• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.1 Jenis-jenis Ikan dan Klasifikas

Dari hasil penelitian yang telah dilakukan di Perairan sebelah Barat Pulau Rubiah, NAD, didapatkan 51 jenis ikan yang termasuk kedalam 16 Famili, seperti terlihat pada tabel 4.1. Deskripsi umum dari jenis Ikan yang diperoleh dari penelitian berdasarkan buku petunjuk bergambar Allen, et al (2003).

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

1. Acanthuridae (Surgeonfish)

Ikan ini memiliki cirri-ciri tubuh berwarna biru gelap kecoklatan, garis tepi pada bagian dorsal berwarna biru, anal dan sirip ekor, terdapat noda kecil berwarna kuning dibagian belakang mata, kadangkala terdapat juga cincin memajang berwarna putih dibagian dasar ekor, hidupnya membentuk gerombolan, mengetam alga, berlindung pada karang yang terdapat dibagian pinggir laut dan tengah laut pada kedalaman 2-15 m (gambar 1).

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 1: Acanthurus blochii

Tabel 4.1 Klasifikasi dan Jenis Ikan yang didapat pada Stasiun Penelitian

KELAS/ ORDO FAMILY/ GENUS SPESIES NAMA DAERAH

Osteichtyes/ Perciformes Acanthuridae Acanthurus A. auranticavus Botana A. blochii Botana A. flowleri Botana A. grammoptilus Botana A. leucocheilus Botana

A. leucosternon Botana Biru

A. lineatus Botana Kasur

A. triostegus Botana

A. xanthopterus Botana

Ctenochaetus Ctenochaetus striatus Botana

Zebrasoma Zebrasoma rostratum Botana

Blenniidae

Salarias Salarias guttatus Glodok

Callionymidae

Diplogrammus Diplogrammus goramensis -

Chaetodontidae

Chaetodon

C. collare Kepe kalong

C. falcula K.FalkulaJakarta

C. flavissimus Kepe-kepe

C. kleinii Kepe cokelat

C. meyeri K. mayeri hitam

C. smithii Kepe-kepe

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

C. trifascialis Kepe-kepe

C. trifasciatus Kepe-kepe

Forcipiger Forcipiger longirostris Kepe Monyong Hemitaurichthys Hemitaurichthys zoster Kepe Belanda

Haemulidae

Plectorhinchus Plectorhincus polytaenia -

Hemiramphidae

Hyporhamphus Hyporhamphus dussumieri kacang-kacang

Holocentridae

Myripristis Myripristis pralinia -

Labridae

Thalassoma Thalassoma lunare Ikan Keling

Pomacanthidae

Cantropyge Cantropyge flavipectoralis Ikan Enjiel Chaetodontoplus C. septentrionalis Ikan Enjiel

Genicanthus G. melanospilos Enjiel

G. gellus Enjiel

Pomacentridae

Abudefduf A. notatus Sersan Mayor

Amblypomacentrus A. clarus Sersan Mayor

Amphiprion A. clarkia Giro Pasir Kuning Bulat

A. percula Klonfis Biak

Chromis C. actipectoralis Jae-jae

C. dimidiate Jae-jae

Dascyllus Dascyllus aruanus Zebra Jakarta Dischistodus Dischistodus fasciatus Giru Pomacentrus Pomacentrus spilotoceps Giru-giru

Priacanthidae

Priacanthus Priacanthus hamrur -

Scaridae

Calotomus Calotomus spinidens -

Chlorurus Chlorurus sp. -

Scarus S. niger Kakatua Merah

S. oviceps Kakatua

S. altipinnis Kakatua

Serranidae

Pseudanthias P. squamipinnis -

Tetraodontidae

Canthigaster C. amboinensis Ikan Buntel

Toxotidae

Toxotes Toxotes jaculatrix Ikan Sumpit

Zanclidae

Zanclus Zanclus cornutus Morish

2. Blenniidae (Blennies).

Genus ikan yang memiliki warna mencakup keabu-abuan dengan bentuk jaringan garis-garis pada ukuran yang berbeda, terdapat 3 garis horizontal dengan bintik-bintik gelap/hitam.1-2 noda putih besar dibagian depan pada bagian dasar pectoral. Habitat soliter/berpasangan di atas koral mati (dead coral), berlindung pada karang hingga kedalaman 5 m. Penyebaran mulai dari Indonesia, Filipina, Papua New Guinea (gambar 2).

