• Tidak ada hasil yang ditemukan

446 11 953 16 898 12 338 11 856Jenis Ikan Volume produksi tahun

4 GAMBARAN UMUM WILAYAH PENELITIAN

Total 10 446 11 953 16 898 12 338 11 856Jenis Ikan Volume produksi tahun

2009 2010 2011 2012 2013 Rajungan 3 933 6 393 9 335 3 576 4 134

Udang putih/Jerbung 1 697 2 072 2 418 2 824 1 658

Cumi-cumi 4 816 3 488 5 145 5 938 6 064

Total 10 446 11 953 16 898 12 338 11 856 Jenis Ikan Volume produksi tahun

51 dihasilkan yaitu Siput. Kodok merupakan jenis binatang air lainnya yang dihasilkan. Jenis ikan hasil tangkapan perairan tawar yang mendominasi adalah ikan Nila, Gabus dan Mas. Perkembangan volume produksi ikan dominan di p erairan umum dalam periode lima tahun terakhir berfluktuasi, namun secara umum cenderung mengalami peningkatan (Tabel 1 8 ) .

Tabel 18 Perkembangan volume produksi ikan d ominan di perairan umum di Provinsi Jawa Barat tahun 2009-2013 (ton)

Sumber: Pusdatin KKP 2014c

Berbeda dengan perikanan tangkap, untuk perikanan budidaya, yang terdiri dari budidaya laut, payau dan air tawar, selama periode 2004-2013 mengalami peningkatan rata-rata volume produksi 15.99 persen per tahun, dari 264 630 ton pada tahun 2004 menjadi 970 568 ton pada tahun 2013. Dari sisi nilai produksi mengalami peningkatan rata-rata sebesar 23.52 persen per tahun dari 2 891 miliar rupiah pada tahun 2004 menjadi 15 745 miliar rupiah pada tahun 2013. Apabila dibandingkan dengan perikanan tangkap, perikanan budidaya selama sepuluh tahun terakhir mengalami peningkatan produksi yang cukup signifikan, hal tersebut dikarenakan semakin majunya teknologi perikanan budidaya yang diterapkan melalui program-program dari pemerintah serta didukung oleh luas lahan yang dimiliki untuk kegiatan perikanan budidayanya. Perkembangan volume dan nilai produksi perikanan budidaya di Provinsi Jawa Barat sepuluh tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 19.

Tabel 19 Perkembangan volume dan nilai produksi perikanan budidaya di Provinsi Jawa Barat tahun 2004-2013

Sumber: Pusdatin KKP 2014 (diolah)

2009 2010 2011 2012 2013 Nila 1 718 1 590 2 065 2 445 2 498 Gabus 592 1 089 1 124 1 341 1 082 Mas 770 700 770 796 772 Tawes 568 576 636 590 665 Mujair 137 313 313 557 506 Total 3 785 4 268 4 908 5 729 5 523 Jenis Ikan Volume produksi tahun

Tahun Volume Produksi (Ton) Kenaikan (%) Nilai Produksi (Rp Miliar) Kenaikan (%)

2004 264 630 0 2 891 0 2005 301 266 13.84 2 873 -0.62 2006 355 716 18.07 2 626 -8.60 2007 391 568 10.08 4 079 55.33 2008 435 549 11.23 6 015 47.46 2009 442 012 1.48 5 263 -12.50 2010 622 961 40.94 8 500 61.50 2011 695 104 11.58 11 117 30.79 2012 778 999 12.07 12 620 13.52 2013 970 568 24.59 15 745 24.76 15.99 23.52 Kenaikan rata-rata (%)

52

Kategori teknologi dari perikanan budidaya laut terbagi menjadi semi intensif dan tradisional. Untuk perikanan budidaya laut di Provinsi Jawa Barat, kategori teknologi didominasi dari tradisional. Kabupaten Cirebon adalah daerah yang budidaya perikanan lautnya terbesar untuk kategori teknologi tradisional. Kabupaten Sukabumi merupakan daerah yang memiliki jumlah terbanyak untuk budidaya perikanan laut dengan kategori semi intensif.

