• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN TEORI

C. Kompetensi Guru

3. Jenis-jenis Kompetensi Guru

jenis-jenis kompetensi guru meliputi kompetensi pedagogik, kompetensi kepribadian, kompetensi sosial, kompetensi profesional. Berikut adalah penjelasan masing-masing kompetensi tersebut:

1) Kompetensi Pedagogik

Menurut Mulyasa (2013:42) kompetensi pedagogik adalah kemampuan mengelola pembelajaran peserta didik yang meliputi pemahaman terhadap peserta didik, perancangan dan pelaksanaan pembelajaran, evaluasi hasil belajar, dan pengembangan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimilikinya. Kompetensi ini harus diaktualisasikan oleh setiap guru dalam menciptakan iklim pembelajaran yang mendidik sebagai perwujudan penguasaan kompetensi utama, kompetensi pendukung dan kompetensi lainnya seara terintegrasi dan utuh (Mulyasa, 2013: 43).

Menurut Permendiknas nomor 17 tahun 2007, kompetensi pedagogis guru mata pelajaran terdiri atas 37 buah kompetensi yang di rangkum dalam 10 kompetensi inti seperti disajikan berikut ini:

a) Menguasai karakteristik peserta didik dari aspek fisik, moral, spiritual, sosial kultural, emosional dan intelektual

b) Menguasai teori belajar dan prinsip-prinsip pembelajaran yang mendidik

c) Mengembangkan kurikulum yang terkait dengan mata pelajaran yang diampu

d) Menyelenggarakan pembelajaaran yang mendidik

e) Memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi untuk kepentingan pembelajaran

f) Memfasilitasi pengembangan potensi peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki

g) Berkomunikasi secara efektif, empatik, dan santun dengan peserta didik

h) Menyelengarakan penilaian dan evaluasi proses dan hasil belajar i) Memanfaatkan hasil penilaian dan evaluasi untuk kepentingan

pembelajaran

j) Melakukan tindakan reflektif untuk peningkatan kualitas pembelajaran

Kompetensi pedagogik harus senantiasa dimiliki dan dikembangkan oleh seorang guru. Melalui kompetensi ini guru dapat mengelola kegiatan pembelajaran dengan tepat. Pengelolaan kegiatan pembelajaran dimulai dari pemahaman terhadap peserta didik sampai evaluasi belajar yang dilakukan oleh guru. Pemahaman terhadap peserta didik meliputi pemahaman tentang psikologi perkembangan anak, (Agung, 2014:39-40) sedangkan evaluasi belajar adalah pengukuran dan penilaian hasil belajar siswa.

Peserta didik dilahirkan dalam berbagai perbedaan minat, bakat, motivasi dan kemampuan. Disisi lain, guru harus mampu membentuk peserta didik sesuai dengan tujuan pendidikan. Disinilah peran penting

guru dalam memahami berbagai kondisi peserta didik. Dengan pemahaman kondisi peserta didik, guru dapat merancang dan melaksanakan kegiatan pembelajaran yang tepat sehingga tujuan pendidikan pun tercapai. Bukti dari pencapaian tujuan pembelajaran dapat dilihat melalui evaluasi yang diberikan oleh guru. hasil evaluasi perlu dipelajari oleh seorang guru sehingga dapat dilakukan strategi yang lebih tepat.

2) Kompetensi Kepribadian

Guru sebagai teladan bagi murid-muridnya harus memiliki sikap dan kepribadian utuh yang dapat dijadikan panutan dalam seluruh segi kehidupannya. Tampilan kepribadian guru akan lebih banyak mempengaruhi minat dan antusiasme anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran (Asmani, 2009: 117). Kepribadian yang menarik dan mempesona sangat dibutuhkan bagi seorang tenaga pendidik merupakan sosok yang memberikan kontribusi besar bagi pencapaian proses pembelajaran baik dimensi kognitif, efektif, dan psikomotor (Janawi, 2012: 126-127). Namun berperan sebagai guru mengandung tantangan, karena di satu pihak guru harus ramah, sabar, menunjukkan pengertian, memberikan kepercayaan dan menciptakan suasana aman, di lain pihak guru harus memberikan tugas, mendorong siswa untuk berusaha mencapai tujuan, mengadakan koreksi, menegur dan menilai (Winkel, 2014:225). Di sinilah peran penting kompetensi kepribadian dimiliki oleh seorang guru.

Menurut Mulyasa (2013: 42) kompetensi kepribadian adalah kepribadian pendidik yang mantap, stabil, dewasa, arif dan berwibawa, menjadi teladan bagi peserta didik, dan berakhlak mulia. Seorang guru dinilai tidak hanya dari aspek keilmuan saja, tetapi juga dari aspek kepribadian yang ditampilkannya. Mengacu kepada standar nasional pendidikan menurut Asmani (2009: 116-117), kompetensi kepribadian guru meliputi: (1) Memiliki kepribadian yang mantap dan stabil; (2) Memiliki Keperibadian yang dewasa; (3) Memiliki kepribadian yang arif; (4) Memiliki kepribadian yang berwibawa; dan (5) Memiliki akhlak mulia dan menjadi teladan.

