• Tidak ada hasil yang ditemukan

PERTEMUAN 11. IP ADDRESS VERSI 6

11.3. Jenis jenis alamat IP address versi 6

Daftar Pustaka : 1. Purbo, Onno W, “Buku Pintar Internet TCP/IP, Standar, Desain dan Implementasi”, Elex Media Komputindo, Jakarta, 1999

2. Stallings, William, “Data and

[153]

Computer Communications, 8 th”, Prentice Hall, 2007.

3. Kristanto, Andri, “Jaringan Komputer”, Graha Ilmu, 2003 4. Comer, Douglas E,

“Internetworking with TCP/IP Vol 1: Principles, Protocols, and Architecture, 4 th”, Prentice-Hall, 2000.

5. Tanenbaum, Andrew S,

“Computer Networks, 4 th”,

Prentice Hall, 2003

[154]

11.1. Pengertian IP address versi 6

Alamat IP versi 6 (sering disebut sebagai alamat IPv6) adalah sebuah jenis pengalamatan jaringan yang digunakan di dalam protokol jaringan TCP/IP yang menggunakan protokol Internet versi 6. Panjang totalnya adalah 128-bit, dan secara teoritis dapat mengalamati hingga 2128=3,4 x 1038 host komputer di seluruh dunia.

Contoh alamat IPv6 adalah 21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a.

11.1.1. Sekilas Tentang ipv6

Berbeda dengan IPv4 yang hanya memiliki panjang 32-bit (jumlah total alamat yang dapat dicapainya mencapai 4,294,967,296 alamat), alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit. IPv4, meskipun total alamatnya mencapai 4 miliar, pada kenyataannya tidak sampai 4 miliar alamat, karena ada beberapa limitasi, sehingga implementasinya saat ini hanya mencapai beberapa ratus juta saja. IPv6, yang memiliki panjang 128-bit, memiliki total alamat yang mungkin hingga 2128=3,4 x 1038 alamat. Total alamat yang sangat besar ini bertujuan untuk menyediakan ruang alamat yang tidak akan habis (hingga beberapa masa ke depan), dan membentuk infrastruktur routing yang disusun secara hierarkis, sehingga mengurangi kompleksitas proses routing dan tabel routing.

Sama seperti halnya IPv4, IPv6 juga mengizinkan adanya DHCPv6 Server sebagai pengelola alamat. Jika dalam IPv4 terdapat dynamic address dan static address, maka dalam IPv6, konfigurasi alamat dengan menggunakan DHCP Server dinamakan dengan stateful address configuration, sementara jika konfigurasi alamat IPv6 tanpa DHCP Server dinamakan dengan stateless address configuration.

11.1.2. Keunggulan IPv6

1. Jumlah IP Address yang sangat banyak

Seperti yang telah diketahui, pada IPv4 panjang satu alamat IP-nya adalah 32 bit yang berarti dapat menyediakan alamat IP sebanyak 4.294.967.296. mungkin jika dilihat sepintas jumlah tersebut sudah banyak, tetapi karena implementasi tertentu dalam penggunaanya pada kenyataanya jumlah IP tersebut masih kurang jika digunakan untuk membuat jaringan pada seluruh dunia ini. Berbeda dengan IPv6, IPv6 pada satu alamat IP-nya panjangnya 128 bit atau dengan kata lain dapat

[155]

menyediakan alamat IP sebanyak 3.4 x 1038. Jumlah tersebut sangatlah besar sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan IP pada beberapa tahun mendatang.

2. Autoconfiguration

IPv6 dirancang agar penggunanya tidak dipusingkan dengan konfigurasi Ip address. Komputer pengguna yang terhubung dengan jaringan IPv6 akan mendapatkan IP address langsung dari router, sehingga nantinya DHCP server tidak diperlukan lagi. Autoconfiguration nantinya sangat berguna bagi peralatan mobile internet karena pengguna tidak direpotkan dengan konfigurasi sewaktu berpindah tempat dan jaringan.