Budidaya air laut, komoditi didominasi oleh rumput laut, kerang hijau dan kerang darah. Jenis rumput laut yang umum dibudidayakan di perairan laut, baik di wilayah utara maupun selatan Provinsi Jawa Barat adalah Euchema cottonii. Jenis kerang h ijau yang umum dibudidayakan adalah Perna viridis termasuk dalam family Mytilidae. Pada umumnya kerang ini terdapat di daerah perairan pantai dengan bentuk agak pipih memanjang dan memiliki cangkang yang tipis. Cangkang konsentrik dengan bagian pinggir berwarna hijau kebiru-biruan. Ukurannya dapat mencapai 8-10 cm. Di Provinsi Jawa Barat, kerang jenis ini dibudidayakan di perairan utara, yaitu di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cirebon. Jenis kerang d arah yang umum dibudidayakan adalah Anadara granosa (Linnaeus, 1758) termasuk dalam famili Arcidae. Kerang darah jenis ini terdapat hampir di seluruh pantai Indonesia. Bentuknya bulat kipas agak lonjong. Bagian dalam halus dengan warna putih mengkilat dan warna dasar kerang putih kemerahan (merah darah) dan bagian dagingnya merah. Ukurannya dapat mencapai 4 cm. Di Provinsi Jawa Barat, kerang darah dibudidayakan hanya di Kabupaten Indramayu.

Budidaya air payau, komoditi didominasi oleh rumput laut, udang Vaname, udang Windu, ikan Mujair, dan ikan Bandeng. Jenis rumput laut yang umum dibudidayakan di air payau (di dalam tambak) adalah Gracilaria spp. Produksi rumput laut jenis Gracilaria spp ini hanya terdapat di wilayah pantai utara Provinsi Jawa Barat, yaitu di Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Bekasi. J e n i s u dang Vaname yang umum dibudidayakan adalah Litopenaeus vannamei termasuk dalam famili Penaidae. Produksi udang Vaname ini terdapat hampir di seluruh perairan Provinsi Jawa Barat, baik di perairan utara maupun perairan selatan, mencakup Kabupaten Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, Kabupaten Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, dan Kota Cirebon. Jenis udang Windu yang umum dibudidayakan adalah Penaeus monodon termasuk dalam famili Penaeidae. Biasanya hidup di dasar perairan yang berlumpur dan berpasir pada kedalaman 0-110 m. Di Provinsi Jawa Barat, udang Windu j e n i s i n i dibudidayakan di perairan selatan di Kabupaten Ciamis, sedangkan di perairan utara dibudidayakan di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cirebon. Jenis ikan Mujair yang umum dibudidayakan adalah Oreochromis mossambicus termasuk dalam famili Cichlidae. Ikan ini mempunyai toleransi yang besar terhadap kadar garam, sehingga dapat hidup di air payau. Bentuk badan pipih berwarna hitam keabu-abuan. Panjang total maksimum mencapai 40 cm. Di Provinsi Jawa Barat, ikan Mujair ini di

53 budidayakan di perairan selatan di Kabupaten Tasikmalaya, sedangkan di perairan utara, yaitu di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cirebon. Jenis ikan Bandeng yang umum dibudidayakan adalah Chanos chanos termasuk dalam famili Chanidae. Ikan Bandeng jenis ini cenderung hidup berkelompok di sekitar pesisir. Ikan Bandeng muda biasanya hidup di air payau, dan akan kembali ke laut jika sudah dewasa untuk berkembang biak. Di Provinsi Jawa Barat, ikan Bandeng biasanya dibudidayakan di Kabupaten Tasikmalaya untuk wilayah pantai selatan. Sementara untuk wilayah perairan pantai utara budidaya ikan ini terdapat di Kabupaten Cirebon, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Subang, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, dan Kota Cirebon.

