• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

3. Jenis-jenis dan Bentuk Permainan Tradisional

Adapun jenis-jenis permainan tradisional yang berasal dari berbagai daerah. Ada banyak sekali jenis permainan tradisional dari berbagai daerah yang memiliki banyak kesamaan bentuk dan cara bermainnya, namun biasanya berbeda nama permainannya. Menurut Sukirman Dharmamulya (2008: 35), permainan tradisional di tampilkan dalam bentuk sesuai dengan kategori menurut pola permainan yaitu:

a. Bermain, Bernyanyi dan Dialog

Merupakan permainan yang dilakukan dengan diselingi nyanyian, dialog, atau keduanya. Sifat dari permainan tradisional pada umumnya rekreatif, interaktif, yang mengekspresikan pengenalan tentang lingkungan, hiubungan sosial tebak- tebakan, dan sebagainya. Permainan dengan bernyanyi dan dialog melatih anak dalam bersosialisasi, responsif, berkomunikatif.

b. Bermain dan Olah Pikir

Merupakan jenis permainan yang lebih banyak membutuhkan konsentrasi berfikir, ketenangan, kecerdikan, dan strategi.

c. Bermain dan Adu Ketangkasan

Merupakan jenis permainan yang mengandalkan ketahanan dan kekuatan fisik.

Indonesia memiliki beraneka ragam suku bangsa dan budaya, sehingga banyak memiliki jenis-jenis permainan tradisional yang sering dimainkan oleh masyarakat untuk mengisi waktu luang selesai melakukan kegiatan sehari-hari (Soetoto Pontjopoetro, 2006:61). Pendapat tersebut sejalan dengan

pernyataan dari Aisyah Fad dalam bukunya yang berjudul “Kumpulan Permainan Anak Tradisional Indonesia”. Aisyah Fad (2014) membagi jenis permainan tradisional menjadi 4 kategori, yaitu :

1.Permainan Tradisional Dalam Rumah a. Sogok Ontong b. Kancilan c. Damparan d. Cuwok e. Lompatan f. Sedang apa g. Gasing h. Pasaran i. Bekel j. Congklak

2.Permainan Luar Rumah a. Patil lele b. Gobak sodor c. Bentengan d. Petak umpet e. Tembak-tembakan f. Ular naga g. Semambu h. Donal bebek i. Jamuran j. Boyo-boyoan 3.Permainan 17-an a. Makan kerupuk b. Bakiyak beregu c. Gebuk bantal d. Balap karung e. Sepeda lambat f. Balap kelereng g. Pukul air h. Memindahkan belut i. Sepak bola sarung j. Pawe sepeda hias

4.Permainan Outbond dan Pramuka a. Bola menjawab

b. Berburu harta karun c. Loncat berantai d. Bintang berpindah e. Menebak rahasia f. Belajar tali pangkal

g. Kucing dan tikus h. Rantai nama i. Barisan bebek j. Pijat berantai

Sedangkan 15 jenis permainan tradisional yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta menurut S. Y Sugiyono, dkk (2007) yaitu Ancak-ancak alis, entik, Blarak-blarak sempal, Cublak-cublak suweng, Dakon, Delikan, Dhingklik oglak aglik, Egrang, Gatheg, Gobak sodor, Jamuran, Jeg-jeggan, Kucing-kucingan, Lempetan, dan Nini towok. Sebenarnya masih banyak lagi jenis permainan tradisional di DIY yang tercantum di dalam buku tersebut, hanya saja penulis mengambil 15 macam permainan tradisional. Sedangkan menurut Dharmamulya (1993) dalam Lila Wijayanti Saputri, (2013) ada berbagai permainan tradisional anak yang tumbuh dan berkembang di kalangan masyarakat DIY beberapa diantaranya yang populer:

a. Ancak-ancak alis b. Bentik

c. Cublak-cublak suweng d. Dhelikan

e. Dhakon

f. Dhingklik oglak aglik g. Gobak sodor h. Jamuran i. Koko-koko j. Macanan k. Ndok-ndokan l. Pasaran m. Tawonan n. Tikus-tikusan o. Ulo-ulo dowo

Tiap daerah memiliki jenis dan cara bermain yang berbeda-beda, tetapi ada beberapa permainan yang mempunyai persamaan dalam hal cara bermain

dan peraturan, hanya nama yang berbeda. Permainan anak adalah salah satu jenis permainan yang diperuntukkan untuk anak-anak. Diantaranya berasal dari permainan tradisional yang berbeda-beda dari tiap daerah.

Permainan tradisional dikategorikan ke dalam tiga pola permainan antara lain permainan tradisional dengan bernyanyi, permainan tradisional dengan ketangkasan dan kemampuan fisik, serta permainan tradisional dengan olah pikir (Sukirman Dharmamulya, 2008:9). Khususnya di Jawa, ketiga kategori permainan tradisional tersebut masing-masing telah memiliki jenis dan macam yang amat beragam. Jenis permainan yang termasuk pada kategori permainan tradisional dengan bernyanyi di jawa antara lain, ancak ancak alis, bethet thing thong, bibi-bibi tumbas timun, cacah bencah, cublak- cublak suweng, dhingklik oglak aglik, dhoktri, epek-epek, gajah talena, gatheng genukan, gowokan, jamuran, koko-koko, kucing-kucingan, nini thowok, sliring gendhing, dan lain-lain (Sukirman Dharmamulya, 2008:9). Permainan-permainan tersebut dimainkan dengan iringan berbagai nyanyian dan dialog tertentu.