Menurut Janawi (2012:127-133) kemampuan kepribadian dapat dijabarkan melalui beberapa indikator yang menjadi gambaran dan ciri khas profesionalisme guru, yaitu:

a) Berjiwa pendidik dan bertindak sesuai dengan norma yang berlaku.

b) Jujur, berakhlak mulia dan menjadi teladan c) Dewasa, stabil dan berwibawa; dan

d) Memiliki etos kerja, tanggung jawab dan percaya diri. 3) Kompetensi Sosial

Guru adalah manusia sosial. Sebagai makhluk sosial guru tidak terlepas dari kehidupan sosial masyarakat dan lingkungan sekitar. Guru dalam menjalankan tugasnya senantiasa berinteraksi dengan

peserta didik, sesama guru maupun masyarakat sekitar. Hal ini menjelaskan bahwa pentingnya kompetensi sosial bagi seorang guru.

Menurut Mulyasa (2013: 42) kompetensi sosial adalah kemampuan pendidik berkomunikasi dan berinteraksi secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali peserta didik, dan masyarakat. Kemampuan guru sebagai bagian dari masyarakat, sekurang-kurangnya memiliki kompetensi untuk:

a) Berkomunikasi secara lisan, tulisan dan isyarat

b) Menggunakan teknologi komunikasi dan informasi secara fungsional

c) Bergaul secara efektif dengan peserta didik, sesama pendidik, tenaga kependidikan dan orang tua/wali peserta didik; dan d) Bergaul secara santun dengan masyarakat sektar.

Sedikitnya terdapat tujuh kompetensi sosial yang harus dimiliki guru agar dapat berkomunikasi dan bergaul secara efektif, baik di sekolah maupun di masyarakat (Mulyasa, 2007: 176). Ketujuh kompetensi tersebut dapat diidentifikasi sebagai berikut:

a) Memiliki pengetahuan tentang adat istiadat baik sosial maupun agama

b) Memiliki pengetahuan tentang budaya dan tradisi c) Memiliki pengetahuan tentang inti demokrasi d) Memiliki pengetahuan tentang estetika

e) Memiliki apresiasi dan kesadaran sosial

f) Memiliki sikap yang benar terhadap pengetahuan dan pekerjaan, dan

g) Setia terhadap harkat dan martabat manusia. 4) Kompetensi Profesional

Salah satu peran guru kepada anak didiknya adalah sebagai pengajar. Dalam hal ini guru mentranfer ilmu yang dimilikinya menjadi ilmu yang dimiliki oleh anak didiknya. Menurut Janawi (2012: 98) Seorang guru harus mampu memanusiakan anak didik, dan membuat anak didik lebih mandiri dan bertanggung jawab dengan apa yang menjadi tugasnya, disinilah pentingnya kompetensi profesiaonal. Menurut Mulyasa (2013: 42) kompetensi professional adalah kemampuan pendidik dalam penguasaan materi pembelajaran secara luas dan mendalam yang memungkinkannya membimbing peserta didik memperoleh kompetensi yang ditetapkan. Kompetensi profesional merupakan kemampuan, keahlian, kecakapan dasar tenaga pendidik yang harus dikuasai dalam melaksanakan tugasnya sebagai guru (Janawi, 2012: 99).

Menurut Mulyasa (2007: 135-136) ruang lingkup kompetensi profesional guru sebagai berikut:

a) Mengerti dan dapat menerapkan landasan kependidikan baik filosofi, psikologis, sosiologis, dan sebagainya

b) Mengerti dan dapat menerapkan teori belajar sesuai taraf perkembangan peserta didik

c) Mampu menangani dan mengembangkan bidang studi yang menjadi tanggung jawabnya

d) Mengerti dan dapat menerapkan metode pembelajaran yang bervariasi

e) Mampu mengembangkan dan menggunakan berbagai alat media dan sumber yang relevan

f) Mampu mengorganisasikan dan melaksanakan program

pembelajaran

g) Mampu melaksanakan evaluasi hasil belajar peserta didik, dan h) Mampu menumbuhkan kepribadian peserta didik,

Menurut Asmani (2012: 164-188) indikator guru yang mempunyai kompetensi ilmu, yaitu: (1) penguasaan materi secara mendalam dan dinamis, (2) penekanan research dan development, (3) menjadi produsen ilmu pengetahuan, (4) menguasai tertib administrasi, (5) mengembangkan kreativitas dan profesi.

Dokumen terkait