3. Security

IPv6 telah dilengkapi dengan protokol IPSec, sehingga semua aplikasi telah memiliki security yang optimal bagi berbagai aplikasi yang membutuhkan keamanan, misalnya saja transaksi e-banking. Disamping itu, IPSec dalam Ipv6 merupakan protokol keamanan yang paling andal saat ini. Dimana ia menggunakan teknik enkripsi yang rumit sehingga sulit ditebak oleh hacker yang akan membaca data yang dilewatkan.

4. Quality of Service.

IPv6 memiliki protokol QoS yang terintegrasi dengan baik, sehingga semua aplikasi yang berjalan diatas Ipv6 memiliki jaminan QoS, terutama bagi aplikasi yang sensitive terhadap delay seperti VoIP dan streaming video.

11.2. Format alamat IP address versi 6

Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit. Setiap blok bilangan heksadesimal tersebut akan dipisahkan dengan tanda titik dua (:).

Karenanya, format notasi yang digunakan oleh IPv6 juga sering disebut dengan colon-hexadecimal format, berbeda dengan IPv4 yang menggunakan dotted-decimal format.

Berikut ini adalah contoh alamat IPv6 dalam bentuk bilangan biner:

00100001110110100000000011010011000000000000000000101111001110110000 00101010

1010000000001111111111111110001010001001110001011010

[156]

Untuk menerjemahkannya ke dalam bentuk notasi colon-hexadecimal format, angka-angka biner di atas dibagi ke dalam 8 buah blok berukuran 16-bit:

0010000111011010 0000000011010011 0000000000000000 0010111100111011 0000001010101010 0000000011111111 1111111000101000 1001110001011010

Lalu, setiap blok berukuran 16-bit tersebut dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal dan setiap bilangan heksadesimal tersebut dipisahkan dengan menggunakan tanda titik dua.

Hasil konversinya adalah sebagai berikut:

21da:00d3:0000:2f3b:02aa:00ff:fe28:9c5a

11.2.1. Penyederhanaan bentuk alamat

Gambar 11.1 Penyederhanaan bentuk alamat

Alamat pada gambar 11.1 juga dapat disederhanakan lagi dengan membuang angka 0 pada awal setiap blok yang berukuran 16-bit di atas, dengan menyisakan satu digit terakhir. Dengan membuang angka 0, alamat di atas disederhanakan menjadi:

21da:d3:0:2f3b:2aa:ff:fe28:9c5a

Konvensi pengalamatan IPv6 juga mengizinkan penyederhanaan alamat lebih jauh lagi, yakni dengan membuang banyak karakter 0, pada sebuah alamat yang banyak angka 0-nya. Jika sebuah alamat IPv6 yang direpresentasikan dalam notasi colon-hexadecimal format mengandung beberapa blok 16-bit dengan angka 0, maka alamat tersebut dapat disederhanakan dengan menggunakan tanda dua buah

[157]

titik dua (:). Untuk menghindari kebingungan, penyederhanaan alamat IPv6 dengan cara ini hanya bisa digunakan sekali saja di dalam satu alamat, karena kemungkinan nantinya pengguna tidak dapat menentukan berapa banyak bit 0 yang direpresentasikan oleh setiap tanda dua titik dua (:) yang terdapat dalam alamat tersebut.

Tabel 11.1 Ilustrasi cara penyederhanaan alamat IP Versi 6.

Alamat asli Alamat asli yang

disederhanakan

Dalam IPv4, sebuah alamat dalam notasi dotted-decimal format dapat direpresentasikan dengan menggunakan angka prefiks yang merujuk kepada subnet mask. IPv6 juga memiliki angka prefiks, tapi tidak digunakan untuk merujuk kepada subnet mask, karena memang IPv6 tidak mendukung subnet mask.

Prefiks adalah sebuah bagian dari alamat IP, di mana bit-bit memiliki nilai-nilai yang tetap atau bit-bit tersebut merupakan bagian dari sebuah rute atau subnet identifier. Prefiks dalam IPv6 direpesentasikan dengan cara yang sama seperti halnya prefiks alamat IPv4, yaitu [alamat]/[angka panjang prefiks]. Panjang prefiks menentukan jumlah bit terbesar paling kiri yang membuat prefiks subnet. Sebagai contoh, prefiks sebuah alamat IPv6 dapat direpresentasikan sebagai berikut:

3ffe:2900:d005:f28b::/64 Pada contoh di atas, 64 bit pertama dari alamat tersebut dianggap sebagai prefiks alamat, sementara 64 bit sisanya dianggap sebagai interface ID.