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 2: Salarias guttatus 3. Callionymidae (Dragonets)

Memiliki ciri-ciri pada bagian tubuhnya terdapat bentuk noda-noda seperti bunga berwarna coklat gelap, garis-garis berwarna biru membentuk bingkai yang dibatasi warna coklat pada bagian leher, warna biru pada bagian atas tutup insang, membentuk garis horizontal yang berbeda pada punggung dekat sisi bawah. Hidup soliter atau membentuk kelompok-kelompok kecil, berlindung pada daerah berpasir dan beralaskan puing karang yang terdapat mulai dari pinggir laut dan laut tengah pada kedalaman 5-40 m, Penyebaran mulai dari Indonesia, Mikronesia, dan China (gambar 3).

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 3: Diplogrammus goramensis 4. Chaetodontidae (Butterflyfish).

Genus ini memiliki warna putih agak kebiru-biruan pada bagian pinggir sirip dada, hitam secara menyeluruh membengkok hingga ke pusat bagian sirip dada, kekuning- kuningan melingkar pada pangkal ekor, habitat bersifat soliter atau berpasang- pasangan. Ikan ini terdapat didaerah yang kaya akan karang dan dapat dilihat mulai dari pinggiran laut yang jernih hingga kearah tengah laut dalam karang mulai 2-25 m

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

kedalamannya. Penyebaran mulai dari Afrika, Maldives dan teluk Bengal, Indonesia, Filipina dan Micronesia (gambar 4).

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 4: Chaetodon meyersi

5. Haemulidae (Sweetlips).

Genus ikan yang memiliki warna kuning terang dengan pola tebal berbingkaikan garis hitam dan berwarna biru pucat belang-belang disekeliling tubuh mulai dari kepala hingga kebagian ekornya, hidupnya soliter atau membentuk gerombolan kecil, selama seharian kelompok ikan ini beristirahat, sedangkan pada malam hari dengan aktifnya mencari makan yaitu hewan invertebrate kecil, terdapat didaerah pantai dan laut tengah pada kedalaman 5-40 m. Penyebarannya mulai dari Indonesia dan Filipina, Papua New Guinea dan Australia (gambar 5).

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 5 : Plectorhinchus polytaenia 6. Hemiramphidae (Halfbeaks).

Genus ikan yang memiliki ciri-ciri berwarna perak, bentuk tubuh yang langsing dengan rahang atas yang sangat pendek dan pedang memanjang pada rahang bawah, ekor bercabang dua dimana bagian cuping bawah lebih panjang daripada cuping bagian atas, membentuk gerombolan, terdapat dipermukaan karang pada pinggir laut dan laut tengah (gambar 6).

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 6: Hyporhampus dussumieri

7. Holocentridae (Squirrelfishes).

Genus ini memiliki warna merah pada bagian punggung dan warna perak pada beberapa sisinya dengan membentuk skala garis tepi berwarna merah dan dada berwarna perak, sirip-sirip berwarna merah dengan garis putih dan coklat membatasi pada bagian tepi, yang terkurung pada bagian atas penutup insang, terdapat pada karang didaerah dasar berpasir, pinggir laut, dan tengah laut dikedalaman 2-40 m (gambar 7).

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 7: Myripristis pralinia

8. Labridae (Wrasses).

Genus ini pada ikan jantan tubuh berwarna biru kehijauan, pada bagian kepala berwarna hijau lembayung muda menyeluruh, sirip-sirip pektoral berwarna lavender dengan garis tepi berwarna biru, pangkal ekor berbentuk sabit dengan warna kuning ditengah, sedangkan pada betina memiliki kesamaan tetapi lebih mendominasi warna

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

hijau, hidup soliter atau membentuk kelompok, terdapat pada karang didaerah dasar berpasir, pinggir laut, dan karang sebelah luar dikedalaman hingga 20 m (gambar 8).

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 8: Thalassoma lunare

9. Pomacanthidae (Angelfish).

Memiliki warna orange kecoklatan dengan belang-belang biru tebal, ekor berwarna kuning, tidak begitu pasti, kemungkinan ikan betina memiliki belang berwarna biru atau jantan memiliki muka berwarna orange, berlindung pada batu karang atau terumbu karang di kedalaman 5-60 m (gambar 9).

