• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis jenis Kaligrafi Islam

BAB II TEORI UTAMA DAN PENDUKUNG

II.5 Kaligrafi Islam

II.5.2 Jenis jenis Kaligrafi Islam

Seperti halnya tipografi aksara Latin yang terus menerus melahirkan variasi aksara-aksara (fonts), aksara Arab pun terus menerus mengalami perkembangan dan melahirkan variasi-variasi baru. Meski dalam perkembangannya muncul ratusan gaya penulisan kaligrafi, tidak semua gaya tersebut bertahan hingga saat ini. Beberapa

22

gaya penulisan kaligrafi yang populer yang dikenal oleh para pecinta seni kaligrafi, diantaranya:

Gambar II.9 Jenis kaligrafi Islam Sumber: Abay D. Subarna (2006)

Khat Kufi

Gaya ini pertama kali berkembang di Kota Kufah, Irak, yang merupakan salah satu kota terpenting dalam sejarah peradaban Islam sejak abad ke-VII Masehi. Gaya penulisan kaligrafi yang diperkenalkan oleh Bapak Kaligrafi Arab, Ibnu Muqlah, memiliki karakter huruf yang sangat kaku, patah-patah, dan sangat

23

formal. Gaya ini kemudian berkembang menjadi lebih ornamental dan sering dipadu dengan ornamen floral. Ciri-ciri umumnya adalah bersegi, tegak, bergaris lurus, dan kelihatan kaku, sehingga dalam membuatnya seringkali memerlukan penggaris atau mistar. Gaya penulisan kaligrafi ini banyak digunakan untuk penyalinan Alquran periode awal. Karena itu, gaya Kufi ini adalah model penulisan paling tua di antara semua gaya kaligrafi.

Gambar II.10 Contoh khat kufi

Sumber: http://ustadchandra.files.wordpress.com/2011/03/b-kufi.jpg (23 Mei 2013)

Khat Tsuluts

Seperti halnya gaya Kufi, kaligrafi gaya Tsuluts diperkenalkan oleh Ibnu Muqlah yang merupakan seorang menteri (wazii) di masa kekhalifahan

24

Abbasiyah. Tulisan kaligrafi gaya Tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karya kaligrafi yang menggunakan gaya Tsuluts bisa ditulis dalam bentuk kurva, dengan kepala meruncing dan terkadang ditulis dengan gaya sambung. Tulisan kaligrafi gaya Tsuluts sangat ornamental, dengan banyak hiasan tambahan dan mudah dibentuk dalam komposisi tertentu untuk memenuhi ruang tulisan yang tersedia. Karena keindahan dan keluwesannya ini, gaya Tsuluts banyak digunakan sebagai ornamen arsitektur Masjid, sampul buku, dan dekorasi interior.

Gambar II.11 Contoh khat tsuluts Sumber: http://kaligrafi-zulmi-

sukma.blogspot.com/2010_04_01_archive.html&docid=U7MP3QkeRggSeM&imgur l=http://contoh-contoh-unik-dari-kaligrafi.jpg (23 Mei 2013)

25  Khat Naskhi

Kaligrafi gaya Naskhi paling sering dipakai umat Islam, baik untuk menulis naskah keagamaan maupun tulisan sehari-hari. Gaya Naskhi termasuk gaya penulisan kaligrafi tertua. Sejak kaidah penulisannya dirumuskan secara sistematis oleh Ibnu Muqlah pada abad ke-10, gaya kaligrafi ini sangat populer digunakan untuk menulis mushaf Alquran sampai sekarang. Karakter hurufnya sederhana, nyaris tanpa hiasan tambahan, sehingga mudah ditulis dan dibaca.

Gambar II.12 Contoh khat naskhi Sumber: http://kaligrafi-zulmi-

sukma.blogspot.com/2010_04_01_archive.html&docid=U7MP3QkeRggSeM&imgur l=http://3.bp.blogspot.com/_sccB4YlKzaQ/S7b1gu8gHdI/AAAAAAAAAB4/8pcT_d

eXhNc/s1600/n5.jpg (23 Mei 2013)

Khat Farisi

Seperti tampak dari namanya, kaligrafi gaya Farisi dikembangkan oleh orang Persia dan menjadi huruf resmi bangsa ini sejak masa Dinasti Safawi sampai

26

sekarang. Kaligrafi Farisi sangat mengutamakan unsur garis, ditulis tanpa harakat, mempermainkan tebal-tipis huruf. Gaya ini banyak digunakan sebagai dekorasi eksterior masjid di Iran.

