaan fasilitas pendidikan?

3. Sebutkan dan jelaskan prosedur manajemen sarana dan prasarana di sekolah!

4. Identifikasi langkah-langkah pemeliharaan sarana dan prasarana di sekolah!

5. Bagaimana prosedur penghapusan sarana dan prasarana di sekolah? Jelaskan!

LATIHAN SOAL

1. Bentuk Tugas

a. Cari dan kaji satu artikel jurnal berakreditasi terkait manajemen sarana dan prasarana di sekolah.

b. Hasil kajian dirangkum dalam satu power point maksimal 5 slide

2. Luaran Tugas yang Dihasilkan

Power point hasil kajian terhadap satu artikel jurnal terkait manajemen sarana dan prasarana.

Indrawan, Irjus. 2015. Manajemen Sarana dan Prasarana Sekolah.

Yogyakarta : Deepublish

Banurea, Oda Kinanta & Ananda, Rusydi. 2017. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan. Medan : CV. Widya Puspita

Bafadal, Ibrahim. 2003. Manajemen Peningkatan Mutu Sekolah Dasar, dari Sentralisasi Menuju Desentralisasi. Jakarta : Bumi Aksara Undang-Undang Republik Indonesia No 20 Tahun 2003 tentang Sistem

Pendidikan Nasional

Peraturan Pemerintah RI No 19 Tahun 2005 tentang Standar Nasional Pendidikan

Megasari, Rika. 2014. Peningkatan Pengelolaan Sarana dan Prasarana Pendidikan untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran di SMPN 5 Bukittinggi. Jurnal Administrasi Pendidikan. Volume 2, No 1. Hal 636-831. Universitas Negeri Padang

TUGAS MAHASISWA

REFERENSI