Budidaya air tawar, komoditi didominasi oleh ikan Mas, ikan Nila, ikan Tawes, dan ikan Nilem. Jenis ikan Mas yang umum dibudidayakan adalah adalah Cyprinus carpio, secara umum dibudidayakan di Karamba Jaring Apung (KJA), Kolam Air Deras (KAD), kolam, sawah, dan karamba. Wilayah utama yang menjadi sentra produksi ikan Mas di Jawa Barat adalah Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Cianjur. Jenis ikan Nila yang umum dibudidayakan adalah adalah Oreochromis niloticus, secara umum dibudidayakan di kolam air tenang, karamba, sawah, KAD, dan KJA. Wilayah utama yang menjadi sentra produksi ikan Nila di Jawa Barat adalah Kabupaten Purwakarta dan Kabupaten Bandung Barat. Jenis ikan Tawes yang umum dibudidayakan adalah Puntius javanicus, yang secara umum dibudidayakan di kolam dan sawah. Pusat produksi ikan Tawes di Provinsi Jawa Barat berada di Kota Bogor dan Kabupaten Bogor. Jenis ikan Nilem yang umum dibudidayakan adalah Osteochillus hasselti, yang secara umum dibudidayakan di kolam dan sawah. Wilayah utama yan menjadi sentra produksi ikan Nilem di provinsi ini adalah Kabupaten Ciamis dan Kabupaten Tasikmalaya.

b. Sarana dan prasarana

Keberhasilan peningkatan produksi perikanan tidak terlepas dari ketersediaan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan subsektor perikanan di Provinsi Jawa Barat, baik perikanan tangkap maupun perikanan budidaya. Untuk perikanan tangkap, sarana yang mendukung terdiri dari kapal perikanan dan unit penangkapan ikan, sedangkan prasarana yang mendukung terdiri dari pelabuhan perikanan, pabrik jaring, pabrik es, aksesibilitas, dan sumber daya manusia. Untuk perikanan budidaya, sarana yang mendukung terdiri dari luas areal pemeliharaan, pakan, pupuk dan kapur, serta pestisida dan obat-obatan, sedangkan prasarana yang mendukung terdiri dari listrik, pompa air dan kincir angin, petak penggelondongan dan pembesaran, serta sumber daya manusia.

Perkembangan jumlah kapal penangkapan ikan di Provinsi Jawa Barat dari tahun 2004 sampai pada tahun 2013 berfluktuasi. Pada tahun 2013 jumlah kapal penangkap ikan baik di laut maupun di perairan umum Provinsi Jawa Barat mencapai 23 640 unit, dimana jumlah kapal di laut lebih banyak daripada di perairan umum. Jumlah kapal di laut pada tahun 2013 mencapai 18 356 unit,

54

sedangkan jumlah kapal di perairan umum mencapai 5 284 unit. Kapal penangkap ikan terbagi menjadi perahu tanpa motor, motor tempel dan dengan kapal motor.

Jika dilihat dari kapasitas kapal penangkap ikan, terutama kapal perikanan laut, selama 10 tahun terakhir Provinsi Jawa Barat tidak pernah memiliki kapal penangkap ikan berukuran diatas 200 GT. Dari sisi jumlah kapal, Provinsi Jawa Barat pun tergolong rendah dalam ketersedian jumlah kapal penangkap ikan. Jika dibandingkan dengan provinsi lain, terutama provinsi dengan tingkat produksi perikanan terbesar, seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur, yang memiliki jumlah kapal rata-rata 40 000-50 000 buah, dan kapasitasnya pun diatas 200 GT. Secara rinci perkembangan jumlah kapal penangkap ikan di laut selama 10 tahun terakhir disajikan dalam Tabel 20 di bawah.

Tabel 20 Perkembangan jumlah perahu/kapal menurut kategori dan ukuran perahu/kapal di Provinsi Jawa Barat Tahun 2004-2013 (unit)

Sumber: Pusdatin KKP 2014c

2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013