[158]

11.3. Jenis jenis alamat IP address versi 6

IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yakni sebagai berikut:

• Alamat Unicast, yang menyediakan komunikasi secara point-to-point, secara langsung antara dua host dalam sebuah jaringan.

• Alamat Multicast, yang menyediakan metode untuk mengirimkan sebuah paket data ke banyak host yang berada dalam group yang sama. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-many.

• Alamat Anycast, yang menyediakan metode penyampaian paket data kepada anggota terdekat dari sebuah group. Alamat ini digunakan dalam komunikasi one-to-one-of-many. Alamat ini juga digunakan hanya sebagai alamat tujuan (destination address) dan diberikan hanya kepada router, bukan kepada host-host biasa.

Jika dilihat dari cakupan alamatnya, alamat unicast dan anycast terbagi menjadi alamat alamat berikut:

• Link-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam satu subnet.

• Site-Local, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam sebuah intranet.

• Global Address, merupakan sebuah jenis alamat yang mengizinkan sebuah komputer agar dapat berkomunikasi dengan komputer lainnya dalam Internet berbasis IPv6.

Sementara itu, cakupan alamat multicast dimasukkan ke dalam struktur alamat.

11.3.1. Unicast Address

Alamat IPv6 unicast dapat diimplementasikan dalam berbagai jenis alamat, yakni:

• Alamat unicast global

• Alamat unicast site-local

• Alamat unicast link-local

• Alamat unicast yang belum ditentukan (unicast unspecified address)

• Alamat unicast loopback

[159]

• Alamat unicast 6to4

• Alamat unicast ISATAP

Unicast global addresses

Alamat unicast global IPv6 mirip dengan alamat publik dalam alamat IPv4.

Dikenal juga sebagai Aggregatable Global Unicast Address. Seperti halnya alamat publik IPv4 yang dapat secara global dirujuk oleh host-host di Internet dengan menggunakan proses routing, alamat ini juga mengimplementasikan hal serupa.

Struktur alamat IPv6 unicast global terbagi menjadi topologi tiga level (Public, Site, dan Node).

Tabel 11.2 Unicast global addresses

[160]

Unicast site-local addresses

Alamat unicast site-local IPv6 mirip dengan alamat privat dalam IPv4.

Ruang lingkup darisebuah alamat terdapat pada Internetwork dalam sebuah site milik sebuah organisasi. Penggunaan alamat unicast global dan unicast site-local dalam sebuah jaringan adalah mungkin dilakukan. Prefiks yang digunakan oleh alamat ini adalah FEC0::/48.

Tabel 11.3 Unicast site-local addresses

Unicast link-local address

Alamat unicast link-local adalah alamat yang digunakan oleh host-host dalam subnet yang sama. Alamat ini mirip dengan konfigurasi APIPA (Automatic Private Internet Protocol Addressing) dalam sistem operasi Microsoft Windows XP ke atas. host-host yang berada di dalam subnet yang sama akan menggunakan

alamat-[161]

alamat ini secara otomatis agar dapat berkomunikasi. Alamat ini juga memiliki fungsi resolusi alamat, yang disebut dengan Neighbor Discovery. Prefiks alamat yang digunakan oleh jenis alamat ini adalah fe80::/64.

Tabel 11.4 Unicast link-local address

Unicast unspecified address

Alamat unicast yang belum ditentukan adalah alamat yang belum ditentukan oleh seorang administrator atau tidak menemukan sebuah DHCP Server untuk meminta alamat. Alamat ini sama dengan alamat IPv4 yang belum ditentukan, yakni 0.0.0.0. Nilai alamat ini dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:0 atau dapat disingkat menjadi dua titik dua (::).