Jenis permainan pada kategori kedua adalah permainan tradisional dengan ketangkasan dan kemampuan fisik yang termasuk dalam jenis permainan tradisional dalam kategori ini, khususnya di Jawa antara lain, anjir, engklek, bengkat, benthik, dekepan, dhing-dhingan, dhukter, dhul- dhulan, embek-embekan, jeg- jegan, jirak, layung, pathon, patil lele, dan lain- lain Sukirman (Dharmamulya, 2008:9). Jenis-jenis permainan tradisional pada kategori kedua ini dimainkan dengan lebih banyak melibatkan aktivitas

fisik serta kegiatan mengadu ketangkasan. Kategori ketiga permainan tradisional ini meliputi jenis-jenis permainan tradisional dengan olah pikir. Kategori tersebut menunjukkan bahwa permainan tradisional pada jenis ini tidak banyak melibatkan aktivitas fisik namun lebih banyak melibatkan aktifitas penalaran, kognitif maupun daya pikir. Jenis-jenis permainan tradisional pada jenis ini, khususnya di Jawa antara lain, bas- basan sepur, dhakon, mul-mulan, macanan, dan lain-lain(Sukirman Dharmamulya, 2008:9).

Banyaknya jenis dan ragam permainan tradisional akan semakin menambah referensi dalam memunculkan variasi kegiatan bermain yang berkualitas dan bernilai edukatif bagi anak usia dini. Kegiatan dalam permainan tradisional dapat dimanfaatkan sebagai sarana dalam mengembangkan atau meningkatkan berbagai aspek perkembangan anak usia dini.

Permainan tradisional yang bersifat edukatif, terdapat unsur-unsur pendidikan di dalamnya. Disimpulkan melalui permainan seperti bermain, bernyanyi dan dialog, bermain dan olah pikir, serta bermain adu ketangkasan anak-anak diperkenalkan dengan berbagai macam keterampilan dan kecakapan yang nantinya akan mereka perlukan dalam menghadapi kehidupan sebagai anggota suatu kelompok atau masyarakat.

Permainan tradisional memiliki beberapa manfaat. Semua bentuk, sifat dan jenis permainan pada dasarnya memberikan rangsangan dalam memperbanyak jaringan pada otak yang akan menentukan cara berfikir,

berperilaku, dan kepribadian seseorang. Setiap permainan tradisional anak terdapat tata cara atau peraturan yang menjadi ketentuan secara turun temurun yang menurut sikap positif dan terhadap aturan permainan. Kegiatan bermain pada anak membantu mereka memahami dan mempraktikkan kemampuan dalam mengembangkan rasa, intelektual, sosial dan keterampilan sosial mereka yang dilakukan dengan rasa senang sehingga semua kegiatan bermain anak menghasilkan proses belajar pada anak (Hadiwinarto, 2009:143).

Permainan tradisional juga dapat sebagai sarana penting untuk proses sosialisasi. Dalam permainan tradisional anak dapat belajar budaya serta nilai- nilai sosial yang diperlukan sebagai pedoman dalam pergaulan di masyarakat. Sujarno (2010: 170), menyebutkan bahwa terdapat beberapa nilai yang terkandung dalam permainan tradisional yang dapat bermanfaat untuk perkembangan anak antara lain kebebasan, tanggung jawab, solidaritas, ketaatan, edukatif, sportifitas, dan hiburan. Berbagai nilai yang terkandung dalam permainan tradisional anak tersebut menggambarkan bahwa permainan tradisional dapat digunakan sebagai media yang tepat untuk mendukung perkembangan anak.

Sukirman Dharmamulya, dkk (2008: 21), menyatakan bahwa permainan tradisional anak mengandung beberapa nilai-nilai tertentu yang dapat ditanamkan dalam diri anak dan membiasakan anak pada berbagai interaksi dengan individu dan kelompok masyarakatnya. Nilai-nilai tersebut antara lain rasa senang, adanya rasa bebas, rasa berteman, rasa tanggung jawab, rasa

patuh dan saling membantu, dan nilai-nilai yang sangat baik dan berguna bagi perkembangan anak.

Sejalan dengan pendapat di atas permainan tradisional anak merupakan unsur kebudayaan yang tidak dapat dianggap remeh, karena permainan tradisional memberikan pengaruh yang tidak kecil di kemudian hari terhadap perkembangan kejiwaan, sifat, dan komunikasi anak, selain itu permainan tradisional anak juga dianggap sebagai salah satu unsur kebudayaan yang memberi ciri khas tertentu pada suatu kebudayaan sehingga membedakan dengan kebudayaan yang lain.

Dokumen terkait