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 9: Chaetodontoplus septentrionalis 10. Pomacentridae (Damselfish)

Genus ikan yang memiliki berwarna biru pucat kehijauan, noda hitan pada bagian aksilari sirip pektoral, membentuk kelompok yang besar, mendapatkan makanan di tengah perairan pada bagian atas kumpulan terumbu, berlindung pada karang didaerah pinggir laut dan sebelah luar karang-karang dikedalaman 2-15 m (gambar 10).

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 10: Chromis atripectoralis

11. Priacanthidae (Bigeyes/Reddish).

Memiliki ciri-ciri tubuh yang besar dan berwarna merah yang bervariasi dengan warna perak adakalanya terdapat juga 6 garis merah atau noda-noda besar, sirip-sirip tanpa noda-noda atau titik-titik berwarna, begitu pula halnya pada ekor, bersifat soliter, berlindung pada bagian bawah birai atau kemudian pada bagian kepala terumbu selama seharian, terdapat di daerah pinggir laut dan laut tengah pada kedalaman hingga 250 m (gambar 11).

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 11: Priacanthus hamrur

12. Scaridae (Parrotfishes).

Genus ikan yang memiliki tubuh berwarna biru kehijauan dengan skala garis-garis tepi yang sempit berwarna merah muda, warna hijau limau dan biru-hijau gelap pada bagian sirip pektoral, pada bagian atas kepala dan bagian depan tubuhnya berwarna

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

ungu gelap, bersifat soliter, berlindung pada karang yang rata, didaerah pinggir laut dan sebelah luar dikedalaman hingga 20 m.

Sumber: Pengamatan Langsung Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 12: Scarus oviceps

13. Serranidae (Anthias).

Genus ikan yang memiliki ciri-ciri pada ikan jantan memiliki warna merah gelap dengan noda-doda/titik-titik kuning pada skala tubuhnya, bintik-bintik ungu pada bagian luar sirip pektoral, panjang tulang belakang dorsal berkisar 3rd, membentuk kelompok kecil hingga besar, mencari makanan berupa hewan plankton yang berkumpul diatas dasar pasir yang dangkal, berlindung didaerah pinggir laut dan sebelah luar dari karang-karang dikedalaman 2-20 m (gambar 13).

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 13: Pseudanthias squamipinnis

14. Tetraodontidae (Filefishes).

Memiliki ciri-ciri tubuh dengan warna orange kecoklatan didominasi warna kebiruan pada bagian bawah tubuh, pada bagian atas kepala berwarna coklat gelap dengan titik-

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

titik biru dan bergerombol, bentuknya kecil berwarna biru kehitaman, terdapat pula titik-titik noda pada tubuh, bersifat soliter, berlindung disebelah luar karang-karang yang dangkal hingga kedalaman 10 m (gambar 14).

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 14: Canthigaster amboinensis

15. Toxotidae (Archerfishes).

Genus ikan yang memiliki ciri-ciri tubuh dengan warna putih perak dengan membentuk 4 atau 5 baji hitam yang membatasi pada sebagian sisi atasnya, sirip dorsal tumbuh dengan baik pada bagian belakang tepat diatas belakang ekor, bergerak bebas dipermukaan air, ‘menangkap’ insekta bawah air, memangsa dengan pancaran air dari mulut terumbu karang yang bersebelahan dengan mangrove, penyebaran mulai dari India, Indonesia, New Guinea, & Australia (gambar 15).

Sumber: Allen, et al. 2003.

Gambar 15: Toxotes jaculatrix

16. Zanclidae (Moorish idol).

Genus ini memiliki 3 garis warna hitam yang lebar dan dibatasi 2 garis warna kuning pucat, warna kuning pelana terdapat sangat menonjol dibagian atas disepanjang

Sarah Liliana Pandiangan : Studi Keanekaragaman Ikan Karang Di Kawasan Perairan Bagian Barat Pulau Rubiah Nanggroe Aceh Darussalam, 2010.

moncong, dan disepanjang filamen sirip dorsal, bersifat soliter, berpasangan atau mengelompok, makanan biasanya terdapat di bunga karang, berlindung pada karang- karang di daerah pinggir laut dan sebelah luar karang-karang tersebut pada kedalaman hingga 180 m (gambar 16).

Sumber: Allen, et al. 2003. Gambar 16: Zanclus cornutus

4.2 Nilai Kepadatan Individu (ind/m2), Kepadatan Relatif (KR %) dan

Dokumen terkait