Unicast Loopback Address

Alamat unicast loopback adalah sebuah alamat yang digunakan untuk mekanisme interprocess communication (IPC) dalam sebuah host. Dalam IPv4, alamat yang ditetapkan adalah 127.0.0.1, sementara dalam IPv6 adalah 0:0:0:0:0:0:0:1, atau ::1.

[162]

Unicast 6to4 Address

Alamat unicast 6to4 adalah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam Internet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi. Alamat ini sering digunakan sebagai pengganti alamat publik IPv4. Alamat ini aslinya menggunakan prefiks alamat 2002::/16, dengan tambahan 32 bit dari alamat publik IPv4 untuk membuat sebuah prefiks dengan panjang 48-bit, dengan format 2002:WWXX:YYZZ::/48, di mana WWXX dan YYZZ adalah representasi dalam notasi colon-decimal format dari notasi dotted-decimal format w.x.y.z dari alamat publik IPv4. Sebagai contoh alamat IPv4 157.60.91.123 diterjemahkan menjadi alamat IPv6 2002:9d3c:5b7b::/48.

Meskipun demikian, alamat ini sering ditulis dalam format IPv6 Unicast global address, yakni 2002:WWXX:YYZZ:SLA ID:Interface ID.

Unicast ISATAP Address

Alamat Unicast ISATAP adalah sebuah alamat yang digunakan oleh dua host IPv4 dan IPv6 dalam sebuah Intranet IPv4 agar dapat saling berkomunikasi.

Alamat ini menggabungkan prefiks alamat unicast link-local, alamat unicast site-local atau alamat unicast global (yang dapat berupa prefiks alamat 6to4) yang berukuran 64-bit dengan 32-bit ISATAP Identifier (0000:5efe), lalu diikuti dengan 32-bit alamat IPv4 yang dimiliki oleh interface atau sebuah host. Prefiks yang digunakan dalam alamat ini dinamakan dengan subnet prefix. Meski alamat 6to4 hanya dapat menangani alamat IPv4 publik saja, alamat ISATAP dapat menangani alamat pribadi IPv4 dan alamat publik IPv4.

11.3.2. Multicast Address

Alamat multicast IPv6 sama seperti halnya alamat multicast pada IPv4.

Paket-paket yang ditujukan ke sebuah alamat multicast akan disampaikan terhadap semua interface yang dikenali oleh alamat tersebut. Prefiks alamat yang digunakan oleh alamat multicast IPv6 adalah ff00::/8.

[163]

Tabel 11.5 Multicast Address

11.3.3. Anycast Address

Alamat Anycast dalam IPv6 mirip dengan alamat anycast dalam IPv4, tapidiimplementasikan dengan cara yang lebih efisien dibandingkan dengan IPv4.

Umumnya, alamat anycast digunakan oleh Internet Service Provider (ISP) yang memiliki banyak klien. Meskipun alamat anycast menggunakan ruang alamat unicast, tapi fungsinya berbeda daripada alamat unicast.

IPv6 menggunakan alamat anycast untuk mengidentifikasikan beberapa interface yang berbeda. IPv6 akan menyampaikan paket-paket yang dialamatkan ke sebuah alamat anycast ke interface terdekat yang dikenali oleh alamat tersebut. Hal ini sangat berbeda dengan alamat multicast, yang menyampaikan paket ke banyak penerima, karena alamat anycast akan menyampaikan paket kepada salah satu dari banyak penerima.

[164]

RANGKUMAN

Rangkuman pada pertemuan 11 ini adalah : 1. Alamat IPv6 memiliki panjang 128-bit.

2. Dalam IPv6, alamat 128-bit akan dibagi ke dalam 8 blok berukuran 16-bit, yang dapat dikonversikan ke dalam bilangan heksadesimal berukuran 4-digit.

