• Tidak ada hasil yang ditemukan

Jenis-Jenis Nilai Edukatif

BAB II KAJIAN PUSTAKA

A. Kajian Pustaka

10. Jenis-Jenis Nilai Edukatif

Beberapa ahli mengklasifikasikan nilai-nilai pendidikan (edukatif) dalam berbagai versi yang berbeda. Nilai-nilai pendidikan dalam karya sastra menurut Shimpley (dalam Lestari, 2018: 10 ) terdiri atas: (1) nilai tanggung jawab, (2) nilai ketakwaan kepada Tuhan, (3) nilai kemandirian, (4) nilai kecerdasan, (5) nilai keterampilan, (6) nilai hedoik, (7) nilai kultural, dan (8) nilai praktis.

Nilai-nilai pendidikan dikelompokkan menjadi delapan belas kategori, yaitu (1) religius, (2) jujur, (3) toleransi, (4) disiplin, (5) kerja keras, (6) kreatif, (7) mandiri, (8) demokratis, (9) rasa ingin tahu, (10) semangat kebangsaan, (11) cinta tanah air, (12) menghargai prestasi, sikap, dan tindakan, (13) bersahabat dan komunikatif, (14) cinta damai, (15) gemar membaca, (16) peduli lingkungan, (17) peduli sosial serta (18) tanggung jawab (Zubaedi dalam Elneri1 dkk, 2018: 8).

Daulay (dalam Lestari, 2018: 10) mengemukakan bahwa nilai edukatif terdiri atas empat nilai, diantaranya yaitu: (1) nilai edukatif religius, yaitu adanya sikap dan perilaku percaya kepada Tuhan yang Maha Esa, patuh pada perintah Tuhan serta menjauhi larangan-Nya, bersyukur, amanah, dan ikhlas; (2) nilai edukatif ketangguhan, yaitu sikap dan perilaku ulet, disiplin, dan berani menanggung resiko; (3) nilai edukatif kepedulian, yaitu sikap dan perilaku kasih sayang, sopan santun, pemaaf, bersahabat/komunikatif, peduli sosial, dan cinta

keluarga; (4) nilai edukatif kejujuran, yaitu sikap dan perilaku bertanggung jawab, memenuhi kewajiban, lapang dada, menepati janji, dan demokratis.

Tillman (Lestari, 2018: 10) nilai edukatif terdiri atas 12 macam, antara lain: (1) kedamaian, yaitu keadaan pikiran yang tenang, atau kediaman yang mengandung kekuatan kebenaran; (2) penghargaan, yaitu benih yang menimbulkan rasa percaya diri, sehingga dapat mengenal kualitas pribadi; (3) cinta, yaitu suatu prinsip untuk menciptakan dan mempertahankan hubungan yang dalam dan mulia; (4) toleransi, yaitu saling menghargai antarindividu melalui saling pengertian; (5) kejujuran, yaitu keadaan sadar terhadap apa yang benar dan sesuai dengan perannya, tindakannya, dan hubungannya; (6) kerendahan hati, yaitu rasa menghargai terhadap diri sendiri yang tumbuh dalam kemuliaan dan melenyapkan kesombongan; (7) kerja sama, yaitu akan terjadi apabila orang bekerja bersama untuk mencapai tujuan yang sama; (8) kebahagiaan, yaitu keadaan damai dimana tidak ada kekerasaan; (9) tanggung jawab, yaitu satu kewajiban yang dapat membantu mencapai suatu tujuan; (10) kesederhanaan, yaitu memberikan kesabaran, persahabatan, dan dorongan semangat; (11) kebebasan, yaitu bebas dari kebimbangan dan kerumitan dalam pikiran, intelek dan hati, yang timbul dari negativitas; (12) persatuan, yaitu saling berbagi pandangan, harapan, dan tujuan mulia atau demi kebaikan semua.

Berdasarkan pengklasifikasian jenis nilai pendidikan tersebut, penelitan ini mengkaji jenis nilai edukatif (pendidikan) yaitu nilai pendidikan religius, nilai pendidikan moral, nilai pendidikan budaya, dan nilai pendidikan sosial. Hal ini

dikarenakan jenis nilai pendidikan ini lebih mendominasi dalam film Orang Kaya Baru.

a) Nilai Pendidikan Religius

Nilai-nilai religius bertujuan untuk mendidik agar manusia lebih baik menurut tuntunan agama dan selalu ingat kepada Tuhan. Nilai-nilai religius yang terkandung dalam karya seni dimaksudkan agar penikmat karya tersebut mendapatkan renungan-renungan batin dalam kehidupan yang bersumber pada nilai-nilai agama. Nilai-nilai religius dalam seni bersifat individual dan personal. Semi (dalam Riano, 2015: 22) juga menambahkan, kita tidak mengerti hasil-hasil kebudayaannya, kecuali bila kita paham akan kepercayaan atau agama yang mengilhaminya. Religi lebih pada hati, nurani, dan pribadi manusia itu sendiri. Dari pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa nilai religius merupakan nilai kerohanian tertinggi dan mutlak serta bersumber pada kepercayaan atau keyakinan manusia pada Tuhan.

