• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II LANDASAN TEORI

2.1 Kajian Pustaka

2.1.2 Metode Inkuiri

2.1.2.3 Jenis-jenis Metode Inkuiri

Jenis-jenis metode inkuiri dibedakan menjadi tiga macam sebagai berikut (Sund and Trowbridge, dalam Mulyasa, 2007):

1. Inkuiri terbimbing (guided inquiry); dalam metode ini peserta didik memperoleh pedoman sesuai dengan yang dibutuhkan. Pedoman tersebut biasanya berupa pertanyaan-pertanyaan yang membimbing.

2. Inkuiri bebas (free inquiry), metode ini digunakan bagi peserta didik yang telah berpengalaman dengan pendekatan inkuiri. Peserta didik bebas melakukan penelitian sendiri bagaikan seorang ilmuwan, sehingga peserta didik harus dapat mengidentifikasikan dan merumuskan berbagai topik permasalahan yang hendak diselidiki.

3. Inkuiri bebas yang dimodifikasi (modified free inquiry); dalam metode ini guru memberikan permasalahan atau problem dan kemudian peserta didik diminta untuk memecahkan permasalahan tersebut melalui pengamatan, eksplorasi, dan prosedur penelitian. Peran guru untuk membimbing hanya

14 terbatas sehingga siswa diajarkan untuk mandiri dalam menyelesaikan masalah yang sedang dihadapi.

Berdasarkan penjelasan mengenai jenis-jenis metode inkuiri di atas, maka metode inkuiri yang paling tepat diterapkan dalam pembelajaran untuk siswa kelas V adalah metode inkuiri terbimbing. Metode inkuiri terbimbing adalah metode inkuiri saat guru membimbing siswa melakukan kegiatan dengan memberikan pertanyaan awal sebagai tuntunan kepada siswa untuk mengarahkan kepada suatu diskusi (Putra, 2013: 96). Pendekatan ini biasanya digunakan untuk siswa yang belum terbiasa dengan pembelajaran inkuiri. Guru berperan sebagai pembimbing yang memberi petunjuk atau bimbingan kepada siswa dalam melakukan suatu tugas agar siswa mampu memahami konsep-konsep pelajaran. Siswa akan mengerjakan tugas-tugas baik melalui tugas kelompok maupun tugas individu, agar dapat menyelesaikan/memecahkan masalah dan menarik suatu kesimpulan. Metode inkuiri ini juga disebut dengan istilah “guided

discovery-inquiry”. Guided discovery-inquiry digunakan apabila dalam pembelajaran guru

menyediakan bimbingan atau petunjuk yang cukup luas kepada siswa (Amien, 1987: 137).

Langkah-langkah metode inkuiri terbimbing (Guided Inquiry) adalah sebagai berikut (Kilbane, 2014: 253):

Tabel 2.1 Langkah-langkah Metode Inkuiri

No. Langkah-langkah Peran Guru Tugas Siswa

1 Mengajukan

pertanyaan

Guru mengajukan sebuah pertanyaan.

Siswa membaca dan/ mendengarkan pertanyaan atau mengajukan pertanyaan atau masalah yang diajukan guru.

2 Membuat hipotesis Guru meminta siswa untuk

membuat hipotesis.

siswa mengembangkan hipotesis secara individu maupun dalam kelompok kecil.

3 Mengumpulkan data Guru membantu siswa

menemukan, mengumpulkan, dan mengorganisasikan data yang diperlukan untuk menganalisis hipotesis mereka.

Siswa mengorganisasikan data yang akan mereka uji.

4. Menguji hipotesis

(Menganalisa data)

Guru mengajak siswa untuk menganalisis hipotesis mereka.

Siswa menguji hipotesis mereka dengan menganalisa data.

15

merangkum dan membuat kesimpulan dari hasil yang diperoleh.

dan membuat kesimpulan.

6. Melakukan evaluasi Guru meminta siswa untuk

menganalisa proses inkuiri yang telah dilakukan dengan merefleksikan apa yang telah mereka lakukan dan mereka pelajari

Siswa merefleksikan proses inkuiri secara keseluruhan, termasuk apa yang mereka lakukan dan mereka pelajari.

Kegiatan-kegiatan dalam metode inkuiri menuntut siswa memiliki kemampuan berpikir yang menyeluruh dari tingkat sederhana ke tingkat tinggi. Kegiatan inkuiri mengharuskan siswa memiliki kemampuan mengaplikasi dan

menganalisis dengan baik. Pada kegiatan mengumpulkan data siswa harus

mempunyai kemampuan mengaplikasi terhadap apa yang direncanakan. Setelah itu, pada proses menguji hipotesis, mengumpulkan data, membuat kesimpulan, maupun dalam melakukan evaluasi siswa harus dapat menganalisis dengan baik data-data yang telah dikumpulkan.