3. IPv6 mendukung beberapa jenis format prefix, yaitu Alamat Unicast, Alamat Multicast, Alamat Anycast.

LATIHAN

1. Jelaskan keunggulan IPv6 !

2. Jelaskan 7 jenis alamat unicast address !

[165]

UNIVERSITAS BUDI LUHUR FAKULTAS TEKNIK

PERTEMUAN 12 INTRANET

Capaian

Pembelajaran

: Mahasiswa dapat memahami tentang Intranet

Sub Pokok

Bahasan

: 12.1. Fungsionalitas dan Implementasi Intranet

12.2. Jenis Pemanfaatan Intranet 12.3. Komponen Pembentuk

Intranet

12.4. Model Intranet

12.5. Proses Pada Intranet

Daftar Pustaka :

1.

Purbo, Onno W, “Buku Pintar

Internet TCP/IP, Standar,

Desain dan Implementasi”,

Elex Media Komputindo,

Jakarta, 1999

[166]

2. Stallings, William, “Data and Computer Communications, 8 th”, Prentice Hall, 2007.

3. Kristanto, Andri, “Jaringan Komputer”, Graha Ilmu, 2003 4. Comer, Douglas E,

“Internetworking with TCP/IP Vol 1: Principles, Protocols, and Architecture, 4 th”, Prentice-Hall, 2000.

5. Tanenbaum, Andrew S,

“Computer Networks, 4 th”,

Prentice Hall, 2003

[167]

12.1. Fungsionalitas dan Implementasi Intranet

Dalam sebuah komunitas yang terbatas seperti perusahaan, banyak pegawai/

user dapat bekerja bersama-sama secara mudah dan efektif bila dalam sistem dan pola kerja mereka menggunakan fasilitas ataupun teknologi yang mendukung infrastrukturnya. Salah satu alternatif teknologi yang dapat diimplementasikan adalah intranet. Fungsional dan kinerjanya sangat mendukung pola/sistem kerja yang cepat dan kolektif.

Alasan digunakannya intranet , antara lain:

• Komunikasi yang lebih baik antara pegawai.

• Biaya pemgembangan dan perawatan yang lebih murah dibandingkan teknologi client server biasa.

• Keinginan untuk menaikkan rasa kepemilikan data, dan tanggung jawab pengguna.

• Keinginan untuk menggunakan protocol yang terbuka .

• Mudah digunakan dan sederhana.

• Mudah mendistribusikan program aplikasike user.

• Menaikkan akses dan distribusi informasi ke pengguna.

Teknologi intranet datang bersama dengan teknologi internet. Pada dasarnya intranet menggunakan teknologi internet. Perbedaannya hanyalah pengguanaan firewall bagi jaringan local yang terkoneksi ke internet, untuk melindungi asset system informasi dari serangan pihak luar. Hal ini menjasikan intranet benar-benar dapat berfungsi secara independen.

Hal lain yang membedakan intranet dan internet adalah dari sisi penggunanya. Aplikasi dan informasi intranet ditunjukan bagi kalangan dalam organisasi itu sendiri sementara informasi di suatu situs internet ditunjukkan bagi kalangan luas (umum). Pada saat ini teknologi intranet telah mengalahkan popularitas teknologi client-server tradisional. Setiap orang dan perusahaan berlomba-lomba memenfaatkan teknologi ini hingga sebagian besar melupakan satu hal yang paling penting dalam model client-server, yaitu: pengembangan system

[168]

tanpa disain yang baik akan mangakibatkan suatu sistem menjadi kurang bermanfaat.

12.2. Jenis Pemanfaatan Intranet

Penggunaan Intranet sebenarnya tergantung dari bentuk organisasi penggunanya. Apakah suatu toko, perusahaan multi nasional, suatu instansi atau departemen lainnya. Dengan memahami kerja organisasi tersebut terlebih dahulu maka akan sangat membantu model desain intranet yang akan digunakan.

Didalam suatu organisasi, intranet banyak digunakan untuk:

• Human resource personal service.

• Material and logistic service, seperti penyediaan ruangan, barang, dan sebagainya.

• Informasi system service.

12.2.1. Human Resource Service

Pada modal organisasi intranet dapat digunakan untuk menyajikan informasi-informasi, seperti:

• Manual pekerjaan, misalnya tata-tertib, petunjuk kerja, informasi, liburan, asuransi, prosedur pembelian dan pengeluaran barang.