b) Nilai Pendidikan Moral

Moral merupakan makna yang terkandung dalam karya seni, yang disaratkan lewat cerita. Moral dapat dipandang sebagai tema dalam bentuk yang sederhana, tetapi tidak semua tema merupakan moral (Kenny dalam Riano, 2015: 23). Moral merupakan kemampuan seseorang membedakan antara yang baik dan yang buruk. Nilai moral yang terkandung dalam karya seni bertujuan untuk mendidik manusia agar mengenal nilai-nilai etika merupakan nilai baik buruk suatu perbuatan, apa yang harus dihindari, dan apa yang harus dikerjakan,

sehingga tercipta suatu tatanan hubungan manusia dalam masyarakat yang dianggap baik, serasi, dan bermanfaat bagi orang itu, masyarakat, lingkungan, dan alam sekitar.

Uzey (dalam Riano, 2015: 23) berpendapat bahwa nilai moral adalah suatu bagian dari nilai, yaitu nilai yang menangani kelakuan baik atau buruk dari manusia. Moral berhubungan dengan kelakuan atau tindakan manusia. Nilai moral inilah yang lebih terkait dengan tingkah laku kehidupan manusia sehari-hari.

Dari pendapat di atas dapat disimpulkan bahwa nilai pendidikan moral menunjukkan peraturan-peraturan tingkah laku baik ataupun buruk dan adat istiadat dari seorang individu dari suatu kelompok yang dapat dijadikan contoh serta perilaku-perilaku yang perlu dihindari.

c) Nilai Pendidikan Sosial

Kata “sosial” berarti hal-hal yang berkenaan dengan masyarakat. Nilai pendidikan sosial merupakan hikmah yang dapat diambil dari perilaku sosial dan tata cara hidup sosial. Perilaku sosial berupa sikap seseorang terhadap peristiwa yang terjadi di sekitarnya yang ada hubungannya dengan orang lain, cara berpikir, dan hubungan sosial bermasyarakat antarindividu.

Nilai edukatif sosial yang ada dalam karya seni dapat dilihat dari cerminan kehidupan masyarakat yang diinterpretasikan sosial akan menjadikan manusia sadar akan pentingnya kehidupan berkelompok dalam ikatan kekeluargaan antara satu individu dengan individu lainnya. Nilai edukatif sosial mengacu pada

hubungan individu dengan individu yang lain dalam sebuah masyarakat. Bagaimana seseorang harus bersikap, bagaimana mereka menyelesaikan masalah, dan bagaimana seseorang menghadapi situasi tertentu juga termasuk dalam nilai sosial.

Uzey (dalam Riano, 2015: 24) juga berpendapat bahwa nilai edukatif sosial mengacu pada pertimbangan terhadap suatu tindakan benda, cara untuk mengambil keputusan apakah sesuatu yang bernilai itu memiliki kebenaran, keindahan, dan nilai ketuhanan. Jadi, nilai pendidikan sosial dapat disimpulkan sebagai kumpulan sikap dan perasaan yang diwujudkan melalui perilaku yang memengaruhi perilaku seseorang yang memiliki nilai tersebut. Nilai pendidikan sosial juga merupakan sikap-sikap dan perasaan yang diterima secara luas oleh masyarakat dan merupakan dasar untuk merumuskan apa yang benar dan apa yang penting dalam kehidupan bermasyarakat.

d) Nilai Pendidikan Budaya

Nilai-nilai budaya merupakan sesuatu yang dianggap baik dan berharga oleh suatu kelompok masyarakat atau suku bangsa yang belum tentu dipandang baik pula oleh kelompok masyarakat atau suku bangsa lain sebab, nilai budaya membatasi dan memberikan karakteristik pada suatu masyarakat dan kebudayaannya. Nilai budaya merupakan tingkat yang paling abstrak dari adat, hidup dan berakar dalam alam pikiran masyarakat, dan sukar diganti dengan nilai budaya lain dalam waktu singkat.

Uzey (dalam Riano, 2015: 25) berpendapat mengenai pemahaman tentang nilai budaya dalam kehidupan manusia diperoleh karena manusia memaknai ruang dan waktu. Makna itu akan bersifat intersubjektif karena ditumbuh-kembangkan secara individual, namun dihayati secara bersama, diterima, dan disetujui oleh masyarakat hingga menjadi latar budaya yang terpadu bagi fenomena yang digambarkan. Sistem nilai budaya merupakan inti kebudayaan, sebagai intinya ia akan mempengaruhi dan menata elemen-elemen yang berada pada struktur permukaan dari kehidupan manusia yang meliputi perilaku sebagai kesatuan gejala dan benda-benda sebagai kesatuan material. Sistem nilai budaya terdiri dari konsepsi-konsepsi yang hidup dalam alam pikiran sebagian besar warga masyarakat, mengenai hal-hal yang harus mereka anggap amat bernilai dalam hidup. Karena itu, suatu sisitem nilai budaya biasanya berfungsi sebagai pedoman tertinggi bagi kelakuan manusia.

Dokumen terkait