Sementara itu, Sanjaya (2006: 199-203) mengemukakan langkah-langkah pembelajaran dengan metode inkuiri sebagai berikut:

1. Orientasi

Orientasi adalah langkah untuk mempersiapkan suasana pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan siswa untuk siap melaksanakan proses pembelajaran.

2. Merumuskan masalah

Merumuskan masalah merupakan langkah untuk mengajak siswa masuk pada persoalan yang mengandung teka-teki. Persoalan yang diberikan kepada siswa haruslah persoalan yang menantang mereka untuk mau memecahkan masalah tersebut.

3. Mengajukan/merumuskan hipotesis

Merumuskan hipotesis adalah mengajukan jawaban sementara terhadap apa yang akan diuji kebenarannya melalui sebuah ekspeimen atau observasi.

4. Mengumpulkan data

Mengumpulkan data yaitu aktivitas memilah dan memilih informasi yang dibutuhkan untuk menguji hipotesis.

16 5. Menguji hipotesis

Yaitu proses menentukan jawaban yang dianggap diterima sesuai dengan data atau informasi yang diperoleh berdasarkan pengumpulan data.

6. Merumuskan kesimpulan

Merumuskan kesimpulan adalah proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil pengujian hipotesis.

Berdasarkan penjelasan di atas, penelitian ini akan menggunakan tujuh langkah-langkah pembelajaran inkuiri yaitu orientasi, merumuskan masalah, merumuskan hipotesis, melakukan eksperimen, menarik kesimpulan, mempresentasikan hasil, dan melakukan evaluasi. Berikut penjelasan mengenai langkah-langkah pembelajaran tersebut.

1. Orientasi

Orientasi merupakan langkah untuk mempersiapkan suasana pembelajaran yang responsif. Pada langkah ini guru mengkondisikan siswa untuk siap melaksanakan proses pembelajaran. Guru dapat menjelaskan topik yang akan dipelajari, dan pokok-pokok kegiatan yang akan dilakukan selama pembelajaran.

2. Merumuskan masalah

Merumuskan masalah merupakan langkah untuk mengajak siswa masuk pada persoalan yang menjadi topik pembelajaran. Guru berperan membimbing siswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang dapat mereka ketahui jawabannya melalui kegiatan inkuiri. Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan membantu siswa menggali pemahaman mereka mengenai topik yang sedang dipelajari secara lebih mendalam.

3. Merumuskan hipotesis

Merumuskan hipotesis merupakan langkah mengajukan jawaban sementara terhadap apa yang akan diuji kebenarannya melalui sebuah ekspeimen atau observasi. Hipotesis yang telah dirumuskan nantinya akan dapat diuji kebenarannya melalui eksperimen yang dilakukan dalam pembelajaran.

17 4. Melakukan eksperimen

Eksperimen merupakan langkah di mana siswa melakukan percobaan untuk mengumpulkan data-data atau informasi yang dibutuhkan untuk menganalisis hipotesis yang telah mereka buat. Kegiatan ini membantu siswa menguji kebenaran dari hipotesis yang telah dirumuskan di awal kegiatan.

5. Menarik kesimpulan

Menarik kesimpulan merupakan proses mendeskripsikan temuan yang diperoleh berdasarkan hasil percobaan dan uji hipotesis yang dilakukan. Menarik kesimpulan dilakukan siswa dengan bimbingan dari guru.

6. Mempresentasikan hasil

Kegiatan presentasi merupakan kegiatan menjelaskan dan melaporkan hasil percobaan mereka di depan kelas. Presentasi dilakukan siswa dengan menjelaskan rumusan masalah, hipotesis, langkah-langkah percobaan, dan menyampaikan kesimpulan yang mereka peroleh.

7. Melakukan evaluasi

Evaluasi merupakan kegiatan mengulas kembali materi pembelajarn yang telah dipelajari. Siswa dengan guru bersama-sama melakukan pemeriksaan hasil percobaan yang sudah dilakukan dan disesuaikan dengan data atau informasi yang relevan. Kekurangan ataupun kesalahan dalam melakukan percobaan mungkin saja terjadi. Siswa dan guru dapat memberikan kritik dan saran dari percobaan yang dilakukan. Guru juga meluruskan dan membenarkan pemahaman siswa yang masih kurang tepat.

Dokumen terkait