• Buletin board perusahaan, misalnya pengumuman kebijaksanaan, pengumuman pekerjaan, jadwal kerja, pelatihan, menu kafetaria, jadwal kegiatan ekstra.

• Record pekerjaan, misalnya waktu kerja dan kehadiran , data kepegawaian, seperti alamat rumah hingga prestasi kerja.

• Newsletter (berita-berita penting) untuk pekeja.

• Informasi-informasi yang berkaitan dengan human resource department, missal informasi yang digunakan untuk menyewa property, memecat, memindahkan, mempromosikan, melatih karyawan, dan lain-lain.

12.2.2. Material and Logistic Services

Organisasi kerja seperti ini dapat berupa toko, cleaning service, dan lain-lain.

Informasi yang dapat diletakkan di intranet misalnya:

[169]

• Listing peralatan atau service yang disediakan

• Image yang dapat di-clik, yang menerangkan gambaran suatu fasilitas ruangan pada suatu kantor.

• Image map yang dapat menerangkan buku telepon suatu perusahaan.

• Suatu form yang dapat diisi dan digunakan untuk mencari informasi mengenai order, catalog, dan lain sebagainya.

Dengan memanfaatkan CGI akan dapat disusun aplikasi internet yang mendukung kerja organisasi dalam bidang ini. Misal, untuk order ataupun yang lain.

12.2.3. Informasi System service

Pada model organisasi ini intranet dapat digunakan untuk menyediakan :

• Informasi mengenai komputer-komputer para staff.

• Informasi yang dibutuhkan para user, berkaitan dengan pengetahuan umum, manual operasi program untuk satu pekerjaan, dapat dikumpulkan pada suatu database, sehingga dapat berupa suatu perpustakaan elektronis.

• Semua data atau dokumen yang berbentuk file word processing, spreadsheet, graphic, dapat digunakan bersama-sama dengan memanfaatkan aplikasi bebasis web dengan pusat data di web server.

12.3. Komponen Pembentuk Intranet

Komponen pembentuk intranet pada dasarnya sama dengan komponen pembentuk internet, seperti:

• Perangkat Bantu pengembang (development tool) untuk manajemen jaringan local.

[170]

Yang perlu ditambah pada intranet apabila sebagian informasi organisasi tersebut ingin diekspose agar dapat diakses jaringan luar (internet) adalah firewall dan router (intranet ini menjadi ekstranet).

12.4. Model Intranet

Sebelum memulai proyek intranet, seringkali dihadapkan pada pertimbangan seperti:

• Apakah intranet tersebut memilki suatu organisasi dan tampilan yang seragam.

• Apakah tiap orang dapat meletakkan informasi sesukanya, ataukah harus diperiksa terlebih dahulu.

• Bila orang bebas meletakkan informasi sesukanya, bagaimana bila ada yang meletakkan informasi tak sesuai dengan organisasi tersebut.

• Bagaimana menghadapi perkembangan intranet tersebut di kemudian hari, dll.

Model organisai suatu intranet dapat dibedakan menjadi:

12.4.1. Model Tersentralisasi

Pada model yang bersifat top down ini hanya ada satu web server yang dikelila secara khusus oleh unit khusus di organisasi tersebut. Seluruh web page (dokumen, form, dan lain-lain) didesain secara terpusat sehingga perubahan tampilan dokumen harus dimintakan kepada unit pengelola.

Model ini memiliki alasan yang baik, yaitu bentuk dokumen yang tetap dan standar. Hal ini juga memudahkan dalam melakukan administrasi system. Hanya ada satu computer yang berfungsi sebagai server. Kekurangannya adalah system ini kurang terdistribusi. Jadi tak ubahnya seperti system sentralisai tradisional . Juga terkadang pengembangan secara sentralisasi ini akan lambat dilaksanakan karena factor birokrasi. Permasalaan lain adalah bila computer server tersebut mengalami kerusakan, maka seluruh dokumen dan system tak dapat bekerja.