Gambar II.13 Contoh khat farisi

Sumber: http://emirina.wordpress.com/materi-kelas-

x/&docid=PJgSXG0lBM5GLM&imgurl=http://emirina.files.wordpress.com/2009/05/ khat-farisi.jpg (23 Mei 2013)

Khat Riq’ah

Kaligrafi gaya Riq’ah merupakan hasil pengembangan kaligrafi gaya Naskhi dan Tsuluts. Sebagaimana halnya dengan tulisan gaya Naskhi yang dipakai dalam tulisan sehari-hari. Riq’ah dikembangkan oleh kaligrafer Daulah Usmaniyah, lazim pula digunakan untuk tulisan tangan biasa atau untuk kepentingan praktis lainnya. Karakter hurufnya sangat sederhana, tanpa harakat, sehingga memungkinkan untuk ditulis cepat.

27

Gambar II.14 Contoh khat riq’ah

Sumber: http://atstsurayya.files.wordpress.com/2010/11/riqah.jpg&img (23 Mei 2013)

Khat Diwani

Gaya kaligrafi Diwani dikembangkan oleh kaligrafer Ibrahim Munif. Kemudian, disempurnakan oleh Syaikh Hamdullah dan kaligrafer Daulah Usmani di Turki akhir abad ke-15 dan awal abad ke-16. Gaya ini digunakan untuk menulis kepala surat resmi kerajaan. Karakter gaya ini bulat dan tidak berharakat. Keindahan tulisannya bergantung pada permainan garisnya yang kadang-kadang pada huruf tertentu neninggi atau menurun, jauh melebihi patokan garis horizontalnya. Model kaligrafi Diwani banyak digunakan untuk ornamen arsitektur dan sampul buku.

28

Gambar II.15 Contoh khat diwani Sumber: http://kaligrafi-zulmi-

sukma.blogspot.com/2010_04_01_archive.html&h=450&w=485&sz=40&tbnidePQ2 Q/s1600/d11.jpg (23 Mei 2013)

 Khat Diwani Jali

Kaligrafi gaya Diwani Jali merupakan pengembangan gaya Diwani. Gaya penulisan kaligrafi ini diperkenalkan oleh Hafiz Usman, seorang kaligrafer terkemuka Daulah Usmani di Turki. Anatomi huruf Diwani Jali pada dasarnya mirip Diwani, namun jauh lebih ornamental, padat, dan terkadang bertumpuk-tumpuk. Berbeda dengan Diwani yang tidak berharakat, Diwani Jali sebaliknya sangat melimpah. Harakat yang melimpah ini lebih ditujukan untuk keperluan dekoratif dan tidak seluruhnya berfungsi sebagai tanda baca. Karenanya, gaya ini sulit dibaca secara selintas. Biasanya, model ini

29

digunakan untuk aplikasi yang tidak fungsional, seperti dekorasi interior Masjid atau benda hias.

Gambar II.16 Contoh khat diwani jali

Sumber: http://arrasael.blogspot.com/2008/10/about-arabic-calligraphy- art.html&docid=e64mCYn73DUJaM&imgurl=http://4.bp.blogspot.com/_2FtsUhqeE

YE/SPNke0q70jI/AAAAAAAAAL4/acIK5Qkjb84/s320/diwani%252Bjali.jpg (23 Mei 2013)

Khat Raihani

Tulisan kaligrafi gaya Ijazah (Raihani) merupakan perpaduan antara gaya Tsuluts dan Naskhi, yang dikembangkan oleh para kaligrafer Daulah Usmani. Gaya ini lazim digunakan untuk penulisan ijazah dari seorang guru kaligrafi kepada muridnya. Karakter hurufnya seperti Tsuluts, tetapi lebih sederhana, sedikit hiasan tambahan, dan tidak lazim ditulis secara bertumpuk (murakkab).

30

Gambar II.17 Contoh khat raihani Sumber: http://4.bp.blogspot.com/-fDGkfyJB6-

o/Tumjir3gLYI/AAAAAAAAADg/k6VjPEgjoII/s1600/kaligrafi-muhammad-saw- 300x300.jpg (23 Mei 2013)

Dokumen terkait