[171]

12.4.2. Model Desentralisasi

Setiap anggota organisasi boleh mensetup web server dan meletakkan informasi. Pada model ini pemasangan web server bias dilakukan pada bebagai jenis mesin, baik PC, Mac, maupun Unix. Alasan yang mendukung model ini adalah, user yang menstup mesin tersebut adalah orang yang paling mengetahui tentang informasi dibidangnya. Pada model sentral, user tersebut harus menyesuaikan dengan standar yang ada pada tim pengelola pusat. Kelebihan lainnya adalah orang yang memiliki informasi dengan cepat dapat menyumbangkan informasi tersebut.

Kelemahan dari dari model ini adalah bahwa karena terlalu mudah diinstal maka cendrung menjadi tak terorganisasi dengan baik.

12.4.3. Model Campuran

Merupakan model gabungan dari model sentralisasi dan desentralisasi. Pola organisai pengguna intranet-lah yang akan menentukan model mana yang paling cocok untuk kebutuhan mereka.

12.5. Proses Pada Intranet

Sekarang apa yang membedakan pengembangan suatu intranet dibandingkan system client server biasa? Suatu intranet membutuhkan perhatian yang lebih besar terhadap proses suatu bisnis, sebab teknologi intranet/internet ini akan berubah dengan capat pada tahun mendatang. Teknologi intranet membutuhkan suatu dasar pengembangan yang baik sebagai dasar untuk memahami berbagai teknologi baru yang muncul, serta model desai yang mampu mengakomodasi keinginan user yang bertambah banyak.

Intranet adalah jaringan computer yang berdasarkan standar Internet dan Word Wide Web. Karena teknologinya sudah terbentuk dari internet maka kemudahan, rendahnya biaya oprasi, fleksibilitas, dan open system technologi yang tidak tergantung dari platform menjadikan intranet sebagai salah satu pilihan unggulan.

[172]

• Protokol-protokol yang berada dalam lingkup TCP/IP adalah:

HTTP, FTP, MIME, SMTP, NNTP dan POP.

• Intranet dapat mengakses semua pelayanan internet pada web browser.

Sebagai contoh, browser dapat mengirimkan e-mail dengan menggunakan SMTP (Simple Mail Transper Protokol) Untuk standar mail Internet.

• Groupware lebih bersifat sebagai model server push yang menajikan kemungkinan kerja sama melalui komunikasi, kolaborasi dan koordinasi.

• Workflow adalah kemampuan otomatisasi transfer infromasi untuk mendukung aliran kerja system informasi.

• Tingkatan kebutuhan informasi dalam organisasi bisnis, yaitu pelayanan informasi, pelayanan interaktif, pelayanan pelanggan yang lebih baik, dan enterprise connectivity.

Banyak keunggulan dari segi teknologi infromasi dengan menggunakan intranet karena antara lain: mereduksi biaya percetakan, kertas, perangkat lunak, distribusi, menghemat biaya pos dan proses order. Teknologi web memberikan dua hal penting dalam konsep dokumen centric computing, yaitu pemanfaatan dokumen HTML sebagai standar yang universal dan platform independent. Sampai sekarang ini terdapat dua teknik yang menawarkan keefektifan biaya dalam mengotomasi pemeliharaan isi dari berbagai sumber pada jaringan. Teknik yang digunakan adalah gateway program dan embedded scripts. Teknologi intranet yang memperbolehkan masukan data, workflow automation, menyajikan prospek pengurang biaya proses

Banyak keunggulan dari segi teknologi infromasi dengan menggunakan intranet karena antara lain: mereduksi biaya percetakan, kertas, perangkat lunak, distribusi, menghemat biaya pos dan proses order. Teknologi web memberikan dua hal penting dalam konsep dokumen centric computing, yaitu pemanfaatan dokumen HTML sebagai standar yang universal dan platform independent. Sampai sekarang ini terdapat dua teknik yang menawarkan keefektifan biaya dalam mengotomasi pemeliharaan isi dari berbagai sumber pada jaringan. Teknik yang digunakan adalah gateway program dan embedded scripts. Teknologi intranet yang memperbolehkan masukan data, workflow automation, menyajikan prospek pengurang biaya proses